Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Efektifitas Senam Kaki Terhadap Tingkat Peripheral Arterial Disease Pada Klien DM Tipe 2 di RSAL dr. Midiyato S Tanjungpinang Widiastuti, Linda; Wati, Liza
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 2 (2020): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i2.116

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (DM) prevalence grows 40% from 2014-2015 in Tanjung Pinang.Type 2 DM is a metabolism disorders that can cause any chronic complications, such as Peripheral Arterial Disease (PAD) byexamination of the results ankle brachial index (ABI) ≤ 0,90 .This research aimed an effectiveness of leg exercises to PAD on type 2 DM client.The research method was quasi experimental quantitative with pre-test and post-test study involves 66 respondents divided into 2 groups: one intervention groups and one control group each of 33 respondents. The Results, the majority of respondents aged 60-74 years (55%), women (80%), suffering from diabetes more than 10 years (50%), a history of hypertension (56%). After four weeks of intervention, the test results significant relationship of age (p=0,000) and suffering from diabetes (p=0,028) on the rate PAD. Significant difference in the rate of PAD before and after the intervention on theone groups: leg exercises(p = 0.000).The ordinal logistic regression test results point out that leg exercises has the strongest effect on the rate PAD (p = 0.033). The conclusion of this research is leg exercises an effectiveness to PAD on type 2 DM client. The recommends research further needs as sociated with other risk factors that affect PAD such as cholesterol levels, serum creatinine and HbA1c. ABI procedures inspection andthe use of leg exercisesas an independent nursing intervention in the nursing treatment of type 2 DM patients.Keywords: Leg Exercises, Peripheral Arterial Disease, Type 2 Diabetes
Pelatihan Massage Effleurage Menggunakan Olive Oil pada Perawat sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Dekubitus Pasien Stroke di Intensive Care Unit Atrie, Utari Yunie; Siagian, Yusnaini; Widiastuti, Linda; Wati, Liza; Sitindaon, Soni Hendra
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1914

Abstract

Pasien stroke yang memerlukan tirah baring dalam waktu lama di ICU mungkin berisiko untuk mengalami dekubitus punggung. Bagi pasien risiko tinggi, perawat ICU melakukan tindakan pencegahan dengan mengubah posisi dan melakukan pijatan. Namun ternyata perawat hanya melakukan sedikit pemijatan dengan lotion atau baby oil, sehingga pada beberapa kasus pencegahan luka dekubitus masih kurang optimal. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa pijat punggung yang dipadukan dengan penggunaan olive oil efektif meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga elastisitas kulit, namun sebagian besar perawat belum mengetahui manfaat dari massage effleurage dan olive oil, sehingga dirasa perlu untuk dilakukan pelatihan kesehatan. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat kritis di ICU dalam melakukan massage effleurage di punggung menggunakan olive oil sebagai pencegahan dekubitus punggung pada pasien stroke dan pasien lainnya yang menjalani tirah baring lama di ICU. Metode pelatihan massage effleurage dilakukan secara ceramah, diskusi dan tanya jawab melalui media zoom agar dapat diikuti oleh seluruh perawat. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2023 dengan target responden adalah perawat ICU diseluruh Rumah Sakit di Tanjungpinang yang berjumlah 60 orang. Pelatihan dievaluasi dengan pre-test dan post-test melalui google form. Hasil PKM menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test responden adalah 43,88 (SD 12.083), sedangkan rata-rata nilai post-test responden setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dan pelatihan teknik massage effleurage menggunakan olive oil adalah 83,29 (SD 13.407). Berdasarkan uji paired t test menunjukan bahwa p-value adalah 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan massage effleurage. Pelatihan meningkatkan aspek kognitif dan psikomotor perawat ICU. Melalui upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya dekubitus punggung pada pasien tirah baring lama di ICU.
Sosialisasi dan Pelatihan Strategi Mobilisasi Progresif Pasien Stroke sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kompetensi Perawat ICU Atrie, Utari Yunie; Siagian, Yusnaini; Widiastuti, Linda; Wati, Liza; Rahman, Zakiah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.4091

