Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sebaran Propagul di Kawasan Mangrove Sungai Gemuruh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan: Sebaran Propagul di Kawasan Mangrove Dafikri, Muhammad; Kamal, Eni; Damanhuri, Harfiandri
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v1i1.8616

Abstract

Kawasan mangrove Sungai Gemuruh merupakan salah satu kawasan yang memiliki jenis mangrove yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran propagul di kawasan mangrove Sungai Gemuruh. Teknik pengambilan sampel propagul mangrove dilakukan dengan metode pengambilan sampel acak bertujuan, dimana terdapat 2 stasiun dan 6 titik pengambilan sampel yang berbentuk plot berukuran 5x5 dan 10x10 dengan interval antar plot sebesar 25 m. Hasil penelitian mendapatkan pada stasiun I ditemukan 2 jenis propagul mangrove yaitu Rhizophora apiculata dan Rhizophora stylosa dan pada stasiun tersebut didominasi oleh propagul jenis Rhizophora stylosa serta pada stasiun II ditemukan 5 jenis propagul mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba dan Nypa fruticans dan pada stasiun tersebut didominasi oleh propagul jenis Rhizophora mucronata. berdasarkan data tersebut menggambarkan bahwa zonasi mangrove masih terjaga dengan baik, dikarenakan propagul masih tumbuh disekitar pohon induk dan zonasi mangrove masih menggambarkan kesesuaian dengan karakteristik lingkungan tempat jenis propagul berkembang
Analisis Pola Pemasaran Lobster yang diperdagangkan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat Lestari, Sri Novivi; Suparno; Damanhuri, Harfiandri
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v2i1.11270

Abstract

Lobster merupakan salah satu komunitas perikanan yang sangat pontensial dan bernilai ekonomis tinggi, diminati oleh pasar local maupun pasar luar negeri. Pemenuhan yang tinggi tersebut mendorong peningkatan upaya penangkapan lobster dari alam. Tujuan penelitian ini adalah sebagai informasi pola pemasaran dalam mengurangi dan menghindari dari kerusakan stok lobster di alam dengan mengkaji sumberdaya lobster saat ini yang di perdagangkan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara langsung. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan dua pola pemasaran lobster di Kota Padang, Pola pertama dari Produksen (Nelayan) ke Agen selanjutnya ke pengencer dan ke konsumen. Pola Kedua dari produksen (nelayan) ke agen, dari agen ke pedangang pengumpul ke eksportir selajutnya ke pengencer dan ke konsumen. Pola pemasaran lobster yang diperdagangkan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat efisien dan tidak menyalahi aturan sebagaimana amanat dari Permen KP Nomor 17 tahun 2021 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp),dan Rajungan (Portunus spp) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.
Tingkat Penetasan Penyu Hijau di Pulau Pandan Kawasan Konservasi Pulau Pieh, Sumatera Barat Hanif, Andriyatno; Damanhuri, Harfiandri; Suparno, Suparno; Rusli, Mohd Uzair
Akuatiklestari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i1.4696

