Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PREDIKSI BEBAN LISTRIK DI KOTA BANJARBARU MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Muhammad Nazmi Fadilah; Akhmad Yusuf; Nurul Huda
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol 14, No 2 (2020): JURNAL EPSILON VOLUME 14 NOMOR 2
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.469 KB) | DOI: 10.20527/epsilon.v14i2.2961

Abstract

Kecukupan pasokan energi listrik diukur dengan melihat kemampuan pasokan daya listrik saat beban puncak. Karena sifat tenaga listrik tidak dapat disimpan dalam skala besar, sehingga kebutuhan suatu saat harus dipasok saat itu juga. Pelanggan listrik tercatat pada PT.PLN Rayon Banjarbaru pada tahun 2019 sebanyak 133.726 pelanggan, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 126.747. Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation adalah salah satu cabang kecerdasan buatan yang digunakan mengidentifikasi pola data menggunakan algoritma pembelajaran dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan prediksi. Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation terdiri tiga tahap, yaitu tahap perambatan maju, tahap perambatan-balik, serta tahap perubahan bobot dan bias. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan prediksi dan mengetahui tingkat akurasi dengan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation. Data yang digunakan adalah data jumlah beban listrik yang dibangkitkan di kota Banjarbaru dalam kurun waktu 9 tahun dengan 12 unit masukan. Hasil dari penelitian ini adalah tahap pelatihan Jaringan Syaraf Tiruan dengan empat simulasi lapisan sembunyi mendapatkan arsitektur jaringan yang cukup baik yakni arsitektur 12-12-1 dengan nilai MAPE adalah 6,597% dan RMSE adalah 0,032222. Untuk tahap pengujian diperoleh nilai MAPE adalah 7,918% dan RMSE adalah 0,070479 yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah beban listrik dengan cukup baik. Serta tahap prediksi diperoleh nilai MAPE adalah 12,366% dan RMSE adalah 0,113272 yang menunjukkan hasil prediksi kurang baik dikarenakan terjadi penurunan jumlah beban listrik yang dibangkitkan secara signifikan pada bulan Desember 2018 dengan bulan Januari 2019.
PENGINTEGRALAN MENGGUNAKAN ATURAN SIMPSON UNTUK INTERVAL TITIK YANG TIDAK SAMA Fitriani Fitriani; Akhmad Yusuf; Yuni Yulida
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol 13, No 2 (2019): JURNAL EPSILON VOLUME 13 NOMOR 2
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.026 KB) | DOI: 10.20527/epsilon.v13i2.2469

Abstract

In general, numerical integration is carried out at the same point intervals. But in reality, it is sometimes faced with the problem of integrating a function with unequal point intervals. One method to calculating integrals at unequal interval points is the Simpson rule. Based on it, the research aims to form a general formula of numerical integration for unequal interval points and Simpson rule equation by using the Newton interpolation formula with divided differences, also an errors for unequal interval points by integrating the Taylor’s series. The results of this research were obtained a general formula of numerical integration for unequal interval points, general formula of Simpson's 1/3-rule, general formula of the Simpson's 3/8-rule, and an error for each other’s Simpson’s rules.Keywords : Numerical Integration, Simpson's 1/3-Rule, Simpson's 3/8-Rule, Error.
PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) MENGGUNAKAN LONG SHORT-TERM MEMORY Akhmad Yusuf
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol. 15(2), 2021
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.262 KB) | DOI: 10.20527/epsilon.v15i2.5026

Abstract

Pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak penjual dan pembeli serta dapat dijadikan sebagai indicator kemajuan suatu negara. Semakin tinggi pergerakan atau aktifitas di pasar modal maka semakin tinggi pula pergerakan ekonomi di suatu Negara tersebut. Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar modal yang terdapat di Indonesia. Index harga saham gabungan (IHSG) merupakan rata-rata harga saham keseluruhan yang berada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki volatilitas yang tinggi sehingga diperlukan suatu metode untuk memprediksi pergerakan harga IHSG tersebut yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi para pembeli (pihak surplus dana). Long Short-Term Memory (LSTM) merupakan sebuah metode forecasting yang dapat digunakan untuk memprediksi data yang bersifat time series.  Pada penelitian ini, data yang digunakan berjumlah 1212 data pada interval waktu 16 Februari 2017 sampai 14 Februari 2022 dengan time frame 1D. Data terbagi menjadi 2 bagian, yaitu data training berjumlah dan data testing berjumlah data. Parameter LSTM yang digunakan batch-size 25 dan untuk menguji keberhasilan parameter tersebut digunakan epoch yang berbeda-beda. Epoch sejumlah 50 merupakan model terbaik menghasilkan RMSE lebih kecil yaitu 6.2335 dengan nilai prediksi 6765.5103 dan nilai actual 6807.50
GENERALISASI ATURAN CRAMER Ferry Syahriandi; Thresye Thresye; Akhmad Yusuf
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol 11, No 2 (2017): JURNAL EPSILON VOLUME 11 NOMOR 2
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.32 KB) | DOI: 10.20527/epsilon.v11i2.120