Abstract

Imobilisasi yang sangat lama pada pasien stroke di ICU dapat berdampak pada morbiditas, mortalitas, dan memperpanjang waktu perawatan. Mobilisasi progresif di unit perawatan intensif tidak hanya aman dan layak dilakukan, tetapi juga dapat menghasilkan hasil fungsional yang lebih baik pada pasien ICU, khususnya pada pasien stroke. Namun sebagian besar perawat belum melaksanakan praktik mobilisasi progresif dikarenakan berbagai faktor, seperti kurangnya pengetahuan dan kompetensi perawat. Hal ini berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan dan kualitas hidup pasien stroke di ICU. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat kritis di ICU dalam melakukan mobilisasi progresif. Metode sosialisasi dan pelatihan dilakukan secara ceramah dan demonstrasi. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 20-21 Mei 2024 dengan target responden adalah perawat ICU di RSUD Bintan yang berjumlah 16 orang. Pelatihan dievaluasi dengan pre-test dan post-test melalui google form. Hasil PKM menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan dan kompetensi pada saat pre-test responden adalah 50,72 (SD=11.572), sedangkan rata-rata nilai pengetahuan dan kompetensi responden setelah mendapatkan pelatihan mobilisasi progresif adalah 88,46 (SD=14.203). Berdasarkan uji paired t test menunjukan bahwa p-value adalah 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh sosialisasi dan pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan kompetensi perawat ICU. Melalui upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien ICU.
Pengaruh massage effleurage minyak Zaitun terhadap resiko luka dekubitus pada pasien tirah baring lama: The effect of Olive oil effleurage massage on the risk of decubitus ulcers in long-term bed rest patients Rahman, Zakiah; Achlianita, Fita; Widiastuti, Linda
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2559

Abstract

Tirah baring berpotensi menyebabkan luka dekubitus. Salah satu upaya perawatan mencegah kerusakan kulit dengan memberikan massage effleurage minyak zaitun, sangat baik untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan pada kulit. Tujuan penelitian mengidentifikasi pengaruh massage effleurage minyak zaitun terhadap resiko luka tekan dengan penilaian  skala braden pada pasien tirah baring lama. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu : quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel 32 orang dengan teknik  accidental Sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon rank test. Hasil uji statistik sebelum diberikan massage effleurage minyak zaitun pada pasien tirah baring risiko luka dekubitus sebagian besar risiko tinggi sebanyak 24 orang (75%), sedangkan sesudah diberikan massage effleurage minyak zaitun sebagian besar risiko sedang sebanyak 20 orang (62.5%), dengan nilai p value 0,000 (<0,05), artinya ada pengaruh massage effleurage minyak zaitun terhadap resiko luka dekubitus dengan penilaian  skala braden pada pasien tirah baring lama di Instalasi Rawat Inap Mawar RSUD Kota Tanjungpinang. Saran: melakukan massage effleurage minyak zaitun secara teratur 2-3 kali sehari dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga oksigen, nutrisi dapat lebih mudah mencapai sel-sel kulit, dan melembabkan kulit, sehingga mencegah kekeringan kulit untuk membantu mengurangi risiko luka dekubitus pada pasien tirah baring.
HUBUNGAN SELF EFFICASY DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Rahman, Zakiah; Rizka Juniawati, Andi; Eka Putri, Mawar; Widiastuti, Linda
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 1 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v14i1.2910

