Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN PERKEMBANGAN MOTORIK DAN KOGNITIF ANAK DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA ISLAM Ikrom, Bonafid; Zalillah, Nur Fais; Rohmah, Nadia Wulidar; Firnanda, Nabella Enita Putri; Zamzami, Muh. Syifa Fairuz; Sulaiman, M. Sholehuddin
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69413

Abstract

Perkembangan motorik dan kognitif terhadap anak merupakan fase-fase yang sangat vital dalam pertumbuhan manusia dari sejak lahir sampai dewasa dalam agama islam memberikan perhatian yang besar terhadap pertumbuhan maupun perkembangan anak sedari usia dini. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji beberapa peran perkembangan motorik dan kognitif anak dalam perspektif psikologi islam yang berdasarkan kajian literaturnya melalui peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung perkembangan anak dari seusia dini sampai dewasa. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan untuk menganalisis perkembangan motorik dan kognitif anak dalam prespektif psikologi agama islam. Hasil analisis menunjukkan ada tiga poin yang dibahas yaitu (1) Peran Perkembangan Motorik Anak (2) Peran Perkembangan Kognitif Anak (3) Peran perkembanagn Motorik dan Kognitif Anak dalam Prespektif Psikologi Agama Islam. Hasil penelitian ini dapat memberikan dedikasi bagi para pendidik orang tua, dan masyarakat secara umum dalam memahami akan pentingnya dalam memperhatikan aspek-aspek motorik dan kognitif yang berada dalam proses pengasuhan dan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai islam.
SINERGITAS GURU PAI DENGAN SISWA DALAM PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS DI SDI MAMBAUL ULUM SIDOARJO Zalillah, Nur Fais; Azzahro, Savira Nur; Maulana El-Yunusi, Muhammad Yusron
AT-TAJDID Vol 8, No 2 (2024): JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i2.3466

