Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Pembelajaran Berbasis Animasi Motion Graphic untuk Meningkatkan Motivasi Belajar PJOK Tantri Puspita Wardani; Nurul Hidayah; Yudesta Erfayliana; Reiska Primanisa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2665

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan berdasarkan masalah yang ditemukan oleh peneliti diketiga sekolahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji tingkat kevalidan e-modul pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berbasis animasi motion graphic, menilai tanggapan guru serta peserta didik terhadap produk tersebut, sekaligus mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model Robert Maribe Branch yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada validator, guru, serta siswa untuk menilai kelayakan produk. Setelah diuji coba dan dinyatakan layak, modul tersebut kemudian diukur efektivitasnya untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik menggunakan instrumen angket. Hasil penelitian dan pengembangan memperlihatkan bahwa nilai kelayakan produl ahli media sebesar 94,2%, ahli materi 91,6%, dan ahli bahasa 95,5%, angket respon pendidik skala kecil 91% dan angket respon skala besar 90% dan 91%. Hasil post test peserta didik skala kecil memperoleh nilai 89,9% dan hasil post test peserta didik skala besar memperoleh 89,5% dan 90%.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Radec Read, Answer, Discuss, Explain, Create) Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD/MI Desca Rio Takbirul Fitri; Nurul Hidayah; Yudesta Erfayliana
Journal on Education Vol. 8 No. 1 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 1 September-November Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i1.8600

Abstract

This research is motivated by the limited variety of teaching materials and learning resources used in the classroom as well as the suboptimal use of technology. During the learning process, students generally relied only on the thematic textbooks provided by the school, while teachers occasionally used pre-prepared PowerPoint presentations. This condition made students less enthusiastic in learning. The purpose of this study is to develop flipbook-based teaching materials using the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) model for the IPAS subject on the topic of light and vision for fifth grade elementary school students, and to examine their feasibility and the responses of both students and teachers. The research employed the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results show that the flipbook-based teaching material with the RADEC model is feasible to use. Validation by material experts obtained an average score of 90%, media experts 90%, and language experts 93%. Teachers’ responses reached 93%, while students’ responses averaged 90%. Therefore, the flipbook-based teaching material developed with the RADEC model is considered feasible, effective, and attractive for use in the learning process.
The Effect of Augmented Reality-Assisted Project-Based Learning (PjBL) on Conceptual Understanding in IPAS (Natural and Social Sciences) Isnaini Nurhafizah Rizki; Ida Fiteriani; Yudesta Erfayliana
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.583

Abstract

Berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman konsep IPAS siswa yang disebabkan oleh pembelajaran teoretis dan berpusat pada guru, penelitian ini menguji sebuah solusi inovatif. Studi ini bertujuan menganalisis dampak signifikan dari penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan dukungan media Augmented Reality (AR). Menggunakan metode kuantitatif berdesain quasi-experimental, penelitian ini membandingkan hasil belajar antara kelompok eksperimen (diberi perlakuan PjBL-AR) dan kelompok kontrol (metode konvensional) pada 46 siswa kelas IV SD Negeri 2 Sukarame. Pengumpulan data dilaksanakan dari 11 Agustus hingga 17 September 2025 menggunakan instrumen tes uraian yang valid dan reliabel. Karena sebaran data kelompok kontrol tidak normal, uji hipotesis dilakukan dengan Mann-Whitney U. Temuan penelitian memperlihatkan perbedaan statistik yang sangat jelas: rata-rata nilai kelompok eksperimen mencapai 80,35, jauh melampaui kelompok kontrol yang hanya 64,57 (Asymp. Sig. 0.000 < 0.05). Hasil ini mengonfirmasi penolakan H₀ dan membuktikan bahwa PjBL berbantuan AR secara efektif mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran IPAS.
Systematic Literature Review : Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Sekolah Dasar Adam Hardiansah; Jamal Fakhri; Yudesta Erfayliana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4360

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna menganalisis efektivitas model pembelajaran discovery learning terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar dengam menggunkana pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian tersebut mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi artikel. Sumber data diperoleh dari Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish pada rentang tahun 2021–2025. berdasarkan kreteria inklusi dan eklusi, untuk menyaring data yang relevan. Berdasarkan kreteria inklusi dan eksklusi, maka diperoleh 8 artikel yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis konten tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran discovey learning efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar karena memungkinkan siswa terlibat secara aktif dalam aktivitas seperti observasi, eksperimen, diskusi, dan penemuan konsep sendiri. Keterampilan berpikir kritis, kemampuan komunikasi ilmiah, dan keaktifan belajar siswa semuanya ditingkatkan dengan penerapan model ini. Selain itu, metode seperti E-LKPD, media PPT interaktif, dan pendekatan STEAM meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut tren penelitian, menunjukkan bahwa metode PTK dan kuantitatif eksperimen paling sering digunakan dalam penelitian terkait keterampilan proses sains siswa sekolah dasar.
PENGARUH PROJECT-BASED STEAM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KOLABORATIF PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Hikmah Semi Lestari; Muhammad Akmansyah; Yudesta Erfayliana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11471

