Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Beban Siklik Pada Tanah yang Distabilisasi Dengan Kapur Terhadap Nilai CBR Arrazi, Shamer; Nurtjahjaningtyas, Indra; Wicaksono, Luthfi Amri
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 31, Nomor 1, JULI 2025
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v31i1.71273

Abstract

Roads built on soft clay soils will experience damage before the service life is complete. One of the most common damages is potholes. The cyclic load is the repetitive load caused by the wheels of a vehicle. Stabilization of the subgrade needs to be done to overcome this problem, namely by adding lime. The lime used is quicklime from Sampang, Madura. The research was conducted to obtain the optimum lime mixture in the soil. CBR test was conducted on the soil with 3%, 5%, and 7% lime mixture. After that, cyclic loading was applied to analyze its effect on the CBR value. The original soil had a CBR value of 11.36% which then decreased to 5.79% after cyclic loading. The CBR values of 3%, 5%, and 7% lime-stabilized soil were 31.96%, 35.22%, and 34.48%, respectively. The optimum lime mixture in this study is 7% with a CBR value of 34.48% and a decrease in CBR value due to cyclic loading to 30.74%. Stabilization with lime can increase the CBR value up to 5% lime mixture. The addition of excess lime will reduce the CBR value. In addition, the decrease in CBR value due to cyclic loading decreases with the addition of lime. This is because the absorption and flocculation reactions by lime cause changes in the distribution of soil grain gradation.
PLANNING OF SOFT SOIL IMPROVEMENT WITH PRELOADING AND PREFABRICATED VERTICAL DRAIN METHOD: Perencanaan Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Metode Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) Ningsih, Ana Crosita; Wicaksono, Luthfi Amri; Ma'ruf, Mokhamad Farid
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.065 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.7543

Abstract

The northern coastal areas of Java such as Gresik and surrounding areas have a soil structure of alluvium consisting of gravel / coral, sand, clay soil and shells. Soil basic conditions are soft enough to cause land subsidence (settlement). The need for rapid construction causes the urban areas to become less and more for development land. This requires the improvement of soft soil to be used as a building site. As for the method to be done in this planning using a combination of preloading and PVD methods to accelerate the process of land degradation. Based on the planning result, the total height of embankment (preloading) is 3.5 m and the planning time lasted 4 months. Soft soil improvement is done up to 25 m depth with PVD design using triangle pattern and space 1.3 m. The 95% consolidation decrease due to the load of embankment caused the soil to fall as deep as 1,928 m. In this planning use modeling Plaxis 8.6 2D and the resulting yield of soil is 1,990 m. Wilayah pesisir pantai utara Jawa seperti daerah Gresik dan sekitarnya mempunyai struktur tanah berupa alluvium yang terdiri dari batu kerikil/koral, pasir, tanah lempung dan pecahan kulit kerang. Kondisi tanah dasar yang cukup lunak menyebabkan terjadinya penurunan tanah (settlement). Adanya kebutuhan konstruksi yang semakin pesat menyebabkan wilayah perkotaan menjadi semakin sedikit untuk dijadikan lahan pembangunan. Hal ini mengharuskan dilakukannya upaya perbaikan tanah lunak agar bisa dijadikan lahan bangunan nantinya. Adapun pada metode yang akan dilakukan pada perencanaan ini menggunakan kombinasi metode preloading dan PVD untuk mempercepat proses penurunan tanah. Berdasarkan hasil perencanaan didapatkan total tinggi timbunan (preloading) adalah 3,5 m dan waktu perencanaan berlangsung 4 bulan. Perbaikan tanah lunak dilakukan sampai dengan kedalaman 25 m dengan desain PVD menggunakan pola segitiga dan spasi 1,3 m. Penurunan konsolidasi 95% akibat beban timbunan menyebabkan tanah turun sedalam 1,928 m. Pada perencanaan ini menggunakan pemodelan Plaxis 8.6 2D dan hasil penurunan tanah yang dihasilkan adalah sedalam 1,990 m.
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN MUKA AIR SUNGAI TERHADAP KEDALAMAN RANCANGAN DAN STABILITAS STEEL COMBINED RETAINING WALL Hendriantono, Satriawan; Putra, Paksitya Purnama; Wicaksono, Luthfi Amri
JURNAL REKAYASA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bio Inti Agrindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agro industri. Perusahaan ini memerlukan pengembangan dermaga pelabuhan pada area bibir Sungai Maro, Kabupaten Merauke, Papua. Letak terminal yang dekat dengan laut membuat air sungai mengalami pasang surut. Pengembangan dermaga direncanakan dengan melakukan penimbunan tanah pada bibir sungai dengan perkuatan steel combined retaining wall. Pada penelitian ini dilakukan analisa kebutuhan kedalaman serta stabilitas tiang terhadap perubahan muka air sungai. Analisa safety factor dan kebutuhan kedalaman dilakukan dengan menggunakan program bantu GEO 5 dan metode FMM (factored momment method). Hasil menunjukkan bahwa semakin surut muka air sungai, maka semakin dalam kebutuhan kedalaman tiang. Untuk mencapai kebutuhan stabilitas tiang maka kedalaman tiang diambil sebesar 8,2 m dengan nilai safety factor sebesar 2,33. Penentuan profil dilakukan berdasarkan momen maksimal yang bekerja. Penurunan timbunan juga dianalisis dengan bantuan program plaxis dengan nilai yang didapatkan sebesar 0,857 cm.
Alternatif Type Dinding Penahan Underpass Suwarno, S; Wicaksono, Luthfi Amri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.187 KB)

