Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis dan Desain Sistem Informasi Berbasis Low-Code dalam Konteks Digital Transformation Kampus Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Ihsan Surya Jamil; Daffa Arfiyandi; Dzikri Alfaturrohman; Aziz Muhammad Labib; Ahmad Gojali Mansur; M. Fisal Ramdan
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Transformasi digital di lingkungan kampus menuntut kecepatan adaptasi teknologi untuk mendukung proses akademik dan administrasi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun purwarupa Sistem Informasi Kampus (SI-Kampus) yang terintegrasi menggunakan pendekatan Low-Code Development Platform (LCDP). Metode pengembangan yang digunakan adalah Agile Development yang memungkinkan iterasi cepat dan fleksibilitas terhadap perubahan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian mencakup analisis alur bisnis, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), dan implementasi modul akademik utama. Penerapan Low-Code terbukti mempercepat siklus pengembangan sistem hingga 40% dibandingkan metode konvensional, mendukung percepatan transformasi digital institusi pendidikan tinggi. Kata kunci : Agile; Low-Code Development; Sistem Informasi Kampus; Transformasi Digital; UML; Abstract - Digital transformation in the campus environment demands rapid technological adaptation to support efficient academic and administrative processes. This research aims to design and build an integrated Campus Information System (SI-Kampus) prototype using the Low-Code Development Platform (LCDP) approach. The development method used is Agile Development, which allows for rapid iteration and flexibility to meet changing user needs. The research results include business flow analysis, system design using the Unified Modeling Language (UML), and implementation of key academic modules. The implementation of Low-Code has been proven to accelerate the system development cycle by up to 40% compared to conventional methods, supporting the acceleration of the digital transformation of higher education institutions. Keywords: Agile; Campus Information Systems; Digital Transformation; Low-Code Development; UML;
Model Hybrid SDLC - DevOps dalam Pengembangan Sistem Informasi Akademik: Tinjauan Literatur Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Ilmal Yakin Nurahman; Fikri Amrullah; Frinska Putra Pratama; Ahmad Manafi; Taufik Arya Yasin Arachman
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Pengembangan sistem informasi akademik menghadapi tantangan yang rumit karena perlu memastikan bahwa data administratif tetap stabil dan bahwa layanan pengguna dapat berubah secara konstan. Sementara DevOps dapat mengabaikan standar dokumentasi formal yang diperlukan untuk audit institusi pendidikan, pendekatan tradisional Software Development Life Cycle (SDLC) sering dianggap terlalu kaku untuk menanggapi perubahan yang cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model hybrid konseptual yang mensinergikan disiplin struktural SDLC dengan agilitas teknis DevOps. Penelitian ini menganalisis dan mensintesis literatur mengenai fitur, kelebihan, dan kelemahan kedua metode dengan menggunakan metode peninjauan literatur sistematis (SLR). Hasil studi menunjukkan bahwa model hybrid SDLC–DevOps dapat menutupi kekurangan masing-masing metode dengan menggunakan fase perencanaan dan analisis Waterfall untuk memastikan kepatuhan regulasi dan dengan menerapkan praktik otomatisasi, integrasi, dan pengiriman berkelanjutan dari DevOps pada tahap konstruksi dan pemeliharaan. Studi ini membantu pengembang perangkat lunak di sektor pendidikan membuat sistem yang tidak hanya efektif dan fleksibel tetapi juga akuntabel dan terkendali secara manajerial. Kata kunci : Sistem Informasi Akademik; SDLC; DevOps; Model Hybrid; Systematic Literature Review; Abstract - Academic information system development faces complex challenges because it requires ensuring that administrative data remains stable and that user services are constantly evolving. While DevOps can bypass formal documentation standards required for auditing educational institutions, the traditional Software Development Life Cycle (SDLC) approach is often considered too rigid to respond to rapid change. The purpose of this study is to create a conceptual hybrid model that synergizes the structural disciplines of SDLC with the technical agility of DevOps. This