Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) Arnelia Indah Pratama; Fitri Ekasari; Dhiny Easter Yanti
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.627 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.54

Abstract

Kematian neonatal dan kematian ibu masih sering terjadi disebabkan karena mutu pelayanan penanganan ibu yang buruk sehingga proses persalinan ibu dan perawatan bayi baru lahir tidak tertangani dengan baik. Oleh sebab itu harus dilakukan pelayanan dengan sistem terpadu di tingkat nasional dan regional. Data tahun 2019-2021 menunjukkan Angka kematian neonatal tahun 2019 sebesar 49 kasus, tahun 2020 sebesar 22 kasus, dan tahun 2021 sebesar 42 kasus. Sedangkan angka kematian ibu tahun 2019 sebanyak 22 kasus, tahun 2020 sebanyak 26 kasus dan tahun 2021 sebanyak 30 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis program pelayanan obstetri neonatal emergency komprehensif (PONEK) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini yaitu pegawai PONEK sebanyak 8 informan yang terdiri dari 2 orang tim manajemen, 2 orang tim pelaksana, 1 dokter dan 1 koordinator. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dengan analisis triangulasi sumber yaitu kepala manajemen pelayanan pasien dan wakil direktur keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan sumber daya manusia sudah mencukupi, akan tetapi pelatihan bagi tenaga kesehatan masih kurang menyeluruh dikarenakan biaya pelatihan yang mahal dan tidak meratanya tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan. Sarana dan prasarana yang tersedia kurang memadai dan terdapat alat yang perlu di perbaharui. Manajemen sudah berjalan dengan baik, sistem pendanaan berasal dari badan layanan umum daerah dan penerapan standar operasional prosedur masih kurang karena terdapat beberapa tenaga kesehatan yang belum maksimal dalam menjalankan dan memahami. Sistem informasi sudah menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit tetapi dalam pencatatan, pemantauan dan evaluasi seperti anamnesa dan lembar subjektif objektive assesment dan planning masih dilakukan secara tertulis. Disarankan kepada pihak rumah sakit dapat meningkatkan skill pegawai berupa seminar, pelatihan, workshop dan in house training baik internal maupun eksternal secara merata kepada seluruh sumber daya manusia serta melakukan pembaharuan sarana dan prasarana
PENYULUHAN GAYA HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA BULUKARTO KECAMATAN GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2024 Wayan Aryawati; Fitri Eka Sari; Yulia Astari; Lina Safitri; RD Rayhan Arnando; Zeni Reviza SF
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4741-4751

Abstract

Prevalensi penyakit diabetes nasional di Indonesia berdasarkan riskesdas 2018 sebesar 21,8%. Indonesia menduduki peringkat keempat  dunia untuk diabetes, setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2011, sekitar 32,5 juta penduduk Indonesia diperkirakan menderita diabetes, yang terdiri dari 21,8 juta penduduk perkotaan dan 10,7 juta penduduk pedesaan.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait pencegahan serta pengendalian penyakit diabetes mellitus. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan, pre-test, presentation, diskusi, tanya jawab, serta post-test. Targetnya ialah masyarakat di desa Bulukarto Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu. Kegiatan berlangsung pada 13 januari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pengabdian, kesadaran masyarakat yang memiliki pengetahuan buruk terkait gaya hidup menurun dari 31,8% menjadi 15,0%, aktivitas fisik dari 45,50% menjadi 0,00% dan perilaku merokok dari 59,10% menjadi 9,10%. Setelah pengabdian, kesadaran masyarakat yang memiliki pengetahuan baik terkait gaya hidup signifikan meningkat dari 68,2% menjadi 100,0%, aktivitas fisik dari 54,50% menjadi 100,0% dan perilaku merokok dari 40,90% menjadi 90,0%. Berdasarkan hasil uji-T gaya hidup, aktivitas fisik dan perilaku merokok diketahui nilai sig. (2-tailed) dari ketiga variabael adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka ho ditolak dan ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil pre-test dengan post test terkait penyakit diabetes, yang artinya ada pengaruh terkait gaya hidup, aktivitas fisik dan perilaku merokok masyarkat terhadap penyakit diabetes di Desa Bulukarto Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu.
Analysis of Occupational Health and Safety Risks in the Surgical Inpatient Room at Hospital Siti Mariam; Agung Aji Perdana; Riyanti Riyanti; Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4174

