Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

REMAJA PUTRI SEHAT DAN BEBAS KEPUTIHAN DENGAN WASH (Water, Sanitation and Hygiene) Mayasari, Senditya Indah
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6963

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja khususnya pada remaja putri diantaranya adalah fluor albus. Fluor albus adalah keputihan atau istilah yang kerap kali dijumpai keluarnya cairan berlebihan di vagina. Fluor albus terbagi atas dua macam yaitu fluor albus fisiologis (normal) dan fluor albus patologis (abnormal). WASH (Water, Sanitation and Hygiene) mencakup konsep air, sanitasi, dan kebersihan. Kondisi WASH yang buruk dapat berdampak signifikan terhadap personal hygiene sehingga dapat menyebabkan terjadinya kesehatan reproduksi. Siswi di SMA Shalahuddin Malang belum pernah mendapatkan penyuluhan atau edukasi tentang kesehatan reproduksi. 5 dari 6 siswi tidak tahu cara cebok yang benar dan perbedaan keputihan yang normal dan abnormal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan kualitas hidup remaja dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja dan seputar keputihan yang terjadi pada remaja. Hasil dari kegiatan ini tingkat pengetahuan siswi tentang keputihan sebelum dan sesudah diberi penyuluhan mengalami peningkatan 66,7% pada tingkat pengetahuan baik dan dari 15 siswi tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang setelah diberikan penyuluhan. Sejak dini mengetahui dan melakukan upaya pencegahan, dapat menekan prevalensi tingginya kejadian kanker serviks. Sebab keputihan yang tidak segera dilakukan penatalaksanaan dapat memicu timbulnya masalah kesehatan reproduksi khususnya tentang keputihan pada remaja putri saat ini.
“REMBUG GENKU” REMAJA BUGAR GENERASI KUAT DENGAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TRIAD KRR Yuliyanik; Mayasari, Senditya Indah; Rahmawati, Wenny
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6976

Abstract

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat secara fisik, psikis dan intelektual. Menurut Word Health Organization (WHO) tahun 2014 batasan usia remaja adalah 10 – 19 tahun. Beberapa penelitian mengungkapkan remaja memiliki masalah yang cukup serius selama masa peralihannya. Masa peralihan inilah yang membuat remaja rasa ingin tahunya sangat tinggi. Rasa ingin tahu jika tidak mendapatkan informasi yang benar, maka dapat berisiko pada kehidupan remaja tersebut, salah satunya masalah tentang TRIAD KRR. TRIAD KRR adalah Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja yaitu Seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA. Tujuan PKM ini adalah untuk menjaga remaja tetap bugar dalam menghadapi masa peralihan dan terhindar dari masalah yang berkaitan dengan TRIAD KRR. Metode yang dilaksanakan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang TRIAD KRR dan dampaknya. PkM ini dilaksanakan pada siswa kelas IX di SMPN 26 Malang. Kesimpulan dari PkM adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap TRIAD KRR dan dampak yang ditimbulkan. Remaja merupakan generasi penerus bangsa, remaja yang sehat akan membuat negara kuat.
Hidup Berkualitas Bebas Kanker Payudara Dengan Cerdik dan Sadari Pada Remaja Putri Amalia, Waifti; Mayasari, Senditya Indah; Jayanti, Nicky Danur
Surya Abdimas Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i3.5701

Abstract

Penderita kanker payudara telah banyak ditemukan pada usia muda bahkan tidak sedikit remaja putri usia empat belas tahun menderita tumor di payudaranya yang dapat berpotensi menjadi kanker apabila tidak terdeteksi sejak dini. Kemenkes RI telah melaksanakan program deteksi dini kanker payudara yang dikenal dengan metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mengetahui adanya benjolan atau kelainan payudara lainnya. Tujuan utama SADARI adalah menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatannya menjadi lebih baik. Tingginya angka kejadian kanker payudara disebabkan kurangnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini payudara jika mengalami kelainan seperti benjolan. Program pemerintah sebagai upaya preventif adalah dengan promosi kesehatan melalui SADARI dan CERDIK. Penyuluhan pencegahan kanker payudara dengan SADARI dan CERDIK di kalangan remaja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan sikap yang positif dari para remaja mengenai pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja putri untuk melakukan SADARI secara teratur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMKN 2 Malang pada siswi putri kelas 11. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan penyuluhan tentang kanker payudara dan demonstrasi SADARI. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara dan SADARI sebelum diberikan penyuluhan hanya 3 siswi (10,3%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan setelah diberikan penyuluhan seluruh siswi (100%) memiliki pengetahuan baik. Hal ini terbukti bahwa metode penyuluhan dan demontrasi sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku seseorang.
Program SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih): Pendekatan Pelatihan dan Pendampingan Kader di Dusun Tawangsari Mayasari, Senditya Indah; Amalia, Waifti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20265

