Dedi Kusnadi
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

POSITIVE AND NEGATIVE UNDERSTANDING MONITORING CALON GURU DALAM PENYUSUNAN SOAL CERITA PECAHAN Dedi Kusnadi; Irianto Aras; A.Wilda Indra Nanna; Enditiyas Pratiwi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.365 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3175

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan self-explanation mahasiswa terhadap penyusunan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data dengan memberikan tes yang ditindaklanjuti dengan wawancara untuk menggali lebih dalam tentang pemahaman keputusan yang diambil. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu: (1) pada soal pertama, partisipan memunculkan perbedaan pada kategori positive dan negative understanding monitoring; (2) pada soal kedua, perbedaan yang muncul pada kategori elaboration of problem. Temuan dalam penelitian ini, yaitu jika partisipan melibatkan pemahaman maka keputusan yang diambil memunculkan positive understanding monitoring dan sebaliknya jika tidak melibatkan pemahaman maka keputusan yang diambil memunculkan negative understanding monitoring. Namun, terdapat partisipan yang hanya mengandalkan pengalaman dalam membuat soal dan berakhir dengan positive understanding monitoring. AbstractThe purpose of this study to describe the self-explanation of the pre-service teachers on how they draft the fraction material story words. This research is qualitative. The data collected in this study employs tests and interviews. The reason why conducting interviews is to acquire data deeply in understanding the decisions taken. Based on the result of analyzing the data,  it shows that: (1) in the first question, participants showed differences in the positive and negative understanding in monitoring categories; (2) in the second question, the differences that appear in the elaboration of problem category. The finding in this study shows if the participants involve understanding, the decisions taken will give rise to positive understanding monitoring. Moreover, if it does not involve understanding, the decisions taken will give rise to negative understanding monitoring. However, some participants only rely on their experiences in making questions and finish it with positive understanding monitoring.
PENERAPAN TEORI VAN HIELE SEBAGAI DASAR PENGENALAN GEOMETRI PADA SISWA DI SDN 045 TARAKAN Dedi Kusnadi; AWilda Indra Nanna
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 5, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jmp.v5i1.1383

Abstract

The aim of this study was to examine of the application of Van Hiele as a basis for introducing geometry during teaching and learning at SDN 045 Tarakan. These learning process had been conducted by following the procedure of teaching geometry according to Van Hiele theory. The type of research used classroom action research with 27 students as research subjects. Data collected using teacher and student activity observation sheets. The result of the study learning of implementation had conducted in accordance with planes. In can be seen in the teacher’s activity had conducted aspect learning geometry effectively. The teacher able to utilize the learning media. For student activity, the students could response the teacher’s questions. Able to identify the learning of material effectively. The student able to identify the plane by using the learning media. So that application of Van Hiele theory had provided initial experience in understanding theory. Keyword: Geometry, Van Hiele, Theory Tujuan penelitian ini menelaah penerapan teori Van Hiele sebagai dasar pengenalan geometri selama kegiatan pembelajaran di SDN 045 Tarakan. Proses pembelajaran dilakukan dengan mengikuti fase-fase pembelajaran geometri menurut teori Van Hiele. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian 27 siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran sesuai rencana, terlihat pada aktivitas guru yang melaksanakan fase pembelajaran geometri dengan baik, mampu mengelola kelas, dan memanfaatkan media pembelajaran. Untuk aktivitas siswa, siswa berani bertanya dan menjawab pertanyaan guru, siswa mampu menggali materi sifat bangun datar dengan baik, siswa mahir mengidentifikasi bangun datar dengan menggunakan alat peraga. Dengan demikian penerapan teori Van Hiele dapat memberikan pengalaman awal bagi siswa dalam memahami geometri.Kata kunci: Geometri, Teori, Van Hiele
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER PADA SISWA KELAS V A SDN 007 TARAKAN Elza Minawati Dewi; Muhsinah Annisa; Dedi Kunadi
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 8 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v8i2.36

Abstract

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) ULUL ALBAB TARAKAN Warsini Warsini; Dedi Kusnadi; Agustinus Toding Bua
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.514 KB) | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v2i2.1515

