Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR KEBERTAHANAN BERMUKIM MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BANJIR (STUDI KASUS: KELURAHAN PENDAHARA, KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING, KABUPATEN KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH) Fortona, Nicky; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Sutrisno, Herwin; Permana, Indrawan; Perkasa, Petrisly
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebertahanan masyarakat dalam bermukim di kawasan rawan banjir, dengan studi kasus di Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Meskipun wilayah ini mengalami banjir rutin dengan genangan hingga 1,5 meter, masyarakat tetap memilih untuk tinggal. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kuantitatif melalui uji chi-square terhadap 77 kepala keluarga dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial seperti pendidikan, usia, dan lama tinggal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk tetap bermukim. Sebaliknya, faktor ekonomi seperti pekerjaan dan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor kesiapsiagaan, terutama pelatihan dan bantuan pemerintah, serta kondisi fisik bangunan, khususnya penggunaan material kayu yang mudah diperbaiki, turut memengaruhi keputusan masyarakat. Temuan ini mengungkap bahwa keputusan untuk bertahan lebih banyak didorong oleh keterikatan sosial, pengalaman lokal, dan kesiapsiagaan, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan mitigasi bencana perlu mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya lokal, selain perbaikan fisik infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi mitigasi yang lebih kontekstual dan aplikatif di wilayah pedalaman yang rawan bencana.
Analisis Univariat Keterlibatan Masyarakat dalam Penataan Ruang di Desa Upon Batu, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah Partawijaya, Daniel; Permana, Indrawan; Sutrisno, Herwin; Hartanto, Singgih; Susi, Theresia; Perkasa, Petrisly
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.451

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu desa berwenang menyusun peraturan desa baik mengenai anggaran pendapatan dan belanja desa, pungutan, tata ruang, maupun organisasi. Kendala yang muncul dalam pengembangan kawasan pedesaan yang diantaranya dapat menghambat pembangunan kawasan pedesaan adalah berupa konflik keruangan dan kepentingan yang dapat merugikan desa, terbatasnya sumber daya manusia, hingga terjadi penurunan kualitas dan kerusakan lingkungan hidup. Permasalahan pada penelitian ini adalah kurangnya kesadaran perangkat desa dan masyarakat akan pentingnya penataan ruang dalam pengembangan desa. Penelitian ini bertujuan membahas partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana tata ruang desa Upon Batu, Kabupaten Gunung Mas,Provinsi Kalimantan Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data, mengintegrasikan temuan, dan menarik kesimpulan dengan menggunakan dua pendekatan. Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari kuesioner yang  berupa data numerik akan didukung dengan data kualitatif yang diperoleh dari wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu dengan analisis univariat dengan menggunakan program komputer SPSS 26. Metode partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Rencana Tata Ruang Desa Upon Batu yang telah dilaksanakan, merupakan inisiatif dari Pemerintah Daerah untuk menjalankan visi dan misi pembangunan, masyarakat telah berpartisipasi dalam penyusunan ini dengan hadir dan memberikan saran, walaupun masih banyak yang hadir sebagai pendengar. Terbatasnya pengetahuan, pendidikan dan penghasilan yang dimiliki oleh masyarakat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat dan bentuk partisipasi.