Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Model Talking Stick Berbantuan Kamus Mini Sebagai Sumber Belajar Sosiologi Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Sekolah Menengah Atas Tania Candra; Ike Sylvia
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v3i4.186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman konsep siswa di kelas X.1 SMAN 8 Padang. Sumber belajar yang inovatif perlu digunakan dalam proses pembelajaran agar pemahaman konsep siswa dapat meningkat, maka dalam penelitian ini dilakukan upaya peningkatan pemahaman konsep sosiologi siswa melalui model talking stick berbantuan sumber belajar kamus mini dan media scramble. Untuk mencapai tujuan tersebut melalui penelitian tindakan kelas yang terdiri dari langkah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Selama dua siklus dan empat kali pertemuan pada materi pengendalian sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase observasi pemahaman konsep siswa pada siklus I rata-rata naik sebesar 21,5% dan pada siklus II sebesar 41,03%. Skor tes pemahaman konsep sosiologi siswa rata-rata pada siklus I sebesar 81,71% dan 100% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa indikator keberhasilan dalam penelitian ini telah tercapai yaitu mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.
Efektivitas E-LKPD Berbasis Liveworksheet dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Peserta Didik di Kelas XI IPS SMA N 5 Padang Mifta Hurrahma; Ike Sylvia
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (September 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v4i1.193

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of students of class XI Social Sciences at SMA N 5 Padang. This study aimed to measure the effectiveness of the Liveworksheet-based LKPD in improving student learning outcomes in class XI IPS SMAN 5 Padang. This experimental study uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest research design. The population in this study amounted to 36 students of class XI IPS SMA N 5 Padang. The sampling technique used was total sampling with a total sample of 36 class XI IPS 1 SMA N 5 Padang students. The data collection technique uses pretest and posttest questions with a question indicator that presents a phenomenon so that students can identify the meaning of social integration and actual examples of social integration in the surrounding environment and the driving factors of social integration. The average pretest score was 52, and the average posttest score was 86. This study was analyzed using David Ausubel's meaningful learning theory. The data analysis techniques used were normality, homogeneity, and paired t-tests. Normality test and homogeneity test function as test requirements to find out whether the t-test data analysis can be continued or not. In contrast, the paired t-test is used to determine the difference between samples after and before using the live worksheet-based e-LKPD. To measure the effectiveness in this study using SPSS 22 with normality test results of 0.43, homogeneity test results of 0.68 proven sig value. > 0.05 means that the data is usually distributed and homogeneous so that the T-test can be carried out, and the T-test results are 0.00, which proves the sig value. <0.05 so that H0 is rejected, which means that there are differences in students' sociological learning outcomes. So it can be concluded that using Liveworksheet-based worksheets effectively improves student learning outcomes.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN STEM PADA KURIKULUM MERDEKA UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Melva Zainil; Ary Kiswanto Kenedi; Arwin Arwin; Ike Sylvia; Fastabiqul Khairat; Nila Oktavia
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i2.2651

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka. Subjek pengabdian ini adalah guru SD yang berada di Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Guru yang terlibat sebanyak 40 orang guru. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan seminar dan pelatihan kepada guru. Hasil kegiatan ini mendapatkan rata-rata pemahaman guru tentang kurikulum merdeka sebesar 87,66, kemampuan guru dalam mengembangan pembelajaran kurikulum merdeka berbasis STEM sebesar 86,37 dan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis STEM sebesar 83,32. Hal ini membuktikan guru sekolah dasar mampu mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka untuk guru sekolah dasar. Implikasi pengabdian ini dapat dijadikan upaya untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran STEM pada kurikulum merdeka.
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Berbasis Pendekatan Authentic Inquiry Learning Pada Mata Pelajaran Sosiologi di Sekolah Menengah Atas Sylvia, Ike; Anwar, Syafri; Khairani, Khairani
SOCIUS Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v6i2.162

