Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemberdayaan Kader dalam Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita dengan DDST di Desa Mangliawan Kab. Malang Nicky Danur Jayanti; Senditya Indah Mayasari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.227 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i1.1226

Abstract

Masa balita adalah masa ketika otak anak berkembang dengan pesat dan cepat dalam menyerap beberapa informasi. Periode emas merupakan periode yang sangat penting dalam suatu siklus perkembangan. DDST merupakan tes yang digunakan untuk memprediksi adanya kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan balita. Masa ini merupakan landasan yang menentukan kualitas penerus generasi bangsa. Masa – masa dimana anakmemerlukan perhatian khusus yakni berada pada usia 6-24 bulan, karena pada kelompok umur ini merupakan tahapan perkembangan kritis dan kegagalan tumbuh (growth failure) mulai jelas terlihat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan keterampilan kader Posyandu dalam mengobservasi pertumbuhan dan perkembangan balita juga mampu mengobservasi pertumbuhan dan perkembangan bayi balita secara berkala. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana adalah meningkatkan peran dan fungsi kader Posyandu melalui pelatihan tentang metode skrining pemantauan perkembangan anak dengan DDST sekaligus pemantauan langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang berada di desa Mangliawan. Pendampingan pada kader Posyandu selama proses pelaksanaan kegiatan. Monitoring dan evaluasi oleh bidan pelaksana terhadap kader dalam pemantauan tumbuh kembang balita dengan DDST. Rangkaian kegiatan ini dilakukan selama 2 bulan (Juli-September 2018). Kegiatan ini mencapai hasil yakni meningkatnya keterampilan kader Posyandu tentang tumbuh kembang balita sehingga upaya pencegahan, upaya menstimulasi serta upaya penyembuhan dan pemulihan dapat diberikan dengan indikasi atau penyebab yang jelas sedini mungkin pada masa-masa kritis tumbuh kembang. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan seperti buku panduan, lembar DDST, ATK dan APE. Kader Posyandu telah melaksanakan tugasnya yaitu melakukan Pemantauan tumbuh kembang menggunakan DDST secara berkala.
Implementasi Asuhan Komplementer pada Keluhan Ibu Postpartum Berbasis Homecare Senditya Indah Mayasari; Yuliyanik Yuliyanik; Nicky Danur Jayanti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.107 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1070

Abstract

During the postpartum period, postpartum mothers are often faced with complaints or problems that result in difficulties for the mother in undergoing the postpartum period. Physical and psychological changes are often problems that arise during the puerperium. Complementary care is given to postpartum mothers to prevent problems or complications during the puerperium. The purpose of community service activities is to provide complementary care to postpartum mothers by making home visits. The results of the activity: complementary care was carried out for 12 postpartum mothers in the Tasikmadu area of ​​Malang City. Some of the complaints felt by postpartum mothers such as breast milk is not smooth, mothers can not sleep can be reduced without giving medical and pharmacological measures. By providing complementary care to postpartum mothers based on homecare, it can reduce and manage complaints or problems experienced by mothers, prevent postpartum blues, mothers are more confident and independent, babies get their needs optimally, and increase family participation in the mother's success through the postpartum period. . Complementary care can be provided during repeat visits by health workers such as midwives, nurses to postpartum mothers to reduce the occurrence of problems during the puerperium. ABSTRAK Pada masa nifas seringkali ibu postpartum dihadapkan dengan keluhan atau masalah yang mengakibatkan ibu kesulitan dalam menjalani masa nifas. Perubahan secara fisik dan psikologi kerapkali menjadi masalah yang muncul pada masa nifas. Asuhan komplementer diberikan pada ibu postpartum untuk mencegah terjadinya masalah atau komplikasi masa nifas. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan asuhan komplementer pada ibu nifas dengan melakukan kunjungan rumah. Hasil kegiatan: dilakukan asuhan komplementer kepada 12 ibu postpartum di wilayah Tasikmadu Kota Malang. Beberapa keluhan yang dirasakan ibu postpartum seperti ASI tidak lancar, ibu tidak bisa tidur dapat dikurangi tanpa pemberian tindakan medis dan farmakologi. Dengan pemberian asuhan komplementer pada ibu postpartum berbasis homecare, dapat mengurangi dan tatalaksana keluhan atau masalah yang dialami ibu, mencegah terjadinya postpartum blues, ibu lebih percaya diri dan mandiri, bayi mendapatkan kebutuhannya secara optimal, serta meningkatkan peran serta keluarga dalam keberhasilan ibu melewati masa nifas. Asuhan komplementer dapat diberikan pada saat ibu melakukan kunjungan ulang oleh tenaga kesehatan seperti bidan, perawat pada ibu postpartum untuk mengurangi terjadinya masalah sepanjang masa nifas.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Program Gerakan Amankan Kehamilan dan Persalinan (GEBRAK) dengan Mobile Application Family Center Maternity Care (FCMC) Nicky Danur Jayanti; Senditya Indah Mayasari
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.198 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1360

