Putra, Chendra Perdana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKRINING FUNGSI KOGNITIF DAN KADAR ASAM URAT PADA PESERTA PROLANIS KLINIK DOKTER KELUARGA Purwoko, Mitayani; Heriyanto, Mochammad Junaidy; Sulistiyani, Sulistiyani; Sriningsih, Solikah; Putra, Chendra Perdana; Gani, Rima January Putri Ridwan; Prakoso, Denny Anggoro; Novitasari, Erlina Krisdianita; Tubarad, Gladys Dwiani Tinovella; Sukarno, Rizky Triutami; Rudiyanto, Waluyo; Pandhita, Gea; Aziza, Nurita; Tursinawati, Yanuarita; Airlangga, Muhammad Perdana; Setiawan, Meddy; Romi, M. Mansyur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 2, September 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i2.12547

Abstract

ABSTRAK Fungsi kognitif dan kadar asam urat darah lansia tidak termasuk dalam pemeriksaan wajib dalam program Prolanis. Fungsi kognitif perlu dinilai untuk memastikan bahwa peserta Prolanis tidak mengalami kemunduran fungsi kognitif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan skrining tingkat fungsi kognitif dan kadar asam urat darah peserta Prolanis di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari selama 2 jam 30 menit. Pemeriksaan fungsi kognitif dilakukan menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) berbahasa Indonesia. Pemeriksaan kadar asam urat darah dilakukan menggunakan darah dari ujung jari dengan alat pemeriksa asam urat dan strip khusus. Hasil skrining menunjukkan bahwa 80,4% peserta Prolanis memiliki fungsi kognitif yang normal dan 66,7% memiliki kadar asam urat darah yang normal.   ABSTRACT Cognitive function and blood uric acid levels in the elderly are not included in the mandatory screening in the Prolanis program. Cognitive function needs to be assessed to ensure that Prolanis participants do not experience cognitive decline. The purpose of this activity was to screen the cognitive function and blood uric acid levels of Prolanis participants at the Family Physician Clinic, Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Palembang. The activity was carried out in one day for 2 hours and 30 minutes. Cognitive function testing was conducted using the Indonesian language Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaire. Blood uric acid testing was performed using fingertip blood with a uric acid tester and special strips. The screening results showed that 80.4% of Prolanis participants had normal cognitive function and 66.7% had normal blood uric acid levels.
Evaluasi Program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (Gp2sp) di Provinsi Riau: A Mixed Methods Study Putra, Chendra Perdana; Afrizal, Afrizal; Hardisman, Hardisman; Reza, Mohamad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55274

Abstract

Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas pekerja perempuan melalui berbagai intervensi kesehatan di tempat kerja, meliputi aspek gizi, kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit, serta dukungan bagi ibu hamil dan menyusui. Meskipun memiliki peran penting, implementasi GP2SP di tingkat perusahaan belum terintegrasi secara optimal ke dalam sistem organisasi, sehingga belum menjadi bagian dari budaya dan mekanisme kerja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan belum terintegrasinya GP2SP dengan sistem perusahaan. Penelitian menggunakan desain mixed- methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Studi dilakukan di dua perusahaan di Provinsi Riau pada periode Agustus–Oktober 2025. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 104 pekerja perempuan, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan kunci. Analisis data kuantitatif dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui proses coding, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GP2SP belum terintegrasi secara sistemik dalam manajemen perusahaan. Meskipun telah ditetapkan melalui kebijakan internal, program belum terinstitusionalisasi pada tingkat struktural, operasional, maupun kultural. Penugasan personel yang bersifat non-struktural, rendahnya pemahaman karyawan, serta minimnya partisipasi berpotensi menjadikan GP2SP sebatas pemenuhan administratif tanpa memberikan dampak nyata terhadap kesehatan dan produktivitas pekerja perempuan.