Abstract

Kajian penelitian tingkat penetasan penyu dilakukan di Pulau Pandan, Kawasan Konservasi Pulau Pieh. Tujuan kajian untuk melihat faktor mempengaruhi keberhasilan penetasan sarang semi alami, dan melihat capaian optimal tingkat penetasan. Penelitian dilaksanakan bulan Januari – Juni 2022 dengan mengkoleksi data jumlah telur, morfometrik, kedalaman sarang, dan lama waktu inkubasi, serta data sekunder. Metode penelitian secara kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil analisis korelasi antara jumlah telur dengan panjang karapas didapati hubungan positif dengan kategori rendah (r=0,215, t=2,253, df=26, p=0,033), sedangkan jumlah telur dengan kedalaman sarang memiliki hubungan negatif dengan kategori sangat rendah (r=0,154, t=1,684, df=26, p=0,104), sementara pengaruh panjang karapas, kedalaman sarang secara bersamaan terhadap jumlah telur didapati nilai R2 = 29,2%. penyu hijau memiliki telur tebanyak; 131 butir, dan jumlah telur sedikit; 29 butir, dengan rata-rata jumlah telur; 93,86 butir. Korelasi tingkat penetasan dengan kedalaman sarang didapati hubungan positif (r=0,019, t=2,324, df=367, p=0,021), tingkat penetasan dengan masa inkubasi hubungan posistif dengan kategori sangat rendah (r = 0,021, t=2,520, df=367, p=0,012), dan pengaruh bersamaan didapati nilai R2 = 3,6%. Tingkat penetasan telur penyu berada pada kondisi optimum ditemukan angka rata-rata; 86,67%, penyu mendarat dan bertelur dominan ukuran dewasa dengan nilai rata-rata panjang karapas; 97,10 cm, serta lama inkubasi pada rentang; 45-58 hari.
Sebaran dan Kesesuaian Habitat Pendaratan Penyu di Pulau Pandan Kawasan Konservasi Pulau Pieh Hanif, Andriyatno; Damanhuri, Harfiandri; Suparno, Suparno; Jasilah, Nur; Rusli, Mohd Uzair
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.6828

Abstract

Penelitian sebaran dan kesesuaian pendaratan penyu Pulau Pandan dilakukan pada Kawasan Konservasi Pulau Pieh, Sumatera Barat. Tujuan penelitian melihat kondisi sebaran pendaratan penyu dan kesesuaian habitat dengan pendekatan ekologi yang terdiri dari faktor fisik dan non fisik. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Juni 2022 dengan pengambilan data sebaran pendaratan, suhu, kelembaban, substrat, dan kemiringan pantai, serta diperkuat dengan data sekunder. Metode yang digunakan adalah spasial dengan Sistem Informasi Geospasial untuk menginterpolasi 6 aspek data penelitian. Hasil analisis sebaran pendaratan penyu pada empat stasiun penelitian Pulau Pandan frekuensi tinggi pada stasiun 1 dengan jumlah 38 dan 2 sebanyak 30, kategori sedang pada stasiun 4 sebanyak 22, sementara terendah stasiun 3 yaitu 6. Kesesuaian habitat pendaratan penyu Pulau Pandan kategori sangat sesuai seluas 0,24 ha, sesuai 1,59 ha, dan kurang sesuai 0,005 ha. Pengelolaan konservasi jenis penyu secara optimal dapat dilakukan dengan menerapkan hasil penelitian sebaran dan kesesuaian habitat pendaratan penyu dengan kriteria sangat sesuai sebagai zona inti perlindungan penyu untuk menyeimbangkan fungsi keberlanjutan dan peningkatan pemanfaatan di kawasan konservasi.
STUDI MERISTIK IKAN KAKATUA (SCARUS SP) DI KEPULAUAN MENTAWAI, SUMATERA BARAT Arungla'bi, Yora; Suparno, Suparno; Damanhuri, Harfiandri
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i1.1722

Abstract

Kondisi terumbu karang yang sehat tidak lepas dari peran ikan kakatua sebagai spesies herbivora pemakan alga dan tumbuhan air lainnya yang menempel pada terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek meristik ikan kakatua (Scarus sp) hasil tangkapan nelayan asal Kepulauan Mentawai. Penelitian dilakukan di Pulau Siberut dan Pulau Sikakap, Kepulauan Mentawai. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai dengan Maret 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk menganalisis parameter meristik ikan kakatua (Scarus sp) asal perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Lokasi perairan Kepulauan Mentawai di Kabupaten Siberut Selatan (Stasiun I) dan Kabupaten Sikakap (Stasiun II). Analisis meristik ikan kakatua dilakukan dengan melihat kisaran angka per karakter meristik dan mencocokkannya dengan buku identifikasi. Jumlah Jari-jari Sirip Dorsal (D) D.IX.10 D.IX.10 Jumlah Jari-jari Sirip Anal (A) A.III.9. A.III.9 Jumlah Jari-jari Sirip Dada (P) D.13 D.13 Jumlah Jari-jari Sirip Perut (V) V.I.5 V.I.5 Jumlah Jari-jari Sirip Ekor (C) C.19 C.19. Hasil analisis meristik ikan kakatua dari dua lokasi pengambilan sampel, yaitu Kecamatan Siberut Selatan dan Kecamatan Sikakap, menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik spesies Scarus rubroviolaceus. 
Analisis Morfometrik Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) dan Kesesuaian Habitat Peneluran di Pantai Buggei Siata Desa Betumonga, Kabupaten Kepulauan Mentawai Zamri, Nela Abdika; Damanhuri, Harfiandri; Suparno, Suparno; Rusli, Mohd Uzair; Simanungkalit, Donopan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i4.3996

