Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluasi Penurunan Oprit Pada Salah Satu Proyek Jembatan di Kalimantan Tengah Achmad Fajar Shodiq; Paksitya Purnama Putra; Luthfi Amri Wicaksono
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 11 No 2 (2023): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2023)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v11i2.5867

Abstract

One of the bridge construction projects in Kalimantan was built on soft soil using a piled embankment reinforcement system. The reinforcement used is a combination of minipile and geotextile poles. However, after the landfill was carried out on the bridge embankment, a settlement is occured of approximately 0.6 m in a period of 3 months. Studies are conducted to evaluate and review the causes of decline. In addition, optimization of the design was carried out in this study. Evaluation is carried out by reviewing the bearing capacity of single and group piles of the minipile based on Standart Penetration Tests data. The calculation of load distribution on piled embankments follows the regulation of BS 8006. Deformation analysis is performed with Plaxis 2D program. Based on the analysis results, it was found that the ultimate bearing capacity of the pile group under the embankment was not able to withstand the working load. The settlement that occurred in the bridge's oprit was most likely caused by the collapse of the soil. Based on the consolidation analysis using plaxis, a value of 0.6 m was obtained within 90 days. Based on the evaluation results, the optimization of the design was carried out using the same method, namely using a pile embankment but differed in the dimensions and installation configuration. The design optimization results show that the bearing capacity is sufficient and the resulting average total deformation is 0.0435 m.
Analisis Tingkat Capaian Green Building Berdasarkan Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2 (Studi Kasus: Hotel Kokoon Banyuwangi) Fatmayati, Dwi Marta; Trisiana, Anita; Wicaksono, Luthfi Amri
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 2 No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v2i1.150

Abstract

Hotel Kokoon Banyuwangi termasuk hotel baru dan merupakan bangunan tertinggi di Kabupaten Banyuwangi mencapai 13 lantai dengan ketinggian 57,7 meter. Adanya konsep green building diharapkan gedung tersebut telah menerapkan konsep green building. Penelitian dilakukan sesuai dengan kondisi gedung yang telah melewati masa konstruksi, sehingga tahap penilaian dilakukan hingga tahap Final Assessment. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat capaian green building berdasarkan greenship untuk bangunan baru versi 1.2 di Indonesia pada Hotel Kokoon Banyuwangi. Variabel penelitian meliputi 6 (enam) kategori greenship yakni kategori tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, siklus dan sumber material, kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, manajemen lingkungan bangunan. Data primer pada penelitian ini meliputi sistem proteksi kebakaran, aksesibilitas difabel, pengukuran pencahayaan, pengukuran kebisingan, pengukuran suhu dan kelembaban, kuisioner tamu dari Hotel Kokoon Banyuwangi serta wawancara dengan pihak pengelola dan pelaksana. Data sekunder meliputi as-built drawing Hotel Kokoon Banyuwangi, dokumen RTRW kabupaten Banyuwangi, Bill of Quantity, Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), serta panduan teknis perangkat penilaian greenship untuk bangunan baru versi 1.2 Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan, Hotel Kokoon Banyuwangi telah menerapkan konsep green building sebesar 49,505% atau setara dengan Silver, setelah dilakukannya rekomendasi Hotel Kokoon Banyuwangi mendapatkan persentase predikat sesuai dengan kemampuan gedung yaitu sebanyak 62,376% atau setara dengan Gold. Biaya yang diperlukan dalam upaya meningkatkan peringkat dari Silver ke Gold adalah sebesar Rp. 80.116.500,00.
Analisa Pengaruh Normalisasi Sungai Kemuning Terhadap Stabilitas Tanggul Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) pada Kondisi Beban Normal dan Beban Gempa: Analysis of the Effect of Kemuning River Normalization on the Stability of the Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) Embankment Putra, Paksitya Purnama; Ganesha, Khalid Pijar; Wicaksono, Luthfi Amri; Lestari, Rini Trisno
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i1.45926

