Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : borneo nursing journal

Analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Pemberian Pijat Refleksi Kaki Pada Titik LV 3 (Taichong) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Hemodialisa RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Ramadhani, Risma; Septiawan, Taufik; Masnina, Rusni; Hidayat, Faried Rahman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.699

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit global yang tiap tahunnya terus meningkat pesat. Salah satu komplikasi yang di timbulkan dari penyakit ginjal ialah hipertensi. Hipertensi merupakan konsekuensi dan komplikasi yang sering terjadi pada penyakit parenkim ginjal. Hipertensi juga dianggap sebagai salah satu kondisi komorbid yang paling umum terkait dengan CKD. Salah satu cara mengatasi permasalahan tekanan darah tinggi pada pasien CKD ialah dengan terapi non farmakologis seperti pijat refleksi kaki LV 3 dapat digunakan sebagai intervensi pendamping dan tambahan mengontrol nilai tekanan darah.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengalisa praktik keperawatan melalui intervensi pijat refleksi kaki LV 3 terhadap nilai tekanan darah di ruang hemodialisa RSUD Parikesit Tenggarong.Metode:asuhan keperawatan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan nilai tekanan darah setelah di berikan pijat refleksi kaki LV 3 secara teratur selama 3 kali pertemuan di dapatkan nilai tekanan darah hari pertama sebelum intervensi 165//90mmHg setelah intervensi 140/90 mmHg, hari kedua tekanan darah sebelum intervensi 180/100 mmHg sesudah intervensi 160/90 mmHg, hari ketiga tekanan darah sebelum intervensi 170/100 mmHg setelah intervensi 150/90 mmHg . Intervensi pijat refleksi kaki LV 3 efektif sebagai terapi tambahan dalam pengontrolan tekanan darah pasien CKD  dan dapat di rekomendasikan sebagai asuhan keperawatan holistik.
Analisis Inovasi Mengunyah Permen Karet Rasa Mint (Xylitol) Terhadap Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong Nurjanah, Nurjanah; Septiawan, Taufik; Masnina, Rusni; Hidayat, Faried Rahmat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.753

Abstract

Latar Belakang: Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis harus membatasi asupan cairan untuk mencegah kelebihan volume cairan. Namun, pembatasan cairan sering menimbulkan keluhan mulut kering dan rasa haus yang dapat menurunkan kenyamanan serta kepatuhan pasien. Rasa haus yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah stimulasi oral melalui mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol). Tujuan: Menganalisis praktik klinik keperawatan mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) terhadap pengendalian rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Metode: Penulisan ini menggunakan metode analisis kasus kelolaan dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi inovasi berupa mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) diberikan sesuai rencana keperawatan, dan tingkat rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbaikan pengendalian rasa haus dan asupan cairan setelah intervensi. Evaluasi rasa haus menggunakan VAS menunjukkan penurunan skor dari rentang 5–7 (haus sedang–berat) menjadi 1–3 (haus ringan). Selain itu, kondisi mukosa bibir mengalami perbaikan dari tampak kering menjadi lebih lembab selama periode intervensi. Kesimpulan: Mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu mengontrol rasa haus dan mendukung manajemen cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.