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kondisi atau gangguan metabolik yang berlangsung lama, yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi akibat dari resistensi insulin. DM dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak negatif terhadap kehidupan pasien. Salah satu yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DM adalah self efikasi. Self efikasi yang kurang pada pasien DM mengenai kondisi dan kesehatan dapat menyebabkan perilaku yang sesuai kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efikasi dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Kota Tanjungpinang. Metode penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 70 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,3% orang DM tipe 2 memiliki self efikasi cukup, dan kualitas hidup kategori sedang 54,9%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p value sebesar 0,001 (<0,05), dengan nilai r=0,0462, menunjukkan ada hubungan positif self efikasi dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Kota Tanjungpinang. Diharapkan pasien DM tipe 2 dapat meningkatkan kesadaran dalam menerapkan enam pilar pengelolaan DM serta memperkuat self efikasi untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pola hidup sehat.
Self Efficacy Among Patients with Diabetes Mellitus Type 2 in Community Health Center Widiastuti, Linda; Wati, Liza; Sari, Komala; Atrie, Utari Yunie
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4588

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a growing global health problem, especially in Indonesia. Self-efficacy or an individual's belief in their ability to manage their health, plays an important role in diabetes management. This study aims to describe the level of self-efficacy in T2DM patients at Toapaya Health Center and identify factors that influence this self-efficacy. This study used a descriptive design with purposive sampling, involving 51 respondents who met the inclusion criteria. Data were collected through the Diabetes Management Self-Efficacy (DMSE) questionnaire and analyzed using frequency distribution. The results showed that 27 respondents (52.94%) had low self-efficacy, while 24 respondents (47.06%) had high self-efficacy. Internal and external factors that contribute to the level of patient self-efficacy, such as knowledge, personal experience, social support, and interaction with health workers, were identified. This study emphasizes the importance of improving the self-efficacy of T2DM patients through education and social support programs.
Pencegahan dan Penyebaran Wabah Covid-19 di Daerah Pesisir Widiastuti, Linda; Liestyaningrum, Wiwiek; Wati, Liza; Rahardiantini, Ikha; Siagian, Yusnaini; Atrie, Utari Yunie
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i1.550

Abstract

COVID-19 is an acute respiratory disease caused by a new type of corona virus. This disease first broke out in Wuhan, China and then spread to almost the entire world and caused a global pandemic. Main symptoms. Covid-19 includes cough, fever and shortness of breath. This disease attacks all age groups: adults, the elderly, and children. Coastal communities need to get easy-to-understand education about Covid-19 and ways to prevent it. This is the basis for the community service team for the professional study program Ners Stikes Hang Tuah Tanjungpinang to actively participate in efforts to prevent and control the Covid-19 virus by providing counseling or outreach about Covid-19 and its prevention efforts to coastal communities on the Nyirih River. The results obtained were 115 people with elementary education background 86 people (75.6%), infected with Covid-19 10 people (8.6%) positive antigen, cormobid hypertension 28 people (24.3%), cormobid DM 12 people (10 .4%) who have hyperglycemia blood glucose levels. The majority of participants have high risk factors for being infected with Covid-19 which can cause respiratory failure and death in the Comorbid group
Efektifitas Senam Kaki Terhadap Tingkat Peripheral Arterial Disease Pada Klien DM Tipe 2 di RSAL dr. Midiyato S Tanjungpinang Widiastuti, Linda; Wati, Liza
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 2 (2020): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i2.116

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (DM) prevalence grows 40% from 2014-2015 in Tanjung Pinang.Type 2 DM is a metabolism disorders that can cause any chronic complications, such as Peripheral Arterial Disease (PAD) byexamination of the results ankle brachial index (ABI) ≤ 0,90 .This research aimed an effectiveness of leg exercises to PAD on type 2 DM client.The research method was quasi experimental quantitative with pre-test and post-test study involves 66 respondents divided into 2 groups: one intervention groups and one control group each of 33 respondents. The Results, the majority of respondents aged 60-74 years (55%), women (80%), suffering from diabetes more than 10 years (50%), a history of hypertension (56%). After four weeks of intervention, the test results significant relationship of age (p=0,000) and suffering from diabetes (p=0,028) on the rate PAD. Significant difference in the rate of PAD before and after the intervention on theone groups: leg exercises(p = 0.000).The ordinal logistic regression test results point out that leg exercises has the strongest effect on the rate PAD (p = 0.033). The conclusion of this research is leg exercises an effectiveness to PAD on type 2 DM client. The recommends research further needs as sociated with other risk factors that affect PAD such as cholesterol levels, serum creatinine and HbA1c. ABI procedures inspection andthe use of leg exercisesas an independent nursing intervention in the nursing treatment of type 2 DM patients.Keywords: Leg Exercises, Peripheral Arterial Disease, Type 2 Diabetes
PENGARUH EARLY WARNING SCORE (EWS) TERHADAP HEMODINAMIK PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI ICU RSUD KOTA TANJUNGPINANG Rawati, Novi; Widiastuti, Linda; Abdullah, Endang; Nirnasari, Meily
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i1.12968

