Lelitawati, Mardiana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Seni pemanfaatan limbah plastik melalui ecobrick sebagai upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di sekolah Utomo, Muhammad Andry Prio; Witjoro, Agung; Rakhmawati, Yunita; Lelitawati, Mardiana; Lestari, Sri Rahayu; Maslikah, Siti Imroatul; Daniarsih, Ajeng; Pratiwi, Zahra Anggita; Nirbaya, Arindra; Rudianto, Rony
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19418

Abstract

Sampah plastik masih menjadi pokok permasalahan dalam krisis lingkungan. Plastik juga menjadi penyumbang terbesar dalam kategori sampah anorganik. Pencemaran lingkungan oleh sampah plastik tidak hanya merusak tekstur permukaan tanah, tapi juga beresiko menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), jantung dan kanker. Ecobrick menjadi salah satu alternatif metode penanganan sampah plastik ramah lingkungan. Tujuan pengabdian adalah untuk mengenalkan pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan sekolah melalui ecobrick. Pelatihan ini dilakukan menggunakan metode learning service, dengan memberikan pembelajaran polusi plastik di lingkungan dan pelatihan pembuatan ecobrick. Pada akhir pelatihan peserta diminta untuk mengisi kuesioner. Kegiatan diikuti oleh 40 siswa perwakilan kelas VIII SMP Islam Maarif 2 Sukun. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang polusi plastik di lingkungan dan ecobrick sebagai alternatif mengurangi sampah plastik di lingkungan yang awalnya 57,5% menjadi 100%, 95% peserta berminat untuk memanfaatkan ecobrick dikemudian hari, 70% peserta ingin melanjutkannya sebagai peluang usaha. Peserta menilai kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan sangat baik.
Pelatihan Pembuatan Gantungan Kunci Skeleton Daun sebagai Upaya Peningkatan Art-Preneurship Siswa Fitriyati, Umi; Agung Wibowo; Sa'diyah, Halimatus; Khoirunnisa, Iin Lailatul; Lelitawati, Mardiana
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20558

Abstract

Background: Perkembangan industri 4.0 menuntut generasi muda memiliki keterampilan kewirausahaan untuk menghadapi persaingan global. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan teknis, dan pemahaman kewirausahaan siswa melalui pembelajaran berbasis art-preneurship dengan memanfaatkan seni kriya pembuatan gantungan kunci dari skeleton daun. Metode: Program dilaksanakan di SMA Dharma Wanita 1 Pare dengan melibatkan 25 siswa melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan metode project-based learning. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi lokal, pengenalan konsep art-preneurship, pelatihan teknis pembuatan skeleton daun dan gantungan kunci, perancangan produk, pelatihan kewirausahaan, implementasi produksi, dan evaluasi. Hasil: Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa siswa mampu memahami prinsip art-preneurship dengan baik, yang tampak pada 25 produk gantungan kunci skeleton daun yang dihasilkan. Sebanyak 90% di antaranya memenuhi standar kualitas, baik dari segi estetika maupun kerapian, serta memiliki kelayakan untuk dipasarkan. Selain itu, siswa juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah daun sebagai bahan baku. Kesimpulan: Pembelajaran berbasis art-preneurship melalui pembuatan gantungan kunci skeleton daun berpotensi untuk membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan.
PENGELOLAAN LIMBAH PEWARNA BATIK ECOPRINT: IMPLEMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR SEBAGAI UPAYA PREVENSI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN Lelitawati, Mardiana; Rahayu, Sofia Ery; Kartikasari, Nuraini; Putra, Muhammad Sukarno; Farid, Andi Muhammad Miftah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33206

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh produksi batik Ecoprint, khususnya yang berasal dari penggunaan zat pewarna organik. Tujuan utama dari program ini adalah mendorong pemanfaatan pupuk organik cair yang berasal dari limbah batik daur ulang sebagai solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah berbahaya yang dihasilkan oleh industri batik. Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemberdayaan komunitas pengrajin batik di Dimdim Art, Kediri, dengan memanfaatkan potensi dan aset yang dimiliki oleh komunitas tersebut. Sebanyak 25 orang pengrajin batik terlibat secara aktif dalam program ini. Melalui serangkaian pelatihan partisipatif dan lokakarya praktik, komunitas berhasil mengolah limbah zat pewarna menjadi pupuk organik cair yang bernilai. Hasil olahan tersebut tidak hanya mendukung praktik pertanian lokal, tetapi juga memperkuat prinsip keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 96% peserta merasa memperoleh manfaat yang signifikan dari pelatihan tersebut. Terdapat peningkatan yang nyata dalam kesadaran serta kapasitas teknis masyarakat dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab, yang berkontribusi secara signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan ekonomi lokal. Abstract: This community service initiative aims to address environmental pollution resulting from the production of Ecoprint batik, with a particular focus on the organic dyes used in the process. The primary goal of the program is to promote the use of liquid organic fertilizer derived from recycled batik waste as a sustainable solution for managing hazardous materials generated by the batik industry. The approach employed in this program is the Asset-Based Community Development (ABCD) model, which seeks to empower the local artisan community at Dimdim Art, Kediri, by leveraging existing community assets and capacities. A total of 25 artisan participants were actively involved in the program. Through a series of participatory training sessions and practical workshops, the community successfully converted organic dye waste into valuable liquid organic fertilizer. This not only contributed to local agricultural practices but also reinforced environmental sustainability within the community. The evaluation results indicated that 96% of participants reported substantial benefits from the training. There was a marked increase in both awareness and the technical capacity of community members to manage waste responsibly, which has contributed significantly to environmental conservation efforts and the enhancement of local economic resilience.