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian pengembangan instrumen penilaian autentik berbasis pendekatan authentic inquiry learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaboarsi, komunikasi, berpikir kreatif dan inovatif, dan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran sosiologi. Penelitian ini adalah penelitian R & D, prosedur pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Instrumen penilaian autentik yang dikembangkan terdiri dari: instrumen penilaian kognitif (soal tes), penilaian sikap (spiritual dan sosial) berupa instrumen penilaian diri dan teman sejawat, penilaian keterampilan (penilaian kinerja, proyek), pedoman observasi diskusi kelas dan kunjungan lapangan. Validitas instrumen diukur melalui validasi ahli Kelayakan instrumen dianalisis menggunakan formula V Aiken, serta menggunakan koefisien reliabilitas alpha untuk menguji reliabilitas instrument, efektifitas produk pengembangan dilakukan ujicoba kepada guru dan siswa kelas XI SMAN 1 Padang semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 35 siswa. Hasil penelitian mengungkapkan temuan berikut: (1) Instrumen Penilaian Autentik yang dikembangkasn telah sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan instrumen pembelajaran, (2) Instrumen penilaian autentik berbasis authentic inquiry learning valid dan dapat diandalkan untuk mengukur aspek kognitif, afektif, dan keterampilan siswa, (3) Hasil penilaian autentik terhadap proses dan hasil belajar siswa membuktikan bahwa pembelajaran sosiologi menggunakan pendekatan authentic inquiry learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, berpikir kreatif dan inovatif, serta berpikir tingkat tinggi siswa. Dengan demikian, instrumen ini dapat didorong untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Sosiologi di tingkat sekolah menengah atas untuk mengetahui perkembangan aspek afektif, kognitif, keterampilan siswa, serta memberikan feedback untuk peningkatan mutu pembelajaran.
Hubungan Kecanduan Internet (Internet Addiction) dengan Motivasi Belajar Siswa SMA Ritonga, Ramadansyah Putra; Sylvia, Ike
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v4i2.206

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 6 Padang. Salah satu indikasi penyebabnya adalah tingginya aktifitas siswa bermain game online ketika berada di luar sekolah. Diasumsikan bahwa siswa mengalami ketergantungan atau kecanduan terhadap internet (internet addiction) yang mengakibatkan motivasi belajar siswa terganggu, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet (internet addiction) dengan motivasi belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 6 Padang yang berjumlah sedangkan sampel berjumlah 74 orang dan diambil menggunakan teknik proportional sampling. Teknik pengumpulan data melalui angket, dan teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan rumus Lilliefors, uji hipotesis dengan rumus korelasi product moment, serta menghitung koefisien determinan. Hasil uji hipotesis dengan rumus korelasi product moment diperoleh nilai rhitung 0,569 sedangkan rtabel 0,277, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan internet (internet addiction) dengan motivasi belajar siswa, dengan korelasi determinan sebesar 32,4% yang berarti kecanduan internet (internet addiction) mempengaruhi motivasi belajar sebesar 32,4%.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mewujudkan Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Sosiologi Nurlizawati, Nurlizawati; Putra, Dendy Marta; Sylvia, Ike; Syafrini, Delmira; Febriani, Eka Asih
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/022593jpgi0005

Abstract

The change of the 2013 curriculum into a “merdeka” curriculum is an unavoidable policy. In West Sumatra there are 36 schools that serve as “penggerak” schools. The “penggerak” schools are a pilot in implementing the curriculum merdeka. The merdeka curriculum emphasizes the thinking of KH Dewantara ing roso sung tulodo, which is a teaching and learning process that must facilitate students to grow according to their nature. In the Merdeka curriculum, this is known as differentiated learning. The implementation of differentiated learning encounters several obstacles, both from teachers as facilitators and students as subjects in education, therefore the authors are interested in researching the application of differentiated learning in realizing independent learning. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the interactive analysis technique by Miles and Hubermans. The results of this study indicate that differentiated learning can be done using varied learning models, varied learning media and assessment techniques based on students' learning styles).
Pengembangan Soal Penalaran Peserta Didik pada Pembelajaran Sosiologi Fase F SMA N 1 Lengayang Nurul Hasana; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen soal penalaran peserta didik dalam pembelajaran sosiologi Fase F di SMA N 1 Lengayang. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan penalaran peserta didik yang disebabkan oleh keterbatasan instrumen evaluasi yang mampu mengukur berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen dikembangkan dalam bentuk soal pilihan ganda lima opsi dan empat opsi alasan logis. Validasi ahli dilakukan terhadap 20 butir soal berdasarkan aspek materi, bahasa, dan kontribusi. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 3,27 atau 88,45% yang termasuk kategori "sangat baik". Soal diuji coba pada 36 peserta didik Fase F dan dianalisis menggunakan Paired Samples T-Test dan N-Gain melalui SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (Sig. 0,002 < 0,05) dengan nilai N-Gain sebesar 0,69 atau 69% (kategori “cukup efektif”). Selain itu, kepraktisan soal memperoleh skor rata-rata 3,56 (kategori “praktis”). Hasil ini menunjukkan bahwa soal penalaran yang dikembangkan valid, praktis, dan cukup efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Sosiologi guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Berbasis Potensi Lokal (Desa Wisata: Puncak Lawang) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI Sosiologi 1 di SMA Negeri 1 Matur Dhea Ananda Putri; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.322