Abstract

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) merupakan spesies yang kini terancam punah akibat tingkat keberhasilan penetasan yang rendah dan degradasi habitat, termasuk di kawasan konservasi Pantai Buggei Siata, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam upaya konservasi adalah kurangnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi morfometrik tukik yang berhasil menetas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah telur, diameter telur, dan lama masa inkubasi terhadap karakteristik morfometrik tukik penyu belimbing. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, pengukuran morfometrik menggunakan jangka sorong digital, dan dokumentasi data suhu serta masa inkubasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda melalui SPSS versi 25 untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan penetasan rata-rata sebesar 72%, dengan diameter telur dan lama inkubasi berpengaruh signifikan terhadap panjang karapas, lebar karapas, dan berat tukik. Sementara itu, jumlah telur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Implikasi penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan konservasi berbasis data, khususnya dalam mengoptimalkan teknik relokasi sarang dan manajemen inkubasi untuk meningkatkan kualitas tukik yang dihasilkan di habitat semi-alami.
Analysis of Coastal Community Economic Empowerment Strategy Through Turtle Conservation in Apar Village, North Pariaman District Damanhuri, Harfiandri; Suparno, Suparno; Munzir, Abdullah; Aisyah, Siti
Grouper Vol. 16 No. 2 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i2.339

Abstract

Indonesia's coastal areas boast high biodiversity, yet their communities still face economic constraints. Turtle conservation has the potential not only as a conservation effort but also as a basis for economic empowerment of coastal communities. This study aims to identify forms of community involvement in turtle conservation that impact economic welfare; and to develop strategies for economic empowerment of coastal communities based on turtle conservation through a participatory and collaborative approach. The study was conducted in Apar Village, Pariaman City, using exploratory descriptive quantitative methods using SWOT analysis. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The results indicate active community involvement in conservation activities such as nest monitoring, hatchling releases, tourism education, and souvenir production, which have begun to have positive economic impacts. The SWOT analysis indicates the strategy's position in the Strength–Opportunity (SO) quadrant with a difference score of +1.79 (internal) and +1.58 (external). This indicates that community strengths can be utilized to seize opportunities for conservation-based economic development. Suggested strategies include integrated ecotourism development, entrepreneurship training, strengthening local institutions, and cross-stakeholder collaboration. This study concludes that turtle conservation in Apar Village has dual potential as an instrument for environmental conservation and a driver of the local economy in a sustainable manner.
Rehabilitasi Sebagai Upaya Pelesterian Terumbu Karang di Wilayah Konservasi Perairan Indonesia Arungla’bi, Yora; Kamal, Eni; Damanhuri, Harfiandri; Tebay, Selvi; Wulandari, Dwieke Putri
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 9 No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2025.Vol.9.No.2.495