Abstract

The type of research is a qualitative research with a descriptive approach carried out at SDIT Ulul Albab Tarakan, in 2019/2020. The study aim to implement character values, determine the inhibiting and supporting factors in the implementation of character values in fourth grade students. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The main instrument is the researcher using tools in the form of assessment sheets ranging from planning to closing. Data analysis was performed using the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. With the technique of checking the validity of the data using triangulation techniques. The results showed that the implementation of character values was applied starting from planning, implementation, to evaluation. The learning plan used by the teacher is a plan made and developed by adjusting the character values that will be applied in learning. In the implementation, the teacher implements character values through learning activities and learning methods that have been adjusted previously. In this study, 5 class-based character values are used: Religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity. The inhibiting factors for the implementation of student character values are the lack of time available, the lack of use of instructional media, and environmental factors where students live. Then the supporting factors for the implementation of the character values of educators are still easy and the support of parents of students. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilaksanakan di SDIT Ulul Albab Tarakan, pada tahun 2019/2020. Tujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter, mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi nilai karakter pada siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu berupa lembar penilaian mulai dari perencanaan hingga penutup. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai karakter diterapkan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Perencanaan pembelajaran yang digunakan guru merupakan perencanaan yang dibuat dan dikembangkan sendiri dengan menyesuaikan nilai karakter yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Pada pelaksanaan, guru mengimplementasikan nilai karakter melalui kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah disesuaikan sebelumnya. Pada penelitian ini digunakan 5 nilai-nilai karakter berbasisi kelas yaitu: Religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Faktor penghambat implementasi nilai-nilai karakter siswa yaitu kurangnya waktu yang tersedia, kurangnya pengunaan media pembelajaran, dan faktor lingkungan tempat tinggal siswa. Kemudian faktor pendukung implementasi nilai karakter tenaga pendidik yang masih mudah dan dukungan orang tua siswa
KORELASI KREATIVITAS GURU DALAM MENGAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SDN 25 DOMPU Mulya Yusnarti; Dedi Kusnadi
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v3i1.1810

Abstract

Abstract: This study aims to determine the creativity of teachers in teaching learning achievement of students at SDN 25 Dompu. Data collection methods used were questionnaire and test. The data analysis technique used in this study is to use the Product Moment formula. Based on the results of data analysis that teacher creativity in teaching has a significant relationship with student achievement, this is indicated by the relationship of teacher creativity with student achievement from rxys count as big as 0.507 categories, teacher creativity contributes to student achievement by 25.70% and the remaining 74.30% is determined by other variables. It is proven that there is a significant relationship between teacher creativity and student learning achievement, it is calculated that 3.6733 is greater than the value of t-table 1.6828 or (3.6733 1.6828) according to the number of n = 41 At the 5% significance level or the 95% confidence level (table r product moment attached). This shows that the null hypothesis (Ho) which reads "There is no relationship between the creativity of teachers in teaching with the learning achievement of fourth grade students at SDN 25 Dompu '', is rejected, and the alternative hypothesis (Ha) which reads" there is a relationship between teacher creativity in teaching and learning achievement of fourth grade students at SDN 25 Dompu ”, acceptedAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kreativitas guru dalam mengajar terhadap prestasi belajar siswa SDN 25 Dompu. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan tes.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Product Moment.Berdasarkan hasil analisis data bahwa kreativitas guru dalam mengajar memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar siswa, Hal ini ditunjukan dengan hubungan kreativitas guru dengan prestasi siswa dari hitung rxysebesar 0.507 kategori cukup kuat, kreativitas guru memberikan konstribusi terhadap prestasi belajar siswa sebesar 25,70% dan sisanya 74,30% ditentukan oleh variabel lain. Terbukti bahwa ada hubungan yang signifikan kreativitas guru dengan prestasi belajar siswa, ternyatat-hitung 3.6733 lebih besar dari nilai t-tabel 1.6828 atau (3.6733 1.6828) sesuai dengan jumlah n = 41 Pada taraf signifikansi 5% atau taraf kepercayaan 95% (tabel r product moment terlampir).Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi “Tidak ada hubungan antara kreativitas guru dalam mengajar dengan prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 25 Dompu’’, ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “ada hubungan antara kreativitas guru dalam mengajar dengan prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 25 Dompu”, diterima
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN TRUTH AND DARE KELAS V SDS MUHAMMADIYAH 3 AL-HILAL TARAKAN Nasrudin Nasrudin; Kartini Kartini; Dedi Kusnadi
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v2i2.1562

Abstract

This study aims to develop learning media for truth and dare games and find out the appropriateness and level of student interest in learning media developed in thematic class V SDS Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan. The development model used refers to the development stage proposed by Sugiono. Data collection instruments used were, interviews, validation sheets and student interest questionnaires.The validation results obtained from material experts amounted to 84%, media experts 85.7% and practitioners 100%. The results of the student interest questionnaire on the initial product trial were 98.6% and the use trial was 99.6%. The results of the validation of material experts, media experts and practitioners indicate that the truth and dare game learning media are very appropriate to be used in the learning process. The results of the questionnaire of interest in the initial product trial and trial use show that the level of student interest in the truth and dare game learning media is in the very interested category.
DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERIK MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV DI SDN 035 TARAKAN Nur Halizah; Dedi Kusnadi; Roby Zulkarnain Noer
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v4i1.2303

