Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisa variasi gerakan elektroda pada hasil las bahan baja karbon rendah (ST37) terhadap sifat mekanik Bahdin Ahad Badia; Muhammad Halim Asiri Halim Asiri; Mardin Husen
Jurnal POLIMESIN Vol 19, No 1 (2021): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v19i1.1912

Abstract

Dewasa ini jenis pengelasan semakin banyak dengan adanya kemajuan teknologi, baik proses pengelasan yang menggunakan bahan tambah atau filler maupun yang tanpa menggunakan bahan tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan bending dan kekerasan pada sambungan hasil pengelasan dengan menggunakan variasi gerakan elektroda lurus, gerakan elektroda melingkar dan gerakan elektroda zigzag. Proses pengelasan mengunakan mesin las SMAW dengan arus pengelasan 95 A, kawat elektroda E6013 diameter 2,6 mm, sedangkan bahan yang digunakan adalah baja karbon rendah ST37 yang beri kampuh V sudut 60o. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengujian bending sambungan las tertinggi terjadi pada gerakan elektroda lurus dengan niali pengujian kekuatan bending rata-rata tertinggi sebesar 1810.08 MPa, sedangkan nilai pengujian bending rata-rata terendah pada pengelasan gerakan elektroda zigzag sebesar 1159.07 MPa. Nilai kekersan Vickers HAZ rata-rata tertinggi terdapat pada pengelasan gerkan elektroda zigzag sebesar 180.63 HV1 sedangkan nilai kekersan Vickers HAZ terendah terdapat pada pengelasan gerakan elektroda melingkar sebesar 172.83 HV1.
RANCANG BANGUN TERMOKOPEL DATA LOGGER BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 SKALA LABORATORIUM Rustam Efendi; Darwin Darwin; Bahdin Ahad Badia; Arjal Tando; Herlina Herlina; Welly Liku Padang
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.3803

Abstract

Pengukuran suhu merupakan salah satu hal yang terpenting dalam mengukur kinerja suatu proses pindah panas. Pengukuran suhu biasanya dijumpai di lapangan menggunakan termometer air raksa atau sensor suhu yang memiliki display digital dan dicatat manual. Pengukuran suhu dengan menggunakan cara ini mulai ditinggalkan karena untuk mengetahui kinerja suatu mesin dibutuhkan data yang banyak agar dapat diperoleh kinerja mesin yang akurat. Data logger adalah alat yang sering dijumpai dalam pengukuran suhu baik di laboratorium-laboratium teknik di kampus maupun industri. Data logger merupakan alat ukur suhu yang termutakhir hari ini. Hanya saja data logger yang tersedia di pasaran masih mahal sehingga butuh biaya lebih untuk membelinya. Arduino merupakan mikrokontroler dengan harga yang terjangkau dan dapat disambungkan dengan berbagai sensor dan dapat dirancang layaknya seperti data logger. Metode yang digunakan pada penelitian adalah rancang bangun dengan mengembangkan termokopel data logger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 channel termokopel tipe-K dengan penguat sinyal Max6675 dapat berfungsi dan data dapat dikumpulkan ke Micro SD.
PENGENALAN PENDIDIKAN TINGGI VOKASI DAN SOSIALISASI SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU POLITEKNIK TRIDAYA VIRTU MOROSI TAHUN 2024 BERLOKASI DI SMA/SMK DI KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA Badia, Bahdin Ahad; Darwis, Mardis; Putra, Fachrizal Cesar; Jalil, Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v3i02.991

Abstract

This activity aimed to introduce vocational higher education and socialize the selection of new student admissions at the Tridaya Virtu Morosi Polytechnic in 2024 to high school and vocational school students in Konawe Regency, Southeast Sulawesi. The methods used were presentations, discussions, and question and answer sessions involving resource persons from the Tridaya Virtu Morosi Polytechnic and representatives from local high schools and vocational schools. The results showed an increase in prospective students' understanding of vocational education and study opportunities at the Tridaya Virtu Morosi Polytechnic. Students' interest and enthusiasm to continue their education at the vocational level and enroll at the Tridaya Virtu Morosi Polytechnic increased after participating in this activity. This activity also helped promote the study programs offered and attract potential new students from high schools and vocational schools in Konawe Regency.
Studi Literatur: Potensi Pemanfaatan Slag Nikel sebagai Material Alternatif Ramah Lingkungan dalam Konstruksi Berkelanjutan Ezra Pasereng Rambak; Ayu Wardani; Mardis Darwis; La Rahman; Raja Agung Hasudungan Simanjutak; Bahdin Ahad Badia; Muhammad Idris
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i1.155