study analyzes and synthesizes literature on the features, advantages, and disadvantages of both methods using a systematic literature review (SLR). The study results indicate that the SDLC–DevOps hybrid model can address the shortcomings of each method by using the Waterfall planning and analysis phases to ensure regulatory compliance and by implementing DevOps automation, integration, and continuous delivery practices in the construction and maintenance phases. This study helps software developers in the education sector create systems that are not only effective and flexible but also accountable and managerially controlled. Keywords: Academic Information System; SDLC; DevOps; Hybrid Model; Systematic Literature Review;
Model Desain Sistem Informasi Inklusif Berbasis Human Centered Design untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Ratnasari; Indra; Hendra Purnama; Sri Afriliani; Hasna Maulani Mukarom; Awaluna Nurdilan Rahmadhita
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Transformasi digital di perguruan tinggi menawarkan peluang untuk memperluas akses pendidikan, namun sering kali menyisakan hambatan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus (MBK) akibat desain sistem informasi yang tidak inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model desain sistem informasi akademik inklusif berbasis Human-Centered Design (HCD) yang mengintegrasikan standar aksesibilitas dan mekanisme kolaboratif antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods (kualitatif dan kuantitatif) mengikuti siklus iteratif ISO 9241-210 yang dilaksanakan di tiga perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pengumpulan data melibatkan 60 responden yang terdiri dari MBK, dosen, dan staf Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi partisipatif, serta survei. Evaluasi teknis dilakukan menggunakan standar WCAG 2.1, sementara evaluasi kegunaan diukur menggunakan System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan HCD berhasil mengidentifikasi empat kebutuhan utama: aksesibilitas adaptif, navigasi sederhana, integrasi layanan MBK-Dosen-ULD, dan kompatibilitas teknologi bantu. Prototipe yang dikembangkan mampu menurunkan temuan kritis aksesibilitas sebesar lebih dari 60% sesuai standar WCAG 2.1. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan signifikan pada skor SUS dari 54,2 (kategori rendah) pada sistem lama menjadi 85 (kategori Excellent) pada prototipe, serta pencapaian kategori Excellent pada dimensi UEQ. Peningkatan kepuasan pengguna tercatat sebesar 40%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model desain berbasis HCD efektif dalam menciptakan ekosistem digital yang ramah disabilitas, mengurangi beban kognitif pengguna, serta memfasilitasi interaksi akademik yang lebih adil dan kolaboratif. Kata Kunci: Aksesibilitas Digital; Human-Centered Design (HCD); Mahasiswa Berkebutuhan Khusus; Pendidikan Tinggi; Sistem Informasi Inklusif; Abstract - Digital transformation in higher education offers opportunities to expand educational access, yet often creates barriers for students with special needs (MBK) due to non-inclusive information system designs. This study aims to develop an inclusive academic information system design model based on Human-Centered Design (HCD) that integrates accessibility standards and collaborative mechanisms among stakeholders. This research employed a mixed-methods approach following the iterative cycle of ISO 9241-210, conducted at three state universities in Central Java and Yogyakarta. Data collection involved 60 respondents comprising MBK, lecturers, and Disability Service Unit (ULD) staff through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), participatory observation, and surveys. Technical evaluation was conducted using WCAG 2.1 standards, while usability was measured using the System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionnaire (UEQ). The results indicate that HCD implementation successfully identified four key needs: adaptive accessibility, simple navigation, MBK-Lecturer-ULD service integration, and assistive technology compatibility. The developed prototype reduced critical accessibility issues by over 60% according to WCAG 2.1 standards. Quantitatively, there was a significant increase in the SUS score from 54.2 (low category) in the legacy system to 85 (Excellent category) in the prototype, along with achieving an Excellent rating across UEQ dimensions. User satisfaction increased by 40%. This study concludes that the HCD-based design model is effective in creating a disability-friendly digital ecosystem, reducing user cognitive load, and facilitating fairer and more collaborative academic interactions. Keywords: Digital Accessibility; Higher Education; Human-Centered Design (HCD); Inclusive Information Systems Students with Special Needs;
