Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Technical Evaluation of Bridge Pier Structural Strengthening to Meet Bridge Class Standards Due to Changes in Structural and Traffic Loads Didik Setyo Purwantoro; Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Alfina Maysyurah
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.9.1.55-69

Abstract

Upgrading bridge specifications from Class B to Class A necessitates a significant increase in structural load capacity. This study evaluates pier P-2, which exhibited capacity discrepancies under new loading standards. The analysis focuses on the stability of existing pile foundations and reinforcement design through modifications to pile-cap dimensions and the addition of piles. The methodology integrates AllPile software with analytical validation via the Chin and Mazurkiewicz methods, alongside axial load tests following ASTM D1143. Structural verification was conducted using the AASHTO LRFD approach to ensure precise load and resistance factors. Static load test results showed a single pile axial capacity of 1,814.23 kN (SF=2). Analysis of the initial 7x3 pile group configuration (21 piles) yielded a total group bearing capacity (Qtg) of 11,995.64 kN. This value is lower than the design axial load (V = 21,228.88 kN), rendering the foundation "unsafe." To achieve stability, reinforcement piles were designed. Utilizing a new static capacity (Qstatic) of 2,875.85 kN (SF=2), the group capacity increased to 12,012.24 kN. With additional reinforcement valued at 16,040.40 kN, the final total capacity (Qtg) reached 28,052.60 kN. This result satisfies safety requirements (Qtg > Vtotal = 23,152.90 kN), confirming the system as "safe." Reinforcement pile depth is set between 38 m to 42 m based on N-SPT values, referencing the calendering results at 34 m.
Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Porous Dengan Superplasticizer Terhadap Nilai Prositas, InFiltrasi Dan Permeabilitas Christovel V. Hendriks; Muhammad Nur Fajar; A. Didik Setyo Purwantoro; Iqbal; Faried Desembardi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v4i02.5481

