Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : scientia journal

Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2021 Sondang Selviana Silitonga; Marinawati Ginting
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu kesehatan masyarakat yang paling banyak dijumpai dibelahan dunia. Anak-anak dan wanita usia subur (WUS) adalah kelompok yang paling berisiko, dengan perkiraan prevalensi anemia pada balita sebesar 47 persen, pada wanita hamil sebesar 42 persen, dan pada wanita yang tidak hamil usia 15-49 tahun sebesar 30 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, kejadian anemia di Puskesmas Putri Ayu sebanyak 141 orang Apabila anemia pada WUS tidak diatasi akan mengakibatkan risiko kematian maternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2021.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi yang akan dilakukan pada bulan September tahun 2021. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi pada bulan Agustus 2021. Sampel dalam penelitian ini sebanyak diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia sebanyak 26 responden (72,2%) dan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 31 responden (86,1%) tentang anemia.Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) dengan p value 1,000 > 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS). Untuk itu, diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan pada wanita usia subur yang memiliki tanda dan gejala anemia untuk mencegah terjadinya anemia sejak dini.
Gambaran Persepsi Perawat Terhadap Link And Match Pendidikan Keperawatan Dengan Institusi Pelayanan Kesehatan di Provinsi Jambi Tahun 2022 Aguspairi; Marinawati Ginting; Sondang Silitonga
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi Republik Indonesia bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah terus berupaya agar kualitas pendidikan di Indonesia sejajar dengan kualitas pendidikan negara lain di dunia. Salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan adalah menyelaraskan pendidikan dengan dunia industri. Pemerintah mengeluarkan PP Nomor 29 tahun 1990 yang isinya antara lain terkait instruksi untuk mempersiapkan siswa SMK menjadi tenaga siap kerja, menjadi dasar perancangan konsep link and match Sejak dirumuskan tahun 1993, realisasi “link and match” terus disempurnakan, mulai dari sistem ganda (magang) hingga kampus merdeka. Pendidikan tenaga kesehatan termasuk pendidikan keperawatan sejak awal berdiri sudah menerapkan kuriklum dengan menyelaraskan pendidikan dengan dunia industri khususnya industri pelayanan kesehatan. Hasil analisis terlihat bahwa lulusan D.III keperawatan lebih banyak menyatakan sesuai (78,6%) antara ilmu yang diperoleh selama di kampus sesuai dengan praktik saat setelah bekerja di rumah sakit, jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan D.V, S1 dan S2 keperawatan/kesehatan yang menyata-kan sesuai hanya 55,1%. Terkait dengan pengelolaan manajemen terlihat bahwa, sebagian besar (68%) responden menyatakan bahwa sesuai atau selaras antara ilmu yang diperoleh selama di kampus dengan pengelolaan manajemen di rumah sakit atau dengan kata lain sebagian besar resonden menyatakan ada link and match dunia pendidikan dengan dunia kerja
Gambaran Kepatuhan Masyarakat Kota Jambi Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Di Rumah Ibadah Aguspairi; Marinawati Ginting; Sondang Silitonga; Hafiz Muchti Kurniawan
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus-19 (COVID-19) telah dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Peningkatan jumlah kasus covid-19 berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Memasuki bulan kedua puluh sejak ditemukannya di kota Wuhan Republik Rakyat Tiongkok dipenghujung Desember 2019, kasus covid-19 sudah menyebar hampir ke seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Jumlah kasus covid-19 di Provinsi Jambi tanggal 4 Agustus 2021 sebanyak 21.165 kasus, dengan kasus aktif sebanyak 5.237, jumlah penderita sembuh sebanyak 15.481 dan angka kematian sebesar 447. Jika dilihat dari sebaran kasus tiap kabupaten/kota, Kota Jambi menempati urutan teratas yaitu sebanyak 12.086 kasus, sedangkan yang terandah adalah Kabupaten Kerinci yaitu sebanyak 787 kasus. Jika dilihat jumlah yang meninggal, ternyata kota Jambi juga menempati urutan teratas yaitu sebanyak 148. Hasil analisis terhadap gambaran kepatahuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan khususnya di masjid diperoleh hasil bahwa semua masjid menyediakan tempat cuci tangan (100%), jumlah jemaah yang menggunakan masker saat ibadah sholat >80% sebanyak 67 masjid (73,9%), sebanyak 82 (84,5%) masjid menerapkan jaga jarak dan sebanyak 95 (97,9%) masjid ada himbauan tertulis tentang protokol kesehatan, teruatama himbauan penggunaan masker. Beberapa masjid terlihat mempunyai motivasi yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan seperti dalam menyiapkan fasilitas cuci tangan, himbauan-himbauan tertulis maupun himbauan lisan dalam menerapkan protok kesehatan dalam menghadapi wabah covid-19.
