Articles
Analisis Interaksi Senyawa Guvakolin dan Homoarekolin terhadap MAO-A secara in Silico
Riryn Novianty
Sistem Informasi Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37859/jp.v13i1.5042
This study was aimed to conduct the inhibitory activity of the MAO-A enzyme (PDB ID: 2Z5Y) by the active compounds of Areca catechu L. The method used is in silico approach using AutoDock Vina, PyMol, and Discovery Studio (DSV). The prediction of pharmacokinetic properties and drug-likeness used the Swiss-ADME online website. The docking results exhibited guvacoline has a binding free energy value of -5.9 kcal / mol compared to homoarecoline (-5.4 kcal / mol), and positive control (-5.7 kcal / mol). Guvacoline compounds have a hydrogen bond in the active site of the enzyme. Areca nut compounds obtained good results on pharmacokinetic properties, but not so good on the BBB parameter. The compounds obtained good results for the parameters of the Lipinski, Veber rule, bioavailability score, but the guvacoline compounds could not meet Ghose's rule. The results of the bioavailability radar showed that the compounds have properties as oral drug.
Analisis ADME Senyawa Aktif Cabai Jawa (Piper longum BI) secara In Silico Sebagai Kandidat Obat Antidepresan
Riryn Novianty
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/turast.v8i2.6519
Depression is a mental disorder caused by an imbalance of neurotransmitters due to the catalytic activity of the MAO enzyme. This disease can be treated with antidepressants. Many in vivo studies have been carried out to examine the antidepressant activity of the active compounds in Javanese chili (Piper longum BI.). Still, the approach is in silico and has never been done. The purpose of this study was to see the potential of the three active compounds of Javanese chili (piperine, methyl piperate, and piperlonguminine) as antidepressants by analyzing their pharmacokinetic properties and drug-likeness via the SwissADME online site. All three compounds met ADME parameters (high GI-absorption, no P-gp inhibitor, no CYP2D6 inhibitor, yes BBB permeant and logKp < -2.5 cm/s) and obey Lipinski, Veber, Ghose rules, and have bioavailability score 0.55. The three compounds have the potential to be used as oral drugs based on the results of the bioavailability radar
Edukasi Pembuatan Minyak Ikan Patin Multifungsi
Riryn Novianty
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1154
Ikan patin (pangasius sp) merupakan ikan air tawar yang banyak dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam bentuk segar dan olahan. Ikan patin termasuk kepada keunggulan lokal untuk jenis ikan di wilayah Pekanbaru. Jumlah produksi dan nilai produksi ikan patin dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Untuk memaksimalkan potensi perikanan dan banyaknya ikan yang yang terbuang sia-sia tanpa ada nilai ekonomisnya maka perlu dilakukan terobosan baru dalam memanfaatkan setiap bagian dalam bidang perikanan salah satunya adalah dengan memanfaatkan limbah ikan patin agar tidak terbuang sia-sia. Limbah dari ikan patin dapat diolah menjadi minyak yang memiliki multifungsi. Oleh karena itu pelaksana pengabdian telah melakukan pengenalan minyak dari limbah ikan patin kepada siswa tataboga di SMKN 8 Pekanbaru. Minyak dari limbah ikan patin memiliki banyak fungsi salah satunya dapat dimanfaatkan dalam bidang kuliner ataupun kesehatan.
