Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perkuatan Beton Ringan Fiber Dengan Mengunakan Anyaman Bambu Zuraidah, Safrin; Hastono, Budi; Juasman, Rikardus Exceliano
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol 4 No 2: September 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i2.4195

Abstract

Along with the rapid development of construction and infrastructure, so the need for concrete materials increases. In the field of engineering the development of concrete materials, from time to time, we always carry out innovations and research for construction materials. The price of steel reinforcement is increasingly expensive so it is very difficult for the middle to lower class to reach. The use of bamboo as a construction material has not proven its scientific quality and there is a lack of public understanding of the mechanical properties of bamboo. In order to provide an understanding and prove the quality of bamboo, this research was conducted by utilizing bamboo as reinforcement in lightweight fiber concrete. This research also uses strapping band type additives and the use of styrofoam as a substitute for coarse aggregate, the use of strapping band waste that is ± 70 mm long with a composition of 0%, 5%, 10%, and 15% of the weight of cement, styrofoam of 20% of the volume. test object. The method used is an experimental method that is carried out in a concrete laboratory.From the results of this study, the volume weight of concrete without woven bamboo was 16.67 kg / m³, decreased by (8.67%), and with woven bamboo was 15.22 kg / m³, compressive strength was 11.23 Mpa, decreased by (24.40%), and with bamboo plaited by 8.49 Mpa, split tensile strength of 1.65 Mpa, decreased by (3.03%), and with bamboo plaited by 1.6 Mpa, on 28 aged concrete days with a strapping band fiber content of 5%.It is recommended to use strapping band fibers of 5% of the weight of cement to obtain the optimum compressive strength and split tensile strength values, while the use of bamboo mat is not recommended for lightweight concrete.
Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan Zuraidah, Safrin; Hastono, Budi
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 1 No. 1: March 2018
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v1i1.801

Abstract

Di Indonesia khususnya penggunaan mortar sudah sangat populer. Dimana dalam membangun sebuah konstruksi beton, mortar selalu digunakan sebagai bagian dari sebuah konstruksi. Tetapi proses pembuatan campuran mortar terkadang masyarakat kurang benar dalam membuat campuran jika ditinjau dari segi ekonomis dan kualitasnya. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian pengaruh variasi komposisi campuran mortar terhadap kuat tekan, dengan dua sampel jenis semen. Mortar menggunakan mortar dari Semen Gresik dan dari Semen Holcim tanpa bahan tambahan lain. penelitian menunjukan bahwa semakin bertambahnya komposisi pasir  maka kuat tekan mortar semakin menurun. Dimana kuat tekan mortar pada umur 28 hari untuk variasi komposisi campuran dengan menggunakan Semen Gresik  1:4 sebesar 9,5 Mpa; 1:5 sebesar 11,68 Mpa; 1:6 sebesar 7,86 Mpa dan 1:7 sebesar 5,31.sedangkan nilai kuat tekan untuk mortar yang menggunakan Semen Holcim berturut sebesar 13,38 Mpa; 12,95 Mpa; 7,65 Mpa dan 3,19 Mpa. Hasil resapan air pada mortar dengan menambahkan jumlah pasir akan mengakibatkan semakin besar nilai penurunan kuat tekan masing –masing variasi mortar.Sehingga campuran plesteran dinding atau spesi untuk merekatkan keramik lantai dan dinding bangunan sederhana mortar yang direkomendasikan adalah komposisi campuran dengan perbandingan semen:pasir 1:5 untuk Semen Gresik dan 1:4 dan 1:5 untuk Semen Holcim.
Optimalisasi Profil Baja IWF Pada Konstruksi Bangunan Parkir Sepeda Motor 4 Lantai (Studi Kasus Gedung Spazio Tower 2, Surabaya) Santina, Azmi Cindi; Zuraidah, Safrin; Hastono, Budi
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v1i2.1145

