Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLAAN KURIKULUM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR (PAKET A) PADA PEMBELAJARAN INKLUSI DI SKB KABUPATEN MALANG MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KOLABORATIF Khoiriya, Rika Mellyaning; Sari, Ica Purnama; Persada, Yuris Indria; Rochmawati, Rochmawati; Ardhiansyah, Ikhwan; Aishnabila, Shinta; Kurnia, Vika Cahya
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2715

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan memastikan semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memperoleh akses belajar yang setara dalam satu lingkungan. Meskipun kebijakan nasional mendukung inklusivitas, praktik di lapangan masih menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kesiapan lembaga. Di SPNF SKB Kabupaten Malang, guru mengalami kesulitan mengimplementasikan kurikulum inklusif karena kurangnya pelatihan dan pemahaman yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas pengelolaan kurikulum pendidikan sekolah dasar (Paket A) pada pembelajaran inklusi di SKB Kabupaten Malang melalui pendampingan berbasis kolaboratif. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistematis dan berkelanjutan melalui lima tahapan: analisis kebutuhan, perencanaan program, pengembangan kapasitas, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan di SPNF SKB Kabupaten Malang dengan melibatkan seluruh pendidik Program Kesetaraan Paket A sebagai mitra utama. Pengembangan kapasitas dilakukan melalui workshop kurikulum, pendampingan kolaboratif, dan praktik implementasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terkait pengelolaan kurikulum inklusif. Para pendidik menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam merancang dan menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan beragam siswa, serta lebih percaya diri dalam menerapkan strategi pembelajaran inklusif. Program ini berhasil membangun sistem pendukung pembelajaran inklusi yang berkelanjutan melalui pembentukan komunitas praktisi, pengembangan panduan modul, dan program mentoring berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif efektif dalam memperkuat kapasitas individu pendidik dan membangun sistem pendukung pembelajaran inklusi.
The Cerita Kita Website: Enhancing Elementary Students’ Multiliteracy and Literary Appreciation through a Local Wisdom-Based Ecocriticism Approach Mellyaning Khoiriya, Rika; Mudiono, Alif; Yuriananta, Renda; Kurnia, Vika Cahya; Faiza, Afidatun; Azizah, Maulidatil
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9 No 2 (2025): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v9i2.2589

Abstract

This study developed the "Cerita Kita" website, integrating ecocriticism and local wisdom to enhance elementary students' multiliteracy and literary appreciation. Using design-based research with the ADDIE framework, the prototype's validity was measured through expert validation (CVI=0.89-0.91), practicality via implementation success rate (88%) and System Usability Scale (SUS=81.4), and effectiveness through stratified ecocriticism assessments and reflective journals. The study involved 84 fourth-graders in urban (n=33) and rural (n=51) Malang, Indonesia. Quantitative data analysis employed descriptive statistics and paired t-tests, showing significant multiliteracy gains, particularly in ecological awareness (rural: 78.6±18.3; urban: 56.4±21.7; p<0.01). Qualitative thematic analysis revealed that rural students' cultural connections drove their 39.2% superiority in environmental applications. The Coban Rondo legend proved most effective (87% ecological interpretation accuracy). Results demonstrate that cultural anchoring—not technological sophistication—is pivotal for digital multiliteracy, offering a sustainable model for Global South educational contexts that prioritizes cultural narratives over complex technology to achieve SDG 4.7 goals.