Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penambahan Bahan Aditif Polymer Polierta Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton Safrin Zuraidah; Muhammad Khaidir; Wisnu Abiarto
Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2018): Rekayasa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/rjrs.v3i1.418

Abstract

ABSTRAK : Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kuat tekan beton  , yang dilakukan dengan memberikan zat aditif, diantaranya adalah Polymer Polierta dan Fly Ash. Jumlah benda uji  27 sampel yang dibagi menjadi tiga jenis beton dengan kadar air 130Kg/m3, 150Kg/m3, 190Kg/m3  , dengan kadar aditif 1.1%, 1%, dan 0%. Metode rancangan campuran (mix design) menggunakan British mix design method sesuai aturan SNI 03-2834-2000. Benda uji menggunakan zat aditif Polymer Polierta konsentrasi 1% terhadap berat total semen dan fly ash, dengan kadar air 150 kg/m³ menghasilkan slump flow 61cm dan kuat tekan sebesar 191,82 Kg/cm² pada umur 1 hari, 380,63 Kg/cm² pada umur 7 hari dan 608,37 Kg/cm² pada umur 28 hari. Sedangkan untuk beton dengan kadar air 130 kg/m³ dengan zat additif 1,1% menghasilkan slump flow 63cm dan kuat tekan 317,62 Kg/cm² pada umur 1 hari, 368,36 Kg/cm² pada umur 7 hari dan 641,96 Kg/cm² pada umur 28 hari. Beton dengan penambahan zat additif Polymer Polierta meningkatkan kuat tekan dibandingkan dengan beton normal namun memperlambat waktu ikat atau pengerasannya. Direkomendasikan penggunaan kadar air 130 Kg/m³ dan penambahan zat additif Polymer Polierta 1,1% dari berat total semen dan fly ash untuk mendapatkan kuat tekan yang optimum pada beton mutu tinggi. 
PEMANFAATAN LIMBAH STRAPPING BAND dan STYROFOAM dengan MENGGUNAKAN PASIR MOJOKERTO untuk BATA RINGAN SAFRIN ZURAIDAH; Bambang Sujatmiko; Jeremias Gualdin F
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.848

Abstract

Limbah strapping band dan styrofoam dari bekas kemasan untuk makanan dan pengikat kemasan elektronik saat ini banyak digunakan di pusat pembelanjaan, hal ini akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan , karena limbah strapping band dan styrofoam yang berbahan dasar plastik dan sulit diurai oleh tanah. Dalam rangka mengurangi limbah yang berbahan plastic untuk menjaga pelestarian lingkungan dengan upaya memanfaatkan limbah tersebut sebagai bahan penyusun dalam campuran bata ringan. Penelitian ini bertujuan untuk pemamfaatan limbah fiber strapping band dan styrofoam untuk campuran penyusun bata ringan dengan menguji terhadap Kuattekan dan berat volume bata ringan. Dalam penelitian ini penambahan fiber Strapping Band dengan panjang 40 mm dan 50 mm dan komposisi0%, 3%, 6%, 9% terhadap berat semen, styrofoam 20 % dan foam agent 0,6 l/m3. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium material beton. Benda uji Berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan jumlah benda uji 72 untuk pengujian kuat tekan, kuat tarikbelah dan Berat Volume pada umur 21 dan 28 hari. Dari hasil penelitian ,terjadi peningkatan terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah , sedangkan berat volume mengalami penurunan yang signifikan setelah penambahan serat fiber strapping band, Kuat tekan maksimum terjadi pada komposisi serat fiber strapping band 9% sebesar 7,445 Mpa (meningkat139,4%) dan kuat tarik belah sebesar 0,94 Mpa (meningkat54,1%), sedangkan berat volume hasilnya 1421 kg/m3 (lebihringan2,34%), bila dibandingkan dengan bata ringan tanpa serat. Berat volume standart beton ringan antara 600 - 1600 kg/m3
PENGGUNAAN SERAT POLYPROPHYLENE DARI LIMBAH STRAPPING BAND TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON RINGAN Zuraidah, Safrin; Sujtmiko, Bambang; Hastono, K Budi; Lidia, Maria Adelina
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 2 No 1 (2018): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2018
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.936 KB)