Abstract

Keterbatasan lahan merupakan penyebab pembangunan pada saat ini dibangun vertikal, begitu pula dengan pembangunan tempat parkir sepeda motor lantai 4 gedung Spazio Tower 2 dengan menggunakan struktur baja. Namun pembangunan tersebut dirasa belum optimal, sehingga perlu direncanakan ulang pemilihan profil baja IWF yang paling optimal pada struktur portal (balok dan kolom) serta tetap dapat menahan beban-beban dalam yang terjadi.Dalam pengoptimalisasian ini perhitungan mengacu pada Spesifikasi untuk Banguna Gedung Baja Struktural (SNI 1729:2015), dan pembebanan mengacu pada Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung  (PPURG 1987) serta pembebanan gempa mengacu pada Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung  (SNI 1726-2002) dengan menggunankan permodelan 2D pada analisis struktur menggunakan SAP2000.Berdasarkan hasil analisis struktur dan perencanaan ulang profil baru pada struktur portal pembangunan tempat parkir sepeda motor 4 lantai dihasilkan profil IWF yang optimal untuk komponen balok memanjang menggunakan  IWF 400 x 200 x 7 x 11, komponen balok melintang  menggunakan IWF 350 x 175 x 6 x 9 dan pada kolom baik memanjang maupun melintang menggunakan IWF 350 x 350 x 10 x 16. Dengan presentase pengurangan pada dimensi sebesar 33% dari eksisting, 45,1 % pada momen nominal terfaktor dan 2,1% pada kuat tekan nominal dibandingkan kondisi eksisting.
Kajian Desain Struktur Beton Bertulang Dengan Struktur Baja (Studi Kasus Pada Pembangunan Gedung H Unitomo) Batak, Inggrid Loiza; Zuraidah, Safrin; Hastono, Budi
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v2i2.1962

Abstract

Recently, a structure that is generally applied to the construction of multi-storey buildings is reinforced concrete structure. Structural steel is rarely used nowadays, yet in fact, the steel structures are still able to compete with reinforced concrete structures. Therefore, this study aims to determine the exact profile dimensions and the comparison of material prices between steel structures and reinforced concrete structures for columns and beams in redesigning H Building of Dr. Soetomo University, Surabaya. The WF profile steel will be used in this redesigning project. The structure is modeled using AutoCAD, and then imported into SAP2000 software. Modeling structure consists of columns, primary beams and secondary beams. The loads reviewed from the design are dead load, live load, wind load and seismic load. From the results of design review obtained, the overall strength of structure rearrangement is safe and it is obtained the beam profile dimensions of B1 WF 600x200x12x20, B2 WF 400x300x9x14 profile, B3 WF 400x300x9x14 profile, B4 WF 350x200x8x12 profile, and B5 WF 175x125x 5.5x8 profile, K1 WF 400x400x18x28 column profile, and K2 WF 400x400x21x21 column profile. The use of steel structures as a substitute for reinforced concrete structures for columns and beams in the building is a way more expensive with the percentage of steel structure 149.13% more expensive than reinforced concrete structure.
Perkuatan Beton Ringan Fiber Dengan Mengunakan Anyaman Bambu Zuraidah, Safrin; Hastono, Budi; Juasman, Rikardus Exceliano
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 2: September 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i2.4195

Abstract

Along with the rapid development of construction and infrastructure, so the need for concrete materials increases. In the field of engineering the development of concrete materials, from time to time, we always carry out innovations and research for construction materials. The price of steel reinforcement is increasingly expensive so it is very difficult for the middle to lower class to reach. The use of bamboo as a construction material has not proven its scientific quality and there is a lack of public understanding of the mechanical properties of bamboo. In order to provide an understanding and prove the quality of bamboo, this research was conducted by utilizing bamboo as reinforcement in lightweight fiber concrete. This research also uses strapping band type additives and the use of styrofoam as a substitute for coarse aggregate, the use of strapping band waste that is ± 70 mm long with a composition of 0%, 5%, 10%, and 15% of the weight of cement, styrofoam of 20% of the volume. test object. The method used is an experimental method that is carried out in a concrete laboratory.From the results of this study, the volume weight of concrete without woven bamboo was 16.67 kg / m³, decreased by (8.67%), and with woven bamboo was 15.22 kg / m³, compressive strength was 11.23 Mpa, decreased by (24.40%), and with bamboo plaited by 8.49 Mpa, split tensile strength of 1.65 Mpa, decreased by (3.03%), and with bamboo plaited by 1.6 Mpa, on 28 aged concrete days with a strapping band fiber content of 5%.It is recommended to use strapping band fibers of 5% of the weight of cement to obtain the optimum compressive strength and split tensile strength values, while the use of bamboo mat is not recommended for lightweight concrete.
Studi Analisa Atap Rangka Baja Model Paralel dan Segitiga Berdasarkan SNI 03-1729-2002 Safrin Zuraidah; Budi Hastono; Yasir Arofat
AGREGAT Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.798 KB) | DOI: 10.30651/ag.v3i2.2273