Abstract

Efforts to accelerate the success of reducing the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR), especially those related to maternal health efforts, are increasing cross-sectoral partnerships as outlined in a high-risk pregnant women's mentoring activity by cadres carried out in Malang City known as the GEBRAK (Movement to Secure Pregnancy and Childbirth) program. "Posyandu Melati" cadre activities such as training or mentoring cannot be carried out regularly scheduled and have not been carried out by all posyandu posts because of several constraints. The purpose of this community service is to increase the participation of the Cadre of Pregnant Women with High Risk Pregnancies and provide training and community empowerment on early detection of High Risk Pregnancies using the FCMC Mobile Application media method in Tasikmadu Village totaling 7 people. Results: three activities, namely Training Activities and mentoring Posyandu Cadres with the topic of high-risk pregnancy, KSPR, and FCMC mobile application, the second activity is socialization and application of the FCMC Mobile Application to pregnant women and their families and communities. The last activity is the Recording and Early Detection of High Risk Pregnancies by Cadres as a support for the success of the GEBRAK program. Increasing the skills of Posyandu cadres about monitoring high-risk pregnancies so that prevention, healing and recovery efforts can be given with clear indications as early as possible during pregnancy. Posyandu cadres are expected to be able to carry out their duties according to agreed commitments and be able to maintain infrastructure as a good support for activities.
Intervensi Asuhan Komplementer dengan Metode Massage terhadap Peningkatan Produksi ASI : Literature Review Senditya Indah Mayasari; Nicky Danur Jayanti
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2023): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v10i1.1663

Abstract

Complementary care in intervention of breastfeeding problems is currently being carried out a lot, one of which is the massage method. The massage method is considered effective and easy to do in tackling breastfeeding problems, especially to increase breast milk production. The objective of study was to find out complementary care interventions with massage methods to increase breast milk production. The research method used literature reviews related to breastfeeding and massage using electronic database. The databases used were Google Scholar, Pubmed, ResearchGate. Obtained 11 articles and carried out a review. The result study showed Oxytosin Massage method, Oketani Massgae, Woolwich Massage, Marmet Wolwich Massage, Combination Method of SPEOS, BOMB, Woolwich Massage and Rolling Massage effectively increase breast milk production. Massage method intervention in breastfeeding mothers can stimulate nerve cells in the breast which are then transmitted to the hypothalamus and responded through the anterior pituitary gland to produce the hormone prolactin, which will be transported by blood to epithelial cells in the breast, and increase the volume of breast milk. In addition, the effect of massage can relieve fatigue and stress, and mothers feel more comfortable and relaxed during breastfeeding.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIFITAS PELVIC ROCKING EXERCISE MENGGUNAKAN BIRTHING BALL TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN PADA IBU PRIMIPARA Lea Ingne Reffita; Senditya Indah Mayasari; Ummi Halfida; Wili Sinarti; Yaumil Fitriyah; Zidni Karimatun Nisa
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.4 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i3.1206

Abstract

Indonesia's Health Profile in 2019 in general, there was a decrease in maternal mortality during the period 1991-2015 from 390 to 305 per 100,000 live births, if it is associated with the 2015 Millennium Development Goals (MDGs), namely reducing the maternal mortality rate (MMR) to 102/100,000 live births. the maternal mortality rate did not reach the MDGs target. Physiological efforts are made to prevent prolonged labor, such as pelvic rocking exercise using the birthing ball technique. This is also a method that really helps respond to pain in an active way and reduces the length of the first stage of labor in the active phase. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of pelvic rocking with a birthing ball on the progress of labor in primiparous women in 2020. This study uses Systematic Literature Reviews (SLR), which is a synthesis of systematic, clear, comprehensive literature studies, by identifying, analyzing , evaluating through the collection of existing data with an explicit search method and involving a critical review process in the selection of studies. In 6 journals, all journals perform pelvic rocking exercise techniques using the birthing ball technique when the mother enters the first stage of the active phase. The conclusion in this study is that all journals reviewed by researchers can be ascertained that all of these journals get the same results, namely stating that using the Pelvic Rocking Exercise technique with the help of a birthing ball can make delivery times for mothers go faster
Terapi Tertawa terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Dominggas Bete; Mizam Ari Kurniyanti; Senditya Indah Mayasari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.48 KB)