Abstract

Abstract The flood that occurred in the Sampang area was caused by the low capacity of the Kemuning River. One of the possible methods to solve flood overflow is to increase the capacity using normalization by dredging sediments in the river channel. To carry out normalization, it is necessary to consider the impact on the stability of the existing CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile) embankment. This study is intended to analyze the impact of normalization on the stability of the CCSP embankment, which is 500 m long, using the finite element method (FEM) program. This study consisted of several stages, namely soil data analysis, lateral pile analysis, and safety factor analysis. Based on the calculation results, all stationing segments are safe for normalization because they have a faktor keamanan (SF) value above the SF limit required by SNI 8460:2017, that is, SF = 1.5 under normal conditions and SF = 1.1 under earthquake conditions. Likewise, when normalization is carried out at the depth limit of the river bed elevation, the CCSP embankment still meets the stability requirements, with an average SF value in earthquake conditions of SF = 1.27 and SF = 2.46 in non-earthquake conditions. The stability of the CCSP reaches its limit when the average dredging depth elevation is between 4.71 m and 5.92 m below the river's normal water level in earthquake and non-earthquake conditions. Keywords: Normalization, Stability, CCSP, Kemuning River, FEM. Abstrak Banjir yang terjadi di daerah Sampang disebabkan oleh debit banjir yang melebihi kapasitas tampung Sungai Kemuning. Salah satu upaya untuk mengatasi terjadinya luapan banjir adalah dengan meningkatkan kapasitas tampung melalui normalisasi dengan cara mengeruk sedimen pada alur sungai. Pelaksanaan normalisasi perlu mempertimbangkan dampak terhadap stabilitas tanggul CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile) eksisting yang sudah ada. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh normalisasi terhadap stabilitas tanggul CCSP sepanjang 500 m menggunakan program bantu berbasis elemen hingga (FEM). Penelitian terdiri dari beberapa tahap yakni analisis data tanah, analisis tiang lateral, dan analisis faktor keamanan. Berdasarkan hasil perhitungan, seluruh segmen stasioning aman untuk dilakukan normalisasi karena memiliki nilai faktor keamanan (SF) diatas SF limit yang disyaratkan SNI 8460:2017 yaitu (SF=1,5) pada kondisi normal dan (SF=1,1) pada kondisi gempa. Saat normalisasi dilakukan pada batas kedalaman elevasi dasar sungai, tanggul CCSP masih memenuhi syarat stabilitas dengan nilai SF rata-rata pada kondisi gempa sebesar SF=1,27 dan SF=2,46 pada kondisi normal. Stabilitas CCSP mencapai batasnya saat elevasi pengerukan rata-rata sedalam 4,71 m dan 5,92 m dibawah muka air normal sungai pada kondisi gempa dan tanpa gempa. Kata kunci: Normalisasi, Stabilitas, CCSP, Sungai Kemuning, FEM.
ANALISIS PENURUNAN DAN STABILITAS TIMBUNAN JALAN JALUR GANDA KERETA API DI MOJOKERTO Ahmad Riyasyul Huda; Paksitya Purnama Putra; Luthfi Amri Wicaksono; Rini Trisno Lestari
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6779

Abstract

Pembangunan Jalur Ganda Sepanjang - Mojokerto menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan kereta api sebagai moda transportasi penumpang maupun barang. Lokasi pembangunan double track kereta api KM36+900 - KM 37+100 berada di Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang terbentuk akibat proses sedimentasi yang termasuk didalam formasi alluvium (Qa). Tanah aluvial merupakan salah satu jenis lapisan tanah dari proses endapan, dibentuk dari lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi tanah karena aliran sungai. Tanah aluvial atau tanah berpasir lainnya memiliki daya dukung rendah yang memungkinkan terjadinya penurunan tanah dan mempengaruhi kestabilan timbunan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode analisa terhadap besar penurunan konsolidasi, waktu konsolidasi, dan stabilitas timbunan, untuk mendapatkan kestabilan tanah yang sesuai dengan angka safety factor (SF) diperlukan perbaikan terhadap tanah dasar dan timbunan. Preloading merupakan salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung terdapap tanah dasar dan geotextile sebagai perkutan timbunan untuk mencapai angka keamanan SF > 1,5. Sedangkan untuk mengatasi lama waktu penurunan karena konsolidasi dapat menggunakan Prefabicated Vertical Drains (PVD).
PERBAIKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE PRELOADING KOMBINASI PVD PROYEK AKATARA GAS PLANT FACILITY Wicaksono, Luthfi Amri; Tasya Afkarina; Paksitya Purnama Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i1.8726