Abstract

AbstractSteel trust roof for industrial buildings has a variety of models, including Gable frame model , Parallel, Polenciou, Triangle, and others. Each model has different strengths in accepting loads that work on building structures. The purpose of this study was to compare steel frame horses Parallel Model and Steel Triangle using a double-angled foot profile based on SNI 03-1729-2002 which resulted in a robust and efficient design with a stretch of 20 m and 30 m. From the analysis, it is found that the steel roof structure uses the most efficient foot double foot profile on the span of 20 m and 30 m that is parallel model compared to the triangle model of the total weight percentage of 3.66%. 8.57% of the total weight of the triangle model. Keywords :  profile, design, efficient, parallel, triangle AbstrakAtap rangka baja untuk bangunan industri mempunyai berbagai macam model, diantaranya model batang Tunggal Parallel, Polenciou, Segitiga, dan lai-lain . Masing-masing model  mempunyai kekuatan yang berbeda-beda dalam menerima beban yang bekerja pada struktur bangunan. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan atap  rangka baja  Model Paralel dan Segitiga baja mengunakan profil double siku sama kaki berdasarkan SNI 03-1729-2002 yang menghasilkan desain yang kuat dan efisien dengan lebar bentangan 20 m dan 30 m. Dari  hasil analisa yang didapatkan, bahwa struktur atap baja mengunakan profil double siku sama kaki yang paling efisien pada  bentangan 20 m dan 30 m yaitu model paralel dibandingkan model segitiga dari prosentase berat total masing-masing sebesar 3,66%. 8,57% dari berat total model segitiga. Kata kunci : profil, desain, efisien, paralel, segitiga 
Teknologi Pembuatan Beton Ringan untuk Panel Dinding dengan Perkuatan Anyaman Bambu Safrin Zuraidah; Bambang Sujatmiko; Wisnu Abiarto; Nelson Xavier
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6578

Abstract

AbstractCurrently, lightweight concrete for wall panels is in high demand for building construction work because the installation is faster and neater. The use of its filling material influences its performance. Bamboo has high tensile strength, and it is therefore used as material for reinforcing concrete as a substitute for steel. This study aimed to find alternative building materials that are cheaper, easier to obtain, and environmentally friendly. The research method was carried out experimentally in the laboratory to produce lightweight concrete mixtures using coarse aggregate from 20% pumice stone since the structural load is lighter and gives reinforcement by adding bamboo woven. This reinforced structure is coated with cement paste and water in the ratio of 1: 1. The test specimens used have the size of 15 x 30 cm in the amount of 12 cylinders for the compressive and tensile strength test at 28 days and 8 x 20 x 60 cm panel size of 6 pieces for the flexural. The results showed that with the addition of woven bamboo, the unit weight tests were 1461.49 kg / m3 heavier, 11% produced 21 MPa by 35.71%. However, without the woven, it produced 2.41 MPa by 31.37%, and in the flexural strength test, it was increased to 3.63 MPa by 7.63% compared to those without bamboo. Therefore, it is recommended to use lightweight concrete with bamboo woven for wall panels. Key Words: unit weight, compressive strength, tensile strength, flexural strength. AbstrakSaat ini, Beton ringan (lightweight concrete) untuk panel dinding banyak diminati oleh masyarakat untuk pekerjaan konstruksi bangunan karena ringan, pemasangannya lebih cepat dan lebih rapi. Pemakaian material bahan pengisi beton ringan berpengaruh pada performancenya. Bambu mempunyai kekuatan tarik yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan alternative tulangan beton pengganti besi tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari material bangunan alternatif yang lebih murah, mudah didapat, dan ramah lingkungan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium untuk membuat campuran beton ringan yang menggunakan agregat kasar dari batu apung (pumice stone) 20% terhadap berat agregat kasar untuk mengurangi berat volume agar beban struktur lebih ringan dan memberi perkuatan dengan menambah anyaman bamboo, yang sebelum digunakan dilapisi pasta semen dengan komposisi semen dan air 1:1 yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatannya. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder ukuran 12 x 30 cm sejumlah 18 buah silinder untuk uji Kuat Tekan dan uji Kuat Tarik belah pada umur 28 hari dan panil ukuran 8 x 20 x 60 cm sejumlah 6 buah untuk uji Kuat Lentur pada umur 28 hari. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan ditambahkan anyaman bambu, untuk uji berat volume hasilnya 1461,49 kg/m3lebih berat 11,14% dibandingkan dengan yang tanpa anyaman bambu. Sedangkan uji Kuat Tekan hasilnya 21 MPa mengalami kenaikan 35,71% dibandingkan yang tanpa anyaman bambu, untuk uji Kuat Tarik Belah hasilnya 2,41MPa mengalami kenaikan 31,37% dibandingkan yang tanpa anyaman bambu. Pada uji Kuat Lentur hasilnya 3,83MPa mengalami kenaikan 7,63% dibandingkan benda uji Panil yang tanpa anyaman bamboo. Dengan demikian, maka dapat direkomendasikan bahwa beton ringan dengan anyaman bamboo dapat digunakan untuk panil dinding. Kata Kunci: berat volume, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur.
Model Rancangan Way Finding Masjid Al – Khoory Universitas Muhammadiyah Surabaya Muhammad Deriel Ari Pranata; Zuraida Zuraida; Vippy Dharmawan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2305