Abstract

Perencanaan dinding underpass terbuka (bagian atas underpass tidak ada plat lantai kendaraan) perlu dihitung seminimal mungkin biayanya. Ada beberapa type dinding underpass yang dapat dipakai antara lain sheet pile, soldier pile dan dinding diafragma (diapraghm wall). Sebagai perbandingan, dipakai underpass di Jalan A. Yani Surabaya dengan kedalaman galian -6.00 meter dan lebar jalan 9,5 meter diperuntukan 2 lajur. Dari hasil perhitungan diperoleh panjang total sheet pile beton adalah 19.50 meter type W-600 A 1000 (lantai kendaraan underpass masih perlu dipasang tiang bor untuk menahan uplift) kedalaman tiang bor 15.00 meter dan diameter 0.50 meter. Jika dipergunakan soldier pile beton bertulang diameter 0.80 m, kedalaman soldier pile = 19.50 meter. Sedangkan jika dipergunakan dinding diafragma, untuk galian underpass -6.00 m, kedalaman dinding diafragma = 19.50 m dan ketebalan dinding diafragma = 0.50 m. Dari ketiga alternatif tersebut didapatkan kesimpulan bahwa type dinding diafragma yang paling ekonomis untuk underpass terbuka. Dipakai diafragma wall karena uplift cukup kecil akibat kedalaman dinding diafragma cukup dalam yaitu 19.50 meter; dibandingkan dengan sheet pile yang masih membutuhkan tiang bor penahan uplift yang besar pada lantai dasar underpass.
Rekayasa Timbunan Tinggi pada Oprit Jalan Raya terhadap Kelongsoran dan Pemampatannya Suwarno, S; Wicaksono, Luthfi Amri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oprit jembatan jalan raya yang tinggi, seringkali terjadi masalah longsor dan penurunan(settlement). Untuk mengatasi masalah tersebut, dipergunakan material timbunan ringan, serta mengurangi beban timbunan pada oprit yaitu dengan cara memasang box culvert di bagian oprit paling tinggi (pada dinding abutment). Tinggi timbunan oprit pada abutment 1 dan abutment 2 adalah masing-masing 1.7 m dan 2.17 m dengan kemiringan rencana 1:2. Tanah pada BH-01 jembatan merupakan tanah lanau kelempungan dengan konsistensi medium yang memiliki nilai N-SPT rata-rata 10 sampai kedalaman 9.5 m; tanah pada BH-02 terdapat tanah pasir sampai kedalaman 7 m dengan N-SPT rata-rata 7 dan dilanjutkan lempung sampai kedalaman 30 m dengan N-SPT rata-rata 26; tanah pada BH-03 didominasi oleh lempung kepasiran sampai dengan kedalaman 28 m dengan N-SPT rata-rata 26 dan dilanjutkan oleh pasir sampai kedalaman 30 m; dan tanah pada BH-04 didominasi oleh lempung sampai kedalaman 10 m dengan N-SPT rata-rata 9. Rekayasa timbunan oprit dilakukan dengan memasang box culvert di dekat dinding abutment untuk mengurangi beban timbunan; serta yang stabil dan tidak memampat.Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui angka keamanan terhadap kelongsoran dan mengurangi pemampatan tanah yang terjadi. Metoda yang dipakai adalah dengan memasang box culvert di belakang abutment untuk mengurangi beban timbunan dan serta memakai material timbunan ringan (geofoam). Hasil rekayasa ini menghasilkan angka keamanan longsor yang cukup aman dan besarnya pemampatan (settlement) cukup kecil.
PERBAIKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE PRELOADING KOMBINASI PVD PROYEK AKATARA GAS PLANT FACILITY Wicaksono, Luthfi Amri; Tasya Afkarina; Paksitya Purnama Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i1.8726

