Claim Missing Document
Check
Articles

Refleksi Siswa Kelas XI IPS Terhadap Pembelajaran Sosiologi Pasca Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 13 Padang Safira Khairani; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 2 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i2.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksi siswa kelas XI IPS terhadap pembelajaran sosiologi pasca pandemi Covid-19 di SMA Negeri 13 Padang menarik untuk dikaji karena perubahan-perubahan dalam pelaksanaaan pembelajaran yang dari pembelajaran daring ke pembelajaran luring membuat siswa merefleksikan dari pembelajaran daring ke pembelajaran luring. Metode yang dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini yakni purposive sampling. dengan jumlah informan 11 orang informan yang terdiri dari 1 guru sosiologi dan 10 siswa kelas XI IPS. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa refleksi siswa kelas XI IPS terhadap pembelajaran pasca pandemi Covid-19 yaitu kendala selama pembelajaran daring seperti tidak adanya paket kuota, sulitnya jaringan internet, pembelajaran yang sulit dimengerti karena kurangnya penjelasan dan menunda-nunda bahkan tidak membuat tugas yang diberikan oleh guru. Mulai teratasinya kendala tersebut setelah pembelajaran tatap muka dikarenakan karena belajar disekolah tidak memerlukan paket kuota internet jika memerlukan kuota internet sekolah sudah memfalisitasi dengan adanya wifi, siswa lebih mengerti dan menangkap materi yang diajarkan karena dijelaskan secara langsung dan juga bisa bertanya jika masih kurang paham.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Padang dengan Berbantuan Flipchart dan Flashcard Kurniati Ningsih; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 2 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i2.141

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 8 Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 8 Padang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan menggunakan media flipchart dan flashcard. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki permasalahan yang ada di dalam kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adaah lembar observasi, tes, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian adalah teori kognitif. Selama melakukan dua siklus, terdapat 4 kali pertemuan dengan materi konflik sosial dan pengendalian konflik sosial. Model pembelajaran kooperatif tipe group investigation menggunakan media flipchart dan flashcard dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa yang ada dikelas, siswa menjadi lebih fokus dalam pembelajaran, siswa lebih tertarik untuk belajar, siswa mempunyai keinginan mengerjakan latihan yang diberikan, siswa juga lebih aktif dalam berdiskusi dan berpendapat mengenai topik pembelajaran. Hasil penelitian dengan menggunakan model pembelajarna kooperatif tipe group investigation mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa di kelas XI IPS 4 SMA Negeri 8 Padang.
Optimalisasi Aspek Perkembangan Peserta Didik Anak Usia Dini (Studi Kasus TK Arafah Mina Kota Padang) Kurnia Lestari; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 3 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i3.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pendidik dalam mengoptimalisasi aspek perkembangan pada peserta didik usia dini. Hal ini menarik untuk diteliti karena terdapat permasalahan dalam penelitian yaitu kurangnya teroptimalisasi aspek perkembangan pada peserta didik usia dini di TK Arafah Mina Kota Padang. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori behavioristik yang dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang termasuk penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling yaitu teknik pengambilan data dari sumber data dengan pertimbangan atau kreteria tertentu, dengan jumlah informan 11 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aspek perkembangan pada peserta didik usia dini setelah diberikan perlakuan kepada peserta didik berupa: pertama, pembiasaan sikap, yakni membaca doa sehari-hari, bersalaman dengan guru, mengucapkan terimakasih, maaf, tolong, dan permisi, kedua, pengelompokkan peserta didik, pengelompokkan sesuai kompetensi peserta didik yang bertujuan agar memudahkan pendidik dalam menyampaikan pembelajaran dan memudahkan pula bagi peserta didik untuk menerima pembelajaran, ketiga, penggunaan metode pembelajaran menarik, belajar sambil bernyanyi, bercerita, tanya jawab, mewarnai dan menggambar, keempat, mewujudkan berbagai aktivitas yang membangun kreativitas, seperti pengembangan bakat dengan mengikuti ekstrakurikuler. Hasil peningkatan dapat dilihat dari respon peserta didik yang lebih interaktif dan senang dalam mengikuti proses belajar.
Kemampuan Problem Solving Pada Pembelajaran Sosiologi (Studi Kasus Kelas XI IIS di SMA Negeri 2 Padang) Wulan Azizah Ummaira; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan problem solving pada pembelajaran sosiologi di SMA Negeri 2 Padang. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena kurangnya kemampuan berpikir analisis siswa dalam memahami suatu fenomena konflik yang terjadi di lingkungan masyarakat dan sulitnya memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori belajar konstruktivistik dari Lev Vygotsky. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Padang. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran secara luring di kelas XII IIS pada semester Juli-Desember 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan menunjukkan bahwa kemampuan problem solving pada materi konflik sosial ini sangat valid dan baik digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Persentase hasil respon siswa berdasarkan kemampuan problem solving pada materi konflik sosial secara keseluruhan dengan kriteria sangat setuju (SS) = 65,37%, setuju (S) = 33,33%, tidak setuju (TS) = 1,30%, sangat tidak setuju (STS) = 0%. Hasil nilai terendah pada hasil tes kemampuan problem solving siswa pada pembelajaran sosiologi berada pada nilai 66. Hal ini disebabkan karena siswa tersebut kesulitan dalam mendefinisikan masalah terhadap kasus yang diberikan, siswa masih bingun dalam merencanakan solusi dan melaksanakan rencana terhadap kasus yang ditanyakan. Sedangkan nilai tertinggi pada hasil tes kemampuan problem solving siswa pada pembelajaran sosiologi berada pada nilai 100. Perbandingan persentase jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dalam perolehan nilai tes akhir kemampuan problem solving siswa pada mata pelajaran sosiologi ini yaitu 90 % berbanding 10% atau jumlah siswa yang tuntas sebanyak 90 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 10%.
Penggunaan Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas X SMAN 1 Ranah Pesisir Asri Nola; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 4 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i4.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas X SMAN 1 Ranah Pesisir, karena pada saat peneliti melakukan PPL di SMAN 1 Ranah Pesisir banyak siswa yang kurang memperhatikan guru dalam menerangkan Pelajaran di depan kelas dan Sebagian besar jika di lihat dari hasil belajar siswa banyak yang di bawah Ketuntasan Kriteria Minimum (KKM) dalam artian kurang baik, makanya peneliti tertarik untuk menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange ini dalam proses pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Ranah Pesisir. Penelitian ini dilakukan di kelas X.E.1 SMAN 1 Ranah Pesisir tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan reflaksi tiap siklusnya. Peneliti melakukan penelitian ini di kelas X.E.1 berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes tulis, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Rotating Trio Exchange dapat dilakukan dengan baik terbukti dari hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yang mana dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I berjumlah 69, 11 pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 87, 58 dalam artian sangat baik. Hasil penelitiannya bahwa dengan penggunaan model Rotating Trio Exchange dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi peserta didik pada kelas X SMAN 1 Ranah Pesisir.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Quizizz terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi di Kelas X SMAN 1 Lembah Melintang Auri Prasetia; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 4 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i4.174

