Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Integrated Cost–Durability Assessment of Waste Glass Aggregate Concrete with ASR Mitigation for Sustainable Construction in Indonesia Endah Murtiana Sari; Probokusumo Probokusumo; Alfiya Rokhmah; Rahmat Rahmat; Muhamad Dzaky Ashidqi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 20 No. 1 (2026): SINTEK JURNAL (In Progress)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.20.1.76-91

Abstract

This study presents an integrated assessment of the economic, technical, and environmental feasibility of incorporating waste glass aggregate (WGA) as a partial replacement for natural coarse aggregate in concrete within the Indonesian construction context. A simulation-based framework using secondary data was employed, combining quantitative cost analysis with a systematic synthesis of experimental studies published between 2023 and 2025. No primary laboratory experiments were conducted. The cost analysis indicates that replacing 30% of natural coarse aggregate with WGA reduces the estimated concrete production cost from IDR 905,000/m³ to IDR 873,000/m³, corresponding to an estimated cost saving of approximately 3.5% under representative Indonesian material prices. Synthesized experimental evidence further indicates that concrete incorporating 30% WGA can maintain a 28-day compressive strength of approximately 35–40 MPa when appropriate mixture design is adopted. The incorporation of supplementary cementitious materials, including 25% fly ash and 20% ground granulated blast furnace slag (by mass of total binder), has been reported to mitigate alkali–silica reaction (ASR), reducing expansion by up to approximately 70% while improving resistance to chloride ingress. Published life-cycle assessment studies also indicate potential reductions of approximately 11% in carbon dioxide (CO₂) emissions and 15% in cumulative energy consumption relative to conventional concrete. The integrated assessment suggests that WGA concrete offers promising economic, technical, and environmental benefits and may represent a viable alternative construction material to support sustainable construction and circular economy initiatives in Indonesia.
A Systematic Approach to Reducing Compressor Downtime by 95.3% Within Six Months Toward Industry 4.0 Implementation Rahmat; Yudha Witanto; Dimas Suryo Ajitomo; Budi Sunarto; Acim Maulana; Pedro da Silva
Engineering Science Letter Vol. 5 No. 02 (2026): In Press - Engineering Science Letter
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.esl.002151

