Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Identifikasi Bidang Gelincir Longsor di Desa Tanjong Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger Umar, Umar; Muis, Ichwan; Nurfalaq, Aryadi; Jusmi, Fitri
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 4 No. 2 (2023): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v4i2.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bidang gelincir yang ada di Desa Tanjong. Jenis penelitian yang digunakan adalah lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yakni melakukan pengukuran menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumburger. Dengan menggunakan dua lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 100 meter dengan spasi terkecil 10 meter. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pengidentifikasian bidang gelincir berdasarkan nilai resistivitas dilakukan dengan melihat nilai resistivitas lapisan batuannya. Kedalaman bidang gelincir pada lintasan 1 di kategorikan kedalam bidang gelincir dangkal dengan kedalaman 2,5 meter serta nilai resistivitasnya 70,1 Ωm. Pada lintasan 2 dikategorikan kedalam bidang gelincir dalam dengan kedalaman 2,50 meter serta nilai resistivitasnya 26,5-43,9 Ωm.
Pemanfaatan Citra Satelit Landsat untuk Identifikasi Tutupan Lahan Sebagai Mitigasi Awal Bencana Longsor Di Kecamatan Walenrang Barat Kabupaten Luwu Madung, Andika; Muis, Ichwan; Jusmi, Fitri; Nurfalaq, Aryadi
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 4 No. 2 (2023): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v4i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor dengan memanfaatkan citra satelit landsat untuk mendapatkan peta tutupan lahan. Citra satelit Landsat diproses menggunakan teknik klasifikasi tak terbimbing. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tutupan lahan di Kecamatan Walenrang Barat hutan sekunder, hutan primer dan lahan terbuka. Penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Walenrang Barat didominasi oleh Hutan Primer dengan luasan 118.76 atau setara dengan 44.16%, yang mendominasi di bagian barat dan selatan daerah penelitian.
Analisis Kemiringan Lereng DAS Suso Menggunakan Data Digital Elevation Model Nurfalaq, Aryadi; Hi. Manrulu, Rahma; Muis, Ichwan; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa; Putri, Iin Karmila
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 1 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i1.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemiringan lereng DAS Suso dengan memanfaatkan data DEM. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder tersebut adalah data vektor wilayah DAS Suso format shapefile (shp) dan data DEMNAS. Kemudian data-data tersebut diolah dengan bantuan aplikasi pengolah data Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memperoleh klasifikasi kemiringan lereng. kemiringan lereng DAS Suso Agak Curam persentase 35,1% dengan luas 13.010,27 Ha, Landai persentase sebesar 29,2% dengan luas 10.849,11 Ha, Datar persentase sebesar 23,8% dengan luas 8.841,51 Ha, Curam dan Sangat Curam memiliki persentase 11,2% dan 0,7% dengan luas masing-masing 4153,66 Ha dan 255,65 Ha.
Pemanfaatan Drone untuk Pemetaan Daerah Longsor dan Banjir Bandang DAS Suso Kabupaten Luwu Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Rasyid, Miswar; Ali, Baso; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Nurfalaq, Aryadi; Rusdi, Muhammad Idham; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan titik-titik longsor di Kawasan Latimojong menggunakan drone dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah mitigasi bencana diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Kabupaten Luwu. Langkah-langkah yang telah dilakukan dalam kegiatan pemetaan drone di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu yakni pengurusan izin penerbangan drone, observasi lapangan, pembentukan tim, pembuatan misi terbang drone, akuisisi data, analisis foto udara, Orthomosaic + DEM (Result), pembuatan virtual tour 360°, pembuatan WebGIS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa bencana longsor yang terjadi di Kawasan Latimojong umumnya berada di area perkebunan Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan odengan titik longsor sebanyak 510 titik longsor yang tersebar di Kecamatan Latimojong, Bajo Barat dan Bua Ponrang dimana titik longsor terbanyak berada di Desa Tibussan.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor Daerah Hulu DAS Suso di Desa Ulusalu Kecamatan Latimojong Berbasis Sistem Informasi Geografis Nurfalaq, Aryadi; Muis, Ichwan; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan Sistem Informasi geografis (SIG). Melalui pemetaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Ulusalu dalam menghadapi bencana longsor dan menyusun rencana mitigasi bencananya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa citra Landsat 8, data curah hujan tahunan wilayah Kecamatan Latimojong dan sekitarnya dan data DEMNas Desa Ulusalu resolusi 5 m. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi daerah rawan longsor yaitu adalah Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) dimana pada proses ini dapat dilakukan dengan memberikan kombinasi kriteria spasial dan diberi bobot pada setiap parameter longsor. Kerawanan longsor Desa Ulusalu sebagian besar berada pada tingkat Tinggi dengan luas 7,77 km2 (39,7%). Sedangkan kerawanan rendah mempunyai luas 1,62 km2 (8,3%), kerawanan sedang mempunyai luas 3,85 km2 (19,7%) dan kerawanan sangat tinggi seluas 6,33 km2 (32,3%). Terdapat dua titik kumpul yang ditetapkan yaitu di Dusun Gamaru dan Dusun Madangla.
Implementasi Sistem Monitoring Jaringan Berbasis Nagios di SMK Negeri 11 Luwu Menggunakan Notifikasi WhatsApp waris, riska; Siaulhak, Siaulhak; Muis, Ichwan
Jurnal Sintaks Logika Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jsilog.v5i2.4001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem monitoring jaringan menggunakan nagios yang dilengkapi dengan notifikasi WhatsApp di SMK Negeri 11 Luwu. Penelitian menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC) yang terdiri dari tahapan analysis, design, simulation prototyping, implementation, monitoring, dan management. Sistem ini mampu mendeteksi gangguan jaringan seperti putusnya koneksi atau server tidak aktif dan mengirimkan notifikasi kepada admin melalui WhatsApp dalam waktu kurang dari satu menit. Hasil uji coba menunjukkan sistem dapat meningkatkan kecepatan respon teknisi terhadap gangguan jaringan serta mempermudah pemantauan perangkat secara real-time.
Pengembangan Kebun Wisata Anggur Berkelanjutan di Desa Padang Kamburi Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Firdamayanti, Erni; Mutmainnah, Mutmainnah; Muis, Ichwan; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i2.4124

