Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Digitalisasi Dalam Pengajaran Bahasa Arab: Peluang, Tantangan, Dan Inovasi Metodologis Abdurrozak Abdurrozak; Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 1 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pengajaran bahasa Arab. Digitalisasi memberikan peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan inovatif, namun juga menghadirkan tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang, tantangan, inovasi metodologis, serta implikasi digitalisasi terhadap pengajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur relevan dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka akses pembelajaran yang luas dan mendukung metode inovatif seperti blended learning, flipped classroom, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI, AR, dan VR. Namun, keberhasilan implementasi digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, penguasaan literasi digital guru, serta kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, metode pembelajaran, dan kompetensi pendidik agar pengajaran bahasa Arab dapat berjalan efektif di era digital.
Estetika Puisi Arab Klasik Analisis Stilistika atas Karya alMutanabbi Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 1 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Arab klasik sejak pra-Islam hingga masa Abbasiyah tidak hanya hadir sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi intelektual, sosial, dan ideologis. Di antara penyair besar tradisi ini, Abu al-Ṭayyib al-Mutanabbi (915–965 M) menempati posisi istimewa dengan puisi yang memadukan kekuatan bahasa, kedalaman makna, dan fungsi politis. Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika puisi al-Mutanabbi melalui pendekatan stilistika untuk menyingkap perangkat kebahasaan yang membangun daya estetik dan retorisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan data utama berupa Dīwān al-Mutanabbi dan literatur pendukung terkait teori stilistika Arab klasik maupun modern. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan perangkat morfologis, fonologis, semantik, musikal, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan puisi al-Mutanabbi lahir dari integrasi utuh antarunsur kebahasaan: pola morfologis intensif memperbesar daya ekspresif, rima dan aliterasi menciptakan musikalitas, metafora dan oposisi dikotomis memperluas makna filosofis, sedangkan hiperbola dan paralelisme memperkuat fungsi retoris. Integrasi aspek-aspek tersebut menjadikan puisi al-Mutanabbi bukan hanya cermin zamannya, tetapi juga karya universal yang tetap relevan dalam wacana sastra global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa estetika puisi al-Mutanabbi harus dipahami secara komprehensif, dan implikasinya dapat diterapkan dalam pengajaran sastra Arab di Indonesia agar lebih apresiatif dan bermakna.
Pemikiran Ibn Jinni Tentang Linguistik  Arab Dan Relevansinya Bagi Kajian Linguistik Muhammad Hafiz Zohri; Hilalludin Hilalludin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 1 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik bahwa pemikiran Ibn Jinni, salah satu tokoh sentral linguistik Arab klasik, sering kali hanya diposisikan sebagai warisan historis, bukan sebagai kerangka teoretis yang dapat berdialog dengan linguistik modern. Melalui karya monumentalnya al-Khaṣā’iṣ dan al-Luma‘, Ibn Jinni merumuskan konsep fonologi, morfologi, dan semantik yang sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran Ibn Jinni dengan teori linguistik kontemporer, seperti derivasi morfologi dan Optimality Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan desain studi kepustakaan komparatif, di mana data primer dari karya Ibn Jinni dibandingkan dengan teori modern serta diperkuat oleh literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Jinni memiliki pemahaman mendalam tentang struktur bunyi yang selaras dengan kerangka fonologi modern, konsep isytiqāq yang berhubungan erat dengan teori derivasi morfologi, serta analisis lafazh-makna yang sejalan dengan perspektif strukturalis dalam semantik. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran Ibn Jinni tidak hanya bernilai historis, melainkan juga memiliki potensi epistemologis untuk memperkaya paradigma linguistik kontemporer, khususnya dalam pengajaran bahasa Arab berbasis analisis teoretis. Dengan demikian, integrasi tradisi klasik dan linguistik modern melalui kajian Ibn Jinni memberikan kontribusi konseptual yang signifikan bagi perkembangan linguistik Arab modern sekaligus membuka ruang metodologis baru dalam studi kebahasaan.
