Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

MAKNA SAKIT BAGI PASIEN (Studi Fenomenologi terhadap Pasien Positif Covid-19 OTG di Tanjungpinang) Cian Ibnu Sina; Syamilatul Khariroh; Ernawati Ernawati; Wasis Pujiati; Lili Sartika
Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jpgsdunipol.v2i1.30

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita hidup dan berinteraksi sosial dengan dunia di sekitar kita. Meskipun banyak orang terinfeksi virus ini tanpa menunjukkan gejala yang jelas sedikitpun, pasien positif Covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) tetap mengalami dampak psikologis dan emosional serta sosial yang signifikan. Penelitian ini mengkaji makna sakit bagi pasien Covid-19 OTG, menggali kedalaman makna yang mereka alami, serta memberikan pandangan tentang perlunya dukungan sosial dan pemahaman yang lebih besar terhadap pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua varian makna yang berbeda. Pertama, responden memaknai sakit secara politis bahwa bagi dia ini persoalan kelas sosial semata, sehingga sakit bermakna korban yang disebabkan oleh pertentangan kepentingan dalam kelas sosial yang berbeda satu dengan yang lain. Kedua, responden memaknai sakit sebagai sebuah ketetapan yang tidak dapat dihindari dan dipungkiri, akan tetapi harus diterima sebagaimana adanya dan berusaha untuk berobat sekuat tenaga
EFEKTIFITAS MASSAGA EFFLEURAGE, AROMATERAPI GINGER DAN KOMBINASI TERHADAP PENGURANGAN NYERI HAID Trisnawati, Yeti; Nining Sulistyowati; Wasis Pujiati
Jurnal Kebidanan VOLUME 15, NO.02 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v15i02.637

Abstract

Angka kejadian dismenore atau nyeri haid cukup tinggi di dunia yaitu rata-rata di angka 50% dan prevalensi dismenore di Indonesia sebanyak 60-70%. Manajemen nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan metode non farmakologis yang memiliki efek samping lebih sedikit di banding dengan obat golongan NSAID. Salah satu terapi non farmakologis adalah massase dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas massage effleurage, aromaterapi ginger dan kombinasi massaga effleurage dan aromaterapi ginger terhadap intensitas nyeri dismenore. Jenis penelitian quasi eksperiment dengan pretest-posttest control goup design. Sampel sebanyak 68 responden yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok massaga effleurage, kelompok aromaterapi ginger dan kelompok kombinasi dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan uji post-hoc bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan Intensitas nyeri haid kelompok massage effleurage memiliki selisih rata-rata sebesar 1.687 dengan nilai sig 0.010, intensitas nyeri haid pada kelompok minyak esensial aromaterapi ginger nilai selisih rata-rata sebesar 1.500 dengan nilai sig 0.012, sedangkan intensitas nyeri haid pada kelompok kombinasi memiliki selisih rata-rata 2.375 dengan nilai sig 0.000. Hasil uji post-hoc bonferroni menunjukkan pemberian kombinasi didapat nilai sig yang terkecil yaitu 0.001. Kesimpulan dari penelitian bahwa pemberian kombinasi massage effleurage dan aromaterapi ginger paling efektif dalam mengurangi intensitas nyeri haid. Kata Kunci: Massage effleurage, Aromaterapi Ginger, Nyeri Haid
Aromaterapi Kenanga Dibanding Lavender terhadap Nyeri Post Sectio Caesaria Wasis Pujiati; Meily Nirnasari; Hotmaria Julia Dolok Saribu; Daratullaila Daratullaila
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.454 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i1.534

