Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Distilasi

BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR Yusmartini, Eka Sri; Rinjani, Retno -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i1.2213

Abstract

Meningkatnya  pengembangan sumber bahan bakar alternative saat ini potensi limbah kulit nanas ,kulit nanas banyak mengandung glukosa sehingga limbah kulit nanas memiliki potensi untuk dijadikan bioetanol. Setelah dilakukan penelitian limbah kulit nanas dengan metode fermentasi dengan penambahan mikroba saccharomyces cereviceae. Dari penelitian ini hasil kadar etanol yang didapatkan paling baik adalah pada sampel yang difermentasi selama 10 hari dengan variasi saccharomyces cereviceae 40 gram yaitu sebesar 96,20%. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah waktu fermentasi mempengaruhi terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkandari sari kulit nanas.Kata kunci :Kulit nanas, saccharomyces cereviceae, bioetanol
TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL DENGAN KATALIS RFCCU BASE CHEMICAL Al2O3 Mujiharti, Mujiharti -; Yusmartini, Eka Sri
Jurnal Distilasi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i2.2211

Abstract

Penggunaan katalis RFCCU Base Chemical Al2O3 dipelajari untuk pembuatan biodiesel dari minyak jelantah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu ( 80, 90, 100, 110 dan 120oC), jumlah katalis ( 1, 2, 3, 4, dan 5 %), waktu reaksi (10, 20, 30, 40, 50 dan 60 menit), terhadap konversi metil ester dan yield yang dihasilkan . Konversi dan yield yang tertinggi diperoleh sebesar 76,59 % dan 122 mL, diperoleh ketika reaksi berlangsung pada suhu reaksi 600 C, jumlah katalis 4 %, danwaktu reaksi 60 menit. Karakteristik metil ester yang dihasilkan memenuhi Standar Mutu SNI 7182:2015 untuk parameter uji massa jenis pada 40oC, sebesar 885,0 kg/m3, cetane number 51,6 dan sulphur content 25 mg/kg. Kata kunci : katalis; metil ester; transesterifikasi
PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM TERHADAP KUALITAS BETON K-255 Mansyur, Muhammad; Yusmartini, Eka Sri; Kharismadewi, Dian
Jurnal Distilasi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i2.3826

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang cukup berat, dengan berat volume sekitar 2400 kg/m3. Beton yang digunakan pada penelitian ini adalah beton jenis K-225 dengan campuran limbah styrofoam. Styrofoam banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain digunakan untuk dekorasi, maket bangunan dan wadah penyajian bagi hidangan produk siap saji. Sampai saat ini penelitian styrofoam telah banyak dilakukan untuk pemanfaatan limbah menjadi fungsi yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan styrofoam terhadap kuat tekan beton, dengan perbandingan 10%,20%,30%,40% dan 50% terhadap volume total agregat kasar dan halus beton K-225. Benda uji berupa kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm sejumlah 2 buah tanpa styrofoam dan 10 buah dengan penambahan styrofoam. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan komposisi styrofoam mengakibatkan penurunan kuat tekan beton dari 28,4 MPa menjadi 14,0 MPa pada campuran 10% styrofoam, 11,9 MPa pada campuran 20% styrofoam, 8,62 MPa pada campuran 30% styrofoam, 7,69 MPa pada campuran 40% styrofoam, dan 5,97 MPa pada campuran 50% styrofoam.
PENGARUH JUMLAH LOGAM DALAM KATALIS Co/Al2O3 Mardwita, Mardwita; Yusmartini, Eka Sri; Rivaldo, M. Chobind
Jurnal Distilasi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i1.4472

Abstract

Katalis berperan penting didalam suatu reaksi kimia antara lain katalis dapat mempercepat reaksi, menghasilkan produk tertentu, meminimalisir produk samping atau bahkan katalis dapat memperlambat reaksi. Jumlah logam didalam katalis mempengaruhi aktivitas katalitik katalis tersebut. Jumlah logam yang terlalu sedikit atau bahkan terlalu banyak dapat memperlambat atau bahkan memperlambat suatu reaksi. Pada penelitian ini logam cobalt dengan berat 2wt.%, 4wt.%, dan 6wt.% di gunakan dalam rekasi oksidasi metana. Katalis disiapkan dengan menggunakan metode impregnasi dan diuji dalam reaksi katalitik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan jumlah logam cobalt yang semakin banyak akan menghasilkan aktivitas katalitik yang tinggi, namun ketika diuji dengan menggunakan 15wt.% logam cobalt hasil katalitik aktivitas katalis menurun.