Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Media Pembelajaran Audiovisual Digital Library Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Solok Amelia, Celine Diva; Sylvia, Ike
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.230

Abstract

Motivasi merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran dimana terkadang siswa belum mampu memperlihatkan motivasi intrinsik dalam pembelajaran sehingga hal tersebut dapat mengganggu proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan media pembelajaran audiovisual digital library untuk membangun sendiri motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh media pembelajaran audiovisual digital library terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Solok. Penelitian ini menggunakan teori Behavioristik oleh Edaward Lee Thorndike (1874-1949) yang juga termasuk salah satu tokoh penting yang turut berjasa mengembangkan teori belajar behavioristic. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian The Posttest Only Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Soshum di SMA Negeri 2 Solok. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik systematic sampling, dimana dalam observasi awal tingkat motivasi kelas XI F9 sangat rendah dibandingkan kelas lainnya sedangkan untuk kelas XI F8 memiliki tingkat motivasi yang tinggi dibandingkan kelas lainnya oleh karena itu dari empat kelas dipilih dua kelas yaitu XI F9 adalah kelas eksperimen sebanyak 33 orang siswa dan XI F8 adalah kelas kontrol sebanyak 36 orang siswa. Teknik analisis data penelitian ini adalah uji hipotesis melalui uji t pada taraf 0,05. Hasil penelitian ini uji t dilakukan untuk skor setiap komponen dari angket motivasi belajar siswa. Dimana hasil dari thit= 3,274 dan ttabel=1,667, berarti thit > ttab = 3,274 > 1,667 oleh karena itu, hipotesis diterima jika “Terdapat Pengaruh Dari Media Pembelajaran Audiovisual Digital Library Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 2 Solok. Dengan demikian dapat disimpulan jika media pembelajaran audiovisual digital library dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi konflik sosial.
Upaya Peningkatan Minat Belajar Sosiologi Siswa Melalui Media Explosion Box di Kelas XI SMA Negeri 5 Kota Pariaman Handayani, Ruhil; Sylvia, Ike
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.233

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar sosiologi siswa di SMAN 5 Pariaman khususnya di kelas XI F4. Upaya yang tepat untuk mengatasi masalah minat belajar siswa adalah dengan menggunakan media kotak ledakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan minat belajar sosiologi siswa selama proses pembelajaran sosiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sampel penelitian sebanyak 31 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi, tes dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori behavioristik dari Thorndike dan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media kotak ledakan dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas. Setelah penerapan media kotak ledakan meningkat pada siklus 1 sebesar 60,00%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 79,17%. Dengan demikian, data hasil peningkatan minat belajar sosiologi siswa akan dilihat melalui pretest dan posttest dari siklus 1 ke siklus 2 dalam 4 kali pertemuan. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan media ledakan box dapat meningkatkan minat belajar siswa karena siswa menjadi lebih aktif dan terlibat secara keseluruhan ketika menjalani proses pembelajaran sosiologi di kelas.
Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Pada Pembelajaran Sosiologi Fase E Melalui Media Teka-Teki Silang dan Model Pembelajaran Teams Games Tournament di SMA Negeri 1 VII Koto Sungai Sarik Fadila, Sesil Anisa; Sylvia, Ike
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.236

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi belajar sosiologi pada kelas E4 di SMA Negeri 1 VII Koto Sungai Sarik. Pada saat proses pembelajaran sosiologi berlangsung, guru sering menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan media yang menarik sehingga menyebabkan siswa kurang berpartisipasi dalam pembelajaran sosiologi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan media teka-teki silang dan model pembelajaran Teams Games Tournament. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model siklus yang terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan dua pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan didukung dengan analisis data kuantitatif. Teori relevan dalam penelitian ini adalah teori behavioristik yang dikemukakan oleh John B. Watson karena berkaitan dengan partisipasi belajar. Dalam penelitian ini aspek yang menjadi tolak ukur partisipasi belajar siswa adalah indikator partisipasi belajar, yaitu sebagai berikut: 1) memberikan pendapat, 2) memberikan tanggapan, 3) mengerjakan tugas, 4) menyimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi belajar siswa. Masing-masing indikator partisipasi belajar siswa meningkat setelah menggunakan teka-teki silang. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan teka-teki silang dan model teams games tournament dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran sosiologi.
Analisis Faktor Rendahnya Motivasi Belajar Peserta Didik di SMAN 4 Sumatera Barat (Sekolah Keberbakatan Olahraga) Melalui Konsep School Well-Being Hendi, Vebry Deka; Sylvia, Ike
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 4 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i4.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik di SMAN 4 Sumatera Barat (Sekolah Keberbakatan Olahraga). Realita rendahnya motivasi belajar peserta didik terlihat melalui hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap peserta didik yang masuk melalui 4 jalur, yaitu PPLP, Seleksi Mandiri Keberbakatan Olahraga, Prestasi, Zonasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Sosial Emosional melalui konsep Teori School Well-Being yang dikembangkan oleh tokoh Konu dan Rimpela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling, dengan jumlah informan 25 orang. Analisis data dilakukan dengan model Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik, yaitu faktor internal meliputi (1) beragamnya jadwal kegiatan peserta didik karena variasi jalur masuk, (2) peserta didik keberbakatan olahraga memiliki cita-cita menjadi atlet nasional, (3) tidak terpenuhinya kebutuhan dasar peserta didik, (4) belum mandiri dalam belajar, sedangkan faktor eksternal yaitu (1) lingkungan belajar yang tidak kondusif, (2) dukungan orang tua belum maksimal. Temuan ini sesuai dengan asumsi teori sosial emosional dengan konsep school well-being, yaitu sekolah perlu menjamin terpenuhinya aspek yang memuaskan kebutuhan anggotanya baik itu material atau non-material, yaitu sosial (loving), pemenuhan diri (being), dan kesehatan (health) berdampak pada motivasi belajar peserta didik.
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Berbasis Pendekatan Authentic Inquiry Learning Pada Mata Pelajaran Sosiologi di Sekolah Menengah Atas Sylvia, Ike; Anwar, Syafri; Khairani, Khairani
SOCIUS Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v6i2.162