Abstract

Fungsi dari sebuah lingkungan buatan akan berjalan secara optimal apabila sistem way finding yang ada dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna lingkungan tersebut. Way finding adalah proses perpindahan pengguna dari lokasi yang lama menuju lokasi yang baru dengan bantuan elemen – elemen yang ada disekitarnya. Masjid yang merupakan sebuah lingkungan buatan yang difungsikan untuk tempat beribadah umat muslim haruslah terletak di lokasi yang strategis, agar mudah terlihat dan dijangkau oleh muat muslim ketika ingin beribadah. Tidak sejalan dengan hal tersebut, ternyata letak Masjid Al-Khoory Universitas Muhammadiyah Surabaya, kurang strategis dan membuat pengguna masjid khususnya pengguna baru kebingungan untuk menemuka lokasi Masjid Al-Khoory Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hal tersebut dibuktikan dari jawaban responden yang menyetujui letak masjid kurang strategis sehingga membuat kebingungan untuk menemukan lokasi masjid tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan skala likert. Model rancangan way finding merupakan solusi yang tepat bagi permasalahan lingkungan buatan ketika tidak memiliki lokasi yang strategis, elemen – elemen arsitektur yang berwujud aspek way finding dapat membantu pengguna untuk menemukan lokasi yang diinginkan tanpa mengalami dis-orientsasi.
PENANGGULANGAN MASALAH BANJIR DAN PENGOLAHAN SAMPAH MANDIRI DENGAN METODE TAKAKURA (DESA BERBEK KECAMATAN WARU SIDOARJO) safrin zuraidah; bambang sujatmiko; maulidyah octaviani bustamin
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 2 No 2 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.851 KB) | DOI: 10.36456/abadimas.v2.i2.a1754

Abstract

Waste has become a problem that is really worrying everywhere. If you pay close attention, there are indeed a number of factors that cause waste problems to become serious. First, population growth. Second, more and more instant food with plastic packaging. Third, the habit of littering, the habit of consuming instant food in packaging, to the habit of throwing garbage without sorting between organic and non-organic waste will damage the ecosystem. The same problem is also experienced by Berbek Village in Sidoarjo Regency, the problem of waste and flooding that is always faced by the city cannot only be the responsibility of the government, but the community as one of the producers of household waste should always help reduce the amount of waste. Thisneeds to provide an understanding to the community of environmental concerns, especially regarding household waste management and water conservation for the future based on water conservation. The results achieved from this activity are that the village community is aware of and understands the importance of a clean environment, there is no garbage scattered, puddles or floods can be reduced, and are able to practice independent waste management methods.
Serbuk Kapur Sebagai Cementitious Pada Mortar Safrin Zuraidah
Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2017): JURNAL REKAYASA TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/rjrs.v2i1.192

Abstract

  Mortar adalah terdiri dari campuran bahan-bahan agregat halus, semen sebagai bahan perekat dan air sebagai bahan pembantu untuk reaksi kimia selama proses pengerasan berlangsung. Pada umumnya masyarakat menggunakan serbuk kapur untuk campuran mortar karena harganya lebih murah dibandingkan semen, tetapi belum diketahui sejauh mana kekuatannya.Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis melakukanpenelitian serbuk kapur sebagai cementitiouspada mortardengan komposisi 0%, 25%, 75% dan 100% dari berat semen.. Tujuannya untuk mendapatkan komposisi serbuk kapur yang optimum dalam mortar bila ditinjaudari kuat tekan, resapan dan berat jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya komposisi serbuk kapur maka kuat tekan tekan mortar semakin menurun. Kuat tekan mortar pada umur 28 hari dengan variasi komposisi 0% sebesar 9,76 MPa, 25% sebesar 7,65 MPa, 50% sebesar 4,67 MPa, 75% sebesar 4,67 dan 100% sebesar 1,18 MPa. Hasil tes resapan mortar dengan mengunakan serbuk kapur akan semakin besar seiiring dengan bertambahnya variasi campuran serbuk kapur, sedangkanberat jenis mortar dengan mengunakan serbuk kapur akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya variasi campuran serbuk kapur. maka tidak dapat direkomendasikan serbuk kapur untuk mortar struktur, tetapi substitusi serbuk kapur dengan komposisi 25% dari berat semen masih dapat dipakai untuk campuran mortar non struktur yaitu untuk pasangan batu bata dan plesteran dinding.