Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran IPS SD Syafruddin, Syafruddin; Azzmi, Muhammad; Yanti, Inda Hadi; Aulia, Putri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 1 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i1.457

Abstract

Pendidikan karakter bagian dari pembentuk sikap yang dimiliki siswa agar menjadi lebih baik lagi.Pendidikan IPS merupakan mata pelajaran yang memuat tentang kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode pada penelitian ini yaitu kualitatif jenis studi pustaka. Teknik pengumpulan data   yang digunakan peneliti yaitu teknik studi literatur maupun internet searching. Studi literatur ini  yaitu kegiatan yang mengumpulkan data seperti artikel yang berhubungan dengan tema penelitian,  membaca, maupun mencatat dan mengolahnya.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pendidikan karakter melalui pembelajaran IPS SD. Hasil penelitian yaitu penanaman pendidikan karakter siswa bisa ditanamkan maupun dikembangkan melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Implementasi Lagu Daerah “Nahu Ma Dawara” Sebagai Sarana Komunikasi Sosial Deswita, Ririn; Azzmi, Muhammad; Nadiatun, Nadiatun; Yulisan, Yulisan; Yuniar, Vira; Zabil, Muhamad; Putri, Regina; Rogayanti, Nur; Nurfataniah, Nurfataniah; Irmaningsih, Irmaningsih
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i4.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi komunikasi sosial dalam lagu daerah “Nahu Ma Dawara” sebagai representasi realitas sosial masyarakat Bima. Lagu ini diciptakan oleh kelompok mahasiswa PGSD STKIP Taman Siswa Bima dan mengandung nilai-nilai budaya serta pesan kemanusiaan tentang kesetaraan dan cinta lintas kelas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk menafsirkan makna simbolik dan nilai sosial yang terkandung dalam lirik lagu. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kajian pustaka yang relevan dengan teori komunikasi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu “Nahu Ma Dawara” berfungsi sebagai media komunikasi sosial yang mampu menumbuhkan empati, kesadaran sosial, dan pemahaman terhadap nilai kemanusiaan. Lagu ini juga memperlihatkan bagaimana musik lokal dapat menjadi sarana refleksi terhadap fenomena sosial di masyarakat Bima. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya mengintegrasikan lagu daerah dalam pembelajaran dan kegiatan budaya untuk memperkuat identitas lokal serta menumbuhkan nilai-nilai sosial di kalangan generasi muda.
Identity negotiation and cross-cultural strategies of Young Southeast Asian Leaders Initiative participants Yozani, Ringgo Eldapi; Arifin, Mohd Yahya Mohammed; Octavianti, Meria; Sari, Genny Gustina; Handoko, Tito; Azzmi, Muhammad
Manajemen Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher E
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v10i2.67617

Abstract

Background: Existing research on face negotiation tends to overlook short-term leadership exchange programs, resulting in a limited understanding of how participants navigate the contrasting communication styles between Southeast Asian high-context cultures and the low-context culture of the United States. Purpose: This study aims to examine the intercultural communication strategies and identity negotiation practices of participants in the Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) 2022–2025 cohort during their exchange in the United States, with a particular focus on how they manage self-face, other-face, and mutual-face concerns. Methods: Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews with 11 participants representing 11 Southeast Asian countries and analyzed using Stella Ting-Toomey’s Face Negotiation Theory. Results: The findings indicate that self-face was primarily expressed through symbolic cultural representations rather than direct verbal confrontation, whereas other-face concerns were managed by avoiding sensitive topics to preserve interpersonal harmony. Mutual-face was achieved through inclusive and collaborative communication styles that emphasized group cohesion and shared understanding. Conclusion: The study concludes that Face Negotiation Theory provides a valuable framework for understanding how individuals from collectivist cultures adapt in short-term intercultural exchanges, demonstrating that cultural identity can serve as a bridge rather than a barrier to effective communication. Implications: These findings have important implications for advancing efforts to reduce social inequalities, suggesting that program organizers should implement targeted pre-departure orientations focusing on intercultural communication styles to enhance participants’ adaptability and foster more inclusive interactions.