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian pengembangan instrumen penilaian autentik berbasis pendekatan authentic inquiry learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaboarsi, komunikasi, berpikir kreatif dan inovatif, dan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran sosiologi. Penelitian ini adalah penelitian R & D, prosedur pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Instrumen penilaian autentik yang dikembangkan terdiri dari: instrumen penilaian kognitif (soal tes), penilaian sikap (spiritual dan sosial) berupa instrumen penilaian diri dan teman sejawat, penilaian keterampilan (penilaian kinerja, proyek), pedoman observasi diskusi kelas dan kunjungan lapangan. Validitas instrumen diukur melalui validasi ahli Kelayakan instrumen dianalisis menggunakan formula V Aiken, serta menggunakan koefisien reliabilitas alpha untuk menguji reliabilitas instrument, efektifitas produk pengembangan dilakukan ujicoba kepada guru dan siswa kelas XI SMAN 1 Padang semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 35 siswa. Hasil penelitian mengungkapkan temuan berikut: (1) Instrumen Penilaian Autentik yang dikembangkasn telah sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan instrumen pembelajaran, (2) Instrumen penilaian autentik berbasis authentic inquiry learning valid dan dapat diandalkan untuk mengukur aspek kognitif, afektif, dan keterampilan siswa, (3) Hasil penilaian autentik terhadap proses dan hasil belajar siswa membuktikan bahwa pembelajaran sosiologi menggunakan pendekatan authentic inquiry learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, berpikir kreatif dan inovatif, serta berpikir tingkat tinggi siswa. Dengan demikian, instrumen ini dapat didorong untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Sosiologi di tingkat sekolah menengah atas untuk mengetahui perkembangan aspek afektif, kognitif, keterampilan siswa, serta memberikan feedback untuk peningkatan mutu pembelajaran.
Hubungan Kecanduan Internet (Internet Addiction) dengan Motivasi Belajar Siswa SMA Ritonga, Ramadansyah Putra; Sylvia, Ike
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v4i2.206

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 6 Padang. Salah satu indikasi penyebabnya adalah tingginya aktifitas siswa bermain game online ketika berada di luar sekolah. Diasumsikan bahwa siswa mengalami ketergantungan atau kecanduan terhadap internet (internet addiction) yang mengakibatkan motivasi belajar siswa terganggu, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet (internet addiction) dengan motivasi belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 6 Padang yang berjumlah sedangkan sampel berjumlah 74 orang dan diambil menggunakan teknik proportional sampling. Teknik pengumpulan data melalui angket, dan teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan rumus Lilliefors, uji hipotesis dengan rumus korelasi product moment, serta menghitung koefisien determinan. Hasil uji hipotesis dengan rumus korelasi product moment diperoleh nilai rhitung 0,569 sedangkan rtabel 0,277, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan internet (internet addiction) dengan motivasi belajar siswa, dengan korelasi determinan sebesar 32,4% yang berarti kecanduan internet (internet addiction) mempengaruhi motivasi belajar sebesar 32,4%.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mewujudkan Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Sosiologi Nurlizawati, Nurlizawati; Putra, Dendy Marta; Sylvia, Ike; Syafrini, Delmira; Febriani, Eka Asih
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/022593jpgi0005