Abstract

Penyakit Jantung Coroner (PJK) menjadi masalah Kesehatan masyarakat dan semakin meningkat, sebanyak 17,7 juta kematian diseluruh dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Penyakit ini membutuhkan pemantauan dan penilaian secara berkelanjutan mengenai kondisi pasien, salah satu nya dengan penerapan Early Warning Score (EWS). Pemantauan EWS menjadi metode yang dapat meningkatan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Early Warning Score (EWS) Terhadap hemodinamik pasien PJK di ICU RSUD Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaf dengan desain penelitian pra eksperiment dengan pendekatan one group pre test dan post test eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 15 responden diambil dengan menggunakan Total Sampling. Alat pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi EWS. Analisa data menggunakan Wilcoxon Rank Test dengan signifikan ≤0,05. Hasil penelitian dari uji Wilcoxon Rank Test nilai p value 0,003 (≤0,05) yang berarti dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh EWS terhadap status hemodinamik pada pasien penyakit jantung coroner. Penerapan EWS ini dapat menjadi salah satu Evidence Based Practice untuk meningkatkan kualitas hidup pasien di ICU khusunya dengan penyakit jantung coroner.
Sosialisasi dan Pelatihan Terapi Familiar Auditory Sensory Training (FAST) Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Dan Kompetensi Perawat ICU Dalam Kolaborasi Dengan Keluarga Pasien Stroke Atrie, Utari Yunie; Siagian, Yusnaini; Rahman, Zakiah; Widiastuti, Linda; Wati, Liza
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0qgbm726

Abstract

Pasien stroke dengan penurunan kesadaran yang dirawat di ICU memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui terapi non-farmakologis seperti Familiar Auditory Sensory Training (FAST). FAST merupakan bentuk stimulasi auditori menggunakan suara yang familiar bagi pasien untuk meningkatkan kesadaran dan respons neurologis. Namun, masih banyak perawat ICU yang belum memahami konsep dan implementasi terapi ini dalam praktik klinik. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat ICU mengenai terapi FAST serta memperkuat keterlibatan keluarga pasien stroke dalam proses rehabilitasi sensorik di ruang intensif. Metode: Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di RSUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 15 perawat ICU. Kegiatan terdiri dari sosialisasi dan pelatihan FAST selama dua hari melalui metode ceramah interaktif, video edukatif, dan return demonstration. Penilaian dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kompetensi perawat. Analisis data menggunakan uji Paired t-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan kompetensi perawat setelah pelatihan (mean pre-test=42,56; mean post-test=92,20; p 0,000). Peningkatan sebesar 49,64 poin menunjukkan bahwa sosialisasi dan pelatihan FAST efektif dalam meningkatkan kemampuan perawat ICU dalam penerapan intervensi sensorik berbasis keluarga. Kesimpulan: Pelatihan FAST terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat ICU terhadap penerapan terapi sensorik non-farmakologis berbasis keluarga. Implementasi berkelanjutan terapi FAST di ruang ICU diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis, mempercepat pemulihan kesadaran pasien stroke, dan memperkuat peran keluarga dalam proses rehabilitasi.