Abstract

Soft soil is a serious problem in the implementation of the Akatara Gas Plant Facility Project because soft soil has a low bearing capacity and experiences large settlements. Effective soil improvement to solve this problem is PVD combination preloading methods. This research aims to plan soil improvement for the primary road construction of the Akatara Gas Plant Facility project in Jambi using PVD combination preloading method. The planned PVD is non-woven PVD with variations in size: 9.5 cm wide, 3.5 cm thick, 10 cm wide, 0.4 cm thick, and 10.5 cm wide, 4.5 cm thick. Calculation of consolidation time after PVD was carried out using triangle and square patterns with varying distances of 100 cm, 110 cm, 130 cm and 150 cm. Based on the analysis results, soil preloading could not be applied because it collapsed, so soil preloading was combined with vacuum preloading. The vacuum preloading used has a capacity of 80 kPa and the required embankment is 3.93 meters high. The planned PVD depth is 12 meters deep. 90% consolidation time required at a distance of 100 cm triangle pattern, 100 cm square pattern, 110 cm triangle pattern, 110 cm square pattern, 130 cm triangle pattern, 130 cm square pattern, 150 cm triangle pattern and 150 cm square pattern cages are 13 weeks, 15 weeks, 9 weeks, 10.5 weeks, 13 weeks, 15.5 weeks, 18 weeks, and 21 weeks. The most effective PVD installation distance and pattern is a distance of 110 cm with a square pattern. The choice of distance and installation pattern is adjusted to the work time for soil improvements on the Akatara Gas Plant Facility Project.
Analisis Efektifitas Desain Perkuatan Untuk Restorasi Lereng pada Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri: Analysis of the Effectiveness of Reinforcement Design for Slope Restoration in Jugo Village, Mojo District, Kediri Regency Utama, Farrel Indryasmara; Putra, Paksitya Purnama; Wicaksono, Luthfi Amri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53695

Abstract

The effectiveness analysis of slope reinforcement design is essential to ensure stability and safety in landslide-prone areas, such as Jugo Village, Mojo Subdistrict, Kediri Regency. This region has steep topography and saturated soils due to high rainfall, increasing landslide risks that threaten infrastructure and community safety. To address these issues, appropriate slope reinforcement methods were implemented based on the site’s geotechnical characteristics and field conditions. The analysis aimed to assess how well each method could improve slope stability while remaining efficient and cost-effective. Soil investigation data, including laboratory test results and slope geometry measurements, were used in the study. Existing conditions were analysed using Slope/W software with the Bishop method to evaluate slope safety levels in each segment. Two reinforcement alternatives—Mechanically Stabilised Earth Wall (MSE Wall) and soil nailing—were selected based on their suitability. Of the two, soil nailing was found to be more effective due to its higher safety factor values and greater cost-efficiency in material usage. Overall, the study demonstrated that soil nailing provided a better solution for improving slope stability in the area, making it the preferred method for mitigating landslide risks at the study site. Abstrak Analisis efektivitas desain perkuatan lereng merupakan langkah penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan kawasan rawan longsor, khususnya di daerah dengan potensi pergerakan tanah yang tinggi seperti Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Daerah ini memiliki topografi yang curam dan kondisi tanah yang rentan terhadap kejenuhan akibat curah hujan yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko longsor yang dapat membahayakan infrastruktur, pemukiman, dan aktivitas masyarakat setempat. Upaya penanganan untuk mengatasi masalah pada lokasi penelitian dilakukan melalui pemberian perkuatan lereng yang efektif. Perkuatan lereng dipilih berdasarkan analisis karakteristik geoteknik lokasi dan kondisi lapangan. Analisis efektivitas perkuatan dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana metode perkuatan yang dipilih mampu meningkatkan kestabilan lereng sesuai dengan parameter keamanan yang ditetapkan dan dapat dilakukan secara efisien dan ekonomis. Data penyelidikan tanah yang digunakan terdiri atas hasil pengujian sampel laboratorium dan data geometri lereng yang diukur langsung di lokasi penelitian. Analisis kondisi eksisting menggunakan perangkat lunak Slope/W dengan metode Bishop pada tiap segmen dilakukan guna mengetahui tingkat kerawanannya. Alternatif perkuatan yang dipilih adalah MSE Wall dan soil nailing, karena keduanya dinilai sesuai untuk lokasi tersebut. Hasil analisis soil nailing lebih unggul pada lokasi penelitian karena memiliki nilai faktor keamanan yang lebih optimal dan juga memiliki biaya material yang lebih ekonomis.  
Efektivitas Campuran Abu Sekam Padi dan Kapur dalam Menurunkan Swelling Potential Tanah Ekspansif (Studi Kasus Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi) Pratomi, Ghaizka Reyhan; Putra, Paksitya Purnama; Wicaksono, Luthfi Amri
EXTRAPOLASI Vol. 22 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah ekspansif memiliki sifat mengembang yang dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur di atasnya. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh stabilisasi tanah dengan campuran kapur 4% dan abu sekam padi dalam variasi 6%, 8%, dan 10% terhadap potensi pengembangan tanah ekspansif. Metode pengujian laboratorium yang dilaksanakan meliputi pengujian sifat fisis dan sifat mekanis tanah. Hasil pengujian tanah asli menunjukkan bahwa karakteristik tanah terklasifikasi ke dalam tanah lempung (CH/A-7-6) dengan potensi pengembangan dengan tingkat tinggi (114,5%). Stabilisasi dengan campuran abu sekam padi dan kapur secara signifikan menurunkan potensi pengembangan hingga terklasifikasi ke dalam tingkatan rendah (26,7%) dari kondisi tanah asli. Kombinasi campuran kapur 4% dan abu sekam padi 10% terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah ekspansif dengan mengurangi potensi pengembangan tanah secara signifikan.