Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Family-centered maternity care mobile application to increase the readiness of pregnant women in facing a high-risk childbirth Mayasari, Senditya Indah; Jayanti, Nicky Danur
MEDISAINS Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v18i3.8419

Abstract

Background: Pregnant women with high risk need education and information along with the pregnancy. Information support helps them to feel ready and confident to go through the delivery. Sources of Information that can be accessed during pregnancy include websites regarding pregnancy, smartphone applications, magazines, and books. One of the efforts to increase pregnant women's readiness to face childbirth is by providing Family Centered Maternity Care (FCMC) education through Mobile Applications.Objective: This study aims to develop and test the FCMC mobile application's effectiveness to help pregnant women's readiness with a high risk of childbirth.Method: This study employed Research & Development consisting of 4 stages, namely Literature Study, Development Stage, Validity Expert, and Trial.Results: FCMC Mobile application has been created with nine features, starting from pregnancy features to delivery preparation. The trial results showed that the application effectively increased pregnant women's readiness to face childbirth (p <0.001).Conclusion: The FCMC is a form of midwifery technology that makes it easier for health workers to educate pregnant mothers, especially mothers with high-risk pregnancies. By applying the apps, pregnant women can prepare for the process before childbirth in physical preparation, psychological preparation, financial preparation, cultural preparation, home preparation, and delivery preparation.
Increase Natural Serotonin Hormone with Pranayama Ante-Natal Yoga Method to Control Anxiety in Pregnant Women Nicky Danur Jayanti; Senditya Indah Mayasari
Jurnal Kebidanan Vol 12, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.12.2.2023.105-116

Abstract

The anxiety of pregnant women can be caused because the fear and fear that most pregnant women feel is anxiety and fear in facing childbirth. Anxiety will have a negative impact on pregnant women from pregnancy to delivery. The hormone serotonin as a mental health hormone that can prevent anxiety, mood, or depression can be produced by the body naturally. Some ways that you can increase the release of the hormone serotonin naturally are by exercising, massage, sunbathing in the sun, and meditation or yoga. Analyzing the increase in natural serotonin hormones with the pranayama antenatal yoga method to control anxiety in pregnant women. This research is quasi-experimental research, with a nonrandomized pretest-post-test control group design. The population in this study were pregnant women in the PMB "C" area. The number of samples was 20 pregnant women who were given yoga exercise treatment and 20 pregnant women as the control group. Statistical test using paired t-test. The results showed that yoga was significantly effective in overcoming maternal anxiety, the p-value showed 0.019 (p <0.05), and the positive t-value indicated that yoga had a good impact on overcoming the anxiety of pregnant women. Yoga practice during pregnancy helps reduce anxiety, increase self-confidence in coping with childbirth and reduce physical complaints and prevent the increase in symptomatological symptoms, and has a statistically significant effect on anxiety levels. The results showed that yoga was significantly effective in overcoming maternal anxiety, the p-value showed 0.019 (p <0.05), and the positive t-value indicated that yoga had a good impact on overcoming the anxiety of pregnant women. Yoga practice during pregnancy helps reduce anxiety, increase self-confidence in coping with childbirth and reduce physical complaints and prevent the increase in symptomatological symptoms, and has a statistically significant effect on anxiety levels. The results showed that yoga was significantly effective in overcoming maternal anxiety, the p-value showed 0.019 (p <0.05), and the positive t-value indicated that yoga had a good impact on overcoming anxiety of pregnant women. Yoga practice during pregnancy helps reduce anxiety, increase self-confidence in coping with childbirth and reduce physical complaints and prevent the increase in symptomatological symptoms and has a statistically significant effect on anxiety levels.
TERAPI KOMPLEMENTER KONSUMSI SUSU KEDELAI (Glycine max L. Merr.) TERHADAP KEJADIAN HOT FLUSH PADA WANITA PERIMENOPAUSE Indah Mayasari, Senditya; Danur Jayanti, Nicky
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 14, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v14i1.758

Abstract

REMAJA PUTRI SEHAT DAN BEBAS KEPUTIHAN DENGAN WASH (Water, Sanitation and Hygiene) Mayasari, Senditya Indah
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6963

