Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Classification and Monitoring of Kahayan River Riparian Zone Settlement Expansion Utilizing Satellite Imagery to Prevent Environmental Damage Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Perkasa, Petrisly; Supriadi, Benong; Mantana, Handri
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.12.2.159-172

Abstract

As the population residing along the Kahayan River increased, many tall trees were cut down. This rapid growth of settlements negatively impacted environmental quality and accelerated soil erosion. Human activities such as tree logging and mining further aggravated erosion along the riverbanks, increasing the risk of flooding and damaging ecosystems. Settlements on the riverbanks became vulnerable to flooding, especially during heavy rains, which could destroy buildings and cause significant financial losses. This study aims to understand the relationship between settlement development and forest loss in the riparian zone of the Kahayan River in Palangka Raya City. To achieve this goal, high-resolution imagery and Geographic Information System (GIS) were used in conjunction with periodic satellite image classification methods. The main findings of the study show a drastic landscape transformation. During the study period, settlement areas expanded exponentially by 412%, increasing from 47.44 hectares to 243.07 hectares. This trend inversely correlated with a significant 57% reduction in riparian forest cover, decreasing from 390.08 hectares to 166.66 hectares. These findings have dual implications. Institutionally, the data provide an urgent empirical basis for local governments to formulate stricter and more effective spatial planning policies. Theoretically, this study strengthens understanding of the cause-and-effect relationship between urbanization processes and the degradation of sensitive riparian ecosystems. This quantitative evidence underscores the need to integrate urban planning and environmental conservation to achieve sustainable development.
ANALISIS FAKTOR KEBERTAHANAN BERMUKIM MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BANJIR (STUDI KASUS: KELURAHAN PENDAHARA, KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING, KABUPATEN KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH) Fortona, Nicky; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Sutrisno, Herwin; Permana, Indrawan; Perkasa, Petrisly
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebertahanan masyarakat dalam bermukim di kawasan rawan banjir, dengan studi kasus di Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Meskipun wilayah ini mengalami banjir rutin dengan genangan hingga 1,5 meter, masyarakat tetap memilih untuk tinggal. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kuantitatif melalui uji chi-square terhadap 77 kepala keluarga dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial seperti pendidikan, usia, dan lama tinggal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk tetap bermukim. Sebaliknya, faktor ekonomi seperti pekerjaan dan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor kesiapsiagaan, terutama pelatihan dan bantuan pemerintah, serta kondisi fisik bangunan, khususnya penggunaan material kayu yang mudah diperbaiki, turut memengaruhi keputusan masyarakat. Temuan ini mengungkap bahwa keputusan untuk bertahan lebih banyak didorong oleh keterikatan sosial, pengalaman lokal, dan kesiapsiagaan, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan mitigasi bencana perlu mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya lokal, selain perbaikan fisik infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi mitigasi yang lebih kontekstual dan aplikatif di wilayah pedalaman yang rawan bencana.
Analisis Univariat Keterlibatan Masyarakat dalam Penataan Ruang di Desa Upon Batu, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah Partawijaya, Daniel; Permana, Indrawan; Sutrisno, Herwin; Hartanto, Singgih; Susi, Theresia; Perkasa, Petrisly
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.451