Abstract

Perkembangan pembangunan sangat pesat terutama dibidang konstruksi yang mendorong meningkatnya kebutuhan akan bahan bangunan termasuk beton. Untuk menjawab persoalan tersebut perlu dilakukan sebuah inovasi untuk mendapatkan bahan bangunan yang berkualitas. Dalam penelitian ini menambahkan limbah serat polyprophylene dari bahan strappingband ke dalam campuran beton ringan untuk memperbaiki kinerja beton terutama kuat tarik belahnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini antara lain variabel bebas yaitu persentase penambahan serat polyprophylene dari bahan strappingband FS- 0%, FS-3%, FS-6% FS-9% dan variabel tak bebas yaitu workability yang dinyatakan dalam nilai slump kuat tekan dan kuat tarik belah beton ringan. Adapunm faktor lain seperti susunan gradasi, bentuk dan ukuran gradasi, proporsi campuran, bahan, perawatan selama proses pengerasan dan sebagainya dianggap sebagai variabel yang tidak berpengaruh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Hasil Beton ringan dengan penambahan fiber strapping band pada umur 28 hari terdapat pada ( FS-9%), kuat tekan maksimum sebesar 8,58 N/mm2 dan kuat tarik belah maksimum terdapat ( FS-9% ), sebesar 0,45 N/mm2.. Sedangkan berat volume sebesar 1140 kg/m3. Lebih ringan dari beton ringan yang mengandung agregat – agregat ringan dan mempunyai berat jenis 1900 kg/m3 Menurut SNI 03-2847-2002.
PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM UNTUK BAHAN BATA RINGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH Sujatmiko, Bambang; Zuraidah, Safrin; Hastono, K. Budi; Mahendra, Raka
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 2 No 1 (2018): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2018
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.123 KB)

Abstract

Perkembangam teknologi telah memunculkan banyak inovasi untuk mengurangi bobot bata beton yang digunakan pada bangunan gedung. Bata ringan memiliki berat jenis lebih ringan dari pada bata beton pada umumnya, yaitu berkisar 600-1600 kg/m3 sesuai SNI 03-2461-2002. Hal ini dapat juga ditemukan pada bata ringan dengan campuran styrofoam, dimana limbah styrofoam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian menganalisa pengaruh komposisi Styrofoam dan untuk mendapatkan komposisi optimum kuat tekan dan kuat tarik belah maksimum. Metode penelitian eksperimen di laboratorium dengan bahan campuran pasir silika, semen, foam agent dan limbah styrofoam. Dalam pembuatan benda uji ada beberapa variasi komposisi styrofoam sebagai berikut STR0%; STR-10% ; STR-20%; STR-30% ; STR-40% dengan campuran semen : pasir sebesar 1 : 4,. Simpulan dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan optimum pada campuran styrofoam komposisi STR-20%. sebesar 2,358 Mpa. Ini membuktikan bahwa tambahan styrofoam pada komposisi STR-20% sangat berpengaruh terhadap lingkungan agar dapat mengurangi limbah, dan hasil kuat tarik belah optimum terjadi pada presentase STR-10% pada umur 28 hari, dengan kuat tarik belah sebesar 0,259 Mpa.
Redesain Sistem Drainase Area Gedung A,B,C,D,E dan F di Kampus UNITOMO Asid, Nurul Jannah; Zuraidah, Safrin; Susilo, Yunus; Nugroho, Wisnu Abiarto; Ridlwan, Yusuf
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 1 (2024): Vol. 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n1.p11-17

Abstract

Gedung A, B, C, D, E, dan F adalah Gedung yang digunakan untuk perkuliahan dan kantor bagi aktivitas dosen dan tendik di Universitas Dr Soetomo. Pada saat terjadi hujan dengan intesitas yang lama sering terjadi banjir. Banjir menyebabkan aktivitas terganggu dan rentan untuk merusak dokumen dan peralatan penting yang ada pada Gedung tersebut. Banjir terjadi karena saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik, beda tinggi lahan yang tidak beraturan, beda tinggi dengan saluran pembuangan yang lebih rendah, sehingga mengakibatkan air cenderung tidak berjalan dan menggenang. Studi ini akan mengkaji saluran drainase yang ada untuk mengetahui kondisi eksisting saluran dilanjutkan dengan analisa hidrologi untuk mengetahui limpasan debit yang harus ditampung, analisa hidrolika untuk menentukan dimensi saluran, dan analisis kontur tanah untuk menentukan arah aliran air. Berdasarkan temuan analisis, penelitian akan didapatkan rencana drainase terbaru dan rekomendasi sumur resapan. Hasil penelitian didapatkan dari 21 Saluran 17 Saluran memiliki dimesi yag tidak bias menampung air limpasan. Perencanaan ulang desain saluran drainase terbuat dari U-Ditch dengan ukuran 0,3 x 0,3 m – 0,5 x 0,7 m. a. Kebutuhan sumur resapan pada area lapangan Gedung f sampai pintu masuk kampus adalah 40 titik dengan ukuran panjang 1,2 m, lebar 1 m dan tinggi 3 m.
Perbandingan Antara Metode Static Equivalent Dan Response Spectrum Pada Perencanaan Gedung Asrama Universitas Dr. Soetomo Menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Abid, Abid Maulidan Fauz Alakbar; Hastono, K. Budi; Zuraidah, Safrin
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n2.p118-126

