Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Harmonisasi Kehutanan dan Sinergi Hukum Adat: Evaluasi Kebijakan Pemulihan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Restorasi Eks Lahan Sawit Ilegal di Aceh Misbah, T. Lembong
Journal of Law and Economics Vol. 3 No. 1 (2024): MAY 2024
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the synergy of customary law principles, forestry harmonization, and community empowerment in the restoration of illegally converted palm oil land in Aceh Tamiang. The research method involves document analysis, stakeholder interviews, and field surveys. The results indicate that the synergy of customary law principles and the implementation of forestry law principles have a positive impact on the recovery of illegally converted palm oil land. Forestry harmonization enables active community participation, with empowerment as a key factor in natural resource management, bridging the understanding of customary and forestry law. The evaluation of the Aceh Government's restoration policy in Aceh Tamiang highlights positive impacts on ecology and environmental balance. This program, through cross-sector collaboration, not only enhances positive community behavior but also supports the concepts of development and empowerment. The research conclusion provides insights for policymakers, legal practitioners, and relevant parties to develop a holistic approach to land conflict resolution, involving communities in restoration efforts, and strengthening local capacity to manage natural resources. These findings serve as a foundation for policy improvement and the implementation of similar programs to support environmental sustainability and community well-being in Aceh Tamiang.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengantisipasi Penggunaan Media Sosial Dikalangan Peserta Didik di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kota Subulussalam Kadariah, Nur; Idris, Saifullah; Misbah, T. Lembong
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2023): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v2i3.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikam eksistensi media sosial terhadap perilaku siswa dan faktor-faktor penghambat guru PAI dalam mengantisipasi dampak media sosial di SD Negeri Kota Subulussalam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan pedagogis, psikologis, sosiologis, dan teologis normatif. Sumber data yaitu data primer bersumber dari kepala sekolah, guru PAI, dan siswa melalui wawancara, sedangkan data sekunder diambil dari dokumen yang ada kaitannya dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam peran guru pendidikan agama dalam mengantisipasi dampak penggunaan media sosial bagi peserta Didik SD Negeri Kota Subulussalam: 1) Siswa SD Negeri Kota Subulussalam Utara memanfaatkan media sosial sebagai ajang untuk menunjukkan keberadaan dirinya kepada dunia luar. Setiap orang berlomba-lomba untuk menampilkan dan membuat branding tentang dirinya kepada dunia luar. Tidak jarang pula bahkan seseorang bisa bertindak berlebihan untuk sekedar menunjukan eksistensi dirinya kepada orang lain. 2) Adapun yang menjadi penghambat guru PAI dalam mengantisipasi dampak media sosial di SD Negeri Kota Subulussalam yaitu kurang kerja sama guru dan orang tua dalam mengantisipasi penggunaan media sosial. Lingkungan masyarakat (pergaulan) pergaulan dari siswa di luar sekolah juga sangat berpengaruh besar terhadap tingkah laku dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kurang efektifnya peraturan yang dibuat sekolah
MODEL FOR CAPACITY BUILDING OF VILLAGE APPARATUS IN REALIZING DISABILITY INCLUSIVE VILLAGE (A STUDY IN MIRUK TAMAN VILLAGE, DARUSSALAM SUBDISTRICT, ACEH BESAR REGENCY) Misbah, T. Lembong; Rusnawati, Rusnawati; Situmeang, Marini Kristina; Maisarah, Siti; Fatimah, Fatimah; Ramadhani, Desi
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v10i2.26498

Abstract

This study aims to map the capacity model of the gampong apparatus in realizing disability-inclusive gampong in Miruk Taman Village, Darussalam District, Aceh Besar Regency. This research was conducted using a qualitative method with an exploratory-participatory approach and referring to emancipatory principles. The results of the study found that two strengthening models for gampong apparatus in realizing inclusive gampong were carried out through 3 phases, namely: Awareness, Empowerment, and Mentoring. The Awareness stage was carried out through workshop activities related to the importance of qanun gampong as a legal basis for realizing inclusive gampongs. Furthermore, activities were also carried out to increase the knowledge of gampong apparatus and KSM on the rights of people with disabilities facilitated by the Social Service, the Aceh Building Forum, and academics. The empowerment was carried out through assistance in the formulation of the qanun gampong together with the Head of the Aceh Besar Legal Division, the Aceh Besar Social Service, DPMG, the Aceh Building Forum as a companion institution, and academics from the Islamic Community Development Study Program of UIN Ar-Raniry until the qanun was successfully ratified. Meanwhile, the implementation of qanun is carried out through training for gampong apparatus and KSM through mapping the needs of people with disabilities, providing access to services needed by people with disabilities, and through the declaration of disability-inclusive gampong, which involves the direct participation of people with disabilities as beneficiaries. This capacity model has provided improvements in the social conditions of people with disabilities, especially access to development in Gampong Miruk Taman, where they were previously marginalized.
Pengaruh Nilai-Nilai Etika Terhadap Pencapaian Kinerja Bisnis (Studi Empiris Pelaku Ekonomi) Damanhuri; Misbah, T. Lembong; Hasyim, Syarifuddin; Mistiar, Wolly
Journal of Law and Economics Vol. 3 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/jle.v3i2.223

