Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Guest Teacher Assistant Model Yuriananta, Renda; Prakoso, Hikmal Teguh Budi; Wahani, Pradela Maynafia; Mulyani, Sekar Ayu Lestari; Ardhiansyah, Ikhwan; Frisdianti, Ananda Sanjaya
Proceedings Series of Educational Studies 2024: International Conference of Research Innovation and Technology on Elementary Education (ICRITE
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooperative learning is crucial in today’s educational environment because the focus has shifted from teacher-centered to student-centered learning. A student-centered approach allows learners to gain experiences that help them retain information for a longer period. One model that is based on cooperative learning is the Guest Teacher Assistant Model. This model was developed by combining the TAI and TS-TS models, with the goal of helping students better understand the material. The steps in the Guest Teacher Assistant Model include forming heterogeneous groups of four, teacher-led material guidance, and having high-achieving students (acting as teacher assistants) assist their group members in understanding the material. Then, students visit other groups, with one member staying behind to act as the host, and share information by exchanging ideas, discussing, and sharing insights. After that, students return to their original groups for further discussion, write a group report, receive group recognition, and end with reflection.
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLAAN KURIKULUM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR (PAKET A) PADA PEMBELAJARAN INKLUSI DI SKB KABUPATEN MALANG MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KOLABORATIF Khoiriya, Rika Mellyaning; Sari, Ica Purnama; Persada, Yuris Indria; Rochmawati, Rochmawati; Ardhiansyah, Ikhwan; Aishnabila, Shinta; Kurnia, Vika Cahya
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2715

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan memastikan semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memperoleh akses belajar yang setara dalam satu lingkungan. Meskipun kebijakan nasional mendukung inklusivitas, praktik di lapangan masih menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kesiapan lembaga. Di SPNF SKB Kabupaten Malang, guru mengalami kesulitan mengimplementasikan kurikulum inklusif karena kurangnya pelatihan dan pemahaman yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas pengelolaan kurikulum pendidikan sekolah dasar (Paket A) pada pembelajaran inklusi di SKB Kabupaten Malang melalui pendampingan berbasis kolaboratif. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistematis dan berkelanjutan melalui lima tahapan: analisis kebutuhan, perencanaan program, pengembangan kapasitas, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan di SPNF SKB Kabupaten Malang dengan melibatkan seluruh pendidik Program Kesetaraan Paket A sebagai mitra utama. Pengembangan kapasitas dilakukan melalui workshop kurikulum, pendampingan kolaboratif, dan praktik implementasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terkait pengelolaan kurikulum inklusif. Para pendidik menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam merancang dan menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan beragam siswa, serta lebih percaya diri dalam menerapkan strategi pembelajaran inklusif. Program ini berhasil membangun sistem pendukung pembelajaran inklusi yang berkelanjutan melalui pembentukan komunitas praktisi, pengembangan panduan modul, dan program mentoring berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif efektif dalam memperkuat kapasitas individu pendidik dan membangun sistem pendukung pembelajaran inklusi.
Effectiveness RADEC based multiliteracies approach on logical and reflective thinking skills of elementary school students Wibowo, Sigit; Mudiono, Alif; Khoiriya, Rika Mellyaning; Faiza, Afidatun; Ardhiansyah, Ikhwan; Azizah, Maulidatul
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 10 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v10i1.13068

Abstract

Logical and reflective thinking are key components of higher-order thinking in 21st-century education, yet many elementary students’ abilities remain underdeveloped due to teacher-centered instruction. This study investigates the effectiveness of a RADEC-based multiliteracy approach in enhancing these skills among fifth-grade students. Using a quasi-experimental pretest–posttest control group design, 45 students in Malang, Indonesia (22 experimental; 23 control) participated in the study. Data were collected through validated logical and reflective thinking tests, supported by observations and interviews. Results showed significant differences between groups. The experimental group outperformed the control group in logical thinking (M = 75.00 vs. 47.83; p < .001) and reflective thinking (M = 81.41 vs. 40.65; p < .001). The findings suggest that the structured RADEC stages integrated with multiliteracy principles effectively foster systematic reasoning and metacognitive reflection, demonstrating strong pedagogical potential for promoting higher-order thinking in elementary education.