Abstract

According to the latest report from the International Labor Organization, more than 1.8 million people died in Asia-Pacific. At the Asian level, as many as two-thirds of the global population of more than 2.78 million people die every year due to work accidents or occupational diseases. Meanwhile, based on the National Safety Council (NSC) report, it shows that 41% of accidents in hospitals are greater than in other industries. . The purpose of this study was to determine the level of occupational safety and health risks in the surgical inpatient room of X Hospital Bandar Lampung. This study uses a semi-quantitative method that refers to AS/NZS: 2004 and a method for identifying risk using job hazard analysis (JHA) and multiplying the values​​of consequence, likelihood, exposure to determine the level of risk. The research results obtained with a substantial risk level of 1 risk and an acceptable level of 10 risks.
Use of Moringa Leaves to Meet Toddler Nutrition in The Prevention of Stunting Zelda Nora Afriza; Nova Muhani; Nurhalina Sari; Fitri Eka Sari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.4325

Abstract

In 2017, 43.2% of children under five in Indonesia had an energy deficit and 28.5% had a mild deficit. For protein adequacy, 31.9% of toddlers experienced a protein deficit and 14.5% experienced a mild deficit. The high prevalence of stunting is a priority that must be resolved with local food sources that are abundant and high in nutritional content, namely moringa leaves. Moringa leaves have high nutritional content and are easily available in the surrounding environment, but are still very diverse in their utilization. The purpose of this study was to determine the factors associated with the utilization of moringa leaves by mothers of toddlers in preventing stunting in Sumber Rejo Village. This study is a quantitative study with a Cross Sectional design with a population and sample size of 120 respondents with total sampling technique and univariate and bivariate analysis tests using Chi Square. Respondents who had insufficient knowledge were 13.3%, respondents who had a negative attitude were 43.3%, respondents who did not have moringa availability were 23.3% and respondents who had a moringa consumption pattern were 11.7% and respondents who did not utilize moringa leaves were 40%. There is a relationship between knowledge (p-value 0.039), attitude (p-value 0.000), moringa availability (p-value 0.034) and moringa consumption patterns (p-value 0.000) with the utilization of moringa by mothers of toddlers in preventing stunting in Sumber Rejo Village. It is hoped that health workers will conduct education or counseling for mothers of toddlers to increase the knowledge of mothers of toddlers about the use of moringa and it is hoped that mothers will improve moringa consumption patterns for toddlers and families with various variations of moringa preparations in order to increase the utilization of moringa as food intake for stunting prevention.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku WUS Dalam Melakukan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Siti Fadilah; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti; Fitri Ekasari; Christin Angelina Febriani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.639

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit ganas yang berkembang di leher rahim, bagian terbawah rahim yang meluas hingga ke ujung saluran reproduksi. Pencegahan terpadu dengan skrining sebaiknya dilaksanakan di puskesmas. Program Pemeriksaan Kanker Serviks Puskesmas Willaraga Bravasan memiliki tingkat kelulusan sebesar 13,6% pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku WUS dalam skrining kanker serviks dengan metode IVA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 2.479 wanita usia subur antara 30 dan 50 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bravasan, dengan sampel sebanyak 127 orang wanita. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistic sedehana. Hasilnya, 102 orang (80,3%) tidak mengikuti tes, dan 25 orang (19,7%) mengikuti tes. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,000; OR = 7,600), dukungan suami (p-value = 0,001; OR = 4,875), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,045; OR = 7,600). Diketahui bahwa ada. ) terdiri dari 1,378), sumber (p-value = 0,018 OR=3,563), dan paritas (p-value = 0,000; OR = 5,560). ). Variabel yang paling dominan yaitu variable pengetahuan (OR=11,082. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepeda Wanita Usia Subur antara 30 dan 50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bravasan agar lebih memahami tentang tes IVA dan risiko kanker serviks, sehingga dapat memperbaiki perilakunya saat melakukan tes WUS. Kata kunci: Deteksi Dini, Kanker Leher Rahin, WUS
Analysis Of Risk Factors For Covid - 19 Patients Using Mechanical Ventilation At Abdul Moeloek Lampung Hospital Year 2021 Nanang Dismiantoni; Samino; Fitri Eka Sari; Torry Duet Irianto; Nurhalina Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 6 No 2 (2025): In Progress issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i2.846