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan di kelas X SMAN 1 Lembah Melintang mengenai pengaruh model pembelajaran problem based learning (pbl) berbantuan media quizizz terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengaruh yang signifikan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan media quizizz terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas X SMAN 1 Lembah Melintang. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Nonequivalent control group. Penelitian ini menggunakan dua kelompok yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditentukan dengan cara purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kelas yang dipilih adalah kelas X.E.1 dan X.E.4. Beberapa pertimbangan guru dan peneliti yaitu berdasarkan nilai tes harian siswa, kelas memiliki nilai tes yang rendah. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas gain (N-Gain), uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian, setelah mengetahui hasil pretest dan posttest, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Data penelitian kelas sampel berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji-t pada taraf signifikan 0,05, yaitu Thitung (2,8) > Ttabel (1,99), menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Artinya, siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan media quizizz mempengaruhi hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Lembah Melintang.
Validitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Sosiologi Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Materi Perubahan Sosial Rintia Rintia; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 2 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i2.206

Abstract

Pengembangan Lembar kerja peserta Didik (LKPD) sosiologi dilatar belakangi oleh kebutuhan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah, kemampuan dalam berfikir kritis serta menumbuhkan rasa ingin tahu. Tujuan penelitian untuk melakukan validasi LKPD Sosiologi pada materi Globalisasi Kelas XII. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Validator dalam penelitian ini dilakukan oleh 3 (tiga) dosen sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dan 1 (satu) guru mata pelajaran sosiologi SMA. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket validasi. Hasil penelitian dan analisis data validasi yaitu 86,25% dengan kriteria “sangat valid”. Nilai validasi tersebut merupakan akumulasi dari aspek kesesuaian kelayakan isi, penyajian dan kebahasaan. Adapun validasi LKPD dari aspek kelayakan media diperoleh nilai sebesar 85,55% dengan kriteria “sangat valid”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi perubahan sosial sudah tervalidasi layak dari aspek konten maupun medianya. Selanjutnya LKPD sudah bisa diujicobakan pada siswa kelas XII IIS dalam proses pembelajaran.
Pengembangan E-LKPD Sosiologi Berbasis Multimedia Untuk Peserta Didik Kelas XI IPS SMAN 2 Painan Dian Roswidia Dahari; Ike Sylvia; May Nessa Yolanda
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 2 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui pengembangan produk E- LKPD Sosiologi berbasis multimedia pada materi permasalahan sosial untuk peserta didik kelas XI IPS, 2) Untuk mengetahui validitas produk E- LKPD Sosiologi berbasis multimedia pada materi permasalahan sosial untuk peserta didik kelas XI IPS, 3) Untuk mengetahui praktikalitas produk E- LKPD Sosiologi berbasis multimedia pada materi permasalahan sosial untuk peserta didik kelas XI IPS, 4) Untuk mengetahui efektifitas produk E- LKPD Sosiologi berbasis multimedia pada materi permasalahan sosial untuk peserta didik kelas XI IPS. Dalam penelitian ini, menggunakan Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Four-D Models). Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Teknik pengumpulan data data dari penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif, untuk melihat apakah E- LKPD Sosiologi berbasis multimedia pada pembelajaran sosiologi valid, praktis dan efektif peneliti melakukan uji validitas yang dilakukan dengan validator 1 dan validator 2, serta uji kepratisan dan uji efektifitas dengan guru dan siswa SMA Negeri 2 Painan. Penelitian ini menggunakan teori yang bernama teori difusi inovasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pengembangan E- LKPD Sosiologi berbasis multimedia hasil pengembangan dalam materi permasalahan sosial dinyatakan valid dimana hasil validitas dari validator 1 diperoleh nilai 64 presentase 80% dengan kategori layak, untuk hasil validator 2 diperoleh nilai 60 presentase 75 % dengan kategori valid, hasil kepratisannya diperoleh nilai 52 presentase 86% dengan kategori valid dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk peserta didik kelas XI IPS SMA N 2 Painan.