Abstract

Background: Masa nifas merupakan periode krusial dalam menentukan keselamatan ibu pasca persalinan, namun masih banyak ibu yang belum mendapatkan pemantauan kesehatan secara optimal. Di Dusun Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, cakupan kunjungan nifas masih rendah, yaitu hanya 45% ibu nifas yang terpantau minimal dua kali, sementara 60% kader posyandu belum memiliki keterampilan deteksi dini tanda bahaya. Permasalahan rendahnya kunjungan nifas dan minimnya kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini komplikasi menjadi latar belakang dilaksanakannya Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan skrining komplikasi masa nifas dan memperkuat sistem pemantauan berbasis komunitas. Metode: Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan kader, pendampingan lapangan, dan kunjungan rumah. Kader dilatih menggunakan lembar skrining nifas serta media edukasi, kemudian didampingi dalam praktik pemantauan langsung kepada ibu nifas. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 15 kader berhasil dilatih. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan yakni rata-rata skor pretest adalah 53,13 meningkat menjadi 81,25 pada hasil postest. Selain itu, cakupan pemantauan ibu nifas meningkat dari 45% menjadi 82% untuk mendapatkan kunjungan dan pemantauan minimal dua kali selama masa nifas. Kesimpulan: program SEHATI NIFAS terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan memperluas cakupan pemantauan ibu nifas. Intervensi ini berkontribusi pada upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan keselamatan ibu, sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung pencapaian target kesehatan ibu di tingkat komunitas.
Penerapan Edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC) terhadap Keluhan Ibu Postpartum Melalui Asuhan Home Care Senditya Indah Mayasari; Nicky Danur Jayanti
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p134-140

Abstract

Pada masa nifas umumnya banyak masalah atau keluhan yang menyertai ibu postpartum. Pemberian asuhan dan edukasi masa nifas yang benar akan mengurangi adanya ketidaknyamanan dan infeksi puerperium. Salah satu jembatan untuk mengoptimalkan upaya edukasi postnatal adalah melalui keterlibatan keluarga. Ibu dengan dukungan keluarga  melalui  pendekatan Family Centered Maternity Care (FCMC)  diharapkan  memiliki  kemampuan  yang optimal  dalam  beradaptasi  secara  maternal pada masa nifas. Metode penelitian menggunakan menggunakan true experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest Design dengan teknik sampling sampel random sistematik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada ibu postpartum fisiologis sebanyak masing-masing 12 ibu postpartum pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menggunakan Wilcoxon menunjukkan berbeda signifikan jika nilai Z lebih kecil dari -1.960 atau dengan nilai signifikansi kurang dari 0.05. Hasil menunjukkan semua variabel berbeda signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap keluhan ibu postpartum pada kelompok intervensi setelah diberikan eduaksi Family Centered Maternity Care  (FCMC) melalui asuhan home care.
Gestation Period and Its Bio-Psychosocial and Economic Factors Analysis on Toddler Growth and Development Nicky Danur Jayanti; Senditya Indah Mayasari
Journal of Ners and Midwifery Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v8i1.ART.p026-032

Abstract

The growth and development of toddlers is influenced by hereditary and environmental factors. Genetic factors, biologically have strong influences on toddlers’ growth in their early years of life. While psychologically, a good interpersonal relation of pregnant women with their families will make them more ready to undergo the pregnancy and childbirth. On the other hand, socially, the level of parental education might affect the nutrition intake and parenting patterns. For the economic factor, the level of family income and their ability to provide sufficient nutrition input might affect the nutritional status during gestation. The nutrition input during pregnancy highly contributes to the fetus growth and development. A poor nutrition input during gestation might cause an Intrauterine Growth Retardation (IUGR) and growth and development disorder. This study aimed to analyze the bio-psychosocial and economic factors of gestation period on toddler growth and development. This is a correlational analytic study with 80 mothers and toddlers as the sample. The data was analysed using univariat, bivariate with Chi square and multivariate with logistic regression. The results show that the statistically significant independent variables which influence the growth and development of toddlers are the mother height (p = 0.001), LILA (p = 0.008), family income (p = 0.007), infant birth weight (p = 0.009) and family support (p = 0.013). While the statistically insignificant independent variable is the mother level of education (p = 0.086).