Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Deformasi

Potensi Air Tanah Di Kota Palembang Reni Andayani; Zuul Fitriana Umari
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i1.11560

Abstract

Air tanah memberikan distribusi yang cukup penting karena jumlahnya mencapai 30.061% dari seluruh air tawar yang ada. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi air tanah di Indonesia mencapai sekitar 100 milyar m3 yang tersebar di seluruh daratan Indonesia Pada penelitian ini dilakukan perhitungan ketinggian muka air tanah dan tampungan air tanah .  Sumur pantau dilakukan pada wilayah Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang dengan pertimbangan, masih cukup banyak masyarakat yang menggunakan sumur gali. Data primer didapatkan dari pengukuran ketinggian air tanah langsung di lapangan. Perhitungan evapotranspirasi menggunakan Metode Penman Modifikasi, dan perhitungan curah hujan hujan wilayah menggunakan Metode Aritmatik. Perhitungan potensi air tanah menggunakan Metode Thornthwaite. Hasil analisis ketinggian muka air tanah didapatkan rata-rata 3,44 m. Klasifikasi fluktuasi muka air tanah menunjukkan wilayah tersebut berada pada tingkat sedang. Perhitungan tampungan muka air dengan Metode Thornthwaite menunjukkan bahwa kapasitas tampungan terbesar terjadi pada April yaitu 157 m3 dan pada bulan-bulan basah yaitu November hingga April, namun di bulan-bulan kering tampungan mendekati nilai nol
Prediksi Total Sedimen Pada Pelabuhan Tanjung Api-Api Untuk Pengerukan Andayani, Reni; Umari, Zuul Fitriana
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i2.12818

Abstract

Pelabuhan Tanjung Api-api berada di muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin berbatasan dengan Selat Bangka dan memiliki luas lahan 8 (delapan) hektar. Pelabuhan Tanjung Api-Api merupakan pelabuhan regional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Bangka Belitung yaitu dengan Pelabuhan Tanjung Kalian Bangka. Pelabuhan Tanjung Api-api yang berada di muara sungai dan tidak memiliki breakwater menyebabkan tingginya sedimentasi yang terlihat jelas pada dermaga dan kolam putar.  Hal ini menyebabkan terjadinya kesulitan kapal untuk melakukan manuver dan waktu kapal untuk bersandar juga menjadi tidak efisien. Pelabuhan Tanjung Api-api juga belum melakukan pengerukan, terutama karena tidak diketahui secara pasti jumlah atau total sedimen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui total sedimen berupa kadar suspended load (sedimen layang) dan bed load (sedimen dasar) di Pelabuhan Tanjung Api-api dengan metode Frijlink. Hasil penelitian yang dilakukan dengan pengambilan sampel suspended load (sedimen layang) pada permukaan, didapatkan kadar sedimen layang sebesar 1,157.10-13 m3/det. Sampel bed load (sedimen dasar) diambil pada kedalaman 2,5 meter, kemudian dilakukan analisis laboratorium untuk mendapatkan berat jenis dan diameter lolos butir. Dari perhitungan dengan Metode Frijlink didapatkan debit sedimen dasar dan total sedimen sebesar 0,00156 m3/s/m dan volume timbunan dalam setahun sebesar 140.799.854 m3 (bulk).
Analisis Tingkat Bahaya Erosi Wilayah Sungsang Untuk Penentuan Metode Konservasi Tanah Dan Air Umari, Zuul Fitriana; Reni Andayani
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/y3kp0p45

Abstract

Sungsang, ibukota Kecamatan Banyuasin II di Kabupaten Banyuasin, terletak di muara Sungai Musi dengan luas 3.632 km² dan termasuk dalam Sub-DAS Musi. Wilayah ini memiliki nilai strategis secara ekonomi, antara lain sebagai penghasil perikanan, destinasi wisata, dan lokasi Pelabuhan Tanjung Api-api. Namun, tingginya sedimentasi akibat erosi lahan mengganggu aktivitas pelabuhan, terutama bagi kapal-kapal kecil. Saat ini, belum ada upaya konservasi lereng sungai atau lahan di daerah tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju erosi, menganalisis tingkat bahayanya, serta mengevaluasi metode konservasi tanah dan air yang sesuai. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan data primer berupa sampel tanah dari Sungsang yang dianalisis di laboratorium, serta data sekunder seperti curah hujan, kemiringan lahan, dan vegetasi. Data tersebut diolah menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation).  Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di tiga tebing sungai termasuk jenis granular sedang dengan kandungan organik tinggi (>5%) dan permeabilitas lambat (<0,5 cm/jam). Erodibilitas tanah tergolong rendah hingga agak rendah, dengan nilai erosivitas hujan 2.967,9 kJ/tahun. Topografi wilayah didominasi kemiringan landai (0-2%) dan tutupan lahan berupa hutan tanpa tindakan konservasi. Perhitungan USLE mengungkapkan erosi sebesar 25,81 ton/ha/tahun, termasuk kategori bahaya erosi ringan.  Sebagai solusi, disarankan metode konservasi vegetatif seperti penghijauan, reboisasi, penanaman tanaman penutup tanah, atau penanaman mengikuti kontur. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi erosi dan menjaga kelestarian lingkungan di Sungsang