Abstract

Soft soil is a serious problem in the implementation of the Akatara Gas Plant Facility Project because soft soil has a low bearing capacity and experiences large settlements. Effective soil improvement to solve this problem is PVD combination preloading methods. This research aims to plan soil improvement for the primary road construction of the Akatara Gas Plant Facility project in Jambi using PVD combination preloading method. The planned PVD is non-woven PVD with variations in size: 9.5 cm wide, 3.5 cm thick, 10 cm wide, 0.4 cm thick, and 10.5 cm wide, 4.5 cm thick. Calculation of consolidation time after PVD was carried out using triangle and square patterns with varying distances of 100 cm, 110 cm, 130 cm and 150 cm. Based on the analysis results, soil preloading could not be applied because it collapsed, so soil preloading was combined with vacuum preloading. The vacuum preloading used has a capacity of 80 kPa and the required embankment is 3.93 meters high. The planned PVD depth is 12 meters deep. 90% consolidation time required at a distance of 100 cm triangle pattern, 100 cm square pattern, 110 cm triangle pattern, 110 cm square pattern, 130 cm triangle pattern, 130 cm square pattern, 150 cm triangle pattern and 150 cm square pattern cages are 13 weeks, 15 weeks, 9 weeks, 10.5 weeks, 13 weeks, 15.5 weeks, 18 weeks, and 21 weeks. The most effective PVD installation distance and pattern is a distance of 110 cm with a square pattern. The choice of distance and installation pattern is adjusted to the work time for soil improvements on the Akatara Gas Plant Facility Project.
Stability Analysis of Replacement Material in Dam Body at Meninting Dam Wildan Faris Alamudi; Indra Nurtjahjaningtyas; Luthfi Amri Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.019.01.6

Abstract

Embankment material in dam construction is an important aspect that needs to be considered. The lack of embankment material around the dam is a problem in the Meninting Dam construction project, so it uses materials outside the dam area. With the change in the embankment material used, research is needed on the stability of the dam body. This study aims to determine the characteristics of the replacement material, seepage capacity, uplift force, and slope stability safety factor at the dam. Physical tests are used to determine the physical characteristics of the soil (moisture content, soil specific gravity, rock specific gravity, soil plasticity index filter analysis), while the mechanical test is performed to determine the soil's movement, strength, stiffness, and deformation. This study also uses software assistance, such as Geostudio from Rockscience slide, to calculate a slope's stability level. The results showed that the value of the safety factor obtained on the upstream slope without earthquake is 3.463, the upstream slope with OBE earthquake is 2.057, the upstream slope with MDE earthquake is1.588, the downstream slope without earthquake is 3.117, the downstream slope with OBE earthquake is 2.288, downstream slope with MDE earthquake is 1.898. The value of the safety factor is declared safe because the value obtained is >1.5 conditions without an earthquake and >1.2 conditions with an earthquake. The uplift value on every equipotential is 10.58 t/m2. The value of seepage capacity that comes out downstream of the dam is 4,529 x 10-5 m3- seconds. Seepage capacity is said to be safe because < 0.0127 m3- seconds. The lack of stone material as the main constituent of dam deposits in the research area is the main factor in this study, which focuses on finding the value of the safety factor, lifting force, and seepage capacity of the replacement material for dam deposits. This research will use soil-filling material as a substitute for the Constituent stones, which are very limited in number at the research site.
PERBAIKAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS TANAH EKSPANSIF DENGAN STABILISASI KIMIAWI MENGGUNAKAN CAMPURAN GARAM DAN SEMEN (STUDI KASUS KECAMATAN TEGALDLIMO KABUPATEN BANYUWANGI) Muhammad Rifki Darmawan; Paksitya Purnama Putra; Luthfi Amri Wicaksono
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 1, April Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i1.4328

Abstract

Tanah ekspansif memiliki karakteristik yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kadar air, menyebabkan perubahan volume yang signifikan yang dapat merusak struktur di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas tanah ekspansif melalui stabilisasi menggunakan kombinasi garam dan semen. Metode yang digunakan meliputi uji laboratorium untuk menganalisis sifat fisik dan mekanik tanah sebelum dan sesudah stabilisasi. Variasi campuran yang digunakan adalah semen dengan kadar 13 persen, 16 persen, dan 19 persen serta garam sebanyak 3 persen, dengan waktu pemeraman selama 3 dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilisasi ini menurunkan kadar air hingga 62,50 persen, meningkatkan berat jenis dari 2,36 menjadi 2,59 g/cm3, serta meningkatkan kepadatan kering maksimum. Selain itu, potensi pengembangan tanah yang awalnya sebesar 114,5 persen berhasil ditekan hingga 0 persen setelah penambahan garam 3 persen dan semen 13 persen. Waktu pemeraman juga berpengaruh terhadap efektivitas stabilisasi, di mana pemeraman lebih lama memberikan hasil yang lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi garam dan semen dapat secara efektif memperbaiki karakteristik tanah ekspansif, sehingga dapat diterapkan dalam perbaikan tanah untuk mendukung konstruksi yang lebih stabil dan aman.
Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Gempa dan Longsor Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Kelompok Tani Sidomulyo 1, Kabupaten Jember Putra, Paksitya Purnama; Wicaksono, Luthfi Amri; Wulandari, Diah Ayu Restuti; Trisiana, Anita
Journal Of Khairun Community Services Vol 5, No 1 (2025): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v5i1.9549