Abstract

This study aims to compare the effect of cananga and lavender aromatherapy on pain intensity in postoperative patients with Sectio caesaria . This research method uses true experimental design, randomized pretest posttest design. Sampling technique with simple random sampling. intervention group I was given aromatherapy cananga and group II was given lavender aromatherapy. Changes in pain intensity are measured using a Numerical Rating Scale. The pain felt by patients before inhaling cananga aromatherapy is an average of 5.00 (moderate pain) and after therapy of 3.25 (mild pain). Pain that was felt by patients before inhaling lavender aromatherapy was an average of 4.83 (moderate pain) and after therapy of 3.25 (mild pain). The results of the analysis with the Wilcoxon test (p value 0,000) showed that there was an influence of cananga and lavender aromatherapy interventions using inhalation techniques to the intensity of pain in post sectio caesaria patients. Mann Whitney Test results obtained p value 0.054. Conclusions There is no significant difference in the effect of intervention from the two groups, meaning that both interventions have the same effective effect in reducing the intensity of pain in post-sectional cesarean patients. Keywords: Aromatherapy Canangium Odoratum, Lavandula, Pain, Sectio caesaria
Self Care Berhubungan dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Zakiah Rahman; Wasis Pujiati; Hotmaria Julia Dolok Saribu
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.447 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.2883

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes patients. This research method uses quantitative research with the analytic observational process with a cross-sectional approach. The study results showed a relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang City, with the Chi-Square analysis test obtained a p-value of 0.002 (≤0.05). In conclusion, there is a relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Blood Sugar Levels, Self-Care
Peningkatan Gizi Seimbang dan Deteksi Tumbuh Kembang pada Anak di Masa Pandemi Covid 19 Liza Wati; Wasis Pujiati; Meily Nirnasari
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 3, No 3 (2021): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v3i3.271

Abstract

Covid-19 is still not over, this triggers parental concern about the threat of covid-19 to children. For this reason, maintaining immunity is the main concern of parents at this time, one of which is through adequate nutritional intake for children and the importance of early detection of development and growth. growth in toddlers. The purpose of this community service is to increase knowledge related to balanced nutrition in infancy, measurement of weight and height and detection of growth and development using a developmental questionnaire. The method used in the form of counseling, weighing and detecting growth and development with a pre-screening development questionnaire. The result of this activity is increased knowledge related to balanced nutrition, and based on height/age measurements, 1 child is very short and 3 children are short. The next hope is for mothers of toddlers to provide balanced nutrition for the growth and development of their toddlers
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR KELURAHAN KAMPUNG BUGIS Liza Wati; Utari Yunie Atrie; Wasis Pujiati; Linda Widiastuti; Yusnaini Siagian; Indaryani
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i2.463

Abstract

Balita merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan dan juga gizi. Masalah gizi yang muncul merupakan akibat dari berbagai faktor yang saling terkait. Proporsi status gizi buruk dan gizi kurang pada balita di Indonesia menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 adalah 17,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di wilayah pesisir kelurahan kampung bugis. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik observasional de ngan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita diwilayah pesisir kelurahan Kampung Bugis sebanyak 453 balita, dengan pengambilan sampel 68 responden, teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan Uji Korelasi spearman rho. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas balita berumur (12-36 bulan) yaitu sebanyak (50,0%), mayoritas balita berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak (57,4%), mayoritas balita diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sebanyak (64,7%), mayoritas balita tidak memiliki riwayat BBLR yaitu sebanyak (83,8%), mayoritas balita tidak memiliki riwayat penyakit infeksi yaitu sebanyak (86,8%), mayoritas balita memiliki keluarga dengan pendapatan rendah yaitu sebanyak (60,3%), mayoritas balita memiliki ibu yang berpendidikan terakhir SMA/SMK yaitu sebanyak (45,6%) dan mayoritas balita memiliki status gizi yang baik yaitu sebanyak (76,5%). Hasil uji statistik spearman rho didapatkan korelasi antara pemberian ASI eksklusif p value 0,009, riwayat BBLR (0,035), Tingkat pendidikan (0,003) , dan pendapatan keluarga (0,001) dengan status gizi balita di Wilayah Pesisir Kelurahan Kampung Bugis, dengan nilai koefisien korelasi dalam rentang 0,26 - 0,50 artinya korelasi cukup kuat.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan di Daerah Pesisir Puskesmas Kampung Bugis Yani, Putri; Meily Nirnasari; Wasis Pujiati; Zakiah Rahman
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH CEREBRAL MEDIKA
Publisher : Akper Kesdam I/Bukit Barisan Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53475/jicm.v6i2.175

