Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Minat Belajar Sosiologi Siswa Melalui Media Explosion Box di Kelas XI SMA Negeri 5 Kota Pariaman Ruhil Handayani; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.233

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar sosiologi siswa di SMAN 5 Pariaman khususnya di kelas XI F4. Upaya yang tepat untuk mengatasi masalah minat belajar siswa adalah dengan menggunakan media kotak ledakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan minat belajar sosiologi siswa selama proses pembelajaran sosiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sampel penelitian sebanyak 31 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi, tes dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori behavioristik dari Thorndike dan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media kotak ledakan dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas. Setelah penerapan media kotak ledakan meningkat pada siklus 1 sebesar 60,00%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 79,17%. Dengan demikian, data hasil peningkatan minat belajar sosiologi siswa akan dilihat melalui pretest dan posttest dari siklus 1 ke siklus 2 dalam 4 kali pertemuan. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan media ledakan box dapat meningkatkan minat belajar siswa karena siswa menjadi lebih aktif dan terlibat secara keseluruhan ketika menjalani proses pembelajaran sosiologi di kelas.
Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Pada Pembelajaran Sosiologi Fase E Melalui Media Teka-Teki Silang dan Model Pembelajaran Teams Games Tournament di SMA Negeri 1 VII Koto Sungai Sarik Sesil Anisa Fadila; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.236

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi belajar sosiologi pada kelas E4 di SMA Negeri 1 VII Koto Sungai Sarik. Pada saat proses pembelajaran sosiologi berlangsung, guru sering menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan media yang menarik sehingga menyebabkan siswa kurang berpartisipasi dalam pembelajaran sosiologi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan media teka-teki silang dan model pembelajaran Teams Games Tournament. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model siklus yang terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan dua pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan didukung dengan analisis data kuantitatif. Teori relevan dalam penelitian ini adalah teori behavioristik yang dikemukakan oleh John B. Watson karena berkaitan dengan partisipasi belajar. Dalam penelitian ini aspek yang menjadi tolak ukur partisipasi belajar siswa adalah indikator partisipasi belajar, yaitu sebagai berikut: 1) memberikan pendapat, 2) memberikan tanggapan, 3) mengerjakan tugas, 4) menyimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi belajar siswa. Masing-masing indikator partisipasi belajar siswa meningkat setelah menggunakan teka-teki silang. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan teka-teki silang dan model teams games tournament dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran sosiologi.
Pengaruh Model Pembelajaran SOLE (Self-Organised Learning Environment) Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi di Fase E SMA Negeri 1 Nan Sabaris Sinta Kharisma; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.237

Abstract

This experimental quantitative study investigates the impact of the Self-Organized Learning Environment (SOLE) Learning Model on students' problem-solving abilities in Phase E Sociology subjects. Two classes were chosen: X.E 6 as the experimental group and X.E 8 as the control group. The research used four essay-based test questions, including a pretest. The results revealed a significant improvement in student problem-solving outcomes, evidenced by the pretest and posttest scores. The average pretest score was 34,72, while the average posttest score was 67,12, showing an increase of 32,4 points. The sample class data showed normality and homogeneity. A t-test at a significance level of 0.05, with Tcount (4,01) greater than Ttable (1.99), confirmed the hypothesis. The N-gain score analysis indicated an average N-gain score of 51. for the sample class, which falls into the medium category. In conclusion, the SOLE model significantly enhances student problem-solving abilities in Phase E at SMA Negeri 1 Nan Sabaris.
Upaya Meningkatkan Motivasi Peserta Didik Melalui Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology and Society) dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI SMAN 2 Batang Anai Putri Nadya Larasati; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar sosiologi kelas XI. F. 3 SMAN 2 Batang Anai Padang Pariaman dengan pendekatan SETS. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori pembelajaran sosial yang berfokus pada sebagian besar pembelajaran manusia terjadi dalam sebuah lingkungan sosial dengan mengamati perilaku orang lain atau pemodelan (modeling). Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian kelas XI. F. 3 sebanyak 30 orang. Desain penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan lembar angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar sosiologi dengan pendekatan SETS. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar pada data observasi di setiap siklus yaitu siklus I sebesar 74,03% dan siklus II sebesar 82,90%. Sedangkan pada data angket terjadi peningkatan motivasi belajar di setiap siklus yaitu siklus I sebesar 69,76% dan siklus II sebesar 80,38%. Hasil penelitian membuktikan bahwa pendekatan SETS dalam pembelajaran sosiologi mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI. F. 3 SMAN 2 Batang Anai Padang Pariaman.
Dampak Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Bagi Guru (Studi Kasus: SMA Negeri 1 Rambatan) Vania Putri; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pelaksanaan kurikulum merdeka bagi guru di SMA Negeri 1 Rambatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisa data penelitian ini melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data kemudian menarik kesimpulan. Untuk menentukan informan teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik puposive sampling. Untuk menganalisa permasalahan penelitian ini teori yang digunakan adalah teori Struktural Fungsional AGIL Talcot Parsons. Hasil penelitian ini adalah dampak dari pelaksanaan kurikulum merdeka bagi guru dengan adanya kebebasan atau fleksibelitas bagi guru menunjukkan bahwa kebebasan dan fleksibelitas yang diberikan oleh kurikulum merdeka telah memberdayakan guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang kreatif bagi peserta didik. Namun, hal ini juga membawa tantangan baru dalam hal penilaian yang autentik dan sesuai dengan karaktertistik pembelajaran yang lebih fleksibel. Penelitian ini juga melihat bahwa guru membutuhkan dukungan dalam bentuk pelatihan dan pengembangan profesional yang berfokus pada penilaian alternatif.
Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMA Negeri 2 Batusangkar Annisa Tusadya; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 2 Batusangkar. Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal seseorang. Budaya sekolah merupakan bagian dari faktor eksternal yang didalamnya terdapat budaya akademik, budaya sosial dan budaya demokrasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh budaya sekolah terhadap hasil belajar peserta didik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Theory The Conditioning of Learning dan teori budaya yang digunakan dalam budaya sekolah adalah teori budaya organisasi.Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan tipe ex post facto. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan angket, observasi dan wawancara. Populasi adalah seluruh peserta didik kelas XII fase F4 hingga F5 sebanyak 138 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik propotional stratified sampling yang menjadi sampel adalah sebanyak 103 orang peserta didik. Teknik analisa data menggunakan regresi sederhana. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu budaya sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik SMA Negeri 2 Batusangkar. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai t hitung sebesar 2.244 lebih besar dari t tabel 1.660 sehingga dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh antara budaya sekolah (X) terhadap hasil belajar).