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2021 Sondang Selviana Silitonga; Marinawati Ginting
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu kesehatan masyarakat yang paling banyak dijumpai dibelahan dunia. Anak-anak dan wanita usia subur (WUS) adalah kelompok yang paling berisiko, dengan perkiraan prevalensi anemia pada balita sebesar 47 persen, pada wanita hamil sebesar 42 persen, dan pada wanita yang tidak hamil usia 15-49 tahun sebesar 30 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, kejadian anemia di Puskesmas Putri Ayu sebanyak 141 orang Apabila anemia pada WUS tidak diatasi akan mengakibatkan risiko kematian maternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2021.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi yang akan dilakukan pada bulan September tahun 2021. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi pada bulan Agustus 2021. Sampel dalam penelitian ini sebanyak diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia sebanyak 26 responden (72,2%) dan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 31 responden (86,1%) tentang anemia.Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) dengan p value 1,000 > 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS). Untuk itu, diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan pada wanita usia subur yang memiliki tanda dan gejala anemia untuk mencegah terjadinya anemia sejak dini.
Gambaran Persepsi Perawat Terhadap Link And Match Pendidikan Keperawatan Dengan Institusi Pelayanan Kesehatan di Provinsi Jambi Tahun 2022 Aguspairi; Marinawati Ginting; Sondang Silitonga
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi Republik Indonesia bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah terus berupaya agar kualitas pendidikan di Indonesia sejajar dengan kualitas pendidikan negara lain di dunia. Salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan adalah menyelaraskan pendidikan dengan dunia industri. Pemerintah mengeluarkan PP Nomor 29 tahun 1990 yang isinya antara lain terkait instruksi untuk mempersiapkan siswa SMK menjadi tenaga siap kerja, menjadi dasar perancangan konsep link and match Sejak dirumuskan tahun 1993, realisasi “link and match” terus disempurnakan, mulai dari sistem ganda (magang) hingga kampus merdeka. Pendidikan tenaga kesehatan termasuk pendidikan keperawatan sejak awal berdiri sudah menerapkan kuriklum dengan menyelaraskan pendidikan dengan dunia industri khususnya industri pelayanan kesehatan. Hasil analisis terlihat bahwa lulusan D.III keperawatan lebih banyak menyatakan sesuai (78,6%) antara ilmu yang diperoleh selama di kampus sesuai dengan praktik saat setelah bekerja di rumah sakit, jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan D.V, S1 dan S2 keperawatan/kesehatan yang menyata-kan sesuai hanya 55,1%. Terkait dengan pengelolaan manajemen terlihat bahwa, sebagian besar (68%) responden menyatakan bahwa sesuai atau selaras antara ilmu yang diperoleh selama di kampus dengan pengelolaan manajemen di rumah sakit atau dengan kata lain sebagian besar resonden menyatakan ada link and match dunia pendidikan dengan dunia kerja
Hubungan Status Gizi dan Infeksi Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Hamil di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain Sarolangun Tahun 2022 Nia Nurzia; Marinawati Ginting; Sondang Selviana; Mutia Zahara Basroil; Angnes, Odri; Kalimah, Kalimah
SCIENTIA JOURNAL Vol. 12 No. 1 (2023): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kelainan ketuban pada kehamilan dimana normalnya ketuban pecah dan keluar saat terjadinya kontraksi rahim menjelang persalinan, namun ketuban pecah sebelum saat persalinan tiba. Menurut WHO 2021 Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi secara global sebanyak 295.000, dengan resiko kematian ibu sebesar 211 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Menurut profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan jumlah AKI tertinggi meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2021 angka kematian di Indonesia sebesar 7.389. Terjadi peningkatan AKI dibandingkan tahun 2020 sebanyak 4.627 kematian ibu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor - Faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Chatib Quzwain Sarolangun Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Analitik. Pendekatan penelitian menggunakan metode cross sectional. Populasi dari KPD ini yaitu sebanyak 372 ibu hamil yang terdata sebagai KPD selama 1 tahun terakhir yaitu tahun 2022. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 79 orang ibu hamil dengan KPD. Data diperoleh dari data skunder rekam medis dan buku register pasien KPD dan di analisis menggunakan uji chi – square. Berdasarkan tabel Uji Statistik dapat diketahui bahwa dari uji chi – square diperoleh hasil karakteristik responden yaitu umur (P – value = 0,10) lebih besar dari sig α (0,05), dan karakteristik pada paritas (P – value = 0,000) lebih kecil dari sig α (0,05). Selanjutnya status gizi (P – value = 0,450) lebih besar dari sig α (0,05) dan Selanjutnya infeksi (P – value = 0,001.) lebih kecil dari sig α (0,05). Sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan pada ksarkteristik paritas dan variabel Infeksi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu hamil. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk mengevaluasi kembali tentang hubungan status gizi dan infeksi terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil di RSUD Prof Dr. H.M. Chatib Quzwain Sarolangun Tahun 2022.