Abstract

Kebun wisata anggur desa Padang Kamburi merupakan salah satu destinasi wisata yang memadukan konsep perkebuanan dengan wisata petik. Tujuan penelitian untuk menganalisis potensi pengembangan kebun wisata menjadi kawasan wisata anggur yang sebagai basis ekonomi desa. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yaitu terdiri atas 2 kelompok tani masing berjumlah 20 orang sehingga terdapat 40 orang peserta dan pemerintah Desa Padang Kamburi terdiri dari 4 orang. Manfaat yang diperoleh yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengembangan agrowisata berbasis anggur beserta produk turunan lainnya. Pengembangan kebun wisata anggur Desa Padang Kamburi memiliki potensi untuk menjadi kawasan agrowisata dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT. Skala perkebunan yang tergolong kecil membutuhkan upaya serius untuk menambah areal perkebunan dengan segala aspek pendukung seperti ketersedian pembibitan, sarana produksi, sarana edukasi, pengolahan dan pemasaran produk.
Analisis Risiko Sosial dan Analisis SWOT Rencana Implementasi Sistem Padi Semi Rakit Apung Tangguh Bencana (PASITABE) di Desa Laskap, Luwu Timur Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa; Nurfalaq, Aryadi; Sacita, Andi Safitri
Social Landscape Journal Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i2.65652

Abstract

Risiko Sosial merupakan aneka risiko yang menggiring pada rusaknya bangunan dan lingkungan sosial sebagai dampak dari faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor penyebab terjadinya risiko sosial pada umumnya disebabkan oleh kondisi alam, teknologi, industri, kecelakaan, hingga bencana. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor risiko sosial yang terjadi serta menguraikan dampak sosial yang terjadi di lokasi penelitian. Desain penelitian kualitatif dengan 16 responden dari beragam profesi yang terkait dengan masyarakat, pemerintahan hingga perusahaan disekitar lokasi. Kami terfokus pada risiko sosial sebagai objek utama penelitian serta penyelesaian masalah sebagai rekomendasi hasil penelitian yang dilengkapi dengan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities dan threats). Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dan diskusi pada kegiatan focus group disscussion (FGD). Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hingga penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketelitian penelitian, dan melibatkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko sosial yang terjadi di Desa Laskap disebabkan oleh kondisi hidrologi desa yang terletak diantara aliran Sungai Larona dan Sungai Pongkeru serta adanya kondisi tidak normal volume air Sungai Larona pada kondisi tertentu akibat aktivitas pelimpah (spillway) pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik PT.Vale Indonesia. Analisis penyelesaian masalah merupakan strategi peneliti dalam memberi feedback kepada masyarakat. Sistem padi semi rakit apung tangguh bencana (PASITABE) merupakan rekomendasi yang layak dalam penyelesaian masalah sosial yang terjadi dalam di masyarakat.
BUDIDAYA SAYURAN BERBASIS RAKIT APUNG DALAM SISTEM ROTASI TANAM “PASAR RAKYAT” DI DAERAH RAWAN BANJIR Muis, Ichwan; Suaedi, Suaedi; Nurfalaq, Aryadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33793