Abstract

Sistem persamaan linier ????????=????,????∈????????,????∈???????? dan ????≥???? di mana ????=????????????????????????×???? adalah matriks riil yang dapat mempunyai solusi tunggal, tak hingga banyaknya solusi, atau tidak mempunyai solusi. Ketika ????≥????, sistem mempunyai solusi tunggal dengan norm minimum yang diberikan oleh invers Moore-Penrose, dinotasikan dengan ????+ dan berbentuk ????+????=????????(????????????)−1???? dengan det(????????????)≠0. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan aturan Cramer yang telah digeneralisasi sehingga dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier yang demikian. Penelitian ini bersifat studi literatur. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan invers Moore-Penrose dan aturan Cramer adalah aturan Cramer yang digeneralisasi. Rumus tersebut dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier ????????=???? di mana ????=????????????????????????×???? dan ????≥????.Kata kunci: Sistem persamaan linier, aturan Cramer, invers Moore-PenroseSistem persamaan linier ????????=????,????∈????????,????∈???????? dan ????≥???? di mana ????=????????????????????????×???? adalah matriks riil yang dapat mempunyai solusi tunggal, tak hingga banyaknya solusi, atau tidak mempunyai solusi. Ketika ????≥????, sistem mempunyai solusi tunggal dengan norm minimum yang diberikan oleh invers Moore-Penrose, dinotasikan dengan ????+ dan berbentuk ????+????=????????(????????????)−1???? dengan det(????????????)≠0. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan aturan Cramer yang telah digeneralisasi sehingga dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier yang demikian. Penelitian ini bersifat studi literatur. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan invers Moore-Penrose dan aturan Cramer adalah aturan Cramer yang digeneralisasi. Rumus tersebut dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier ????????=???? di mana ????=????????????????????????×???? dan ????≥????.Kata kunci: Sistem persamaan linier, aturan Cramer, invers Moore-PenroseSistem persamaan linier ????????=????,????∈????????,????∈???????? dan ????≥???? di mana ????=????????????????????????×???? adalah matriks riil yang dapat mempunyai solusi tunggal, tak hingga banyaknya solusi, atau tidak mempunyai solusi. Ketika ????≥????, sistem mempunyai solusi tunggal dengan norm minimum yang diberikan oleh invers Moore-Penrose, dinotasikan dengan ????+ dan berbentuk ????+????=????????(????????????)−1???? dengan det(????????????)≠0. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan aturan Cramer yang telah digeneralisasi sehingga dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier yang demikian. Penelitian ini bersifat studi literatur. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan invers Moore-Penrose dan aturan Cramer adalah aturan Cramer yang digeneralisasi. Rumus tersebut dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier ????????=???? di mana ????=????????????????????????×???? dan ????≥????.Kata kunci: Sistem persamaan linier, aturan Cramer, invers Moore-PenroseSistem persamaan linier ????????=????,????∈????????,????∈???????? dan ????≥???? di mana ????=????????????????????????×???? adalah matriks riil yang dapat mempunyai solusi tunggal, tak hingga banyaknya solusi, atau tidak mempunyai solusi. Ketika ????≥????, sistem mempunyai solusi tunggal dengan norm minimum yang diberikan oleh invers Moore-Penrose, dinotasikan dengan ????+ dan berbentuk ????+????=????????(????????????)−1???? dengan det(????????????)≠0. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan aturan Cramer yang telah digeneralisasi sehingga dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier yang demikian. Penelitian ini bersifat studi literatur. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan invers Moore-Penrose dan aturan Cramer adalah aturan Cramer yang digeneralisasi. Rumus tersebut dapat digunakan untuk menentukan solusi sistem persamaan linier ????????=???? di mana ????=????????????????????????×???? dan ????≥????.Kata kunci: Sistem persamaan linier, aturan Cramer, invers Moore-Penrose
ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN AKAR PERSAMAAN SEBUAH FUNGSI Akhmad Yusuf; Oni Soesanto
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol 6, No 2 (2012): JURNAL EPSILON VOLUME 6 NOMOR 2
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/epsilon.v6i2.87

Abstract

The Genetic Algorithm is one approach to determining global optimum that is based on the theory of evolution. Outline the steps in this procedure starting with establishing a set of potential solutions and making changes with some iterations with genetic algorithms to get the best solution. Calculation the root of a function is actually a classic problem in mathematics. For that, various methods have been numerically developed. From the results of the implementation of genetic algorithm to find the root of the equation of a function h (x1, x2) = 1000 (x1-2x2) 2+ (1-x1) 2 in can be that FitMax (genome 9) = 10, FitMin (genome 107) = 0, FitAvr = 0.153, FitTot = 30.6, Best Genome: 10011001001000110010, x1 = 1 and x2 = 0.5 and this is the same as the exact value or value actually from the root of the equation
PERAMALAN CURAH HUJAN DI KALIMATAN SELATAN DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Gt.Khiruddin Indra Permana; Ahmad Yusuf; Nur Salam
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol 9, No 1 (2015): JURNAL EPSILON VOLUME 9 NOMOR 1
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.795 KB) | DOI: 10.20527/epsilon.v9i1.7