Abstract

Universitas Dr. Soetomo Surabaya memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. Sehingga mahasiswa-mahasiswi ini membutuhkan sebuah tempat tinggal yang dekat dengan kampus. Disisi lain, Universitas Dr. Soetomo Surabaya memiliki lahan seluas ± 2.976,48 m2 di belakang Gedung F.. Terdapat dua metode analisa beban gempa, yaitu analisis statis berupa analisa static equivalent maupun dinamis berupa response spectrum dan time history analysis. Jurnal ini dimaksudkan untuk membandingkan dimensi penampang maupun penulangan antara kedua beban tersebut pada sebuah gedung asrama 7 lantai dengan menggunakan Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang merujuk pada SNI 2847-2019, SNI 1726-2019, serta SNI 1727-2019. Sedangkan beban gempa yang digunakan adalah beban gempa static equivalent dan response spectrum . Berdasarkan hasil analisa, didapat hasil bahwa kontrol rasio partisipasi massa dari kedua beban gempa telah mencapai syarat minimum, serta gaya dalam yang dihasilkan gempa response spectrum lebih besar dibanding static equivalent . Sehingga dari hasil ini didapatkan dimensi struktur primer analisa beban gempa response spectrum akan lebih besar yaitu 50/75 cm pada balok dan 90/90 cm pada kolom, sedangkan pada analisa static equivalent sebesar 40/60 cm pada balok dan 75/75 cm pada kolom. Kata Kunci : Asrama, Gedung Beton Bertulang, Response spectrum, SRPMK, Static equivalent
Baksos Trauma Healing Masyarakat Terdampak Bencana Erupsi Gunung Semeru: Pengungsi di Balai Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Suprijati, Jajuk; Sayidah, Nur; Listyaningsih, Listyaningsih; Zuraidah, Safrin; Tyas, Alvy Mulyaning
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.578 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v6i2.20241

Abstract

Trauma healing pada korban erupsi gunung Semeru sangat diperlukan. Kerusahan harta benda karena tertimbun abu vulkanik dan adanya korban jiwa tentunya akan menimbulkan problem psikologis bagi para korban, yaitu problem kecemasan, stress dan trauma. Untuk penyembuhan trauma ini sangat diperlukan dukungan dari perguruan tinggi dan masyarakat dalam membantu korban untuk bisa memulihkan kondisi emosi korban dari rasa cemas, stress dan trauma. Pimpinan Wilayah Wanita Islam Jawa Timur beserta Pimpinan Daerah Wanita Islam Lumajang sebagai daerah terdampak erupsi berpartisipasi mengambil bagian untuk membantu korban erupsi gunung Semeru dalam proses penyembuhan trauma atau trauma healing. Pelaksanaan trauma healing ini dilakukan di desa Penanggal kecamatan Candipuro pada dua lokasi pengungsian yaitu pengungsian di balai desa dan di tanah lapang. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu para pengungsi korban erupsi gunung Semeru agar dapat mengatur emosi dari kecemasan , stress dan trauma. Juga menyakinkan korban bahwa mereka tidak sendiri akan selalu ada orang baik yang akan memberikan pertolongan baik dari pemerintah atau dari masyarkat. Metode yang digunakan dalam dalam pemulihan trauma ini dilakukan dengan metode ceramah dan membagikan bingkisan untuk orang dewasa dan anak-anak juga bantuan tunai. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa para korban erupsi dapat menunjukkan kemampuan mengontrol emosi nya dan selalu bersabar menghadapi bencana yaitu erupsi gunung semeru.
Penggunaan Limbah Batang Eceng Gondok untuk Beton Fiber Unitomo, Sipil; Zuraidah, Safrin; Hastono, K Budi; Trisnawati, Elisabet; Sumaryam, Sumaryam
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 4 No 2 (2022): Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p96-101