Abstract

Abstrak: Desa Laskap merupakan salah satu desa yang masuk daerah rawan banjir. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain bencana banjir yang datang membutuhkan waktu berhari-hari untuk surut, rendahnya pendapatan masyarakat akibat siklus tanam yang terbatas pada lahan konvensional, tantangan hama dan penyakit bagi padi dan sayuran yang telah mengimplementasikan pertanian dengan teknologi rakit apung dan tidak adanya alternatif pengganti tanaman padi dilahan terdampak banjir di luar jadwal tanam padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pemahaman petani terkait dengan sistem rotasi tanam PASAR RAKYAT dan budidaya sayur berbasis rakit apung. Metode pelaksanaan program ini dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan yang meliputi tahap prakegiatan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini dihadiri 15 peserta anggota kelompok tani Pada Idi. Metode evaluasi menggunakan kuesioner yang berikan sebelum kegiatan (pre test) dan setelah kegiatan (post test). Dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan sistem rotasi tanam ini dapat menjadi solusi untuk pertanian pada lahan rawan banjir. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra terhadap sistem rotasi tanam “PASAR RAKYAT” dan keterampilan mitra dalam pembuatan demplot serta budidaya sayur berbasis rakit apung dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 20,6.Abstract: Laskap Village is one of the villages in a flood-prone area. Problems faced by partners include floods that take days to recede, low community income due to limited planting cycles on conventional land, challenges of pests and diseases for rice and vegetables that have implemented farming with floating raft technology and the lack of alternative rice crops on flood-affected land outside the rice planting schedule. This activity aims to increase farmers' understanding and comprehension regarding the PASAR RAKYAT crop rotation sistem and floating raft-based vegetable cultivation. The program implementation method is in the form of socialization and training that includes pre-activity stages, implementation stages and evaluation stages. This activity was attended by 15 participants from the Pada Idi farmer group. The evaluation method used a questionnaire given before the activity (pre-test) and after the activity (post-test). From the socialization and training activities, this crop rotation sistem can be a solution for agriculture in flood-prone areas. Improving partners' understanding and skills regarding the "PASAR RAKYAT" crop rotation sistem and partners' skills in creating demonstration plots and vegetable cultivation based on floating rafts with an average score increase of 20.6.
Penerapan Teknologi Produksi dan Diversifikasi Olahan Ikan Berbasis Frozen Food Untuk Penguatan Ekonomi Keluarga Nelayan Pesisir Desa Mario Fitri Jusmi; Sukarti , Sukarti; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluddin, Masluddin; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.482

Abstract

Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas nelayan melalui peenrapan teknologi produksi dan diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food, sehingga dapat  membantu ekonomi keluarga pesisir. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan Rational Unifed Process (RUP) yang terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Fase Insception (Indetifikasi) dimulai dengan pembuatan solusi teknologi seperti fisher finder, portable cool box, dan diversification fish processin. 2) Fase Elaboration, tim menyusun strategi implemntasi teknologi tepat guna dan perencanaan modul pelatihan untuk peningkatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 3) Fase Contruction, pelatihan dan uji coba alat bersama mitra. 4) Fase Transition, pendampingan mandiri untuk penguatan pemasaran dan kemandirian uasaha. Satu kelompok nelayan dengan sepuluh pengurus inti terlibat dalam kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukan bahwa setiap peserta dapat mengoperasikan teknologi Fish Finder dan Cool Box Portbale secara mandiri, serta menghasilkan empat jenis makanan frozen food (nugget, sosis, somay, dan bakso ikan) yang siap konsumsi. Strategi digital berbasis media sosial di gunakan untuk pemasaran produk. Program ini menunjukan bahwa teknologi tepat guna meningkatkan kualitas tangkapan, efisiensi produksi, dan nilai ekonomi dari hasil olahan ikan. Progarm ini juga menyimpulkan sebagai langkah baru yang signifikan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pesisir secara berkelanjutan.