Abstract

Workshop is one of the sections in the company that is tasked with supporting the productivity process, from Welding fabrication work, motor rewinding, machine tool work, to punch procurement (Mold). Supported by various machines used to support the production process, both for punch repair and fabrication. For this reason, the workshop always tries to provide the best, namely by creating improvements to speed up the process of procuring punches, both lower and upper, as well as master motifs and plain, while the improvements made are making improvements in the Compressor area. Thus, this compressor machine is a vital supporter of the machine's running process and product water usage services to achieve the target results of punch repair in the workshop, the purpose of the research is to add an automatic remote control at the nearest location & can be operated with Wi-Fi, create an auto evaporator cleaning program, install a compressor alarm notification, create an auto drain program for the compressor tube, create a safe compressor room. By implementing several improvements, the results were achieved by reducing downtime by 95.3% to 96.7%. Downtime decreased from 2784 minutes per 3 months to 92 minutes per 3 months. The potential profit was Rp 159.962.422 per year. Therefore, the research results can be applied to all workshop and production machines.
PENERAPAN PHOTOELECTRICSENSOR UNTUK MENGURANGI LOSS FILM KARENA SALAH PERHITUNGAN Udin Sahrudin; Rahmat
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada produksi kemasan plastik, kondisi miss print pada gulungan film harus diketahui agar mesin berhenti tepat pada posisinya. Saat ini, pencarian posisi miss print di mesin High Speed Seal masih menggunakan perhitungan diameter gulungan secara manual berdasarkan label dari departemen printing. Metode konvensional ini memakan waktu lama, memicu human error, meningkatkan downtime, dan memperbesar loss material. Penelitian ini bertujuan menerapkan sensor photoelectric Keyence untuk mendeteksi posisi miss print secara otomatis. Sensor dengan metode thrubeam dipasang pada kedua sisi jalur unwinder untuk mendeteksi penanda label. Sinyal sensor kemudian dikirim ke Programmable Logic Controller (PLC) sebagai input untuk menghentikan mesin secara presisi pada posisi yang ditentukan. Hasil penerapan menunjukkan bahwa pencarian posisi miss print berjalan otomatis, lebih cepat, dan akurat dibanding metode manual. Sistem ini berhasil meminimalkan potensi kesalahan operator, menekan loss material, serta meningkatkan efisiensi proses produksi pada mesin High Speed Seal.
ANALISIS PENYEBAB DAN UPAYA PENCEGAHAN UNDER HONING PADA KOMPONEN HASIL PROSES HONING Nurohman; Ivan Pratama; Riki Fajri Maulana; Muhammad Madjid Rubai; Muhammad Abi Jaffar Kamilin; Rahmat
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Honing merupakan proses finishing untuk memperbaiki ketelitian geometri (misalnya cylindricity) sekaligus membentuk tekstur permukaan yang sesuai. Dalam pelaksanaannya, proses honing tidak selalu menghasilkan kualitas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan adalah under honing, yaitu kondisi ketika jumlah material yang terkikis tidak mencapai target proses sehingga dimensi akhir komponen berada di bawah spesifikasi yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya under honing serta menentukan tindakan perbaikan yang dapat diterapkan pada proses produksi. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses honing, pemeriksaan kondisi batu honing, serta analisis hasil pengukuran komponen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keausan batu honing menjadi faktor dominan yang menyebabkan terjadinya under honing. Setelah digunakan secara terus-menerus dalam jumlah part tertentu, kemampuan abrasif batu honing mengalami penurunan sehingga proses pengikisan material menjadi tidak optimal. Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa komponen tidak mencapai ukuran yang dipersyaratkan dan berpotensi meningkatkan jumlah produk cacat. Berdasarkan hasil analisis, pengendalian umur pakai batu honing serta penggantian alat secara berkala dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi terjadinya under honing dan menjaga konsistensi kualitas produk.
Analisis Organizational Citizenship Behavior for the Environment Karyawan Generasi Z melalui Green Training dan Budaya Organisasi Nur Fajrin Hanifah; Galih Raspati; Rahmat
Jurnal Manajemen Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pengetahuan lingkungan dan aksi nyata (knowledge-action gap) pada karyawan Generasi Z di industri kreatif. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana green training dapat mendorong perilaku sukarela terhadap lingkungan (OCBE) melalui mediasi budaya organisasi hijau. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan menguji hubungan antarvariabel laten. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 karyawan startup digital di Kota Bandung yang dipilih menggunakan teknik puposive sampling, kemudian dianalisis dengan metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan lingkungan tidak secara langsung memicu perilaku OCBE pada karyawan. Peran budaya organisasi hijau ditemukan sebagai mediator penuh (full mediation) yang mengonversi pengetahuan hasil pelatihan menjadi tindakan nyata. Tanpa internalisasi nilai dalam budaya organisasi, pelatihan lingkungan hanya menjadi formalitas administratif. Implikasi dari penelitian ini adalah manajemen startup harus memprioritaskan pembangunan atmosfer kerja yang autentik dan ramah lingkungan sebagai ruang tumbuh bagi kompetensi hijau karyawan. Orisinalitas penelitian ini terletak pada pengungkapan mekanisme mediasi paripurna dalam dinamika kerja Generasi Z yang mengedepankan keselarasan nilai pribadi dengan identitas korporasi dalam ekosistem digital.
KAJIAN LITERATUR KOMPARATIF EFEKTIVITAS INHIBITOR HIJAU BERBASIS EKSTRAK TANAMAN DALAM PENGENDALIAN KOROSI BAJA KARBON Endah Murtiana Sari; Rahmat Rahmat; Rifo Nur Laksana; Probokusumo Probokusumo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.431

Abstract

Korosi merupakan proses degradasi logam yang menimbulkan kerugian ekonomi, teknis, dan lingkungan dalam berbagai sektor industri. Penggunaan inhibitor korosi sintetis yang bersifat toksik mendorong berkembangnya penelitian mengenai inhibitor ramah lingkungan atau green inhibitor yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai ekstrak tanaman sebagai inhibitor korosi pada baja melalui pendekatan kajian literatur komparatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data jurnal internasional seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 30 artikel yang dipublikasikan pada periode 2015–2024 dianalisis berdasarkan kriteria relevansi terhadap penggunaan bahan alami sebagai inhibitor korosi pada baja. Parameter yang dibandingkan meliputi jenis bahan alami, kandungan senyawa aktif, mekanisme adsorpsi, efisiensi inhibisi, konsentrasi optimum, serta stabilitas termal. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana), kulit pepaya (Carica papaya), dan kulit pisang (Musa paradisiaca) memiliki potensi sebagai inhibitor korosi yang efektif dengan efisiensi inhibisi berturut-turut mencapai 93–95%, 78–83%, dan 65–72% pada media asam. Senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, pektin, dan alkaloid berperan dalam proses adsorpsi pada permukaan baja sehingga membentuk lapisan pelindung yang mampu menurunkan laju korosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan alami memiliki potensi besar sebagai alternatif inhibitor korosi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan biomaterial sebagai inhibitor korosi pada sistem industri.