Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA Mendrofa, Jonathan Ifanemaga; Harefa, Vinna Yohanna; Putri Tumakaka, Yolanda Aulia; Midu, Sergio Yudi; Putri Sihaloho, Shinta Marina Josephina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1423

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak dibawah usia lima tahun (balita). Pengetahuan orang tua tentang pencegahan ISPA berperan penting dalam mengurangi kejadian ISPA pada balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan orang tua tentang pencegahan ISPA terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja salah satu  puskesmas di Kabupaten Tangerang. Metode: penelitian dilaksanakan pada bulan April 2025, menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 93 responden yang ditentukan menggunakan rumus G power dengan effect size 0,30. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI) dan catatan rekam medis responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan 70 responden (75,3%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 55 balita (59,1%) mengalami ISPA dua bulan terakhir. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita dengan p-value 0,037. Saran: bagi peneliti selanjutnya untuk dapat mencari faktor-faktor lain yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita yang belum diteliti, seperti kondisi lingkungan, status imunisasi, status gizi, serta sanitasi yang belum optimal. Kata kunci : Balita, ISPA, Pengetahuan Orang Tua
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi pada Pekerja : Literature Review: Factors Affecting the Incidence of Hypertension in Workers : Literature Review Midu, Sergio Yudi; Astrid, Maria
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4846

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi atau keadaan yang secara signifikan dapat meningkatkan resiko penyakit lainnya. Prevalensi dari kejadian hipertensi didunia dapat meningkat setiap tahunnya. Komplikasi hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti, stroke, infark miokard, gagal jantung dan gagal ginjal. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran terkait faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pekerja. Metode: Dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan narative review. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan dari beberapa database seperti: Google Schoolar, DOAJ, Pubmed, Science Direct dan Research Gate. Pencarian literatur menggunakan kurun waktu tahun penerbitan jurnal dari tahun 2019 hingga 2023. Hasil: Hasil telaah dari keseluruhan artikel yang telah dikaji menggambarkan bahwa berbagai faktor resiko dari hipertensi yang dialami pekerja terdiri dari durasi tidur, konsumsi alkohol, stres kerja, lingkungan panas dan durasi dari jam kerja. Kesimpulan: Hipertensi terhadap pekerja dapat disebabkan oleh berbagai faktor resiko, sehingga pekerja yang bekerja dilingkungan panas dan bising serta bekerja dengan durasi kerja yang lebih besar dan durasi tidur yang tidak normal dan pekerja pekerja yang mengkonsumsi alkohol dalam jangka panjang beresiko mengalami hipertensi ditempat kerja.
SEHAT DAN BUGAR DI USIA SENJA : EDUKASI DAN LATIHAN PEREGANGAN (STRETCHING) BAGI LANSIA DI TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA Midu, Sergio Yudi; Saputra, Bima Adi; Pangkey, Ballsy C. A.; Olang, Janwar; Paula, Veronica; Saputri, Agustina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2767

Abstract

Penuaan merupakan proses alami yang menyebabkan penurunan fungsi jaringan tubuh, termasuk fleksibilitas otot dan sendi. Penurunan fleksibilitas dapat meningkatkan risiko cedera pada lansia. Latihan peregangan merupakan salah satu metode yang efektif untuk menjaga fleksibilitas dan mengurangi nyeri sendi pada usia lanjut. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan tulang dan sendi serta keterampilan melakukan latihan peregangan secara mandiri melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung. Metode: Kegiatan pengabdian Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan dilaksanakan di Tanjung Priok, Jakarta, dengan melibatkan 85 lansia. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan dan latihan peregangan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, pemeriksaan kesehatan, serta penilaian kepuasan peserta menggunakan skala Likert. Hasil: Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 82,96 menjadi 85,75 setelah edukasi. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan 37,6% lansia memiliki tekanan darah tidak normal, 28,2% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 88,2% memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal. Evaluasi kepuasan menunjukkan 90% peserta menilai kegiatan secara keseluruhan, latihan peregangan, dan sesi diskusi sebagai “Sangat Baik” . Edukasi dan latihan peregangan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan otot dan sendi. Kegiatan ini mendapat respons sangat positif dan layak untuk diterapkan secara berkala sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Analysis of the Relationship between Self-Management Behavior and Blood Pressure Control in Adult Hypertension Patients in Faith-Based Communities Midu, Sergio Yudi; Gultom, Eva Chris Veronica; Simarmata, Jon Parulian; Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Saputra, Bima Adi
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 14, No 1 (2026): Challenges and Integrated Approaches in Various Clinical Conditions
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v14i1.14148

Abstract

Hypertension is a medical condition that significantly increases the risk of other diseases and can cause fatal complications such as heart attack, stroke, kidney failure, and even death. Objective: To determine the relationship between self-management behavior and blood pressure in patients with hypertension. Methods: This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional research design. The population in this study was the Tambakrejo GKJW congregation. Sampling was conducted using non-probability sampling with purposive sampling. The sample in this study consisted of 93 members of the Tambakrejo GKJW congregation who suffered from hypertension. Data collection was conducted using the HSMBQ questionnaire and a digital sphygmomanometer. Data analysis was conducted using the chi-square test.  Results: The majority of respondents were middle-aged adults (41–60 years) (58.1%) and female (63.4%). Most respondents had suffered from the disease for more than 5 years (55.9%). Based on blood pressure, most respondents had controlled hypertension (53.8%). In addition, most respondents had poor self-management behavior (61.3%). Statistical tests showed a significant relationship between self-management behavior and the blood pressure status of respondents (p = 0.007), where respondents with good self-management tended to have more controlled blood pressure than respondents with poor self-management.  Implications: Strengthening self-management behavior through collaboration between health workers and religious communities has the potential to improve blood pressure control in people with hypertension.
Assessing The Factors Associated With Self-Management In Hypertension Patiens: Implementations For Healthcare Strategies Simarmata, Jon Parulian; Pangkey, Ballsy C. A.; Midu, Sergio Yudi; Saputra, Bima Adi
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 14, No 1 (2026): Challenges and Integrated Approaches in Various Clinical Conditions
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v14i1.14185

Abstract

Hypertension is one of the most common diseases worldwide. Its treatment does not rely solely on medical therapy but also requires patients’ ability to perform effective self-management. This study aimed to identify factors associated with self-management among individuals with hypertension. A quantitative cross-sectional design was employed. Purposive sampling was used, resulting in 93 respondents based on G*Power calculations, including individuals with blood pressure ≥140/90 mmHg or <140/90 mmHg with a history of hypertension. Bivariate analysis was conducted using the chi-square test, while multivariate analysis used logistic regression. The results of the chi-square test showed significant relationships between self-management and duration of illness (p=0.011), level of knowledge (p=0.009), and social support (p=0.021). In contrast, age (p=0.218) and education level (p=0.346) were not significantly associated with self-management. Logistic regression analysis indicated that duration of illness (p=0.009; Exp(B)=4.467) and social support (p=0.006; Exp(B)=2.835) were significant factors influencing hypertension self-management. This study concludes that duration of illness, knowledge, and social support are related to hypertension self-management, whereas age and education are not. Community health workers are encouraged to involve families, social environment and develop structured self-management-focused health education programs. Further research using observational methods and additional variables is recommended.