Abstract

Coral reef ecosystems are vulnerable to damage. This ecosystem is found in tropical and subtropical seas and consists of reefs (calcareous structures) derived from coral animals and other biota. Considering these issues, efforts are needed to find other ways to enhance the exploration of marine resources without causing damage or increasing environmental productivity. This research employs the process of literature review. The results of article searches in the identified databases show that there are various factors that cause damage to the coastal coral reef ecosystem. There are two human (anthropogenic) factors, including the dumping of garbage into the sea, the use of destructive fishing tools, the mining of corals for consumption, and the temperature, brightness, and predators of coral. The damage to the coral reef ecosystem is caused by the human factor (80.98%) compared to the natural factor (58.09%). Addressing this problem, coral reefs in Indonesia have been saved through rehabilitation and conservation using techniques such as spider web transplantation and hybrid shelves and cor, as well as developing CMRIS (Coral Reef Management Information System) and COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Programme) as technology systems.
Strategy for managing mangrove forest ecosystems in Tuapejat Bay, Mentawai Islands Regency, West Sumatra Zaryaningsih, Atika; Kamal, Eni; Damanhuri, Harfiandri
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 2 (August, 2022)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v9i2.6314

Abstract

This study aimed to analyze the management of the mangrove forest ecosystem in Tua pejat bay, Mentawai Islands district, West Sumatra. This research has been carried out for three months starting from September to November 2021 which is located in the Mangrove forest area of Tua Pejat bay, Mentawai archipelago district, West Sumatra. The object of this research is the community around the Mangrove forest area. This research used survey method. SWOT analysis is used to determine the strategy in determining direction and knowing the implications of appropriate policies for the management of mangrove forest areas in Tua Pejat bay, Mentawai archipelago, West Sumatra. Respondents were determined by purposive sampling as many as 98 respondents. Based on the results of the study, opportunities and threats in the management of the mangrove forest ecosystem in Tuapejat Bay, a strategy is needed to achieve sustainable utilization of the existing potential and its management must be carried out seriously by managing the mangrove forests in Tuapejat Bay by helping improve the community's economy. Tuapejat village such as in the field of fisheries and tourism.Keywords: mangrove forest ecosystem; Tua Pejat; management
Anti-breast cancer bioactive compounds and in-silico molecular prediction of Crassostrea angulata (Lamarck, 1819): Prediksi senyawa bioaktif antikanker payudara dan molekuler in-silico Crassostrea angulata (Lamarck, 1819) Kusumawati, Rr Puji Hastuti; Zamani, Neviaty Putri; Soedharma, Dedi; Nurjanah, Nurjanah; Arifin, Taslim; Yulius, Yulius; Samusamu, Andrias Steward; Akhwady, Rudhy; Ramdhan, Muhammad; Damanhuri, Harfiandri; Efendi, Eko; Mayaguezz, Henky; Muhaemin, Moh.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i1.57937

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia. Bioprospeksi senyawa bioaktif dari organisme laut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pencegahan kanker payudara. Crassostrea angulata merupakan salah satu spesies tiram laut yang biasa dikonsumsi dan memiliki sejarah etnomedik di kalangan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif antikanker dari ekstrak metanol C. angulata menggunakan analisis in-silico. Identifikasi senyawa aktif C. angulata menggunakan LC-HRMS melalui pendekatan molecular docking dengan mengombinasikan program-program KNApSAcK, CLC-Pred, SEA, STRING, PubChem, UniProt, PyMOL, PyRx, and PoseView. Hasil penelitian menunjukkan 12 senyawa aktif antikanker pada C. angulata, namun hanya 2 senyawa antikanker payudara (Flufenamic Acid, FA dan Hymenamide C, HC). Hasil molecular docking menunjukkan bahwa binding affinity yang kuat antara senyawa aktif Flufenamic Acid (FA) dengan protein target kanker payudara (CSF1R, PLK4, MKNK2, dan ABL1) dan senyawa Hymenamide C (HC) dengan protein target kanker payudara (GRB2 dan OXTR). Senyawa bioaktif FA menunjukkan nilai RMSD yang lebih rendah (mendekati 0Å) dengan ligan asli dari masing-masing protein target. FA memiliki potensi sebagai senyawa antikanker payudara yang lebih baik dari HC. Senyawa FA dan HC berpotensi sebagai penghambat protein target kanker payudara, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut terutama untuk penggunaan senyawa tersebut pada manusia.