Abstract

South Kalimantan is in the area of high rainfall so it is included in the criteria of the rainy season. Artificial Neural Network (ANN) is one method that can identify patterns of data from rainfall forecasting system by conducting training method. One of the model ANN used is Backpropagation (BP). The training of a network using BP consists of 3 steps, namely: feedforward input pattern training, calculation and BP from the set of error and weight adjustment. The purpose of this research is to predict rainfall in South Kalimantan in 2015 using JST BP. The research method used in this research is literature study and case study related to rainfall forecasting, JST and BP. This research procedure will begin by collecting data, analyzing data and training data then predicting the data to be achieved. The results of this research is the highest rainfall in South Kalimantan in 2015 occurred in the area of Martapura Kota Kab. Banjar in January. In this period of the month there is a possibility that the area will experience an increase in water level or flood. While the lowest rainfall occurred in the region Pelaihari Kab. Land of the Sea around August and September. In this period the rainfall is so low that the area is likely to be in dry conditions.
SOSIALISASI TENTANG PENTINGNYA PENCEGAHAN JENTIK PADA FASE AQUATIK DAN 4M PLUS DI DESA PEMATANG PANJANG,KEC. SUNGAI TABUK, KAB. BANJAR Thresye, Thresye; Affandi, Pardi; Huda, Nurul; Faisal, Faisal; Yusuf, Akhmad; Karim, Ahsar; Dalle, Juhriyansyah; Balya, Afief; Rizqina, Sila; Radityo, Radityo; Syahida, Nurul; Arifin, Arifin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i7.1615

Abstract

Data Provinsi Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2020 menginformasikan bahwa penyakit yang disebabkan oleh Dengue erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat yang masih kurang dalam melakukan 4M plus yaitu menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air supaya tidak dijadikan tempat perindukan nyamuk, serta memantau jentik secara rutin. Selain itu faktor aquatik juga sangat penting dipahami sehingga dapat melakukan pencegahan terhadap jentik secara dini. Hal ini dapat mencegah pertumbuhan nyamuk penyebab DBD dengan cepat. Faktor-faktor ini menjadi penyebab penyakit DBD bersifat endemik baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Salah satu daerah Kabupaten Banjar yang banyak terjadi DBD adalah di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
LAMTIMUK (KOLAM ANTI NYAMUK) DAN MANTIMUK (TANAMAN ANTI NYAMUK) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD DI DESA PEMATANG PANJANG Pardi Affandi; Huda, Nurul; Yusuf, Akhmad; Rizqina, Sila; Sofyan Efendi; Maulida, Asna
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 9 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i9.1823

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pencegahan berbasis lingkungan diperlukan untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyakit ini. Program pengabdian masyarakat di Desa Pematang Panjang dilaksanakan dengan memperkenalkan konsep LAMTIMUK (Kolam Anti Nyamuk) dan MANTIMUK (Tanaman Anti Nyamuk) kepada warga, guru, dan siswa SDN Pematang Panjang. Kegiatan menghadirkan narasumber akademisi yang berkompeten, yaitu Andriyanti Pasaribu, M.Pd., Dr. Pardi Affandi, S.Si., M.Sc., dan Dr. Anang Kadarsah, S.Si., M.Si. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD berbasis lingkungan serta tumbuhnya kesadaran untuk menerapkan tanaman pengusir nyamuk dan kolam ikan pemakan jentik di sekitar rumah.
Analisis K-Means Cluster Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan Indikator Indeks Pembangunan Manusia Muhammad Naufal Nor Akmal; Akhmad Yusuf; Ahmad Mishbahul Munier; Muhammad Tezhar Rayhan Noor
Komputika : Jurnal Sistem Komputer Vol. 14 No. 2 (2025): Komputika: Jurnal Sistem Komputer
Publisher : Computer Engineering Departement, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/komputika.v14i2.16301

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komprehensif yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup penduduk melalui tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Di Provinsi Kalimantan Selatan, masih terjadi kesenjangan capaian IPM antar kabupaten/kota, yang mencerminkan adanya ketimpangan dalam pembangunan manusia. Untuk itu, diperlukan pendekatan analitis guna mengelompokkan wilayah-wilayah berdasarkan IPM-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan indikator IPM menggunakan metode K-Means Clustering. Data yang digunakan mencakup empat indikator: Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran per Kapita. Sebelum clusterisasi, data dinormalisasi menggunakan metode Min-Max Scaling untuk menyamakan skala variabel. Selanjutnya, K-Means diterapkan untuk membentuk cluster berdasarkan kesamaan karakteristik. Pemilihan jumlah cluster optimal dilakukan menggunakan metode Elbow. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga cluster terbentuk secara optimal: cluster dengan IPM sangat tinggi, tinggi, dan sedang. Cluster IPM sangat tinggi terdiri dari Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin; cluster tinggi mencakup mayoritas kabupaten; sementara cluster sedang hanya mencakup dua kabupaten dengan capaian IPM paling rendah. Temuan ini memberikan gambaran mengenai ketimpangan pembangunan manusia di Kalimantan Selatan. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyediakan dasar analitik berbasis data untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, khususnya dalam mengurangi kesenjangan IPM antar wilayah.