Abstract

Industri nikel Indonesia yang berkembang pesat menghasilkan limbah slag nikel dalam jumlah besar yang mencapai 13 juta ton per tahun. Slag nikel sebagai produk samping dari proses pyrometallurgy peleburan feronikel memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif ramah lingkungan dalam konstruksi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan slag nikel dalam industri konstruksi melalui studi literatur komprehensif. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menganalisis publikasi ilmiah dari tahun 2014-2025 yang membahas aplikasi slag nikel dalam material konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slag nikel dapat digunakan sebagai pengganti parsial semen Portland dengan kandungan optimum 10-20%, agregat halus pengganti pasir dengan rasio substitusi hingga 50%, dan bahan baku dalam produksi geopolimer. Pemanfaatan slag nikel terbukti meningkatkan kuat tekan beton hingga 15-25%, mengurangi permeabilitas, dan memberikan ketahanan yang baik terhadap lingkungan agresif. Dari aspek lingkungan, penggunaan slag nikel dapat mengurangi emisi CO2 hingga 30% dibandingkan beton konvensional dan mengurangi eksploitasi sumber daya alam. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa slag nikel memiliki potensi yang sangat baik sebagai material alternatif ramah lingkungan dalam konstruksi berkelanjutan, namun masih memerlukan standardisasi dan regulasi yang mendukung implementasinya secara massal.
Pelatihan Desain Menggunakan Aplikasi Capcut-Editor Video Sebagai Penunjang Matakuliah Studi Lapangan Jurusan Tradisi Lisan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo Mursin; Rimayasi; La Ode Rusdin; Zulzaman; Bahdin Ahad Badia
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 1 (2024): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i1.5225

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan Desain Menggunakan Aplikasi CapCut-Editor Video sebagai penunjang Matakuliah Studi Lapangan Jurusan Tradisi Lisan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait penggunaan aplikasi Cap-Cut-Editor Video agar tugas Studi Lapangan dapat terpublikasi dengan baik dengan berbagai jenis video dan template yang telah disediakan oleh aplikasi. Metode yang dilakukan adalah demonstasi dengan mempraktikkan secara langsung melalui Zoom Meeting. Materi yang diberikan antara lain pembuatan akun, penggunaan template yang tersedia hingga pengaturan penggunaan elemen yang ada untuk penunjang materi yang akan dibuat ke dalam bentuk audio visual. Hasil kegiatan pengabdian yaitu para peserta mempraktikkan langsung sesuai arahan modul pelatihan. Evaluasi kegiatan yang dilakukan yaitu pembagian kuisioner dengan beberapa indikator yaitu kemudahan penggunaan, kejelasan materi yang disampaikan, dan manfaat yang dirasakan oleh peserta. Pelatihan ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahun bagi para mahasiswa khususnya dalam menambah referensi cara pembuatan video yang menarik dan mudah dipahami serta mampu menyorot momen-momen penting dalam sebuah kegiatan. Saran yang dapat diberikan yaitu adanya pelatihan berkelanjutan agar para mahasiswa dapat memaksimalkan ilmu yang telah disampaikan.
Perancangan dan Analisis Struktural Belt Konveyor Mesin Pengayak Pasir Tipe Rotary Berbasis Simulasi Autodesk Inventor untuk Meningkatkan Produktivitas Abd Kadir; Bahdin Ahad Badia; Muhammad Idris Putra; Citra Yurnidar Syah
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.14861