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang dapat mengakibatkan kemunduran fisiologis, salah satunya adalah pada sistem kardiovaskuler, yang menyebabkan kekuatan untuk memompa jantung berkurang serta kehilangan elastisitas arteri besar dimana arteri tidak mengembang saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Salah satu terapi non farmakologi adalah terapi tertawa yang dapat melebarkan pembuluh darah, meningkatkan elastisistas pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experiment rancangan two group design pretest-posttest dengan sampel berjumlah  masing-masing 10 responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan SOP terapi tertawa dan SOP tekanan darah. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji T-Test berpasangan. Terdapat nilai rata-rata tekanan darah pretest sistolik 146,56 mmHg dan diastolik 83,00 mmHg sedangkan posttest sistolik 126,41 mmHg dan diastolik 72,00 mmHg. Hasil analisis uji t-test berpasangan kelompok intervensi tekanan darah sistolik menunjukkan p=0,000 (p<0,05), dan tekanan darah diastolik menunjukkan p=0,000 (p=<0,05). Terdapat efektifitas terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Hubungan Kecanduan Gawai Dengan Masalah Psikososial Pada Anak Usia Sekolah Di SD Muhammadiyyah 3 Malang Dahsya Biru Elwalida; Miftakhul Ulfa; Senditya Indah Mayasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 1 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gawai merupakan alat elektronik yang digunakan sebagai media komunikasi dan informasi. Semakin berkembangnya zaman, pengguna gawai tidak hanya dari orang dewasa saja, namun anak usia sekolah saat ini juga bisa mengoperasikan dan menggunakan gawai. Apabila anak menggunakan gawai dengan tidak bijak baik dari tujuan menggunakannya, aplikasi dan game yang diakses, serta durasi pemakaian maka beresiko anak menjadi kecanduan dengan gawai. Setelah adanya kecanduan gawai, hal tersebut mempengaruhi terjadinya masalah pikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecanduan gawai dengan masalah psikososial pada anak usia sekolah di SD Muhammadiyyah 3 Kota Malang.  Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif bersifat observasional dengan pendekatan korelasional. Teknik sampling menggunakan purpossive sampling dengan hasil 53 sampel. Instrumen yang digunakan kuesioner SDQ dan SAS-SV. Pengolahan data secara statistik menggunakan Uji Korelasi Somers. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. 0.00 < 0.05 maka bermakna terdapat hubungan antara kecanduan gawai masalah psikososial pada anak usia sekolah di SD Muhammadiyyah 3 Kota Malang. Nilai koefisien korelasi 0.37 maka terdapat hubungan yang cukup antara kedua variabel. Kesimpulan dengan adanya penelitian ini diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan variabel penelitian ini.
Hubungan Self Efficacy Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat Akhir Dalam Menyusun Skripsi Di STIKes Widyagama Husada Malang Muhammad Revan Amrizal Naufalda; Miftakhul Ulfa; Senditya Indah Mayasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 1 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah untuk menilai pengetahuan mahasiswa dalam mengkritisi suatu kejadian yang terjadi secara ilmiah didasarkan dengan ilmu yang didapat sesuai bidang keahliannya. Pada saat menyelesaikan skripsi tidak terlepas dari hambatan dan masalah yang dialami. Hambatan tersebut jika tidak segera ditangani maka bisa saja akan menimbulkan kecemasan. Salah satu cara agar terhindar dari kecemasan adalah dengan bersikap self efficacySelf efficacy ialah keyakinan dalam diri dalam memperkirakan kemampuannya melaksanakan tugas untuk mencapai hasil tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi di STIKes Widyagama Husada Malang. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan yaitu kuesioner ZSAS (Zung Self-Rating Anxiety Scale) dan untuk mengukur tingkat self efficacy menggunakan kuesioner GSES (General Self Efficacy Scale). Teknik sampling menggunakan purpossive sampling dengan hasil 41 sampel. Analisa data menggunakan uji Sommers,D. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig.000 < 0.05 maka bermakna terdapat hubungan antara self efficacy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi di STIKes Widyagama Husada Malang. Nilai koefisien korelasi 0.820 maka terdapat hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel.
Gerakan Sehat Reproduksi Wanita dengan Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Sadar Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) Senditya Indah Mayasari; Nicky Danur Jayanti; Dwi Norma Retnaningrum
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.8823