Abstract

Penelitian ini menarik dilakukan untuk membuktikan apakah model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal berpengaruh kepada hasil belajar sosiologi peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Matur. Model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal yang inovatif dan relevan dengan konteks desa wisata puncak lawang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan kognitif, dan pada hasil belajar sosiologi peserta didik. Penelitian menggunakan teori konstruktivisme. Metode penelitian adalah kuantitatif tipe eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa Kelas XI Sosiologi SMA Negeri 1 Matur. Pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling atau sampel bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan kelas yang dipilih sebagai eksperimen adalah kelas XI Sosiologi 1 dan kelas kontrol adalah kelas XI Sosiologi 3 berjumlah 64 didasarkan pada hasil tes sumatif memperoleh rata-rata nilai yang rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar peserta didik dalam bentuk pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan Paired Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sosiologi peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal (desa wisata: Puncak Lawang). Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata tes hasil belajar sosiologi kelas eksperimen adalah 85 dan nilai rata-rata tes sosiologi kelas kontrol adalah 70. Setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh nilai sig α atau sig (2-tailed) sebesar = 0,000, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa (0,000˂0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal (desa wisata: Puncak Lawang) terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI Sosiologi 1 di SMA Negeri 1 Matur.
Dampak Full Day School Terhadap Perkembangan Sosial Peserta Didik di Lingkungan Keluarga Ajeng Febrianti; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.327

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kebijakan full day school yang membuat peserta didik akan bertahan di sekolah lebih lama sehingga aktivitas sosial mereka di luar teman-teman dan kegiatan sekolah berkurang, yang menurunkan intensitas peserta didik dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat dampak yang signifikan antara pelaksanaan sistem full day school terhadap perkembangan sosial peserta didik di lingkungan keluarga studi kasus SMA Pertiwi 2 Padang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitiannya ex post de facto, penelitian ini melibatkan seluruh populasi sebanyak 70 peserta didik. Analisis penelitian ini menggunakan teori ekologi pengembangan manusia yang dikembangkan oleh Urie Bronfenbrenner. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji regresi sederhana dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara full day school dan perkembangan sosial peserta didik dalam keluarga, dengan nilai F hitung 45,748 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Analisis dengan uji Rank Spearman menunjukkan bahwa 63,4% perkembangan sosial peserta didik dipengaruhi oleh sistem full day school, sementara 36,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Mayoritas peserta didik menunjukkan kesiapan yang baik dalam mengikuti sistem ini, yang didukung oleh budaya sekolah dalam membentuk karakter seperti kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab. Secara keseluruhan, kebijakan full day school berdampak positif terhadap perkembangan sosial peserta didik di lingkungan keluarga.
Sistem Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Lubuk Basung Arifa Qurratul Aini; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.328

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa. Salah satu penyebabnya adalah pada tahap pemilahan mata pelajaran pilihan, siswa memakai aplikasi Aku Pintar untuk menentukan gaya belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sistem pemilihan mata pelajaran pilihan pada tahap persiapan, pelaksanaan dan pendampingan setelah penetapan mata pelajaran pilihan di kelas XI SMA Negeri 2 Lubuk Basung. Program pemilihan mata pelajaran pilihan di SMA Negeri 2 Lubuk Basung sudah berjalan selama 2 angkatan. Hal ini penting untuk dibahas lebih lanjut karena sistem pemilihan mata pelajaran pilihan ini merupakan program wajib sekolah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori teori fungsional struktural Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 17 orang dengan kriteria informan yaitu siswa kelas XI Fase F, kepala sekolah, wakil kurikulum dan guru BK. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Dengan menggunakan analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman melalui empat tahap analisis yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pemilihan mata pelajaran pilihan dalam implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 2 Lubuk Basung menghadapi beberapa tantangan. Meskipun sekolah telah melakukan persiapan, sosialisasi yang kurang efektif menyebabkan siswa tidak memahami cara memilih mata pelajaran pilihan. Kurangnya informasi dan pemahaman siswa mengenai mata pelajaran pilihan menghambat siswa dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Penggunaan tes gaya belajar melalui aplikasi aku pintar belum cukup membantu siswa, karena banyak siswa tidak memahami hasil dari tes gaya belajar yang telah melaka lakukan. Selain itu, pemilihan mata pelajaran pilihan dipengaruhi oleh kondisi kelas, jumlah guru yang tersedia dan pengaruh teman. Dari perubahan kurikulum K13 ke kurikulum merdeka berdasarkan hasil penelitian di atas sekolah dan siswa belum mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.