Akselerasi Smart Environment Melalui Pengembangan Web-App Pelaporan Sampah Berbasis Rapid Prototyping Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Ihsan Surya Jamil; Ahmad Gojali Mansur; Luthfiah Mufida; Neng Pita Lestia Putri; Randi Fajar Rohmana; Rendi Andriansyah; Rega Ginanjar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Permasalahan akumulasi sampah di wilayah perkotaan seringkali disebabkan oleh kendala logistik dan minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas daur ulang. Konsep Smart Environment menawarkan solusi melalui integrasi teknologi untuk efisiensi pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun web-app "Saku Sampah", sebuah platform layanan penjemputan sampah anorganik berbasis reward, guna menjembatani kesenjangan antara rumah tangga dan industri daur ulang. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Rapid Prototyping, yang memungkinkan iterasi desain yang cepat berdasarkan umpan balik pengguna. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan melalui validasi pasar, perancangan antarmuka, dan evaluasi fitur. Berdasarkan survei terhadap 19 responden (Gen Z), ditemukan bahwa 63,2% responden memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi namun kesulitan mengakses tempat penyaluran sampah (skor kesulitan 3,8/5). Validasi solusi menunjukkan tingkat ketertarikan yang tinggi (skor 4,3/5) terhadap layanan berbasis web ini, terutama pada fitur insentif poin dan fleksibilitas jadwal penjemputan. Hasil perancangan prototype menghasilkan antarmuka sistem yang mencakup fitur pemesanan penjemputan, daftar harga sampah real-time, dan dasbor dampak lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Rapid Prototyping efektif dalam memvalidasi fitur kunci "Saku Sampah" sebagai solusi akselerasi lingkungan cerdas yang partisipatif. Kata kunci : Smart Environment; Rapid Prototyping; Pengelolaan Sampah; Web-App; Saku Sampah; Abstract - The problem of waste accumulation in urban areas is often caused by logistical constraints and lack of public access to recycling facilities. The Smart Environment concept offers a solution through the integration of technology for environmental management efficiency. This study aims to design the "Saku Sampah" web-app, a reward-based inorganic waste collection service platform, to bridge the gap between households and the recycling industry. The system development method used is Rapid Prototyping, which allows for rapid design iteration based on user feedback. Research stages include needs analysis through market validation, interface design, and feature evaluation. Based on a survey of 19 respondents (Gen Z), it was found that 63.2% of respondents had high environmental awareness but had difficulty accessing waste distribution points (difficulty score 3.8/5). Solution validation showed a high level of interest (score 4.3/5) in this web-based service, especially in the point incentive feature and pickup schedule flexibility. The prototype design results produced a system interface that includes pickup booking features, real-time waste price lists, and environmental impact dashboards. This study concludes that the Rapid Prototyping approach is effective in validating the key features of "Saku Sampah" as a participatory smart environment acceleration solution. Keywords:Smart Environment; Rapid Prototyping; Waste Management; Web-App; Saku Sampah;
Identifikasi Best Practice Pengembangan Sistem Informasi Melalui Perbandingan Model SDLC: Tinjauan Literatur Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Fikri Amrullah; Novia Nurul Puspita; Frinska Putra Pratama; Dhita Ayu Amalia; Syifa Aulya; Nadya Sri Agustina; Melati Nuraeni