Abstract

Kelompok Tani Sidomulyo 1 di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menghadapi risiko tinggi bencana gempa bumi dan longsor akibat kondisi topografi yang curam dan aktivitas tektonik yang signifikan. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana meningkatkan potensi kerugian baik dari segi keselamatan maupun ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana. Metode yang digunakan mencakup diskusi awal, sosialisasi bahaya dan mitigasi gempa serta longsor, serta simulasi evakuasi dan pelatihan dasar penyelamatan diri. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam wawasan terhadap kerentanan bencana, pemahaman mitigasi, serta keterampilan evakuasi dan penyelamatan diri, dengan rata-rata skor post-test meningkat dibanding pretest. Simulasi evakuasi juga meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan mitigasi bencana di Kelompok Tani Sidomulyo 1, yang diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak bencana di masa depan.
ANALISIS PENURUNAN DAN STABILITAS TIMBUNAN JALAN JALUR GANDA KERETA API DI MOJOKERTO : Studi Kasus: Jalur Kereta Km 36+900 - Km 37+100 Riyasyul Huda, Ahmad; Purnama Putra, Paksitya; Wicaksono, Luthfi Amri; Trisno Lestari, Rini
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6779

Abstract

Pembangunan Jalur Ganda Sepanjang - Mojokerto menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan kereta api sebagai moda transportasi penumpang maupun barang. Lokasi pembangunan double track kereta api KM36+900 - KM 37+100 berada di Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang terbentuk akibat proses sedimentasi yang termasuk didalam formasi alluvium (Qa). Tanah aluvial merupakan salah satu jenis lapisan tanah dari proses endapan, dibentuk dari lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi tanah karena aliran sungai. Tanah aluvial atau tanah berpasir lainnya memiliki daya dukung rendah yang memungkinkan terjadinya penurunan tanah dan mempengaruhi kestabilan timbunan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode analisa terhadap besar penurunan konsolidasi, waktu konsolidasi, dan stabilitas timbunan, untuk mendapatkan kestabilan tanah yang sesuai dengan angka safety factor (SF) diperlukan perbaikan terhadap tanah dasar dan timbunan. Preloading merupakan salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung terdapap tanah dasar dan geotextile sebagai perkutan timbunan untuk mencapai angka keamanan SF > 1,5. Sedangkan untuk mengatasi lama waktu penurunan karena konsolidasi dapat menggunakan Prefabicated Vertical Drains (PVD).
Evaluasi Stabilitas dan Pergeseran Secant Pile Pada Pekerjaan Galian Lereng Perbukitan Kabupaten Kebumen Putra, Paksitya Purnama; Kusuma, Dian Natalia; Wicaksono, Luthfi Amri; Rikarda, Raden Denisio Edwin
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v13i1.3350

Abstract

One of the building constructions on the hillside in Kebumen Regency requires the implementation of a cut and fill process on the natural slope. The excavation work on the 7-meter-deep slope of cohesive soil has been reinforced with a secant pile type retaining wall. However, during the excavation process, the secant pile experienced a displacement of 1.1 meters. Therefore, it is necessary to evaluate the causes of the displacement of the retaining wall. The finite element analysis software, Plaxis, is used to analyze and evaluate based on displacement values and safety factors. Additionally, the Geo5 software is used to design the depth of secant pile retaining walls using the Rankine analysis method. The evaluation of the excavation construction work resulted in a safety factor of 1.3984. This value is still below the value required by SNI 8460:2017. Based on the analysis with the software, it was found that the secant pile diameter of 60 cm could still cause a displacement of 1.1 meters, even though the safety factor remained stable. The displacement of the retaining wall occurred because the excavation process resulted in the active earth pressure being greater than the passive earth pressure. After optimizing the design, the results show that increasing the secant pile diameter can reduce the displacement and improve the safety factor to meet the requirements of SNI 8460:2018, which is ≥ 1.5. The effective diameter obtained in the optimization is 80 cm, which can reduce the displacement to 0.3 meters.