Abstract

The research aims to analyze the implementation of business ethics values in Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banda Aceh City. Through a quantitative approach with survey method, data collection involved 150 SME owners as respondents selected through stratified random sampling technique. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using multiple regression analysis. The results show that the implementation of business ethics values has a positive and significant effect on SME performance, with honesty in transactions as the most dominant factor (41.2%). There are significant differences in the implementation of business ethics values based on business sectors, where the service sector shows a higher level of implementation. The research findings benefit the development of business ethics for SMEs in developing countries
Jejak-Jejak Pluralisme di Aceh Muhammad Nurkhalis; T. Lembong Misbah
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1158

Abstract

Istilah pluralisme masih asing di telinga masyarakat modern dan umat Islam. Tidak jarang pluralisme dianggap sebagai paham yang menyimpang, sehingga banyak umat Islam yang merasa alergi ketika mendengar istilah pluralisme. Selain itu, MUI pada tahun 2005 mengeluarkan fatwa yang melarang pluralisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah jejak pluralisme yang masih ada di Aceh hingga saat ini. Pluralisme ini terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pluralisme agama, etnis, bahasa, budaya, dan hukum. Fenomena pluralisme yang terjadi di Aceh menunjukkan bahwa pluralisme bukanlah sesuatu yang asing karena masyarakat Aceh masih menerapkan bentuk pluralisme tersebut hingga saat ini.
Takdir Produktif Perspektif Harun Nasution: Antara Mu’tazilah dan Asy’ariyah Hasvi Harizi; T. Lembong Misbah
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1304

Abstract

Pemahaman terhadap konsep takdir memunculkan berbagai pandangan, antara lain pemahaman takdir perspektif Mu’tazilah dan perspektif Asy’ariyah yang dipandang paling berhasil mengembalikan pemahaman takdir sesuai Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua pandangan golongan ini tidak hanya berhenti dalam pemikiran saja tetapi memiliki pengaruh terhadap daya produktivitas manusia. Harun Nasution berupaya menengahi kedua paham ajaran tersebut supaya lebih rasional dan tekstual dalam memahami Takdir. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pandangan teologi Harun Nasution sebagai tokoh modern dan pembaharu Islam di Indonesia dalam menjelaskan Takdir. Metode penulisan adalah deskriptif analisis. Hasil dari analisis bahwa dalam memahami takdir dan sunnatullah harun menegaskan untuk menggunakan nalar karena ini akan mempengaruhi sifat produktif umat yang akan berdampak pada perkembangan dan kemajuan ummaIslam. Pandangan Harun Nasution ini melahirkan istilah baru yang disebut dengan istilah Takdir Produktif yaitu pemahaman terhadap takdir yang dapat mengantarkan manusia pada kehidupan kemasyrakatan yang lebih maju dan berkembang, dan menjadi lebih produktif dalam mengelolah kehidupannya.
Tradisi Tulak Bala Bagi MUDAB: Perspektif, Argumen Teologis, Upaya dan Implikasinya Ismawan, Dana; Misbah, T. Lembong
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.160

Abstract

Tulak Bala merupakan salah satu tradisi yang setiap tahun dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat. Tradisi ini telah melekat dalam budaya masyarakat Aceh khususnya di wilayah Barat Selatan Aceh namun kerap dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ulama dayah, yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh Barat, menyikapi tradisi Tulak Bala tersebut. Kajian penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan datanya diperoleh dari proses wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini bertujuan menganalisis Perspektif Mubahatsah Ulama Dayah Aceh Barat (MUDAB) serta menelisik pandangan MUDAB dalam mendukung, menolak, atau memberikan sudut pandang tertentu mengenai praktik tulak bala, sekaligus alasan yang mendasari sikapnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUDAB menganggap tradisi ini sebagai manifestasi budaya lokal yang masih relevan dan dapat dilakukan untuk menjaga keselarasan antara adat dan agama, selama tidak melanggar prinsip-prinsip syariat Islam. Namun, perlu adanya edukasi dan penyampaian pemahaman kepada masyarakat untuk menghindari praktik-praktik yang dapat mengarah pada penyimpangan aqidah dan ajaran islam.
MODEL FOR CAPACITY BUILDING OF VILLAGE APPARATUS IN REALIZING DISABILITY INCLUSIVE VILLAGE (A STUDY IN MIRUK TAMAN VILLAGE, DARUSSALAM SUBDISTRICT, ACEH BESAR REGENCY) Misbah, T. Lembong; Rusnawati, Rusnawati; Situmeang, Marini Kristina; Maisarah, Siti; Fatimah, Fatimah; Ramadhani, Desi
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v10i2.26498