Pengenalan Minyak Alpukat di SMKN 8 Pekanbaru
Riryn Novianty;
Jasril;
Muhdarina;
Silvera Devy;
Yuharmen;
Nuraini Ramadhani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1155
SMKN 8 Pekanbaru merupakam salah satu sekolah yang harus melaksanakan pembelajaran online selama COVID-19. Salah satu jurusan yang paling diminati adalah jurusan tataboga yang mempelajari terkait dengan seni dalam menyiapkan, memasak dan menghidangkan makanan siap saji. Sehingga siswa diharuskan memiliki pengetahuan dalam ilmu pangan, nutrisi dan diet serta memiliki kreativitas dalam menyiapkan makanan yang menarik untuk dilihat. Adapun zat makanan yang penting dalam bidang kuliner dan diperlukan oleh tubuh adalah minyak. Minyak yang paling banyak digunakan adalah minyak dari pangan nabati. Hal ini dikarenakan minyak nabati memiliki nutrisi yang baik dan berpengaruh terhadap rasa maupun aroma pada makanan. satu jenis pangan nabati yang jarang untuk diolah dan digunakan sebagai minyak adalah buah alpukat. Berdasarkan literatur minyak pada buah alpukat banyak mengandung omega-3 selain itu, memiliki nutty quality dibandingkan dengan minyak zaitun tetapi agak sedikit grassy bite, sehingga sangat ideal untuk digunakan sebagai minyak untuk menumis, menggoreng ataupun ditambahkan pada makanan (seperti salad). Selain itu minyak alpukat juga sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti untuk perawatan rambut, kulit, menurunkan kadar low density lipoprotein (LDL) dan lain sebagainya. pengenalan minyak alpukat telah dilakukan secara luring kepada siswa tataboga di SMKN 8 Pekanbaru. Tim pengabdian melakukan demostrasi cara pembuatan minyak alpukat dan memberikan buah alpukat kepada peserta agar dapat dipraktekkan secara langsung. serta mampu meninggkatkan keterampilan siswa dalam mengolah makanan.
Edukasi Isolasi Mandiri di Tengah Pandemi: Pemanfaatan Daun Sambiloto sebagai Imunomodulator
Riryn Novianty
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1156
Penyebaran wabah COVID-19 terjadi secara meluas. Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 kian melonjak setiap harinya. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan imunomodulator. Tanaman obat seperti daun sambiloto dapat dimanfaatkan sebagai imunostimulan. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring melalui sosialisasi edukasi pemanfaatan daun sambiloto sebagai imunomodulator di era pandemi. Webinar dilakukan dengan menghadirkan pakar herbal nasional DR. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M. Si yang merupakan Ketua Umum PDPOTJI dan Dosen Universitas Riau Riryn Novianty, M. Si. Hasil yang dapat disampaikan dari kegiatan ini adalah masyarakat mendapatkan informasi dalam mengelola daun sambiloto sebagai minuman yang berkhasiat untuk menambah imun.
Penyuluhan Pemanfaatan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai Imunostimulan di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru
Riryn Novianty;
Jasril;
Silvera Devy;
Muhdarina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1157
Pandemi tak kunjung berakhir dan lonjakan kasus terkonfirmasi positif setiap harinya bertambah dan tidak seluruhnya dirawat di rumah sakit, karena keterbatasan fasilitas perawatan. Bagi penderita yang tidak bergejala hingga yang bergejala ringan dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri disertai dengan resep dokter. Imunostimulan komplementer diperlukan untuk segera mengembalikan sistem imun tubuh agar dapat sembuh lebih cepat dibandingkan hanya dengan mengonsumsi obat resep dokter. Daun sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan salah satu imunostimulan yang efektif untuk mengobati penderita COVID-19, tidak hanya untuk mengobati akan tetapi daun sambiloto juga dapat dimanfaatkan sebagai immune booster. Kegiatan pengabdian dengan memberikan penyuluhan secara luring kepada pasien dan Tim PROMKES (Promosi Kesehatan) Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Tim pengabdian memberikan sejumlah bibit sambiloto, sambiloto kering dan madu kepada peserta pengabdian agar dapat menjadikan sambiloto sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan dapat meracik sendiri ramuan herbal sambiloto demi menjaga sistem imun di tengah pandemi.
Innovation of Areca catechu Compounds Combined with Fluoxetine as Antidepressant by In Silico Method
Riryn Novianty;
Rexi Dwi Wardana;
Ulya Putri Ningsih;
Rahmad Setiawan Rabb
Sistem Informasi Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37859/jp.v13i2.5041
Depression is a mental illness that has become a common problem worldwide with more than 300 million cases. The study aimed to determine the effectiveness of natural compound modification with synthetic compounds as new antidepressant drug candidates. The method used in the research is In Silico approach using ChemSketch software, BIOVIA Discovery Studio Visualizer (DSV), and Autodock Vina. The bond-free energy result from a combination of arecoline, homoarecoline and guvacoline with fluoxetine on 2Z5Y protein were -7.1 kcal/mol; -7.1 kcal/mol and -7.6 kcal/mol, respectively. Meanwhile, in 2NW8 protein, the bond free energy observed were -6.3 kcal/mol; -6.3 kcal/mol, and -8.8 kcal/mol, respectively. Based on bond-free energy data, the additive interaction of arecoline-fluoxetine and fluoxetine-homoarecoline on MAO-A protein (2Z5Y) was barely different from fluoxetine itself. Meanwhile, the additive interaction of guvacoline-fluoxetine was better with serotonin precursor protein (2NW8) rather than MAO-A protein (2Z5Y).