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja khususnya pada remaja putri diantaranya adalah fluor albus. Fluor albus adalah keputihan atau istilah yang kerap kali dijumpai keluarnya cairan berlebihan di vagina. Fluor albus terbagi atas dua macam yaitu fluor albus fisiologis (normal) dan fluor albus patologis (abnormal). WASH (Water, Sanitation and Hygiene) mencakup konsep air, sanitasi, dan kebersihan. Kondisi WASH yang buruk dapat berdampak signifikan terhadap personal hygiene sehingga dapat menyebabkan terjadinya kesehatan reproduksi. Siswi di SMA Shalahuddin Malang belum pernah mendapatkan penyuluhan atau edukasi tentang kesehatan reproduksi. 5 dari 6 siswi tidak tahu cara cebok yang benar dan perbedaan keputihan yang normal dan abnormal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan kualitas hidup remaja dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja dan seputar keputihan yang terjadi pada remaja. Hasil dari kegiatan ini tingkat pengetahuan siswi tentang keputihan sebelum dan sesudah diberi penyuluhan mengalami peningkatan 66,7% pada tingkat pengetahuan baik dan dari 15 siswi tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang setelah diberikan penyuluhan. Sejak dini mengetahui dan melakukan upaya pencegahan, dapat menekan prevalensi tingginya kejadian kanker serviks. Sebab keputihan yang tidak segera dilakukan penatalaksanaan dapat memicu timbulnya masalah kesehatan reproduksi khususnya tentang keputihan pada remaja putri saat ini.
“REMBUG GENKU” REMAJA BUGAR GENERASI KUAT DENGAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TRIAD KRR Yuliyanik; Mayasari, Senditya Indah; Rahmawati, Wenny
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6976

Abstract

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat secara fisik, psikis dan intelektual. Menurut Word Health Organization (WHO) tahun 2014 batasan usia remaja adalah 10 – 19 tahun. Beberapa penelitian mengungkapkan remaja memiliki masalah yang cukup serius selama masa peralihannya. Masa peralihan inilah yang membuat remaja rasa ingin tahunya sangat tinggi. Rasa ingin tahu jika tidak mendapatkan informasi yang benar, maka dapat berisiko pada kehidupan remaja tersebut, salah satunya masalah tentang TRIAD KRR. TRIAD KRR adalah Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja yaitu Seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA. Tujuan PKM ini adalah untuk menjaga remaja tetap bugar dalam menghadapi masa peralihan dan terhindar dari masalah yang berkaitan dengan TRIAD KRR. Metode yang dilaksanakan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang TRIAD KRR dan dampaknya. PkM ini dilaksanakan pada siswa kelas IX di SMPN 26 Malang. Kesimpulan dari PkM adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap TRIAD KRR dan dampak yang ditimbulkan. Remaja merupakan generasi penerus bangsa, remaja yang sehat akan membuat negara kuat.
Hidup Berkualitas Bebas Kanker Payudara Dengan Cerdik dan Sadari Pada Remaja Putri Amalia, Waifti; Mayasari, Senditya Indah; Jayanti, Nicky Danur
Surya Abdimas Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i3.5701

Abstract

Penderita kanker payudara telah banyak ditemukan pada usia muda bahkan tidak sedikit remaja putri usia empat belas tahun menderita tumor di payudaranya yang dapat berpotensi menjadi kanker apabila tidak terdeteksi sejak dini. Kemenkes RI telah melaksanakan program deteksi dini kanker payudara yang dikenal dengan metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mengetahui adanya benjolan atau kelainan payudara lainnya. Tujuan utama SADARI adalah menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatannya menjadi lebih baik. Tingginya angka kejadian kanker payudara disebabkan kurangnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini payudara jika mengalami kelainan seperti benjolan. Program pemerintah sebagai upaya preventif adalah dengan promosi kesehatan melalui SADARI dan CERDIK. Penyuluhan pencegahan kanker payudara dengan SADARI dan CERDIK di kalangan remaja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan sikap yang positif dari para remaja mengenai pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja putri untuk melakukan SADARI secara teratur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMKN 2 Malang pada siswi putri kelas 11. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan penyuluhan tentang kanker payudara dan demonstrasi SADARI. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara dan SADARI sebelum diberikan penyuluhan hanya 3 siswi (10,3%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan setelah diberikan penyuluhan seluruh siswi (100%) memiliki pengetahuan baik. Hal ini terbukti bahwa metode penyuluhan dan demontrasi sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku seseorang.
Efektivitas Ekstrak Kulit Manggis sebagai Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Perinium pada Ibu Postpartum Amalia, Waifti; Danur Jayanti, Nicky; Indah Mayasari, Senditya
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 8 No 1 (2025): MAY
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v8i1.4079

Abstract

Perineal wounds in postpartum mothers carry a high risk of infection, which can delay healing and increase maternal mortality rates. The use of natural ingredients such as mangosteen peel (Garcinia mangostana Linn), known for its antibacterial and anti-inflammatory properties, has potential to accelerate wound healing. The goal is to find out if postpartum moms may speed up the healing of perineal wounds with a mangosteen peel decoction.  Using a one-group pre- and post-test strategy, this research used a pre-experimental design.  Fifteen women evaluated at TPMB Dhillah Shobirin Malang after giving birth and suffering from second-degree perineal lesions made up the sample. The intervention involved using mangosteen peel decoction for perineal cleansing three times daily for one week. Data were analyzed using the Wilcoxon Sign Rank Test. Before the intervention, all respondents (100%) experienced delayed wound healing (>14 days). After the intervention, 86.7% experienced rapid healing (1–6 days) and 13.3% experienced normal healing (7–14 days). Statistical analysis showed a significance value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the intervention. The mangosteen peel decoction is effective in accelerating perineal wound healing in postpartum mothers. This study recommends the utilization of mangosteen peel as a complementary therapy for postpartum wound care.
DETEKSI DINI STATUS GIZI REMAJA PUTRI MELALUI PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI Indah Mayasari, Senditya; Waifti Amalia
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.58