Strategi Penerjemahan Istilah Keagamaan Arab ke dalam Bahasa Indonesia: Sebuah Telaah Kritis Zidan Khalik Al Jaber; Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 1 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan istilah keagamaan Arab ke dalam bahasa Indonesia merupakan fenomena penting dalam kajian bahasa, karena teks-teks keagamaan seperti Al-Qur’an, hadis, dan kitab klasik memiliki makna yang kompleks serta berfungsi sebagai sumber utama pemahaman keislaman masyarakat Indonesia. Tantangan utama dalam penerjemahan ini terletak pada istilah-istilah kunci seperti takwa, jihad, dan shalat yang tidak memiliki padanan sempurna dalam bahasa Indonesia, sehingga penerjemah harus menentukan strategi yang tepat antara mempertahankan bentuk asli (foreignisasi) atau menyesuaikannya dengan budaya pembaca (domestikasi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai karya terjemahan dan sumber akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menerapkan strategi literal, adaptasi, domestikasi, maupun foreignisasi, dengan variasi pemilihan tergantung pada konteks teks serta tujuan penerjemah. Misalnya, takwa kadang dipertahankan untuk menjaga keaslian makna teologis, tetapi juga diterjemahkan menjadi “ketaatan” atau “kesalehan” agar lebih komunikatif. Istilah jihad sering menimbulkan dilema karena konotasi politik dan historisnya, sementara shalat lebih banyak dipertahankan dalam bentuk aslinya karena sifatnya yang sangat spesifik. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penerjemahan bukanlah proses teknis semata, melainkan juga praktik interpretatif yang sarat nilai ideologis, kultural, dan teologis. Simpulan penelitian ini menekankan perlunya keseimbangan antara menjaga keaslian makna Arab dan memudahkan pemahaman bagi pembaca Indonesia, sehingga penerjemahan istilah keagamaan dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus pelestarian identitas religius.
Kontribusi Sastra Arab Modern Terhadap Pembentukan Identitas Budaya Di Dunia Arab Kontemporer Muhammad Jailani; Hilalludin Hilalludin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 1 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontribusi sastra Arab modern terhadap pembentukan identitas budaya di dunia Arab kontemporer. Isu utama yang diteliti adalah bagaimana karya sastra tidak hanya merefleksikan kondisi sosial, politik, dan keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai agen aktif dalam menegosiasikan identitas Arab di tengah globalisasi, diaspora, dan fragmentasi budaya. Hal ini penting karena sebagian besar kajian sebelumnya masih bersifat terfragmentasi, terbatas pada satu pengarang atau satu negara, sehingga belum memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika lintas budaya Arab. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data primer berupa karya sastra Arab modern, seperti novel, puisi, dan drama, sedangkan data sekunder berupa artikel ilmiah, buku, dan jurnal mutakhir. Teknik analisis dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan tema-tema utama dalam teks, antara lain bahasa, diaspora, gender, memori, dan modernitas. Sastra Arab modern tidak hanya menjadi refleksi realitas sosial-politik, tetapi juga arena strategis dalam membentuk identitas budaya Arab yang cair, hibrid, dan plural. Bahasa berfungsi sebagai simbol ideologis, diaspora melahirkan identitas hibrida dan postsekuler, gender direpresentasikan lebih inklusif, sementara nostalgia diposisikan sebagai strategi politik dan kultural. Kesimpulannya, sastra Arab modern berperan penting dalam menjaga keunikan budaya Arab sekaligus membangun jembatan antarperadaban. Implikasi ini menegaskan bahwa sastra Arab modern harus dipandang sebagai instrumen strategis dalam pendidikan, kebijakan kebudayaan, dan diplomasi lintas budaya. Dengan demikian, penelitian ini membuka ruang baru untuk memperkuat kurikulum sastra, mendukung penerjemahan lintas bahasa, serta mengembangkan kajian interdisipliner mengenai hubungan sastra dan identitas budaya di era globalisasi.