Biodegradasi Hidrokarbon Crude Oil di Kawasan PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu menggunakan Konsorsium Bakteri Indigen
Riryn Novianty;
Yuharmen Yuharmen
Sistem Informasi Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37859/jp.v13i2.5053
Riau Province is one of the largest producing areas of crude oil. Drilling and refining petroleum often produce waste crude oil in large quantities. One method that can be used to degrade waste is biodegradation using a consortium of microorganisms. This study examined the effectiveness of a consortium of indigenous bacteria in degrading hydrocarbon compounds. Growth tests and the ability of isolates to degrade hydrocarbons were carried out by inoculating isolates in liquid Bushnell Haas media containing crude oil of about 5% and incubating for 16 days. The potency of the indigen bacterial consortium during the degradation process is influenced by several parameters, including pH, OD (Optical Density), dan CO2 observed on days 0, 4, 8, 12 and 16 days of incubation. KB4 is the superior consortium in degrading hydrocarbon crude oil. Based on the analysis using GC-MS instruments, the bacteria consortium can degrade two hydrocarbon compounds in crude oil.
Bakteri Indigen Pendegradasi Hidrokarbon Minyak Bumi di Kabupaten Siak Provinsi Riau
Riryn Novianty;
Saryono;
Awaluddin, Amir;
Wahyu Pratiwi , Nova
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/jtk.v9i1.3834
The process of producing, refining and transporting petroleum can cause pollutants that are harmful to the environment and the living things that surround them. Indigenous microorganisms can be a solution to degrade hydrocarbons that are difficult to degrade. This study aims to isolate the indigenous bacteria from pollutant-contaminated soil and test its effectiveness in degrading hydrocarbons. The research began with soil sampling at the Joint Operating Agency of PT Siak Bumi Pusako-Pertamina Hulu Siak Regency, Riau Province with a purposive sampling method. The next step is the isolation of indigenous bacteria, testing the parameters of pH, Optical density (OD) and CO2 levels during the 16 incubation periods and determining the highest percentage of biodegradation. The results showed that Pseudomonas sp. with a code BTM2 (Bakteri Tanah Minyak 2) had the largest percentage (52.20%) after 16 days of incubation under optimum conditions to degrade the total hydrocarbon of petroleum. Pseudomonas sp. BTM2 is the most effective isolate to degrade hydrocarbons.
Potential antidepressant activity of n-hexane extract from old Areca catechu Nut by reducing depressive-like state in Swiss albino male mice
Novianty, Riryn;
Yuharmen;
Sofiyanti, Nery;
Indriani, Dwi Wahyu;
Wasito, Hendri;
Ya'la, Fitra Audhi
Current Research on Biosciences and Biotechnology Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5614/crbb.2024.6.1/6NKD6D9X
Depression is a psychological disorder caused by an imbalance of neurotransmitters that can be managed with antidepressants. One of the local plants with the potential as an antidepressant is areca nut. However, its’ antidepressant effects in nonpolar solvents have not been studied recently. Equipping the extract to animals sub-chronically could mimic the clinical antidepressant treatment. Thus, the current investigation studied the antidepressant action of the hexane extract of old areca nut by utilizing acute and sub-chronic FST. This research started with extracted areca nut using n-hexane and continued with phytochemical tests. During FST, the animals were treated with n-hexane extract (50 and 100 mg/kg), fluoxetine (20 mg/kg), and saline (0.1 mL/20 g). The phytochemical test of the extract showed positive results from the content of secondary metabolites, namely saponins and steroids. n-Hexane extract at a dose of 50 mg/kg gave the best action in decreasing the immobility period. After sub-chronic medication, the secondary metabolites of the extract did not induce any toxic effects. This study’s findings imply that depression may be treated with conventional medicine, such as old areca nut extract.