Abstract

Proses pengayakan pasir secara manual di industri konstruksi memiliki produktivitas rendah dan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk merancang belt konveyor mesin pengayak pasir tipe rotary dan menganalisis kekuatan struktural rangka menggunakan material aluminium 6061-T6. Metode penelitian meliputi perhitungan manual menggunakan teori mekanika teknik dan simulasi Finite Element Analysis (FEA) dengan software Autodesk Inventor 2020. Parameter yang dianalisis mencakup tegangan maksimum, regangan, displacement, dan faktor keamanan pada rangka mesin dengan beban operasi 4,165 N. Hasil perhitungan manual menunjukkan tegangan maksimum 71,126 MPa, regangan 0,001032, displacement 0,1912 mm, dan faktor keamanan 3,866. Hasil simulasi Autodesk Inventor memberikan tegangan maksimum 52,16 MPa, regangan 0,000635, displacement 0,4068 mm, dan faktor keamanan 5,272. Kedua metode menunjukkan deviasi 26,7% yang masih dalam rentang dapat diterima dan mengkonfirmasi bahwa rangka aman dengan faktor keamanan >3. Mesin yang dirancang mampu mengangkut dan menyaring pasir dengan kapasitas 5,7 ton/jam menggunakan motor listrik 2 HP, meningkatkan produktivitas 11-19 kali lipat dibandingkan metode manual (0,3-0,5 ton/jam). Kecepatan belt optimal 0,5 m/s dengan efisiensi pengayakan 92%. Desain ini telah tervalidasi dan siap untuk fabrikasi prototype.
Analisis Kinerja Metode Charging–Discharging Berbasis Arduino untuk Pengukuran Resistansi Sensor Elastis Jalaluddin Jumhur; Bahdin Ahad Badia
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.15167

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja metode charging-discharging berbasis Arduino Nano untuk pengukuran resistansi sensor elastis (stretchable sensor) berbahan silikon yang dilapisi grease konduktif, dengan dukungan Universal Tensile Machine (UTM) rancang bangun mandiri sebagai perangkat pengujian elektromekanikal berbiaya rendah. Kebutuhan terhadap instrumen pengujian yang terjangkau dan mudah dimodifikasi menjadi latar belakang penelitian ini, mengingat alat elektromekanikal komersial umumnya memiliki biaya investasi yang sangat tinggi sehingga membatasi aksesibilitas bagi peneliti dengan sumber daya terbatas. Spesimen sensor elastis difabrikasi dari lembaran silikon laboratorium berukuran panjang 80 mm, lebar 10 mm, dan ketebalan 0,58 mm. Pengujian dilakukan selama 30 siklus tarik-lepas pada kecepatan konstan 200 mm/menit. Modul pengukur resistansi dirancang berdasarkan prinsip pembagi tegangan dengan rangkaian resistor bertingkat dari 100 Ω hingga 1 GΩ yang dikombinasikan dengan transistor PNP, sehingga mampu mengukur rentang resistansi yang sangat luas secara adaptif. Kinerja sistem divalidasi terhadap LCR-meter komersial (East Tester) dan menghasilkan koefisien korelasi R² = 0,9003, yang membuktikan bahwa metode charging-discharging berbasis Arduino mampu memberikan pengukuran resistansi yang akurat dan andal dalam skala laboratorium, sekaligus membuka potensi penerapannya pada pengembangan sensor elastis untuk aplikasi soft robotic dan sistem wearable.   
A SYSTEMATIC REVIEW OF MANUAL AND EQUIPMENT-BASED DEMOLITION TECHNIQUES FOR LOW-RISE BUILDINGS: TECHNICAL PERFORMANCE, SAFETY IMPLICATIONS, AND METHOD SELECTION CRITERIA Raja Agung Hasudungan Simanjuntak; Mardis Darwis; Risha Utami; Bahdin Ahad Badia; Fachrizal Cesar Putra
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.15217