Dinamika Perubahan Sosial Masyarakat Digital dan Dampaknya terhadap Identitas Remaja Hilalludin Hilalludin; Siti Nur Suciowati; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat digital telah menghadirkan perubahan sosial yang cepat, kompleks, dan multidimensional, yang secara signifikan memengaruhi pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan sosial digital serta dampaknya terhadap konstruksi identitas remaja dalam perspektif pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur mutakhir yang mencakup teori identitas, budaya digital, literasi keagamaan, dan pedagogi Islam modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang digital menjadi arena baru bagi remaja dalam mengekspresikan diri, namun sekaligus menghadirkan tekanan performativitas, paparan risiko moral, dan fenomena fragmentasi identitas antara dunia online dan offline. Temuan juga mengungkap bahwa remaja Muslim menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks, termasuk keaslian diri, kejujuran digital, serta otoritas keagamaan yang semakin terdisrupsi oleh algoritma dan konten populer. Di sisi lain, ruang digital menyediakan peluang untuk pembelajaran agama yang lebih inklusif melalui akses literatur, komunitas kajian virtual, dan konten dakwah kreatif. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membekali remaja dengan literasi digital religius, etika bermedia, dan kesadaran spiritual, sehingga mampu menavigasi realitas digital secara bijak. Sintesis penelitian menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan nilai akhlaq dengan kompetensi digital sebagai kontribusi pemikiran penting untuk pengembangan model pembinaan identitas remaja yang etis, kritis, dan adaptif di era masyarakat digital.
Peran Modal Sosial dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada Era Post-Pandemi Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Muhammad Mustakfibillah; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memunculkan dinamika sosial, ekonomi, dan psikologis yang menantang ketahanan masyarakat di berbagai level. Pada era post-pandemi, modal sosial menjadi elemen yang semakin signifikan dalam menentukan kemampuan masyarakat untuk pulih, beradaptasi, dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana modal sosial melalui dimensi bonding, bridging, dan linking berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi, kesehatan mental, serta solidaritas sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial bonding memperkuat dukungan emosional dan rasa memiliki, yang menjadi faktor pelindung terhadap stres dan kecemasan selama krisis. Sementara itu, modal sosial bridging mampu memperluas jaringan kolaborasi, menghidupkan kembali ekonomi lokal, serta memfasilitasi inovasi sosial melalui komunitas digital dan interaksi hybrid. Transformasi interaksi sosial pasca-pandemi menunjukkan bahwa masyarakat mengadopsi pola komunikasi dan kerja sama yang memadukan ruang fisik dan digital, memperkuat struktur jaringan sosial yang adaptif dan inklusif. Temuan lain mengungkap bahwa solidaritas sosial yang lahir pada masa pandemi terus berlanjut dalam bentuk program pemulihan komunitas, distribusi sumber daya, dan dukungan pendidikan, sehingga memperkuat collective efficacy masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial terbukti menjadi fondasi utama ketahanan masyarakat pada era post-pandemi, tidak hanya dalam konteks pemulihan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas psikososial dan kohesi sosial jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi modal sosial sebagai strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Transformasi Budaya Lokal di Tengah Arus Modernisasi Global Hilalludin Hilalludin; Miftahul Adila Fitria; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi budaya lokal dalam arus modernisasi global telah menjadi isu sentral dalam kajian sosial dan keagamaan kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan budaya lokal, peran teknologi digital dalam reinterpretasi budaya, serta implikasinya terhadap konstruksi identitas Muslim modern. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, kajian ini menelaah literatur akademik mutakhir yang relevan dalam bidang antropologi budaya, sosiologi global, dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi budaya lokal tidak bersifat linear, melainkan merupakan proses dialektis yang melibatkan negosiasi antara nilai tradisional, kultur global, dan pengaruh ruang digital. Teknologi digital berfungsi sebagai arena baru bagi produksi, adaptasi, dan revitalisasi budaya lokal, yang melahirkan bentuk-bentuk budaya hibrid yang lebih adaptif. Dalam perspektif pendidikan Islam, perubahan budaya ini menuntut pendekatan pedagogis yang integratif dan kontekstual, sebagaimana ditegaskan oleh paradigma integratif-interkonektif. Nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan prinsip akhlak Islam dapat berperan sebagai fondasi pendidikan karakter dan penguatan identitas Muslim di tengah tantangan global. Kesimpulannya, transformasi budaya lokal tidak hanya merefleksikan perubahan sosial, tetapi juga membuka peluang pembaruan pedagogis dan penguatan identitas keislaman yang lebih relevan dengan realitas masyarakat modern.
Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Generasi Z di Indonesia Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Dedi Sugari; Muhammad Farhan Rifky Afif
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi Generasi Z di Indonesia dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z sebagai digital natives mengalami perubahan signifikan dalam cara berinteraksi akibat penetrasi teknologi digital dan budaya global. Hasil kajian literatur mengungkap bahwa media sosial tidak hanya mengubah struktur komunikasi dari yang sebelumnya berbasis tatap muka menjadi digital, instan, dan visual, tetapi juga memengaruhi dinamika relasi sosial, pembentukan identitas, serta praktik komunikasi sehari-hari. Generasi Z mengembangkan gaya bahasa baru, memprioritaskan komunikasi singkat, dan mengekspresikan diri melalui simbol, meme, serta konten audiovisual. Selain itu, ketergantungan pada validasi sosial melalui likes, views, dan komentar menciptakan dimensi psikologis baru dalam interaksi digital yang berdampak pada pembentukan citra diri dan kesejahteraan emosional. Temuan juga menunjukkan adanya hibriditas budaya melalui proses glokalisasi, di mana Generasi Z mengadaptasi budaya global tanpa meninggalkan identitas lokal. Perubahan pola komunikasi ini menuntut adaptasi pendidikan, terutama dalam memperkuat literasi digital, literasi budaya, serta kemampuan komunikasi yang etis dan kritis. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi arena penting dalam membentuk komunikasi, identitas, dan komunitas Generasi Z, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan dan kebijakan sosial yang lebih responsif terhadap dinamika budaya digital kontemporer.
Kearifan Lokal sebagai Modal Humaniora dalam Penguatan Harmoni Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani; Adel Vieka Octamiana
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran kearifan lokal sebagai modal humaniora dalam memperkuat harmoni sosial di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, dan penetrasi budaya digital. Berangkat dari kegelisahan akademik bahwa nilai-nilai lokal mulai terpinggirkan oleh budaya global yang serbainstan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka mendalam untuk menelaah relevansi dan transformasi nilai budaya lokal dalam konteks sosial kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai modal sosial yang mampu menguatkan kohesi, solidaritas, serta resolusi konflik melalui mekanisme trust, reciprocity, dan identitas kolektif. Dalam pendidikan humaniora, nilai-nilai lokal terbukti berpengaruh signifikan dalam membentuk karakter dan kesadaran kritis generasi muda melalui proses internalisasi nilai yang terstruktur, sebagaimana ditegaskan dalam kerangka pendidikan humanistik. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa modernisasi justru mendorong terjadinya adaptasi kreatif kearifan lokal melalui proses glokalisasi, menghasilkan bentuk-bentuk baru seperti gotong royong digital, komunitas daring berbasis solidaritas, dan revitalisasi budaya melalui platform digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kearifan lokal memiliki fleksibilitas kultural yang memungkinkan masyarakat mempertahankan identitas, merawat keberagaman, dan menciptakan harmoni sosial di tengah perubahan global yang cepat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa kearifan lokal merupakan modal humaniora strategis yang berperan penting dalam membangun ketahanan sosial dan memperkuat integrasi masyarakat di era modern.