Abstract

Considering that the number of confirmed cases of COVID-19 continues to increase, the Ministry of Health has issued Circular Letter Number HK 02.01/Menkes/ concerning Increasing the Capacity for Treatment of COVID-19 Patients in Hospitals Providing COVID-19 Services Issued 11/2021. This is especially true for patients on ventilators or in isolation rooms. This study aims to analyze the risk factors for COVID-19 patients who use ventilators at Abdul Moerok Hospital, Lampung in 2021. This research is a quantitative study using a cross-sectional design. The research was conducted at Abdul Moerok Regional Hospital from September 2022 to January 2023. The study population included 2,152 COVID-19 patients who were treated in hospital rooms and hospital wards. The sample was 337 people. Medical records are used as research instruments. Data were analyzed using univariate, bivariate and multivariate analysis. Respondents within 8 days after birth were 249 people (73.9%), 207 people (61.4%) had no complications, 250 people (74.2%) had oxygen saturation >90%, and 128 people were using a ventilator. people (38.0%). Relationship between age (p 0.001), gender (p 0.011), duration of Covid-19 disease (p 0.031), Covid-19 patients (p 0.001), and oxygen saturation (p 0.001), use of ventilators in Covid-19 patients. Oxygen saturation is the variable that has the greatest influence on the incidence of mechanical ventilation in Covid-19 patients, with a p-value of 0.001 and an OR of 68.285. It is hoped that the public will increase their knowledge so that they can avoid risk factors that can reduce oxygen saturation and maintain lung function
Analysis of Factors Associated with Wus's Decision to Use an IUD in the Working Area of the Maja Public Health Center, Lebak Regency in 2024 Indah Mulia Herwisdiane; Wayan Aryawati; Fitri Ekasari; Dessy Hermawan; Dhiny Easter Yanti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 6 No 2 (2025): In Progress issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i2.871

Abstract

Birth control has become a global issue that is very important in maintaining a balance between population growth and available resources. One contraceptive method that is often used is the IUD. The prevalence of IUD/AKDR family planning acceptors in Indonesia is 3.8% and in Banten it is 6.09%. IUDs have been a major focus of long-acting contraceptive research due to their high effectiveness, reversibility, and potential additional health benefits. The aim of the research is to determine the factors related to WUS's decision to use an IUD. This type of quantitative research with a cross sectional design. The population in the study, namely women of childbearing age in the Maja Health Center Working Area, amounted to 9,394 people and a sample of 369 people using the cluster random sampling technique . Data analysis used univariate, bivariate ( chi square), and multivariate ( multiple logistic regression). The results of bivariate analysis showed that there was no relationship between age (p=0.405), parity (p=0.837), and occupation (p= 0.875) with WUS's decision to use an IUD. Meanwhile, education (p=0.004), knowledge (p=0.000), attitude (p=0.038), husband's support (p=0.035), and support from health workers (p=0.029) influenced WUS' decision to use an IUD. The factor most related to WUS's decision to use an IUD was knowledge with OR= 9.591. The conclusion of this research is that the dominant factor related to the decision to use an IUD is knowledge. WUS should actively seek information through trusted sources such as consulting with medical personnel at community health centers or reading accurate health literature.
Analisis Faktor Risiko Analisis Paritas Terhadap Kejadian Stunting Usia 0-24 Bulan di Indonesia (Studi Data Sekunder Ssgi 2022) Wayan Aryawati; Dyah Gaby Kesuma; Christin Angelina F; Fitri Eka Sari; Nova Muhani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49513