Abstract

Low-rise buildings, broadly defined as structures of one to four storeys, represent the dominant residential and small commercial building typology in many countries, particularly across Southeast Asia, Sub-Saharan Africa, Latin America, and parts of the Middle East. Their demolition—whether for urban regeneration, post-disaster clearance, or individual redevelopment—spans a wide spectrum of approaches, from entirely manual hand-tool operations to fully mechanised excavator-based processes. This systematic review comprehensively examines the principal manual and equipment-based demolition techniques applicable to low-rise buildings, analysing each in terms of technical characteristics, operational requirements, safety implications, material recovery potential, and economic performance. The factors governing method selection—including structural typology, site access constraints, proximity to adjacent structures, project budget, and the presence of hazardous materials—are also critically examined. Two structured summary tables are presented: a comparative performance overview and a multi-criteria decision matrix to guide method selection in practice. The review concludes that no single demolition technique is universally optimal; the most appropriate approach is determined by a combination of site-specific, technical, economic, and regulatory factors. Key knowledge gaps are identified, with particular emphasis on developing-country contexts where low-rise demolition is most prevalent yet least formally regulated. Low-rise buildings, broadly defined as structures of one to four storeys, represent the dominant residential and small commercial building typology in many countries, particularly across Southeast Asia, Sub-Saharan Africa, Latin America, and parts of the Middle East. Their demolition—whether for urban regeneration, post-disaster clearance, or individual redevelopment—spans a wide spectrum of approaches, from entirely manual hand-tool operations to fully mechanised excavator-based processes. This systematic review comprehensively examines the principal manual and equipment-based demolition techniques applicable to low-rise buildings, analysing each in terms of technical characteristics, operational requirements, safety implications, material recovery potential, and economic performance. The factors governing method selection—including structural typology, site access constraints, proximity to adjacent structures, project budget, and the presence of hazardous materials—are also critically examined. Two structured summary tables are presented: a comparative performance overview and a multi-criteria decision matrix to guide method selection in practice. The review concludes that no single demolition technique is universally optimal; the most appropriate approach is determined by a combination of site-specific, technical, economic, and regulatory factors. Key knowledge gaps are identified, with particular emphasis on developing-country contexts where low-rise demolition is most prevalent yet least formally regulated.
DARI LISAN KE DIGITAL: PEMBERDAYAAN LABORATORIUM TEKNIK MESIN MELALUI PANDUAN OPERASIONAL BERBASIS QUICK RESPONSE CODES (QR CODES) DI UNIVERSITAS HALU OLEO Muhammad Idris Putra; Budiman Sudia; Prinob Aksar; Bahdin Ahad Badia; La Rahman; Muhammad Irwan Syahib; Citra Yurnidar Syah; Anita Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 03 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i03.2602

Abstract

Optimizing laboratory management is support safe and effective learning activities. In the Design and Machining Process Laboratory, Faculty of Engineering, equipment operation has largely depended on verbal instructions from laboratory staff, increasing the potential for operational errors & workplace accidents. This commu nity service program aimed to develop digital equipment operating manuals integrated QR Codes to improve users' independence in laboratory activities. A participatory approach was employed through needs assessment, equipment inventory, manual develop ent based on technical references and occupational health and safety standards, integration into QR Code-linked digital flip books, dissem ination, and evaluation. The results demonstrate that the digital manuals can be accessed instantly by scanning QR Codes attached to each piece of equipment, enabling students to obtain operational guidance independently. This innovation enhances the effectiveness of laboratory practice, minimizes equipment misuse, and promotes a stronger occupational safety culture, making it a practical and sustainable model for laboratory management in higher education
Effect of blade number on the performance of an H-rotor vertical axis wind turbine under low wind speed conditions Agustinus Lolok; Lukas Kano Mangalla; Bahdin Ahad Badia
Jurnal Polimesin Vol 24, No 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i2.8832

Abstract

Vertical Axis Wind Turbines (VAWTs) have significant potential for small-scale wind energy applications, particularly in regions with low to moderate wind speeds. One of the key design parameters influencing VAWT performance is the number of blades. This study aims to experimentally investigate the effect of blade number on the operational characteristics and aerodynamic efficiency of a laboratory-scale vertical axis wind turbine. Three turbine configurations with 2, 3, and 4 blades were tested, each with a blade height of 25 cm and installed at 45 cm above the ground. Experiments were conducted using an axial fan with a flow straightener in a laboratory setup under wind speeds of 2, 3, 4, and 5 m/s. Measured parameters included rotational speed (RPM), torque, mechanical power, Tip Speed Ratio (TSR), and power coefficient (Cp). The results indicate that the three-bladed turbine exhibits the best overall performance, achieving a maximum power coefficient of 0.37 at a wind speed of 5 m/s and a TSR of approximately 2.2. A relative efficiency analysis confirms that the three-bladed configuration offers the most favorable balance among torque generation, rotational speed, and aerodynamic losses. These findings offer valuable insights for optimizing small-scale VAWT design and enhancing wind energy utilization in low-wind-speed environments.