Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Filsafat Pendidikan Islam dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer: Penelitian Andri Alipia; Dinda Siti Handayani; Dyah Islamika Mahdarani; Etika Pujianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.497

Abstract

Islamic educational philosophy is a branch of philosophy that deeply examines the nature, goals, methods, and values ​​underlying education from an Islamic perspective. This philosophy is based on the Islamic outlook on life derived from the Qur'an, Hadith, and classical Islamic intellectual traditions, then contextualized with the challenges of the times. In the context of contemporary Islamic education, Islamic educational philosophy has a very important relevance. The modern world marked by globalization, technological developments, and socio-political dynamics requires Islamic education to be able to adapt without losing its identity. In the research conducted by the researcher this time, the approach used was a qualitative literature study approach. The research was carried out by collecting primary and secondary literature sources. While data classification is carried out from primary and secondary sources. Based on the results of the literature study, philosophizing means thinking more deeply, holistically, and systematically about various problems. Education can also be carried out in harmony with the philosophical approach, because philosophy can understand human experience as a whole.
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PENGGUNA PRIMER DI MADRASAH IBTIDAIYAH PESAWARAN LAMPUNG Dede Sofian Permana; M. Nasor; Etika Pujianti
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v2i2.42

Abstract

Kinerja kualitas layanan yang baik diharapkan dapat memenuhi harapan konsumen dan jika harapannya terpenuhi maka kepuasan masyarakat dapat terpenuhi baik dalam aspek bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, empati, dan jaminan yang merupakan indikator mutu layanan di Madrasah Ibtidaiyah Darul Huffaz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) aspek bukti fisik (tangibles), (2) aspek empati (empathy), (3) Aspek reliability, (4) Aspek Daya tanggap (responsiveness), dan (5) aspek Jaminan (assurance), di Madrasah Ibtidaiyah Darul Huffaz. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kulitatif dengan jenis deskriptif analisis. Dari data masing-masing dimensi mutu layanan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) Mutu layanan aspek bukti fisik (tangible) kersediaannya fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran, namun fasilitas perpustakaan dan ruang UKS serta mushola belum tersedia. Pihak Madrasah tetap memberikan layanan kesehatan dan sarana ruang baca dengan memanfaatkan ruang kelas yang tidak terpakai. Sedangkan untuk mengatasi ketiadaan mushola dengan melaksanakan praktek sholat di dalam kelas. (2) Mutu layanan aspek empati (emphaty) ditunjukkan dengan adanya kepedulian pada pengguna jasa dalam hal ini siswa, adanya perhatian pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan dibawah rata-rata. (3) Mutu layanan aspek kehandalan (reliability) adalah dengan memberikan layanan yang sesuai dengan yang dijanjikan, setiap informasi yang disampaikan akurat dan tepat sasaran. (4) Mutu layanan aspek daya tanggap (responsiveness) pihak Madrasah Ibtidaiyah Darul Huffaz ditunjukan dengan kesediaan dan kemampuan membantu kesulitan yang dihadapi siswa serta merespon secara cepat setiap masukan baik kritik maupun saran. (5) Mutu layanan aspek jaminan (assurance) menciptakan kepercayaan dan memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa tingkat keberhasilan proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Darul Huffaz dan output cukup memuaskan. Kompetensi guru yang memadai berdasarkan tingkat pendidikan dan kepegawaian. Jaminan yang diberikan seperti jumlah kelulusan mencapai seratus persen, jumlah lulusan yang diterima di sekolah lanjutan negeri serta kemampuan akademik yang menonjol
Manajemen dan Kepempimpinan Etika Pujianti; Irwandi; Iswanto; Junaidi; Lukman Al Faht; Mochamad Nurul Amin; Mohamad Akbar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63019

Abstract

Management and leadership are two interrelated components that play a crucial role in determining the success of an organization. Management focuses on planning, organizing, implementing, and controlling organizational resources to achieve goals effectively and efficiently, while leadership emphasizes influencing, motivating, and guiding individuals toward achieving shared objectives. This paper aims to analyze the relationship between management and leadership and their contribution to improving organizational performance, particularly in educational institutions. The study employs a library research method by reviewing relevant books, journal articles, and previous studies. The findings indicate that effective management cannot function optimally without strong leadership, and effective leadership requires a well-structured management system to achieve organizational goals sustainably. Therefore, the integration of management and leadership is essential for establishing good governance, fostering innovation, enhancing organizational performance, and improving the quality and competitiveness of educational institutions in the era of globalization and digital transformation.
KELEMBAGAAN PENDIDIKAN ISLAM: KONSEP, PERKEMBANGAN, TANTANGAN, DAN STRATEGI PENGUATAN DALAM ERA MODERN Etika Pujianti; Faisal; Djusran Bachtiar; Erlina Neni Indriyani; Erna; Erviani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63421

Abstract

Kelembagaan pendidikan Islam merupakan bagian integral dari sejarah perkembangan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun peradaban manusia. Lembaga pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pemberdayaan sosial masyarakat. Dalam perkembangannya, kelembagaan pendidikan Islam mengalami transformasi dari bentuk tradisional seperti pesantren dan surau menuju lembaga pendidikan modern berupa madrasah, sekolah Islam terpadu, dan perguruan tinggi Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep kelembagaan pendidikan Islam, perkembangan historisnya, fungsi strategis, berbagai tantangan yang dihadapi, serta strategi penguatan kelembagaan dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber literatur mengenai pendidikan Islam dan manajemen kelembagaan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan Islam sangat dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap perubahan, profesionalisme pengelolaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta penerapan tata kelola pendidikan yang efektif. Penguatan kelembagaan pendidikan Islam diperlukan agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan karakter Islami yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
The Hakikat dan Landasan Pendidikan Islam Etika Pujianti; Ahmad Maulana; Abdur Rakib; Afipudin Abdul Jalil; Ahlina Nawatir; Ahmad Dhahir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63425