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada anak usia 0–24 bulan, dengan dampak meliputi keterlambatan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas masa depan, dan risiko penyakit kronis. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara paritas ibu dan faktor pelayanan kesehatan, seperti kunjungan antenatal care (ANC), ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), serta akses layanan kesehatan, dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, melibatkan 124.250 anak usia 0–24 bulan, dianalisis dengan regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Prevalensi stunting sebesar 7,7%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stunting dengan paritas (p=0,000), ASI eksklusif (p=0,006), dan kunjungan ANC (p=0,000). Analisis multivariat mengonfirmasi paritas sebagai determinan signifikan stunting (p=0,000; OR=0,908; 95% CI: 0,871–0,946), terutama pada anak dari ibu multiparitas. Kesimpulan: Pencegahan stunting perlu fokus pada peningkatan cakupan dan kualitas ANC, akses layanan kesehatan, serta edukasi kesehatan reproduksi untuk ibu multigravida.
Analisis Faktor Risiko Antenatal Care Terhadap Stunting Usia 0-24 Bulan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Wayan Aryawati; Annisa Indriani; Christin Angelina F; Fitri Eka Sari; Nova Muhani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49514

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pelayanan antenatal (ANC) menjadi strategi kunci pencegahan stunting, namun kepatuhan terhadap standar ANC masih rendah. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan kepatuhan ANC standar dengan kejadian stunting pada anak usia 0–24 bulan di Indonesia menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Metode: Studi potong lintang kuantitatif ini menggunakan data sekunder SSGI 2022 dengan populasi 334.878 individu dan sampel 118.736 anak usia 0–24 bulan. Data dianalisis dengan metode univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara stunting dengan kunjungan ANC standar (p=0,000), paritas (p=0,000), ASI eksklusif (p=0,000), dan akses layanan kesehatan (p=0,000). Usia ibu saat hamil pertama (p=0,776) dan pemberian MP-ASI (p=0,349) tidak signifikan. Anak dari ibu tanpa ANC standar berisiko stunting 1,33 kali lebih tinggi. Kesimpulan: Ketidakpatuhan ANC meningkatkan risiko stunting. Penguatan layanan ANC dan edukasi kesehatan ibu hamil penting untuk menurunkan stunting.
Analisis Faktor Risiko Akses Pelayanan Kesehatan Anak Balita Terhadap Kejadian Stunting Usia 0–24 Bulan di Indonesia SSGI 2022 Wayan Aryawati; Christin Angelina F; Ratih Mary Farahdisa; Nova Muhan; Fitri Eka Sari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49654

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak usia 0–24 bulan, dengan dampak buruk terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan akses layanan kesehatan anak dengan kejadian stunting serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhinya. Menggunakan desain potong lintang, penelitian ini memanfaatkan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SGII) 2022 dari 124.250 anak usia 0–24 bulan. Analisis data dilakukan dengan metode univariat, bivariat (uji chi-kuadrat), dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stunting dengan akses layanan kesehatan (p=0,000; OR=0,880; 95% CI: 0,842–0,920), kunjungan antenatal care (ANC) (p=0,000; OR=1,215; 95% CI: 1,161–1,271), dan ASI eksklusif (p=0,000; OR=0,879; 95% CI: 0,842–0,918). Analisis multivariat mengungkapkan kunjungan ANC sebagai faktor paling dominan (p=0,000; OR=1,228; 95% CI: 1,174–1,285). Temuan ini menegaskan bahwa akses layanan kesehatan bersifat protektif, dengan kunjungan ANC memiliki pengaruh terkuat dalam mencegah stunting. Intervensi disarankan berfokus pada peningkatan cakupan dan kualitas ANC, perluasan akses layanan kesehatan primer, serta edukasi usia ideal kehamilan untuk menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.