Abstract

This study aims to map the capacity model of the gampong apparatus in realizing disability-inclusive gampong in Miruk Taman Village, Darussalam District, Aceh Besar Regency. This research was conducted using a qualitative method with an exploratory-participatory approach and referring to emancipatory principles. The results of the study found that two strengthening models for gampong apparatus in realizing inclusive gampong were carried out through 3 phases, namely: Awareness, Empowerment, and Mentoring. The Awareness stage was carried out through workshop activities related to the importance of qanun gampong as a legal basis for realizing inclusive gampongs. Furthermore, activities were also carried out to increase the knowledge of gampong apparatus and KSM on the rights of people with disabilities facilitated by the Social Service, the Aceh Building Forum, and academics. The empowerment was carried out through assistance in the formulation of the qanun gampong together with the Head of the Aceh Besar Legal Division, the Aceh Besar Social Service, DPMG, the Aceh Building Forum as a companion institution, and academics from the Islamic Community Development Study Program of UIN Ar-Raniry until the qanun was successfully ratified. Meanwhile, the implementation of qanun is carried out through training for gampong apparatus and KSM through mapping the needs of people with disabilities, providing access to services needed by people with disabilities, and through the declaration of disability-inclusive gampong, which involves the direct participation of people with disabilities as beneficiaries. This capacity model has provided improvements in the social conditions of people with disabilities, especially access to development in Gampong Miruk Taman, where they were previously marginalized.
Pemberdayaan Pengrajin Rotan Lewat Program BUMDes Berkat Mandiri di Gampong Lamgaboh Aceh Besar Siregar, Khairunnisa; Misbah, T. Lembong; Rusnawati, Rusnawati; Situmeang, Marini Kristina
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i3.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan hasil pemberdayaan pengrajin rotan melalui program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkat Mandiri di Gampong Lamgaboh, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pengurus BUMDes, pengrajin rotan, serta aparatur gampong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Berkat Mandiri berperan penting dalam memperkuat kapasitas ekonomi pengrajin rotan melalui berbagai program, seperti penyediaan bahan baku dengan harga terjangkau, pemberian akses permodalan, penyediaan fasilitas rumah produksi, serta pendampingan dalam pemasaran produk. Kolaborasi ini berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, dan perluasan jangkauan pasar produk rotan. Keberhasilan program didukung oleh komitmen pemerintah desa, manajemen BUMDes yang profesional, partisipasi aktif pengrajin, serta adanya budaya gotong royong masyarakat Lamgaboh. Kesimpulannya, pemberdayaan melalui BUMDes tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat desa. Temuan ini menegaskan pentingnya model pemberdayaan berbasis kelembagaan lokal yang mengintegrasikan potensi ekonomi, sosial, dan budaya dalam pembangunan desa berkelanjutan.
Harmonisasi Kehutanan dan Sinergi Hukum Adat: Evaluasi Kebijakan Pemulihan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Restorasi Eks Lahan Sawit Ilegal di Aceh Misbah, T. Lembong
Journal of Law and Economics Vol. 3 No. 1 (2024): MAY 2024
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/jle.v3i1.179

Abstract

This research explores the synergy of customary law principles, forestry harmonization, and community empowerment in the restoration of illegally converted palm oil land in Aceh Tamiang. The research method involves document analysis, stakeholder interviews, and field surveys. The results indicate that the synergy of customary law principles and the implementation of forestry law principles have a positive impact on the recovery of illegally converted palm oil land. Forestry harmonization enables active community participation, with empowerment as a key factor in natural resource management, bridging the understanding of customary and forestry law. The evaluation of the Aceh Government's restoration policy in Aceh Tamiang highlights positive impacts on ecology and environmental balance. This program, through cross-sector collaboration, not only enhances positive community behavior but also supports the concepts of development and empowerment. The research conclusion provides insights for policymakers, legal practitioners, and relevant parties to develop a holistic approach to land conflict resolution, involving communities in restoration efforts, and strengthening local capacity to manage natural resources. These findings serve as a foundation for policy improvement and the implementation of similar programs to support environmental sustainability and community well-being in Aceh Tamiang.