Abstract

Pendidikan Islam merupakan sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai wahyu dan akal dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat dan landasan pendidikan Islam serta implikasinya dalam menghadapi era transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, Hadis, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat pendidikan Islam mencakup pengembangan potensi manusia secara holistik (jasmani, akal, dan ruhani), sedangkan landasannya meliputi landasan teologis, filosofis, psikologis, dan sosiologis. Dalam era digital, pendidikan Islam menghadapi tantangan adaptasi teknologi, namun tetap harus mempertahankan nilai-nilai dasar keislaman. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai Islam dan inovasi teknologi dalam sistem pendidikan.
KURIKULUM DAN PERENCANAAN Etika Pujianti; Ike Krismawati; Ilham Jaya Abd Rauf; Hanief Abdillah Arif; Heru Sandi Susilo; Irwan B
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64520

Abstract

The transformation of education in the twenty-first century has shifted the curriculum paradigm from merely an administrative document into a strategic instrument for improving educational quality. This transformation has become increasingly complex due to the emergence of the Fourth Industrial Revolution, Society 5.0, Artificial Intelligence, digital learning, and the implementation of the Independent Curriculum, which require Islamic educational institutions to develop adaptive, flexible, and outcome-oriented curricula. From the perspective of Islamic Educational Management, curriculum development should not only focus on academic achievement but also on fostering spirituality, morality, and Islamic values comprehensively. This study aims to analyze the concept of curriculum and educational planning in Islamic education from the perspective of Islamic Educational Management, identify challenges in curriculum implementation during the digital transformation era, and formulate a curriculum development model oriented toward Continuous Quality Improvement. The study employs a qualitative approach using library research. Data were collected from academic books, reputable national and international journal articles, government policy documents, and previous research. The analysis was conducted through content analysis and literature synthesis. The findings reveal that successful curriculum implementation depends on systematic planning, stakeholder participation, technological adaptability, and the integration of Islamic values. The integration of Outcome-Based Education, the Independent Curriculum, digital learning technologies, and Continuous Quality Improvement contributes significantly to improving educational quality and institutional competitiveness. Furthermore, visionary leadership, professional governance, and competent human resources are essential factors in developing an innovative, sustainable, and globally competitive Islamic education curriculum.
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM FASE MEKAH MADINAH Dina Al Adawia; Riski Maulana; Abdul Jabar; Siti Nurbaiti; Hestin Istianai; Etika Pujianti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pemikiran peradaban Islam pada fase Mekkah dan Madinah sebagai dua periode penting dalam sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui kajian berbagai literatur ilmiah, baik berupa buku maupun artikel jurnal yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa fase Mekkah merupakan periode pembentukan fondasi akidah, moralitas, dan karakter umat melalui penanaman nilai tauhid, kesabaran, serta penguatan spiritual sebagai dasar lahirnya masyarakat Islam. Sementara itu, fase Madinah menjadi tahap transformasi dakwah menuju pembentukan sistem sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan yang lebih terstruktur melalui pembangunan masjid, penguatan ukhuwwah Islamiyyah, serta pembentukan Piagam Madinah sebagai landasan kehidupan masyarakat yang plural, adil, dan harmonis. Perkembangan pemikiran Islam pada kedua fase tersebut menunjukkan bahwa dakwah Rasulullah SAW tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga pada pembangunan tatanan peradaban yang menyeluruh dan berkeadilan. Dengan demikian, fase Mekkah dan Madinah menjadi fondasi utama terbentuknya peradaban Islam yang berlandaskan spiritualitas, solidaritas sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
DINASTI UMAYYAH DAN ABBASIYAH Ahmad Tarmizi; Wilda Wilda; Fakhrurozi Fakhrurozi; Riska Puspitasari; Septi Ofriantika; Etika Pujianti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah perkembangan Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah sebagai dua kekhalifahan besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan peradaban Islam klasik. Kajian ini difokuskan pada latar belakang berdirinya kedua dinasti, sistem pemerintahan yang diterapkan, perkembangan wilayah kekuasaan, kemajuan peradaban yang dicapai, serta faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dan keruntuhannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah, buku sejarah, dan jurnal nasional maupun internasional open access yang relevan dengan tema kajian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan historis-komparatif (historical-comparative approach) untuk membandingkan karakteristik politik, sosial, ekonomi, dan intelektual pada masa Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Umayyah berperan besar dalam konsolidasi politik Islam, reformasi administrasi negara, serta perluasan wilayah kekuasaan hingga mencakup kawasan Afrika Utara, Semenanjung Iberia (Al-Andalus), dan Asia Tengah. Sementara itu, Dinasti Abbasiyah berhasil membawa peradaban Islam mencapai masa kejayaannya melalui pengembangan ilmu pengetahuan, kemajuan kebudayaan, serta pembentukan pusat intelektual dunia Islam di Baghdad melalui lembaga Bayt al-Hikmah. Meskipun memiliki orientasi pemerintahan yang berbeda, kedua dinasti sama-sama memberikan kontribusi fundamental terhadap perkembangan peradaban Islam dan warisan intelektual dunia. Dengan demikian, kajian terhadap Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah tidak hanya penting dalam memahami sejarah politik Islam, tetapi juga relevan dalam melihat kontribusi Islam terhadap perkembangan peradaban global.