Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM MENANGGULANGI PATOLOGI SOSIAL PADA SISWA SMP NEGERI 1 ABANG Ni Ketut Putri Lestari; I Gede Sedana Suci; I Gede Dedy Diana
UPADHYAYA: JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN Vol 2 No 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/up.v2i2.2660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Guru Agama Hindu dalamMenanggulangi Patologi Sosial. Penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Abang inimenggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjekpenelitian adalah guru agama Hindu dan siswa SMP Negeri 1 Abang, sedangkan objeknyaadalah patologi sosial pada siswa SMP Negeri 1 Abang. Instrumen dalam penelitian ini adalahhasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan. Teknik analisis data dalampenelitian ini dengan mendeskripsikan hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa patologi sosial yang sering ditemukan oleh guruAgama Hindu di SMP Negeri 1 Abang adalah siswa mengganggu teman yang sedang fokussembahyang, siswa mengobrol saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, siswa menjahili temanketika kegiatan kerja bakti, dan siswa tetap mengendarai sepeda motor padahal sudah dilarangsesuai aturan sekolah. Strategi yang dilakukan untuk menanggulangi patologi sosial siswaSMP Negeri 1 Abang adalah Guru mendidik dengan pengembangan melalui ajaran Tri KayaParisudha dan Panca Niyama Brata, Guru mendidik dengan pembiasaan, dan Gurumendidikdengan keteladanan. Kendala-kendala yang dihadapi oleh guru agama Hindu dalammenanggulangi patologi sosial pada siswa SMP Negeri 1 Abang adalah kendala internal yangmeliputi; faktor bawaan, faktor emosional, dan kendala eksternal yang meliputi; faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan media sosial. Upaya-upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala yang dihadapai oleh guru agama Hindu pada siswa SMP Negeri 1 Abang adalah (1) untuk menghadapi faktor internal diterapkan sikap3 S yaitu senyum, salam, sapa.(2) untuk menghadapi kendala eksternal dengan cara menjalinkomunikasi yang harmonis antara orang tua dan siswa.
IMPLEMENTASI LITERASI MEMBACA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV DI SDN 16 KESIMAN DENPASAR Ni Kadek Wini Regitasari; I Gede Sedana Suci; Putu Ayu Septiari Dewi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11345

Abstract

This study aims to determine the implementation of reading literacy in improving the learning creativity of fourth-grade students at SD Negeri 16 Kesiman Denpasar. The focus of this study includes: (1) the implementation of reading literacy in learning, (2) students’ responses and engagement in reading literacy activities, and (3) students’ learning creativity after the implementation of reading literacy. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of the principal, fourth-grade teacher, and fourth-grade students. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that: (1) the implementation of reading literacy has been carried out well and systematically through reading habituation activities, provision of literacy facilities, and integration into the learning process, which includes planning, implementation, and evaluation stages; (2) students’ responses and engagement in reading literacy activities are generally positive, as indicated by their enthusiasm in reading, active participation in retelling texts, and involvement in learning activities, although there are still some obstacles related to differences in students’ abilities and reading interests; (3) students’ learning creativity has improved, as seen from their ability to develop ideas, express understanding through writing and drawings, and demonstrate more varied and innovative ways of thinking. In conclusion, the implementation of reading literacy plays an important role in improving students’ learning creativity and is able to create a more active, interactive, and meaningful learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi literasi membaca dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas IV di SD Negeri 16 Kesiman Denpasar. Fokus penelitian ini meliputi: (1) implementasi literasi membaca dalam pembelajaran, (2) respons dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi membaca, serta (3) kreativitas belajar siswa setelah diterapkannya literasi membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi literasi membaca telah dilaksanakan dengan baik dan terstruktur melalui kegiatan pembiasaan membaca, penyediaan fasilitas literasi, serta integrasi dalam proses pembelajaran yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; (2) respons dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi membaca tergolong positif, ditunjukkan dengan antusiasme siswa dalam membaca, keaktifan dalam menceritakan kembali isi bacaan, serta partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, meskipun masih terdapat beberapa kendala terkait perbedaan kemampuan dan minat membaca; (3) kreativitas belajar siswa mengalami peningkatan, yang terlihat dari kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, mengekspresikan pemahaman melalui tulisan dan gambar, serta menunjukkan cara berpikir yang lebih variatif dan inovatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi literasi membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa, serta mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna.
IMPLEMENTASI PENALARAN KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS REFLEKSI KRITIS DALAM PENDIDIKAN PANCASILA I Dewa Ayu Wulandari; I Gede Sedana Suci; Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11628

Abstract

This study was motivated by the suboptimal implementation of deep learning in Pancasila Education at the elementary school level, resulting in the underdevelopment of students’ critical reasoning dimension. Learning activities tended to be teacher-centered and memorization-oriented, causing Pancasila values not to be optimally internalized in students’ daily lives. This study discusses: (1) the planning of the implementation of a deep learning approach based on critical reflection, (2) the implementation process, and (3) the evaluation of the implementation. The study aims to describe the implementation of a deep learning approach based on critical reflection in Pancasila Education to develop the critical reasoning dimension of Grade III students at SD Negeri 1 Nyitdah. The theories used in this study were constructivism theory and moral theory. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of the principal, Grade III teacher, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that: (1) the planning stage was carried out through meaningful learning activities, learning instruments, and reflective evaluation design; (2) the implementation stage was conducted through discussions, scaffolding, and critical reflection that encouraged active student participation; and (3) the evaluation emphasized the thinking process and indicated the development of students’ critical reasoning in expressing opinions, providing reasons, and relating learning to daily life. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi pembelajaran mendalam dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar, sehingga pengembangan dimensi penalaran kritis peserta didik belum terlaksana secara maksimal. Pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan berorientasi pada hafalan sehingga nilai-nilai Pancasila belum terinternalisasi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Penelitian ini membahas: (1) perencanaan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam berbasis refleksi kritis, (2) pelaksanaan implementasi pembelajaran, dan (3) evaluasi implementasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam berbasis refleksi kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk mengembangkan dimensi penalaran kritis peserta didik kelas III SD Negeri 1 Nyitdah. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori konstruktivisme dan teori moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas III, dan peserta didik. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan implementasi pembelajaran telah disusun melalui perancangan aktivitas pembelajaran bermakna, perangkat pembelajaran, dan evaluasi reflektif; (2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui diskusi, scaffolding, serta refleksi kritis yang mendorong partisipasi aktif peserta didik; dan (3) evaluasi pembelajaran menekankan proses berpikir serta menunjukkan perkembangan penalaran kritis peserta didik dalam mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.