Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PACKAGING DAN LABELLING PRODUK OLAHAN NANAS PADA UMKM DAN KELOMPOK WANITA TANI DESA SRI KEMBANG 1 KECAMATAN PAYARAMAN KABUPATEN OGAN ILIR puri pratami; Mustopa Marli Batubara; Sisvaberti Afriyatna; Innike Abdilah Fahmi; Sutarmo Iskandar; Novi Apriani; Yusuf Maulana
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2024): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v5i1.298

Abstract

Extension is an activity carried out to provide information or educate a group in order to gain more valuable knowledge. In the P3N KKN program, our extension program specializes in labeling and packaging, which will be carried out with the aim that Seri Kembang I village has the potential to process pineapple fruit. These products are Dodol, pineapple syrup, and pineapple fiber. However, this product is only known to local circles. Because there is no proper label and the product is still packaged simply. Then the next goal is that pineapple processing MSMEs and women farmers do not only focus on selling simply, but there is added value to the product commercially, as for the dodol and pineapple syrup products in Seri Kembang I Village, they always take part in activities such as exhibitions, national competitions, and competitions between villages in Ogan Ilir Regency. Dodol and pineapple syrup in Seri Kembang I Village already have many consumers but have not yet been commercialized. With this outreach activity, hoped that farmer groups and MSMEs in Seri Kembang I Village, Payaraman District will be able to be independent and can improve starting from packaging.
Profit Analysis and Marketing Strategy of Sagarurung Fish at MSMEs Suka Rasa in Talang Ubi District, Penukal Abab Lematang Ilir Regency Sisvaberti Afriyatna; Innike Abdillah Fahmi; Billa Elviera
INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2023): INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/invest.v4i1.463

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine fresh Fish's advantages and marketing strategy in MSMES Suka Rasa Talang Ubi District, Penukal Abab Lematang Ilir Regency. The research method used is the case study method, for which purposive and quota sampling are used. Data collection methods used in this study are observation, interviews and documentation. Th,e results of the study found that the profitabilityof the Suka Rasa MSMEs were Rp. 8,486,329 / month and the IFAS and EFAS diagrams are in quadrant 4, the meeting between IFAS at point 0.85 and EFAS at point -0.47. So that is an alternative marketing strategy that can be done is to guarantee the quality of fresh fish products according to the criteria set by the company, and to increase product distribution, such as expanding the marketing reach by utilizing social media to promote products.
Profit Analysis and Marketing Strategy of Sagarurung Fish at MSMEs Suka Rasa in Talang Ubi District, Penukal Abab Lematang Ilir Regency Sisvaberti Afriyatna; Innike Abdillah Fahmi; Billa Elviera
INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2023): INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/invest.v4i1.463

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine fresh Fish's advantages and marketing strategy in MSMES Suka Rasa Talang Ubi District, Penukal Abab Lematang Ilir Regency. The research method used is the case study method, for which purposive and quota sampling are used. Data collection methods used in this study are observation, interviews and documentation. Th,e results of the study found that the profitabilityof the Suka Rasa MSMEs were Rp. 8,486,329 / month and the IFAS and EFAS diagrams are in quadrant 4, the meeting between IFAS at point 0.85 and EFAS at point -0.47. So that is an alternative marketing strategy that can be done is to guarantee the quality of fresh fish products according to the criteria set by the company, and to increase product distribution, such as expanding the marketing reach by utilizing social media to promote products.
Analisis Struktur Pasar Kentang Pada Pasar Relokasi di Plaju Palembang Innike A Fahmi; Rafeah Abubakar; Sisvaberti Afriyatna
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.122-130

Abstract

Kentang adalah komoditas yang mengalami fluktuasi baik dari sisi luas panen ataupun tingkat produksi di Sumatera Selatan dalam kurun lima tahun terakhir. Begitu juga, dari sisi harga produsen dan konsumen mengalami fluktuasi namun dengan trend harga yang meningkat. Tipe pasar dapat mempengaruhi struktur pasar, dimana struktur pasar untuk komoditas sayuran adalah pasar yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi, dengan kata lain merupakan pasar yang mendekati persaingan sempurna. Pasar Modern Plaju adalah pasar yang direlokasi dari Pasar Plaju yang merupakan pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pasar kentang di Pasar Modern Plaju. Data berasal dari 10 orang pedagang pengecer kentang dan dianalisis secara kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah konsentrasi pasar (CR) dan HHI (Herfindal-Hirscman Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar kentang di Pasar Modern Plaju yang didominasi oleh empat pedagang pengecer terbesar dan delapan pedagang pengecer terbesar adalah oligopsoni dengan konsentrasi sedang dengan CR4 sebesar 59,18% dan CR8 sebesar 93,27%. Dan nilai HHI sebesar 0,1313 (1.313) menunjukkan struktur yang terbentuk mengarah pada pasar oligopsoni.
Determinan Pendapatan Usaha Penangkaran Benih Padi Bersertifikat Di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Nurlaili Fitri Gultom; Sisvaberti Afriyatna; Gusti Fitriyana; Firza Afrina; Tommy Darmadi
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.8975