Abstract

Eceng gondok adalah jenis tanaman gulma tumbuhan air yang mengapung yang pertumbuhannya sangat cepat, hal ini menimbulkan masalah lingkungan, seperti terganggunya ekosistem perairan, menghambat transportasi air, mengurangi daya tampung sungai. Dalam satu sisi perkembangan teknologi tentang material beton yang sangat pesat terutama dalam hal peningkatan performance nya dengan menggunakan serat / fiber sebagai bahan tambahan untuk campuran beton, Tujuan penelitian untuk  mengetahui pengaruh penambahan limbah serat eceng gondok dengan komposisi 0%; 0,05%; 0,15%; 0,25% dan 0,35% dari berat semen bila ditinjau terhadap kuat beton. Metode penelitian eksperimental dengan benda uji silinder 15 x 30 cm berjumlah 45 buah  untuk Kuat Tekan dan 15 buah uji untuk Kuat Tarik Belah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Kuat Tekan beton pada umur 28 hari, limbah tanpa serat eceng gondok 23,11 MPa, pada penambahan komposisi  serat hasilnya: 22,45 MPa; 21,03 Mpa; 19,15 Mpa;  17,17 MPa, Sedangkan untuk Uji Kuat Tarik Belah beton 0% sebesar 2,15 MPa, penambahan komposisi limbah hasilnya 1,98 MPa; 1,86 Mpa; 1,77 Mpa; 1,58 Mpa,  mengalami penurunan secara signifikan.  Dengan demikian penggunaan serat eceng gondok dalam campuran beton tidak direkomendasikan.
Pengaruh Penambahan Fiber Paku Terhadap Kuat Tekan dan Tarik Belah Beton Zuraidah, Safrin; Antow, Aldio Kevin; Sujatmiko, Bambang; Hastono, Budi
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 5 No 2 (2023): Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v5n2.p119-126

Abstract

Tujuan dari penelitian ini memperbaiki kelemahan beton yaitu mudah retak apabila kena beban tarik. Oleh karena beton memiliki kuat tarik yang rendah, maka banyak penelitian tentang beton yang telah dilakukan dengan menambah jenis serat, alami, serat sintetis, maupun serat logam untuk meningkatkan kuat tarik beton. Dalam penelitian ini mengunakan serat paku yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan serat paku kuat tekan dan kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Metode penelitian eksperimental dengan menggunakan benda uji silinder 150x300 mm sebanyak 60 benda uji untuk uji tekan dan uji kuat tarik belah, sedangkan uji porositas menggunakan silinder 5 x 10 cm. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini antara lain variabel bebas yaitu persentase penambahan paku 0% ,0,5%, 1%, 1,5% 2% dari berat pasir dan variabel tak bebas yaitu kuat tekan, kuat tarik belah beton dan porositas. Hasil penelitian dengan kadar penambahan serat paku sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5% dan 2% kuat tekan beton adalah sebesar 16,51 MPa; 16,51 MPa; 20,28 MPa; 29,99 MPa; dan 27,16 MPa. Sedangkan hasil pengujian kuat tarik belah beton masing-masing adalah sebesar 2,50 MPa; 2,59 MPa; 2,64 MPa; 3,11 MPa; dan 2,97 Mpa, mengalami peningkatan maksimum pada kadar 1,5% terhadap berat pasir.
Construction Study on Rodalink Showroom Building: Studi Konstruksi Baja pada Bangunan Gedung Showroom Rodalink Isda, Is'datul Rofikoh; Safrin Zuraidah; K. Budi Hastono
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 7 No 1 (2025): Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v7n1.p86-94

Abstract

The Rodalink showroom is an existing four-story building constructed of reinforced concrete. To compare the different material requirements, a construction study of this building was conducted using a steel structure based on SNI 1729:2020. First, the steel structure was modeled using AutoCAD, then the structural analysis was carried out with the ETABS program. The steel structure consists of main beam elements namely WF 350.175.6.9, WF 350.175.7.11, WF 350.250.9.14, and WF 350.250.8.12.  For the sub-beams, the optimal profile is WF 300.200.8.12, while for the column profile is WF 400.300.10.16, and for the X-bracing component is WF 300.200.8.12. The material cost comparison shows that the steel structure portal is 95.45% more expensive with a total cost of IDR 826,467,401 compared to the concrete structure portal of IDR 422,863,490. The high cost of steel structure materials is due to the high cost of production and raw materials, complex manufacturing processes, and additional protection required to prevent corrosion. The price does not include labor costs. Concrete construction takes longer than steel construction, so the potential labor costs for concrete structures tend to be higher.