Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : sawerigading

Linguistics for Tourism by the Concepts of Halal, Hygienic and Health through H2S Labelling in Banyuwangi Inayatul Mukarromah Mukarromah; Moch Chotib Chotib
SAWERIGADING Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i2.1398

Abstract

AbstrakPariwisata H2S merupakan perwujudan dari kompilasi pariwisata ramah Muslim atau pariwisata halal dengan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) , Serta Saptapesoan . Fenomena baru dalam dunia pariwisata halal mulai dikembangkan di beberapa wilayah di dunia bahkan di beberapa negara. Wisata halal yang mengandung bersih, sehat, aman merupakan wisata yang pada pelaksanaannya mengacu pada syariat Islam, baik itu berupa akomodasi, atraksi wisata, dan objek wisata itu sendiri. Sehingga dari fenomena isu tersebut maka pemerintah kabupaten Banyuwangi membangun kembali yang awalnya pariwisata Syariah di tahun 2017 di tahun 2023 ini menjadi pariwisata H2S.  Tahapan-tahapannya meliputi persiapan, perumusan, pengembangan, perhatian dan kepedulian terhadap wisata H2S di kota Banyuwangi.Diperlukan sebuah strategi pendekatan ilmu bahasa sosiopragmatik dan semiotik karena ketiga pendekatan tersebut mampu membangun perhatian dan kepedulian di kalangan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat, pelaku wisata dan wisatawan.  Tujuan penelitian ini; pertama, merumuskan kalimat yang sesuai dalam merumuskan kata, perasa bahkan kalimat kedalam  bentuk bahasa cek list atas ketersediaan fasilitas H2S, kedua   merumuskan Simbol- simbol labelling H2S pada hotel, restaurant dan destinasi wisata yang ada di Banyuwangi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan kualitatif empiris dan bermakna. Desain penelitian ini adalah pengumpulan data berasal dari dua sumber, yaitu data lapangan dan data dokumen; data internal diperoleh dari hasil penelitian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Lembaga Penjamin Halal UIN Khas Jember, Halal Center UIN KHAS Jember, dan Fatwa Majlis Ulama Indonesia. Sedangkan data eksternal diperoleh dari hotel, restoran, warung, dan destinasi wisata di Banyuwangi. Waktu pelaksanaan dibagi menjadi cross-sectional dan kombinasi time series.Novelty dari penelitian ini pariwisata H2S ini diharapkan bisa menjadi role model atau pilot project dengan tujuan untuk meningkatkan sektor ekonomi di Banyuwangi khususnya dan bisa menjadi ikon percontohan di wilayah lainnya bahkan dalam skala nasional 
Seblang Dance's Cultural Semantics: Conserving the Oseng Tribe to Promote Banyuwangi's Cultural Tourism Mukarromah, Inayatul; Qomariyah, Dewi Nurul; Hayuningtyas, Nina; Khodijah, Siti; Lindayani, Lilik Rita
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1614

Abstract

This study aims to identify the semiotic meaning embedded in each ornament worn by Seblang dancer and contribute substantially to the Oseng language and tribe, preserving this culture is closely related to the growth of Banyuwangi's tourism industry.  The phases of gathering data are observation interviews, and documentation. This study employed data analysis techniques from the interactive model of Miles and Huberman (Miles Huberman, 2015), which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research on the semiotic perspective and multimodal Seblang dance reveal that it functions as both a cultural symbol performance to support Tourism industry as heritage cultural tourism. It is aesthetically packaged and presented to attract international and domestic tourists. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna semiotik yang terkandung dalam setiap ornamen yang dikenakan oleh penari Seblang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi bahasa dan suku Oseng, pelestarian budaya ini erat kaitannya dengan perkembangan industri pariwisata Banyuwangi.  Fase pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari model interaktif Miles dan Huberman (Miles Huberman, 2015), yang meliputi pengumpulan data, pengurangan data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian dari perspektif semiotik dan multimodal tarian Seblang menunjukkan bahwa tarian ini berfungsi sebagai simbol budaya dan pertunjukan yang bertujuan untuk meningkatkan industry pariwisata sebagai budaya warisan. Tarian ini dikemas dan disajikan secara estetis untuk menarik wisatawan internasional dan domestik.