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi karakteristik petani penangkar benih padi berserifikat di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin dan 2) untuk menganalisis determinan yang mempengaruhi pendapatan usaha penangkaran benih padi bersertifikat di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin . Penelitian dilaksanakan di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode acak sederhana dengan mengambil 30 orang petani penangkar benih padi. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakteristik petani penangkar benih padi bersertifikat di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin seluruhnya atau 100 % dalam usia produktif 15-65 tahun. Rata-rata pendidikan responden adalah tamatan SMP atau sebanyak 46,67 %. Jumlah tanggungan rata-rata sebanyak 5 orang atau 30 %. Pengalaman menjadi penangkar rata-rata 11-20 tahun. Luas lahan rata-rata adalah 1 Ha. 2) Determinan yang mempengaruhi secara signifikan terhadap pendapatan usaha penangkaran benih padi bersertifikat adalah biaya pupuk (X1), biaya benih (X2) dan biaya tenaga kerja (X4). Sedangkan biaya pestisida (X3) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan usaha penangkar benih padi di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI PETANI KOPI ARABIKA KELURAHAN AGUNG LAWANGAN KECAMATAN DEMPO UTARA KOTA PAGAR ALAM Harniatun iswarini; Sisvaberti Afriyatna; Puri Pratami Ardina Ningrum; Novi Apriani; Nur I.E. Habibi
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6177

Abstract

The purpose of this study is to examine the socioeconomic status of the Arabika coffee industry in Agung Lawangan district in Pagaralam city. This research is a study cualitative that uses purposive sampling. Data is gathered by observation. The results of the social and economic analysis of education indicate that the average of education for coffe farmer arabika education farmer has the ability to understand complex information such as the price of kopi arabika, government subsidy programs, technical assistance, and follow in the classroom to increase production, reduce risk, and minimize losses due to fluctuations in prices, bad weather, or other pest. Family Responsibillity coffe farmer arabika has five people, as well as the responsibillity in the largest category, can be used to reduce the dependence worker from the outside family activities. It is possible to reduce the cost of labor and maybe increase earnings. Arabica coffee farmer working hours varies since only two petani do not have sampingan usahatani, while five other respondents, in addition to focusing on arabica coffe, also devoted time to farming and the others. On the other hand, income In Kelurahan Agung Lawangan, in Pagaralam city arabica farmer is included in the category of mid. Income If the minimum wage regional (UMR) value in Pagaralam city is Rp 3.456.874, then the farmer coffe arabica pay is higher than that of Palembang minimum wage (UMP) Pagralam city, and it can be said that it has better access to public services like health and education
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KOPI ROBUSTA DAN TRANSMISI HARGA PADA PETANI KOPI ROBUSTA DI DESA PADANG TAMBAK KECAMATAN WAY TENONG KABUPATEN LAMPUNG BARAT Yanti Kurnia; Sisvaberti Afriyatna
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v15i1.11487

Abstract

ABSTRACTThe research of this study was to determine the marketing channels for Robusta coffee in Padang Tambak Village, Way Tenong District, West Lampung Regency and to analyze price transmission that occurs in the marketing of Robusta coffee in Padang Tambak Village, Way Tenong District, West Lampung Regency. The research method used was a survey method. The sampling method used was Simple Random Sampling (simple randomization) for farmers, with 30 respondents in this study, and the Snawball method (snowball sampling) for collectors/middlemen. Data collection methods used were interviews, observation, and documentation. The data processing methods included editing, coding, and tabulation. The data analysis methods used were qualitative and quantitative. The results of this study indicate that there are four marketing channels in Padang Tambak Village, Way Tenong District, West Lampung Regency used by farmers, namely: (a). Marketing channel I is 6 farmers or 20.0% through middleman 1, Marketing channel III is 3 farmers or 10.0% through middleman 3, and Marketing channel IV is 4 farmers or 13.3% through middleman 4. These three marketing channels use a payment system that is not in cash, but uses notes first before the harvest is distributed to the factory. (b). Marketing channel II is 17 farmers or 56.7% who use this channel through middleman 2 with a cash payment system. The transmission regression coefficient value in Padang Tambak Village is 0.938 or less than one (Et <1) indicating the value of price elasticity, this means that if there is a price change of 1% at the factory level it will trigger a price change of 0.938% at the farmer level.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran kopi robusta di Desa Padang Tambak, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat dan untuk menganalisis transmisi harga yang terjadi dalam pemasaran kopi robusta di Desa Padang Tambak, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan Simple Random Sampling (pengacakan sederhana) untuk petani yang dimana responden dalam penelitian ini berjumlah 30 responden petani dan metode Snawball (sampling bola salju) untuk pengepul/tengkulak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode pengolahan data yaitu pengeditan data (editing), pengkodean (coding) dan tabulasi (tabulating). Dan metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Saluran pemasaran yang ada di Desa Padang Tambak, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat terdapat empat saluran pemasaran yang digunakan oleh petani yaitu : (a). Saluran pemasaran I sebanyak 6 petani atau 20,0% melalui tengkulak 1, Saluran pemasaran III sebanyak 3 petani atau 10,0% melalui tengkulak 3, dan Saluran pemasaran IV sebanyak 4 petani atau 13,3% melalui tengkulak 4. Ketiga saluran pemasaran ini menggunakan sistem pembayaran yang tidak secara tunai, melainkan menggunakan nota terlebih dahulu sebelum hasil panen disalurkan ke pabrik. (b). Saluran pemasaran II sebanyak 17 petani atau 56,7% yang menggunakan saluran ini melalui tengkulak 2 dengan sistem pembayaran secara tunai. Nilai koefisien regresi transmisi di Desa Padang Tambak sebesar 0,938 atau kurang dari satu (Et<1) menunjukkan nilai elastisitas harga, ini berarti bahwa jika terjadi perubahan harga sebesar 1% ditingkat pabrik akan memicu perubahan harga sebesar 0,938% ditingkat petani.