Abstract

Bahu jalan belum dapat berperan secara signifikan dalam pengelolaan air di sekitar jalan, sehingga terjadi genangan air pada bahu jalan karena kurangnya daerah resapan air pada bahu jalan. Oleh karena itu, bahu jalan harus terbuat dari beton yang mampu mengalirkan air ke tanah agar tidak terjadi genangan air. Beton porous kurang cocok digunakan pada perkerasan yang membutuhkan kuat tekan tinggi. Hal ini disebabkan karena bentuk beton prous mempunyai rongga-rongga sehingga menyebabkan kuat tekan beton prous relatif rendah. Untuk menghindari hal ini, superplasticizer dapat digunakan untuk menaikan kuat tekannya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi superplasticizer terhadap permeabilitas, porositas dan infiltrasi beton porous serta hubungan kuat tekan terhadap permeabilitas, infiltrasi dan porositas berdasarkan variasi superplasticizer. Variasi Superplasticizer yang digunakan sebesar 0%,1%,1.5%, dan 2 % dengan komposisi 5:1. Dari penelitian ini, hubungan kuat tekan dengan permeabilitas, hubungan kuat tekan maka semakin tinggi juga nilai infiltrasi, permeabilitas dan porositas. Penyebab dari hasil analisa tersebut adalah karena adanya penambahan superplasticizer yang membuat nilai kuat tekan beton porous menjadi rendah tetaoi meningkatkan nilai porositas yang mengakibatkan nilai permeabilitas dan infiltrasi juga tinggi.
STUDI PEMANFAATAN KAYU PALAKA SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI DENGAN METODE LAMINASI Hermawan Suprianto; Muhammad Nur Fajar; Alfina Maysyurah; Didik Setyo Purwantoro; Herlina Arifin
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu laminasi atau dikenal sebagai glulam (Glued-laminated timber) pertama kali digunakan di Eropa pada konstruksi auditorium di Basel, Switzerland tahun 1893. Balok laminasi terbuatdari dua atau lebih kayu gergajian yang direkat dengan arah serat sejajar satu dengan yang lain, berbentuk lurus atau lengkung tergantung peruntukannya (Moody et al. 1999). Serrano (2003) menyatakan bahwa pada dasarnya balok laminasi adalah produk yang dihasilkan dengan menyusun sejumlah papan ataulamina diatas satu dengan yang lainnya dan merekatnya sehigga membentuk penampang balok yang diinginkan. Sifat fisik dan mekanik kayu menjadi faktor kunci dalam desain konstruksi kayu. Fokus Penelitian ini pada pengujian kuat lentur kayu dan klasifikasi berdasarkan SNI 7973: 2013 Hasilnya menunjukkan bahwa kuat lentur baik asli maupun laminasi. Setelah melakukan penelitian diperoleh kuat lentur balok kayu asli sebesar 14.758 MPa, balok laminasi silang sebesar 16,06 MPa dan balok laminasi lurus sebesar 16,61 Mpa, penurunan rata-rata sebesar 28,6 Mpa Studi ini memberikan wawasan tentang karakteristik mekanik kayu palaka, mendukung penggunaannya sebagai bahan konstruksi di Papua.
Analisis Pengaruh Konfigurasi Soft Story Terhadap Kinerja Seismik Bangunan Di Kota Sorong Menggunakan Metode Pushover Nurul Hidayah Karrang; Herlina Arifin; Muhammad Nur Fajar; Alfina Maysyurah; Didik Setyo Purwantoro
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong yang terletak pada zona seismik aktif mengalami perkembangan pesat dalam pembangunan infrastruktur, khususnya hotel dan pusat perbelanjaan. Namun, konfigurasi soft story yang sering dijumpai pada bangunan modern berpotensi menurunkan kinerja seismik dan meningkatkan risiko keruntuhan saat terjadi gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku seismik struktur bangunan dengan konfigurasi soft story di Kota Sorong serta mengkaji pengaruh variasi ketinggian kolom pada lantai dasar terhadap kinerja struktur. Metode yang digunakan adalah analisis pushover, yaitu pendekatan statik nonlinier dengan pembebanan lateral bertahap untuk mengevaluasi respons inelastik struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur tanpa soft story mampu mempertahankan perilaku daktail dengan distribusi sendi plastis yang merata pada displacement 0,34 m dan berada pada tingkat performa Immediate Occupancy hingga Life Safety. Sebaliknya, struktur dengan soft story mengalami konsentrasi plastisitas pada kolom lantai dasar yang cepat mencapai kondisi Collapse Prevention, sehingga deformasi tidak terdistribusi ke lantai atas. Variasi ketinggian kolom dari 5 m hingga 8 m memperlihatkan peningkatan signifikan pada drift ratio dan koreksi gaya geser dasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kolom pada lantai dasar, semakin besar kerentanan struktur terhadap beban gempa lateral.
Analisis Performa Dinamik Struktur Portal Rangka Baja Terhadap Gempa Menggunakan Metode Response Spectrum Dan Time History Nur Hadi Laisi Pasau; Herlina Arifin; Wilis Sutiono; Didik Setyo Purwantoro; Asriadi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong memiliki risiko gempa tinggi karena berada di jalur tektonik aktif, namun penerapan struktur rangka baja masih rendah. Mengingat kekuatan dan fleksibilitasnya, struktur baja berpotensi menjadi solusi bangunan tahan gempa, khususnya untuk fasilitas vital seperti rumah sakit. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktur portal rangka baja lima lantai terhadap beban gempa menggunakan tiga skenario analisis: (1) gabungan Response Spectrum dan Time History dengan spectrum matching, (2) Response Spectrum, dan (3) Time History. Pemodelan dilakukan di Software ETABS dengan beban gempa dari data lokal dan gempa Chi-Chi Taiwan yang telah disesuaikan. Hasil menunjukkan metode gabungan menghasilkan base shear lebih rendah dibandingkan metode terpisah, semua metode memenuhi partisipasi massa ≥90%, dan story drift terbesar terjadi pada Time History arah X (264,82 mm), melebihi batas izin 40 mm. Bracing menjadi elemen paling kritis dengan stress ratio >6 (Response Spectrum) dan >11 (Time History), sedangkan kolom dan balok umumnya aman. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan metode analisis gempa yang tepat untuk efisiensi dan keamanan bangunan vital di wilayah rawan gempa.
Pengaruh Media Penyimpanan Tulangan Baja Terhadap laju korosi menggunakan metode Weight Loss Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Didik Setyo Purwantoro; Alfina Maysyurah
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.10356

Abstract

Lingkungan pelaksanaan proyek konstruksi yang berada di sekitar laut ataupun pembangunan yang dilaksanakan saat waktu musim hujan akan menyebabkan korosi pada tulangan jika didiamkan tanpa perlindungan di tempat terbuka. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis laju korosi pada tulangan dengan media korosi yang berbeda-beda. Peneliti menggunakan benda uji besi tulangan dengan diameter 10mm yang akan didiamkan pada media air laut, air hujan, ruang tertutup dan ruang terbuka lalu melewati proses korosi selama 7, 20, 40, dan 65 hari. Tulangan kemudian dianalisis menggunakan metode uii laju korosi weight-loss untuk mengetahui laju korosi tulangan pada media yang digunakan. Media yang menghasilkan nilai laju korosi tertinggi pada tulangan adalah media air laut, kemudian media air hujan, media ruang terbuka, dan yang terendah nilai laju korosinya adalah media ruang tertutup. Hal ini disebabkan oleh kandungan NaCl yang terdapat dalam media air laut akan mempercepat dan meningkatkan laju korosi pada tulangan.