Abstract

Pendidikan karakter religius pada siswa saat ini menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sesuatu cara yang dapat dirubah dengan melakukan berbagai upaya salah satuya adalah dengan membangun sinergitas diantara guru PAI dengan siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sinergitas Guru PAI dan Siswa dalam Menanamkan Karakter Religius Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif. penelitian ini dilakukan dengan fokus pengamatan yang mendalam. Dalam pengumpulan data peneliti melakukan Teknik observasi serta wawancara. Pendidikan karakter religius yang ditanamkan di SDI Mambaul Ulum Sidoarjo merelevansikan karakter religius kedalam beberapa indikator yakni ketaqwaan, keikhlasan, kedisiplinan, dan kesopanan. Sedangakan Langkah-langkah sinergitas antara guru dan siswa dalam hal ini, sebagai berikut: Komunikasi antara pengajar serta murid, Interaksi antara pengajar serta murid, Kepedulian antara pengajar dengan murid.Religious character education in students is very important to do. This can be done by making various efforts, one of which is building synergy between PAI teachers and students. Researchers have a greater interest in researching the topic of Synergy between PAI Teachers and Students in Cultivating Religious Character. This research uses qualitative research methods. This research was conducted with a focus on in-depth observation. In collecting data, researchers used observation and interview techniques. The religious character education instilled at SDI Mambaul Ulum Sidoarjo brings religious character into several indicators, namely devotion, sincerity, discipline and politeness. Meanwhile, the steps for synergy between teachers and students in this caseare as follows: Communication between teachers and students, Interaction between teachers and students, Concern between teachers and students.
Pembiasaan Sholat Dhuha Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa MAN Buduran Sidoarjour Fais Zalillah2 Marzuki, M. Rif’an; Zalillah, Nur Fais; Asy’ari, M. Hasyim; Pertamasari, Dewi; Putri, Salsabila; Lisan, Fasikhul; Mufaizah, Mufaizah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran pembiasaan Sholat Dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswa di MAN Buduran Sidoarjo. Pembentukan karakter merupakan bagian esensial dalam pendidikan modern, termasuk pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah. Salah satu nilai karakter yang sangat penting adalah kedisiplinan, karena berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, mematuhi aturan, serta menjalankan tanggung jawab akademik maupun moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa, guru PAI, guru piket, serta pihak madrasah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha merupakan program religius yang terintegrasi dalam budaya madrasah dan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara rutin melatih siswa untuk hadir tepat waktu, mengikuti tata tertib, menjaga kekhusyukan, dan berperilaku tertib selama kegiatan berlangsung. Selain kedisiplinan teknis, pembiasaan Sholat Dhuha juga membentuk disiplin moral dan spiritual melalui penguatan regulasi diri, komitmen terhadap tugas dan ibadah, pengendalian perilaku, serta kesadaran akan tanggung jawab pribadi. Lingkungan madrasah yang religius, keteladanan guru, serta sarana ibadah yang memadai turut memperkuat efektivitas pembiasaan. Penelitian menyimpulkan bahwa Sholat Dhuha tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pendidikan karakter Islami yang efektif. Kegiatan ini mampu menciptakan pola perilaku disiplin yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan pendidikan karakter di madrasah melalui program pembiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur.
Pembiasaan Sholat Dhuha Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa MAN Buduran Sidoarjo Zalillah, Nur Fais; Marzuki, M. Rif’an; Asy’ari, M. Hasyim; Pertamasari, Dewi; Putri, Salsabila; Lisan, M. Fasikhul; Mufaizah, Mufaizah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran pembiasaan Sholat Dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswa di MAN Buduran Sidoarjo. Pembentukan karakter merupakan bagian esensial dalam pendidikan modern, termasuk pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah. Salah satu nilai karakter yang sangat penting adalah kedisiplinan, karena berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, mematuhi aturan, serta menjalankan tanggung jawab akademik maupun moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa, guru PAI, guru piket, serta pihak madrasah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha merupakan program religius yang terintegrasi dalam budaya madrasah dan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara rutin melatih siswa untuk hadir tepat waktu, mengikuti tata tertib, menjaga kekhusyukan, dan berperilaku tertib selama kegiatan berlangsung. Selain kedisiplinan teknis, pembiasaan Sholat Dhuha juga membentuk disiplin moral dan spiritual melalui penguatan regulasi diri, komitmen terhadap tugas dan ibadah, pengendalian perilaku, serta kesadaran akan tanggung jawab pribadi. Lingkungan madrasah yang religius, keteladanan guru, serta sarana ibadah yang memadai turut memperkuat efektivitas pembiasaan. Penelitian menyimpulkan bahwa Sholat Dhuha tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pendidikan karakter Islami yang efektif. Kegiatan ini mampu menciptakan pola perilaku disiplin yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan pendidikan karakter di madrasah melalui program pembiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur.
Joint Quran Recitation Activities to Improve the Quality of Worship During Ramadan at the Al-Hidayah Tambak Sumur Sidoarjo Musholla Abror, Sirojuddin; Dewi, Wanda Citra; Zalillah, Nur Fais
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i1.1201

Abstract

Religious education based on the Qur’an plays a strategic role in shaping individuals’ spiritual, cognitive, and social development. However, in the Tambak Sumur community, Sidoarjo Regency, a gap remains between strong religious traditions and the depth of Qur’anic literacy, particularly among children and adolescents. This condition is further exacerbated by technological developments that shift religious activities away from mosques and prayer rooms. Therefore, this PKM activity aimed to improve the quality of worship and Qur’anic literacy through a joint Qur’an recitation program at the Al-Hidayah Tambak Sumur Musholla during the month of Ramadan. This PKM activity employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes the identification and utilization of existing community assets, including religious facilities, social solidarity, and the role of local religious leaders. The results showed that the joint recitation program was well received and generated high enthusiasm among participants, especially children. The activity contributed to improving participants’ Qur’an reading skills in accordance with tajwid rules, strengthening motivation to learn, and fostering mutual learning and social interaction. In conclusion, the joint Qur’an recitation PKM program proved effective in improving Qur’anic literacy, enhancing the quality of worship during Ramadan, and fostering a more religious, harmonious, and socially cohesive community. The activity is recommended to be continued on a regular basis to ensure sustainable impact.