Analisis Faktor Rendahnya Motivasi Belajar Peserta Didik di SMAN 4 Sumatera Barat (Sekolah Keberbakatan Olahraga) Melalui Konsep School Well-Being Vebry Deka Hendi; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 4 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i4.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik di SMAN 4 Sumatera Barat (Sekolah Keberbakatan Olahraga). Realita rendahnya motivasi belajar peserta didik terlihat melalui hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap peserta didik yang masuk melalui 4 jalur, yaitu PPLP, Seleksi Mandiri Keberbakatan Olahraga, Prestasi, Zonasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Sosial Emosional melalui konsep Teori School Well-Being yang dikembangkan oleh tokoh Konu dan Rimpela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling, dengan jumlah informan 25 orang. Analisis data dilakukan dengan model Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik, yaitu faktor internal meliputi (1) beragamnya jadwal kegiatan peserta didik karena variasi jalur masuk, (2) peserta didik keberbakatan olahraga memiliki cita-cita menjadi atlet nasional, (3) tidak terpenuhinya kebutuhan dasar peserta didik, (4) belum mandiri dalam belajar, sedangkan faktor eksternal yaitu (1) lingkungan belajar yang tidak kondusif, (2) dukungan orang tua belum maksimal. Temuan ini sesuai dengan asumsi teori sosial emosional dengan konsep school well-being, yaitu sekolah perlu menjamin terpenuhinya aspek yang memuaskan kebutuhan anggotanya baik itu material atau non-material, yaitu sosial (loving), pemenuhan diri (being), dan kesehatan (health) berdampak pada motivasi belajar peserta didik.
Pengaruh Media Pembelajaran Audiovisual Digital Library Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Solok Celine Diva Amelia; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.230

Abstract

Motivasi merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran dimana terkadang siswa belum mampu memperlihatkan motivasi intrinsik dalam pembelajaran sehingga hal tersebut dapat mengganggu proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan media pembelajaran audiovisual digital library untuk membangun sendiri motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh media pembelajaran audiovisual digital library terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Solok. Penelitian ini menggunakan teori Behavioristik oleh Edaward Lee Thorndike (1874-1949) yang juga termasuk salah satu tokoh penting yang turut berjasa mengembangkan teori belajar behavioristic. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian The Posttest Only Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Soshum di SMA Negeri 2 Solok. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik systematic sampling, dimana dalam observasi awal tingkat motivasi kelas XI F9 sangat rendah dibandingkan kelas lainnya sedangkan untuk kelas XI F8 memiliki tingkat motivasi yang tinggi dibandingkan kelas lainnya oleh karena itu dari empat kelas dipilih dua kelas yaitu XI F9 adalah kelas eksperimen sebanyak 33 orang siswa dan XI F8 adalah kelas kontrol sebanyak 36 orang siswa. Teknik analisis data penelitian ini adalah uji hipotesis melalui uji t pada taraf 0,05. Hasil penelitian ini uji t dilakukan untuk skor setiap komponen dari angket motivasi belajar siswa. Dimana hasil dari thit= 3,274 dan ttabel=1,667, berarti thit > ttab = 3,274 > 1,667 oleh karena itu, hipotesis diterima jika “Terdapat Pengaruh Dari Media Pembelajaran Audiovisual Digital Library Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 2 Solok. Dengan demikian dapat disimpulan jika media pembelajaran audiovisual digital library dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi konflik sosial.