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik matemtika pada siswa kelas IV di SDN 035 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 035 Tarakan pada Semester Ganjil tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini difokuskan pada tingkat kemampuan numerik matematika pada siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan numerik, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan numerik siswa terkait dengan operasi hitung bilangan bulaat berada dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian: 1) Siswa belum mampu melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian terkait dengan kemampuan numerik. 2) Siswa kebingungan dalam kaitannya dengan hasil penyelesaian ketika bilangan negatif dan bilangan positif berada dalam suatu operasi hitung bilangan, 3) Siswa memiliki kemampuan numerik yang rendah sehingga membuat siswa kurang memiliki kemampuan numerik yang baik dan kesulitan dalam mengerjakan soal matematika.
PROFIL KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MATERI PECAHAN Firdausiana Garnindya Handayani; A. Wilda Indra Nanna; Dedi Kusnadi
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v4i2.3065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil jenis kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatitif deskriptif. Instrumen yang digunakan oleh peneliti yaitu tes materi pecahan dalam bentuk soal cerita yang dikonfirmasi melalui wawancara. Sebanyak 18 siswa kelas V di sekolah dasar yang mengerjakan tes, dan 5 orang ditindaklanjuti dalam wawancara sebagai bagian dari triangulasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) siswa yang mengalami kesulitan memahami penjelasan dan maksud soal sebanyak 25,45%; (b) siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep sebanyak 25,96%; (c) siswa yang mengalami kesulitan memahami simbol sebanyak 33,65%; (d) siswa yang mengalami kesulitan dalam berhitung sebanyak 51,93%; dan (e) jika siswa sudah mengalami kesulitan pada memahami maksud dan penjelasan soal maka siswa juga akan mengalami kesulitan pada jenis kesulitan lainnya atau pada tahapan selanjutnya.
Changes in Students' Cognitive Abilities through STEM-Based Learning in Elementary Schools Bambang Ahmad Fauzan; St Faridah Akbar; Dedi Kusnadi; Ahsan Sofyan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.815 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2122

Abstract

AbstrakPerkembangan siswa menguasai materi pelajaran berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kemampuan kognitif siswa tingkat sekolah dasar menggunakan pembelajaran berbasis STEM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah masing-masing satu orang. Pengumpulan data dilakukan wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdapat perubahan kemampuan kognitif siswa melalui pembelajaran berbasis STEM. Hal ini dikarenakan setelah melakukan pembelajaran berbasis STEM, ketiga partisipan memenuhi seluruh karakteristik kemampuan kognitif atas dasar hasil wawancara yaitu mampu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan materi sumber energi yang dikaitkan pada materi penyajian data. AbstractThe development of students mastering the subject matter is related to students' thinking abilities. Therefore, this study aims to determine changes in the cognitive skills of elementary school students using STEM-based learning. This research uses a descriptive method. Research participants were selected based on each person's high, medium and low categories. Unstructured interviews were carried out for data collection, and the analysis results used descriptive qualitative analysis. The results of the study showed changes in students' cognitive abilities through STEM-based learning. The impact occurred is because after carrying out STEM-based learning, the three participants fulfilled all the characteristics of cognitive skills based on interview results, namely being able to remember, understand, apply, analyze.
Perubahan Self-Confidence Guru Sekolah Dasar Melalui Mathematical Knowledge of Teaching Enditiyas Pratiwi; A. Wilda Indra Nanna; Dedi Kusnadi; Andi Eka Wulandari
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023): Vol 12 No 1 2023 (Article In Press)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Sikap guru terhadap rasa percaya diri merupakan komponen yang esensial karena rasa percaya diri sebagai guru matematika berhubungan secara signifikan dengan rasa percaya diri siswa sebagai pembelajar matematika. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap percaya diri guru pemula dalam mengajar matematika adalah rendah. Sehingga melalui kegiatan pengabdian dengan berfokus pada MKT diharapkan dapat memberikan perubahan pada self-confidence guru pemula di sekolah dasar. Metode: Mitra pengabdian adalah SDN 015 Kota Tarakan dengan jumlah peserta sebanyak 10 guru, yang secara keseluruhan merupakan guru kelas. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan dengan skema daring dan luring. Penyampaian materi dan pendampingan secara bergantian dilakukan secara daring dan luring. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan bahwa terjadi perubahan self-confidence guru dalam pembelajaran matematika. Hal ini diketahui setelah dilakukan analisis angket sikap percaya diri yang dilakukan sebelum dan setelah kegiatan. Guru dapat mendapatkan informasi yang tepat mengenai sikap self-confidence yang dapat memberikan efek kepada siswa dalam proses pembelajarannya. Perubahan self-confidence guru sekolah dasar terjadi setelah adanya kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui MKT.