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendeteksi dini status gizi remaja putri dan meningkatkan pengetahuan gizi melalui pemeriksaan antropometri serta edukasi interaktif di SMP “X” Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 50 siswi kelas VII–IX. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, dan perhitungan IMT), edukasi gizi seimbang dan pencegahan anemia, konseling gizi individual bagi siswi dengan status gizi tidak normal. Hasil pemeriksaan menunjukkan 20% siswi mengalami gizi kurang, 12% gizi lebih, dan 8% obesitas ringan. Edukasi interaktif menggunakan media audiovisual dan leaflet meningkatkan pengetahuan gizi peserta sebesar 35% antara pre-test dan post-test. Sebanyak 15 siswi dengan status gizi tidak normal mendapatkan konseling gizi, yang membantu mereka memahami kondisi dan membuat rencana perbaikan pola makan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan kesadaran kesehatan remaja. Dukungan pihak sekolah dan guru UKS menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program pemantauan gizi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam upaya pencegahan anemia dan masalah gizi ganda pada remaja putri, serta dapat dijadikan model pengembangan pembinaan gizi di sekolah-sekolah lainnya.
Program SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih): Pendekatan Pelatihan dan Pendampingan Kader di Dusun Tawangsari Mayasari, Senditya Indah; Amalia, Waifti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20265

Abstract

Background: Masa nifas merupakan periode krusial dalam menentukan keselamatan ibu pasca persalinan, namun masih banyak ibu yang belum mendapatkan pemantauan kesehatan secara optimal. Di Dusun Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, cakupan kunjungan nifas masih rendah, yaitu hanya 45% ibu nifas yang terpantau minimal dua kali, sementara 60% kader posyandu belum memiliki keterampilan deteksi dini tanda bahaya. Permasalahan rendahnya kunjungan nifas dan minimnya kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini komplikasi menjadi latar belakang dilaksanakannya Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan skrining komplikasi masa nifas dan memperkuat sistem pemantauan berbasis komunitas. Metode: Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan kader, pendampingan lapangan, dan kunjungan rumah. Kader dilatih menggunakan lembar skrining nifas serta media edukasi, kemudian didampingi dalam praktik pemantauan langsung kepada ibu nifas. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 15 kader berhasil dilatih. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan yakni rata-rata skor pretest adalah 53,13 meningkat menjadi 81,25 pada hasil postest. Selain itu, cakupan pemantauan ibu nifas meningkat dari 45% menjadi 82% untuk mendapatkan kunjungan dan pemantauan minimal dua kali selama masa nifas. Kesimpulan: program SEHATI NIFAS terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan memperluas cakupan pemantauan ibu nifas. Intervensi ini berkontribusi pada upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan keselamatan ibu, sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung pencapaian target kesehatan ibu di tingkat komunitas.
Penerapan Edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC) terhadap Keluhan Ibu Postpartum Melalui Asuhan Home Care Senditya Indah Mayasari; Nicky Danur Jayanti
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p134-140

Abstract

Pada masa nifas umumnya banyak masalah atau keluhan yang menyertai ibu postpartum. Pemberian asuhan dan edukasi masa nifas yang benar akan mengurangi adanya ketidaknyamanan dan infeksi puerperium. Salah satu jembatan untuk mengoptimalkan upaya edukasi postnatal adalah melalui keterlibatan keluarga. Ibu dengan dukungan keluarga  melalui  pendekatan Family Centered Maternity Care (FCMC)  diharapkan  memiliki  kemampuan  yang optimal  dalam  beradaptasi  secara  maternal pada masa nifas. Metode penelitian menggunakan menggunakan true experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest Design dengan teknik sampling sampel random sistematik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada ibu postpartum fisiologis sebanyak masing-masing 12 ibu postpartum pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menggunakan Wilcoxon menunjukkan berbeda signifikan jika nilai Z lebih kecil dari -1.960 atau dengan nilai signifikansi kurang dari 0.05. Hasil menunjukkan semua variabel berbeda signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap keluhan ibu postpartum pada kelompok intervensi setelah diberikan eduaksi Family Centered Maternity Care  (FCMC) melalui asuhan home care.