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Pengembangan sistem informasi memerlukan metodologi yang tepat untuk memastikan perangkat lunak dapat dibangun secara efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berbagai model Software Development Life Cycle (SDLC) seperti Waterfall, Agile, Spiral, dan Prototype telah banyak digunakan, namun setiap model memiliki karakteristik, kelebihan, serta keterbatasan yang berbeda sehingga tidak terdapat satu pendekatan yang bersifat universal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi best practice pengembangan sistem informasi melalui perbandingan keempat model SDLC menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelitian dilakukan melalui tahapan perencanaan, pencarian, seleksi, serta sintesis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Waterfall cocok untuk kebutuhan stabil dan terdokumentasi, Agile efektif pada lingkungan dinamis dan adaptif, Spiral sesuai untuk proyek kompleks dengan risiko tinggi, sedangkan Prototype membantu klarifikasi kebutuhan pengguna pada tahap awal. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan proyek sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara karakteristik proyek dan model pengembangan yang digunakan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis sebagai panduan pemilihan metodologi SDLC guna meningkatkan keberhasilan pengembangan sistem informasi. Kata kunci: Software Development Life Cycle; SDLC; Waterfall; Agile; Spiral; Prototype; Systematic Literature Review; Pengembangan Sistem Informasi;   Abstract - Information system development requires an appropriate methodology to ensure that software can be delivered effectively, efficiently, and aligned with user requirements. Various Software Development Life Cycle (SDLC) models, including Waterfall, Agile, Spiral, and Prototype, have been widely adopted; however, each model possesses distinct characteristics, strengths, and limitations, making no single approach universally applicable. This study aims to identify best practices in information system development by comparing these four SDLC models using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research process involves planning, searching, screening, and synthesizing relevant scientific literature. The results indicate that the Waterfall model is suitable for stable and well-defined requirements, Agile is effective in dynamic and adaptive environments, Spiral is appropriate for complex and high-risk projects, while the Prototype model facilitates early clarification of user requirements. The findings emphasize that project success largely depends on the alignment between project characteristics and the chosen development methodology. This study provides practical recommendations to support decision-making in selecting suitable SDLC approaches for improving the success of information system development projects. Keywords: Software Development Life Cycle; SDLC; Waterfall; Agile; Spiral; Prototype; Systematic Literature Review; Information System Development;
Co-Authors Ade Hilman Adila Safari Nurrahman Ahmad Gojali Mansur Ahmad Husen Ahmad Manafi Amrullah, Fikri Andriansyah, Rendi Anisha Vinka Malhotra’s Arachman, Taufik Arya Yasin Awaluna Nurdilan Rahmadhita Aziz Muhammad Labib Cikal Rosyayuda Daffa Arfiyandi Derismana Derismana Devi Perdiansyah Dewi Agustiani Dhita Ayu Amalia Dila Siti Nurfadhilah Dinda Nurasidah Dodi Nugraha Dzikri Alfaturrohman Edi Firdaus Eva Nurholifah Evie Farida Juliarta Febi Fitriyani Fikri Amrullah Frinska Putra Pratama Gilang Redzav Bagaswara Gina Pertiwi Ginanjar, Rega Hasna Maulani Mukarom Hasri Fatonah, Neng Hendra Purnama Henny Noviany Ihsan Surya Jamil Ihsan Surya Jamil Ilmal Yakin Nurahman Ina Siti Nurhasanah Indra Indra Indra Kartijo Kartijo Lita Lestari Utami Luthfiah Mufida M. Fisal Ramdan Manafi, Ahmad Mansur, Ahmad Gojali Melati Nuraeni Mochamad Rizky Fauzan Mochamad Saleh Mufida, Luthfiah Muhamad Rayhan Fadillah Muhammad Naufal Muniroh, Nur Nadya Sri Agustina Nazwa Albirri Nazwa Fadillah Neng Pita Lestia Putri Novia Nurul Puspita Nugraha, Ginanjar Nur Kesha Sophiawati Nurahman, Ilmal Yakin Pratama, Frinska Putra Putri, Neng Pita Lestia Randi Fajar Rohmana Randi Pajar Rohmana Ratnasari Ratnasari Ratnasari Rega Agustiana Rega Ginanjar Rendi Andriansyah Ridwan Zulkifli Ridwan Zulkifli Ridwan Zulkifli Ridwan Zulkifli Ridwan Zulkifli Ridwan Zulkifli Ridwan Zulkifli Rika Setiani Nur Faidah Rike Setiani Nur Fadillah Rindu Nur Anfanti Rival Maulana Rohmana, Randi Pajar Rohmawati Septiani Samsan Sandi Nazril Sri Afriliani Sukma Surya Padli Syahda Lidini Hanifah Syifa Aulya Taufik Arya Yasin Arachman Umi Lutfiatul Fadilah zulkifli, ridwan ⁠M Fisal Ramdan