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu desa berwenang menyusun peraturan desa baik mengenai anggaran pendapatan dan belanja desa, pungutan, tata ruang, maupun organisasi. Kendala yang muncul dalam pengembangan kawasan pedesaan yang diantaranya dapat menghambat pembangunan kawasan pedesaan adalah berupa konflik keruangan dan kepentingan yang dapat merugikan desa, terbatasnya sumber daya manusia, hingga terjadi penurunan kualitas dan kerusakan lingkungan hidup. Permasalahan pada penelitian ini adalah kurangnya kesadaran perangkat desa dan masyarakat akan pentingnya penataan ruang dalam pengembangan desa. Penelitian ini bertujuan membahas partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana tata ruang desa Upon Batu, Kabupaten Gunung Mas,Provinsi Kalimantan Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data, mengintegrasikan temuan, dan menarik kesimpulan dengan menggunakan dua pendekatan. Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari kuesioner yang  berupa data numerik akan didukung dengan data kualitatif yang diperoleh dari wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu dengan analisis univariat dengan menggunakan program komputer SPSS 26. Metode partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Rencana Tata Ruang Desa Upon Batu yang telah dilaksanakan, merupakan inisiatif dari Pemerintah Daerah untuk menjalankan visi dan misi pembangunan, masyarakat telah berpartisipasi dalam penyusunan ini dengan hadir dan memberikan saran, walaupun masih banyak yang hadir sebagai pendengar. Terbatasnya pengetahuan, pendidikan dan penghasilan yang dimiliki oleh masyarakat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat dan bentuk partisipasi.
Kompromi Spasial: Preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Terhadap Perumahan Bersubsidi di Lahan Gambut Palangka Raya Susi, Theresia; Sutrisno, Herwin; Sudyana, I Nyoman; Prianata, Devid
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71748

Abstract

Penyediaan perumahan bersubsidi merupakan instrumen penting dalam pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan. Namun, pada kota yang berkembang di atas lahan gambut seperti Kota Palangka Raya, keterbatasan lahan yang layak secara teknis serta tingginya risiko lingkungan menjadi tantangan dalam penentuan lokasi perumahan bersubsidi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sebaran spasial hunian berdasarkan karakteristik lahan dan menganalisis preferensi lokasi MBR dengan mempertimbangkan karakteristik gambut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 98 penghuni perumahan bersubsidi yang dipilih dengan teknik purposive quota sampling pada tiga kecamatan, yaitu Jekan Raya, Pahandut, dan Sabangau. Analisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumahan bersubsidi lebih dominan berkembang di kawasan lahan gambut dan cenderung terkonsentrasi di wilayah yang relatif dekat dengan pusat pelayanan kota. Preferensi tertinggi MBR terhadap lokasi perumahan bersubsidi adalah pemenuhan utilitas dasar dan kondisi bebas banjir. Namun, secara empiris MBR tetap menghuni perumahan bersubsidi di kawasan gambut yang rentan karena pertimbangan efisiensi mobilitas menuju tempat kerja dan sekolah. Kesenjangan antara preferensi ideal dan kondisi aktual ini mengonfirmasi adanya kompromi spasial, dimana MBR terpaksa merasionalisasi risiko lingkungan pada lahan gambut demi mempertahankan aksesibilitas terhadap peluang ekonomi dan menekan biaya transportasi harian.
Priority Programs for Rungan Watershed Management: A Comprehensive and Participatory Approach Endy; Sudyana, I Nyoman; Sutrisno, Herwin; Sukarna, Raden Mas
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.14497

Abstract

The watershed has a strategic role in maintaining hydrological balance, ecosystem integrity, and community welfare. However, the Rungan watershed is under threat from deforestation and ecosystem damage, therefore a study is needed that considers all related aspects as the basis for making a management strategy for the Rungan watershed. This study aims to find out the priority problems faced by the Watershed Rungan and the aspects of its causes. Furthermore, this research also seeks to formulate priority solutions that can overcome the problems faced by the Rungan watershed. Using qualitative and quantitative approaches, this study applies the Analytical Network Process (ANP) in formulating the priority strategy for the management of the Watershed.  This study found that ecological problems are considered the main problem. Alternative solutions that have been successfully formulated include ecological restoration, economic recovery, and institutional strengthening and coordination between stakeholders. Zoning regulation is a priority for area management and is the main strategy for the management of the Rungan watershed by regulating various programs such as forest rehabilitation, ecotourism, and environmentally friendly land use. For these programs to be carried out in a synergistic manner, it is necessary to coordinate and synergize programs between relevant stakeholders.