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan (1000 hari HPK) adalah sejak hari pertama kehamilan sampai anak umur dua tahun yang dapat menentukan masa depan manusia. Fase ini disebut sebagai periode emas karena pada manusia ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat. Masalah gizi yang sering terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat. Masalah gizi yang sering terjadi pada 1000 HPK salah satunya adalah stunting. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang 1000 hari pertama kehidupan dengan kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan Didaerah Pesisir Puskesmas Kampung Bugis Tahun 2024. Desain Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis studi korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita berjumlah 34 responden. Hasil penelitian meununjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan cukup 27 responden mayorita kejadian stunting normal 30 (88,2%) mayoritas stunting yaitu 4 balita (11,8%) dan hasil analisa statistik uji Spearman Rank diperoleh nilai sig = 0,004<0,05 maka dapat disimpulkaan ada hubungan yang signifikasi antara pengetahuan Ibu Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan. masa depan Para penulis harus mengikuti petunjuk yang diberikan dalam panduan ini.
Penerapan Atraumatic Care dengan Kecemasan Anak Pra-Sekolah Saat Proses Hospitalisasi Hotmaria Julia Dolok Saribu; Wasis Pujiati; Endang Abdullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.653

Abstract

Introduction: Hospitalization is a crisis condition in children when the child is sick and hospitalized. Getting sick and being hospitalized is an unpleasant experience and most of the nursing process makes children afraid and even traumatized. Atraumatic care is a therapeutic care service in the setting of children's health services through the use of actions that reduce physical and psychological distress experienced by children and parents. The application of atraumatic care with audiovisual, namely providing cartoon videos, this therapy is very effective in reducing anxiety in children who are hospitalized. The goal is to reduce the anxiety due to hospitalization with Atraumatic care. Method The research method is a quasi-experimental design with a pre and post-test control group. Analysis of the data using the Wilcoxon test and to test the differences between the two groups using the independent test or Mann Whitney test. A sample of 56 preschoolers. Results: There was a difference between preschool children's anxiety during hospitalization in the experimental group and the control group (p-value 0.001). The conclusion is that there is an effect of applying audio-visual atraumatic on the anxiety of preschool children. Suggestions should apply audio-visual atraumatic care to reduce anxiety in pre-school children
The Effect of Supplementary Feeding (PMT) with Broiler Chicken Eggs on the Weight of Stunted Toddlers Ana Kurnia Putri; Tri Arianingsih; Cian Ibu Sina; Wasis Pujiati
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i1.5626

Abstract

Nutritional problems remain a major health concern in Indonesia. According to UNICEF (2024), one in five toddlers experiences stunting, with Natuna Regency showing a prevalence of 18%, higher than the provincial rate of 15.4%. The Serasan Health Center implemented an innovation program called “Pedok Bilis & Bubur Nasi,” requiring stunted toddlers to consume two chicken eggs daily. This study aimed to determine the effect of providing additional food (PMT) using broiler chicken eggs on the body weight of stunted toddlers. The research employed a quasi-experimental one-group pretest–posttest design with 14 toddlers selected through purposive sampling. Weight measurements were taken before and after a 14-day intervention and analyzed using the Wilcoxon test at a 0.05 significance level. Results showed an increase in average body weight from 11.66 kg to 11.97 kg with p = 0.009 (<0.05), indicating a significant effect. Broiler chicken egg supplementation is a simple, effective, and affordable nutritional intervention recommended for primary health care to help reduce stunting rates.