Abstract

The change of the 2013 curriculum into a “merdeka” curriculum is an unavoidable policy. In West Sumatra there are 36 schools that serve as “penggerak” schools. The “penggerak” schools are a pilot in implementing the curriculum merdeka. The merdeka curriculum emphasizes the thinking of KH Dewantara ing roso sung tulodo, which is a teaching and learning process that must facilitate students to grow according to their nature. In the Merdeka curriculum, this is known as differentiated learning. The implementation of differentiated learning encounters several obstacles, both from teachers as facilitators and students as subjects in education, therefore the authors are interested in researching the application of differentiated learning in realizing independent learning. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the interactive analysis technique by Miles and Hubermans. The results of this study indicate that differentiated learning can be done using varied learning models, varied learning media and assessment techniques based on students' learning styles).
Strategi Sekolah Penggerak dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Kasus SMA Negeri 15 Padang) Ibnu Tamara; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.129

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pola adaptasi yang dilakukan terhadap perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan. Dalam melihat hal ini fokus kajian terletak kepada sekolah yang sudah bertransformasi menjadi sekolah penggerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ragam strategi yang dilakukan oleh sekolah penggerak dalam hal ini adalah salah satu sekolah penggerak yang ada di kota Padang, SMA Negeri 15 Padang. Teori yang digunakan untuk mendukung data dari penelitian ini adalah Teori Struktural Fungsional Talcott Parson. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan terfokus kepada penelitian case study research (studi kasus) dan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu Agustus-Desember 2022. Sampel atau informan dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Kriteria informan penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kurikulum, guru mata pelajaran, dan siswa. Jumlah informan penelitian ini adalah 10 informan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh SMA Negeri 15 Padang sebagai sekolah penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan, yaitu melalui peningkatan profesionalisme tenaga sekolah dan tenaga pendidik, peningkatan kualitas sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, serta penerapan kurikulum merdeka melalui P5 dalam aktualisasinya pada kegiatan P5.
Kemampuan Problem Solving Pada Pembelajaran Sosiologi (Studi Kasus Kelas XI IIS di SMA Negeri 2 Padang) Wulan Azizah Ummaira; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan problem solving pada pembelajaran sosiologi di SMA Negeri 2 Padang. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena kurangnya kemampuan berpikir analisis siswa dalam memahami suatu fenomena konflik yang terjadi di lingkungan masyarakat dan sulitnya memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori belajar konstruktivistik dari Lev Vygotsky. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Padang. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran secara luring di kelas XII IIS pada semester Juli-Desember 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan menunjukkan bahwa kemampuan problem solving pada materi konflik sosial ini sangat valid dan baik digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Persentase hasil respon siswa berdasarkan kemampuan problem solving pada materi konflik sosial secara keseluruhan dengan kriteria sangat setuju (SS) = 65,37%, setuju (S) = 33,33%, tidak setuju (TS) = 1,30%, sangat tidak setuju (STS) = 0%. Hasil nilai terendah pada hasil tes kemampuan problem solving siswa pada pembelajaran sosiologi berada pada nilai 66. Hal ini disebabkan karena siswa tersebut kesulitan dalam mendefinisikan masalah terhadap kasus yang diberikan, siswa masih bingun dalam merencanakan solusi dan melaksanakan rencana terhadap kasus yang ditanyakan. Sedangkan nilai tertinggi pada hasil tes kemampuan problem solving siswa pada pembelajaran sosiologi berada pada nilai 100. Perbandingan persentase jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dalam perolehan nilai tes akhir kemampuan problem solving siswa pada mata pelajaran sosiologi ini yaitu 90 % berbanding 10% atau jumlah siswa yang tuntas sebanyak 90 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 10%.
Pengaruh Model Pembelajaran SOLE (Self-Organised Learning Environment) Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi di Fase E SMA Negeri 1 Nan Sabaris Sinta Kharisma; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.237

Abstract

This experimental quantitative study investigates the impact of the Self-Organized Learning Environment (SOLE) Learning Model on students' problem-solving abilities in Phase E Sociology subjects. Two classes were chosen: X.E 6 as the experimental group and X.E 8 as the control group. The research used four essay-based test questions, including a pretest. The results revealed a significant improvement in student problem-solving outcomes, evidenced by the pretest and posttest scores. The average pretest score was 34,72, while the average posttest score was 67,12, showing an increase of 32,4 points. The sample class data showed normality and homogeneity. A t-test at a significance level of 0.05, with Tcount (4,01) greater than Ttable (1.99), confirmed the hypothesis. The N-gain score analysis indicated an average N-gain score of 51. for the sample class, which falls into the medium category. In conclusion, the SOLE model significantly enhances student problem-solving abilities in Phase E at SMA Negeri 1 Nan Sabaris.