Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship Between Health Literacy And Self Efficacy With Drug Abuse Prevention Behavior At The Youth Posyandu In The Work Area Of The Kampung Bugis Health Center Tanjungpinang City Efika, Efika; Khoriroh, Syamilatul; Putri, Mawar Eka; Nirnasari, Meiliy
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i2.881

Abstract

Health literacy dan self efficacy merupakan faktor dalam meningkatkan perilaku pencegahan penyalahgunaan napza. Oleh karena itu, dibutuhkan health literacy dan self efficacy tinggi agar dapat meningkatkan perilaku baik dalam pencegahan penyalahgunaan napza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan health literacy dan self efficacy dengan perilaku pencegahan penyalahgunaan napza di Posyandu remaja wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis Kota Tanjungpinang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 60 responden, teknik sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rho. Hasil univariat diperoleha proporsi health literacy tinggi (68.3%), self efficacy tinggi (75%) dan perilaku pencegahan penyelahgunaan napza yang baik (88.4%). Hasil analisis bivariat health literacy diperoleh p value = 0,009 (p<0,05) dan self efficacy diperoleh p value = 0,015 (p<0,05) dengan perilaku pencegahan penyalahgunaan napza. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara health literacy dan self efficacy dengan perilaku pencegahan penyalahgunaan napza di posyandu remaja wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis. Kata Kunci: Health Literacy; Self Efficacy; Perilaku Pencegahan Penyalahgunaan; Posyandu Remaja Health literacy and self efficacy are factors in increasing drug abuse prevention behavior. Therefore, high health literacy and self efficacy are needed in order to increase good behavior in preventing drug abuse. This study aims to determine the relationship between health literacy and self efficacy with drug abuse prevention behavior in youth Posyandu in the working area of the Kampung Bugis Community Health Center, Tanjungpinang City. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The population is 60 respondents, the sampling technique uses total sampling. Data collection using a questionnaire. Data analysis used the Spearman rho correlation test. The univariate results showed that the proportion of high health literacy (68.3%), high self efficacy (75%) and good drug abuse prevention behavior (88.4%). The results of the bivariate analysis of health literacy obtained p value = 0.009 (p <0.05) and self efficacy obtained p value = 0.015 (p <0.05) with drug abuse prevention behavior. It was concluded that there is a relationship health literacy and selfe efficacy with drug abuse prevention behavior in youth posyandu in the working area of the Bugis Village Health Center. Keywords: Health Literacy; Self Efficacy; Drug Abuse Prevention Behavior; Youth Posyandu
Edukasi Think Pair Share Sebagai Upaya Meningkatan Pengetahuan Anak Dalam Konsumsi Sayur dan Buah Wati, Liza; Ismail, Nurliana Binte; Nirnasari, Meily; Siagian, Yusnaini; Khoriroh, Syamilatul; Atrie, Utari Yunie; Widiastuti, Linda; Pujiati, Wasis; Fadilah, Ummu
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dhx7jh75

Abstract

Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok anak yang rentan mengalami masalah gizi. Status gizi anak yang buruk mempengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan proses berpikir. Salah satu nutrisi yang penting adalah zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral, walaupun dibutuhkan dalam jumlah kecil namun berperan penting dalam kesehatan. Salah satu sumber nutrisi tersebut adalah pada buah dan sayur.  Rendahnya konsumsi sayur dan buah pada anak-anak meningkatkan risiko obesitas dan berdampak negatif pada tumbuh kembang mereka. Pendidikan kesehatan dengan media edukasi yang sesuai usia adalah salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang konsumsi sayur dan buah. Model think pair share membantu siswa bernalar dan berpikir kritis, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah. Metode edukasi dilakukan dengan pendidikan kesehatan disekolah. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas III di SDN 005 Tanjungpinang Kota sejumlah 43 siswa. Hasilnya didapatkan gambaran  mayoritas anak adalah perempuan (53,5%) dan berusia 9 tahun (53,5%). Sebagian besar anak pernah mendapatkan informasi tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah (88,4%), terutama dari guru sekolah (41,9%). Namun, mayoritas anak belum pernah menerima pendidikan kesehatan tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah (60,5%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan model think pair share, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang kurang (44,2%). Namun setelah intervensi, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik (97,7%). Model ini efektif untuk pembelajaran dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis
PENGARUH BLADDER TRAINING TERHADAP KEMAMPUAN BERKEMIH PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DI RUANG RAWAT INAP DAN POLI UROLOGI RSAL DR. MIDIYATO SURATANI TANJUNGPINANG Lismawati, Lismawati; Khoriroh, Syamilatul; Ernawati; Sulistia Ayu, Nur Meity
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i2.13017

Abstract

One of the non-pharmacological nursing interventions that can be implemented to prevent urinary incontinence is bladder training. Through bladder training, it is expected to prevent dysfunction and gradually increase bladder capacity as well as extend the interval between urination. This study used a quantitative design with a quasi-experimental approach, employing a pretest and post-test design without a control group. Data were collected from the regular outpatient population at the Urology Clinic of Naval Hospital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang between March 21, 2025, and April 16, 2025, with a total sample of 12 respondents. Sampling was conducted using accidental sampling. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000, indicating that the null hypothesis (H0) was rejected. It can be concluded that bladder training has a significant effect on the urination ability of post-operative benign prostatic hyperplasia (BPH) patients at the Urology Clinic of Naval Hospital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Bladder training is effective in helping post-BPH surgery patients manage urination issues. It can improve urinary control by enhancing bladder capacity and strengthening the pelvic floor muscles