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit yang yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual dan beberapa faktor penyebab lainnya seperti perokok aktif, paritas tinggi, pada penderita HIV dan penggunaan kontrasepsi. Semakin meningkatnya angka kejadian kanker serviks di Indonesia yaitu sekitar 396 ribu kasus baru dan sekitar 234 kematian akibat kanker. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan rutin dilakukannya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan beberapa metode. Salah satu metode yang mudah dan ekonomis adalah pemeriksaan IVA. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks dengan mengolesi larutan asam asetat pada dinding rahim. Metode ini sangat mudah dilakukan dan hasil segera diketahui. Hasil pengkajian data dari bidan koordinator, di Dusun Dompyong, Desa Dawuhan Poncokusumo Kabupaten Malang belum pernah dilakukan kegiatan pemeriksaan IVA. Tim Kesehatan Reproduksi dari Puskesmas Poncokusumo telah melaku­kan sosialiasasi dan pemeriksaan gratis di Puskesmas namun belum ada antusias dan keinginan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya pengendalian kanker serviks yang dimulai dengan upaya promotif, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi dengan pemeriksaan IVA dan edukasi tentang kanker serviks. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Dusun Dompyong, Desa Dawuhan Poncokusmo Kabupaten Malang dengan melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada 33 kader serta pemeriksaan IVA gratis kepada 87 wanita usia subur. Kegiatan ini dilakukan selama hampir 2 minggu, yaitu mulai 11 sampai dengan 22 September 2022. Berdasarkan hasil uji dapat dilihat nilai probabilitas 0.000 dan α=0.05 sehingga didapat nilai Z hitung lebih besar Z1 – (α/2), artinya terdapat peningkatan tingkat pengetahuan kader sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan. Dari pemeriksaan IVA didapatkan 82 peserta dengan hasil IVA negatif, 3 peserta IVA radang dan 2 peserta perlu dilakukan rujukan ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada kader, diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan penghubung pemberian informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA. Adanya kegiatan pemeriksaan IVA ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa sangat penting dilakukan pemeriksaan deteksi kanker serviks agar dapat meningkatkan kesejahteraan kesehatan khususnya pada wanita.Cervical cancer is a disease caused by human papillomavirus (HPV) infection, which is transmitted through sexual intercourse and several other causal factors such as active smoking, high parity, HIV sufferers, and contraceptive use. The increasing inci­dence of cervical cancer in Indonesia is around 396 thousand new cases and around 234 deaths due to cancer. One preventive measure that can be taken is to carry out routine early-detection examinations for cervical cancer using several methods. One easy and economical method is an IVA examination. IVA examination is an examination carried out to detect cervical cancer by smearing an acetic acid solution on the uterine wall. This method is very easy to do, and the results are immediately known. The results of data review from the coordinating midwife in Dompyong Hamlet, Dawuhan Poncokusumo Village, Malang Regency, and IVA examination activities have never been carried out. The Reproductive Health Team from the Poncokusumo Community Health Center has carried out outreach and free examinations at the Community Health Center. However, the public has no enthusiasm or desire to carry out examinations. This community service activity aims to control cervical cancer, starting with promotive, preventive, early detection, treatment, and rehabilitation efforts with VIA examinations and education about cervical cancer. Community service activities were carried out in Dompyong Hamlet, Dawuhan Poncokusmo Village, and Malang Regency by counseling and assisting 33 cadres and providing free IVA examinations to 87 women of childbearing age. This activity was carried out for almost two weeks, from 11 to 22 September 2022. Based on the test results, it can be seen that the probability value is 0.000 and α=0.05. Hence, the calculated Z value is greater than Z1 – (α/2), meaning there is an increase in the level of care knowledge before and after providing counseling and assistance. From the IVA examination, 82 participants had negative IVA results, 3 IVA participants had inflammation, and 2 participants needed to be referred to the Community Health Center for further examination. By providing counseling and assistance to cadres, it is hoped that this can become a bridge in providing information to the public about the importance of VIA examinations. It is hoped that this IVA examination activity can motivate the public that it is very important to carry out cervical cancer detection examinations in order to improve health welfare, especially in women. 
Home Blood Pressure Monitoring dan Health Education pada Manajemen Hipertensi Kehamilan Nicky Danur Jayanti; Senditya Indah Mayasari
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2024): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v11i2.4865

Abstract

The incidence of hypertension in pregnancy occurs in 5 – 10 out of 100 pregnant women. Home blood pressure monitoring (HBPM) is a method of screening blood pressure at home. Pregnant women with hypertension also need health education as an effort to live a healthier life. This research aims to determine the effectiveness of HBPM and Health Education in reducing blood pressure in pregnant women. Quasi-experimental research design with nonrandomized pretest-post test group design method. Sample of 30 pregnant women with hypertension. The statistical test used the Paired Samples t-Test. The research results of Home blood pressure monitoring and Health Education were significantly effective in reducing the blood pressure of pregnant women, both systolic and diastolic values ​​with a p value of 0.000 (p < 0.05). Meanwhile, in the comparison group, the systolic p value was 0.000 (p<0.05), the diastolic value was 0.001 (p<0.05). The combination of HBPM and Health Education can help improve hypertension management and minimize complications due to recurrent hypertension in pregnant women.