Abstract

ABSTRACT Strengthening 21st-century competencies at the Madrasah Ibtidaiyah level remains a challenge, particularly in creating learning environments that encourage students to generate creative ideas while collaborating effectively. In science and social studies (IPAS) learning, these competencies are often underdeveloped because instructional activities tend to be dominated by teacher-centered content delivery and limited student engagement. Addressing this issue, the present study examined the contribution of the Project-Based STEAM approach to the development of fourth-grade students’ creative thinking and collaborative skills. The study employed a quasi-experimental method using a Non-equivalent Control Group Design and involved 76 students. The experimental group participated in learning activities based on Project-Based STEAM, whereas the control group received Inquiry-Based Learning. Data were collected through a creative thinking test and a collaborative skills questionnaire that met established validity and reliability criteria. The data were subsequently analyzed using Multivariate Analysis of Covariance (MANCOVA). The observed learning outcomes indicated that students in the experimental group outperformed those in the control group on both measured competencies. Statistical analysis further confirmed that the Project-Based STEAM approach had a significant effect on creative thinking and collaborative skills, both simultaneously and partially. These findings suggest that the integration of project-based learning and STEAM offers a contextual and effective alternative for IPAS instruction while supporting the development of essential student competencies in Madrasah Ibtidaiyah. ABSTRAK Penguatan kompetensi abad ke-21 di jenjang Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi tantangan, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik menghasilkan gagasan secara kreatif sekaligus bekerja sama secara efektif. Pada pembelajaran IPAS, kondisi tersebut sering kali belum berkembang secara optimal karena aktivitas belajar masih didominasi penyampaian materi dan keterlibatan peserta didik yang terbatas. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini menelaah kontribusi pendekatan Project-Based STEAM terhadap pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan kolaboratif peserta didik kelas IV. Kajian dilaksanakan melalui metode quasi experiment dengan desain Non-equivalent Control Group Design yang melibatkan 76 peserta didik. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran berbasis Project-Based STEAM, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran Inquiry-Based Learning. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes berpikir kreatif dan angket keterampilan kolaboratif yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis melalui Multivariate Analysis of Covariance (MANCOVA). Pola capaian yang muncul menunjukkan keunggulan kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol pada kedua aspek yang diukur. Pengujian statistik juga mengonfirmasi adanya pengaruh signifikan pendekatan Project-Based STEAM terhadap keterampilan berpikir kreatif dan kolaboratif, baik secara simultan maupun parsial. Temuan ini memperlihatkan bahwa integrasi proyek dan STEAM dapat menjadi alternatif pembelajaran IPAS yang lebih kontekstual dalam mendukung pengembangan kompetensi peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah.
PENGUATAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SISWA MELALUI EDUKASI DAN AKSI PARTISIPATIF DI SD ALAM LAMPUNG Yudesta Erfayliana; Oktaria Kusumawati; Lisa Mursilawati; Tegar Arif Saputra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak dini, tetapi penguatan perilaku tersebut masih menghadapi kendala, terutama pada kebiasaan menjaga kebersihan, memilah sampah, dan mengurangi penggunaan plastik. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan perilaku peduli lingkungan siswa melalui edukasi dan aksi partisipatif di SD Alam Lampung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain partisipatif. Kegiatan melibatkan 30 siswa dan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa pada aspek kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, pengurangan plastik, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah. Tingkat partisipasi siswa juga tergolong tinggi, dengan 76,7% berada pada kategori aktif dan sangat aktif. Selain itu, mayoritas siswa memberikan respons positif terhadap materi dan praktik yang diberikan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan aksi partisipatif efektif dalam memperkuat perilaku peduli lingkungan siswa. Implikasinya, sekolah perlu mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan praktik langsung dan pembiasaan rutin agar perubahan perilaku berkembang menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan.
ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN MODEL CTL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BAGIAN TUMBUHAN DI SEKOLAH DASAR Alvin Alex Sander; Syofnidah Ifrianti; Yudesta Erfayliana
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v6i1.9754

Abstract

Abstract This study is a Systematic Literature Review (SLR) aimed at analyzing the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in improving elementary school students’ conceptual understanding of plant parts. Science instruction in elementary schools is often still theoretical and fails to connect the material to everyday life, resulting in low conceptual understanding among students. The CTL model was chosen because it is considered capable of bridging academic knowledge with students’ real-world contexts. The study employed a SLR approach following the PRISMA guidelines. Using the Publish or Perish (PoP) application on the Google Scholar and Crossref databases, the researcher successfully identified 999 articles. After undergoing a screening process, duplicate elimination, and evaluation based on inclusion and exclusion criteria, 15 SINTA-accredited scientific articles published between 2021 and 2025 were selected for further analysis. The synthesis results indicate that the consistent application of the CTL model effectively enhances students’ conceptual understanding of the structure and function of plant parts (roots, stems, leaves, flowers, fruits, and seeds). Students are more active and find the material easier to understand because learning is directly linked to everyday experiences. Key components of CTL, such as constructivism, inquiry, questioning, modeling, and authentic assessment, serve as supporting factors for success. This study concludes that CTL is an effective learning model for plant parts material in elementary schools, although there are still some implementation challenges, such as limited resources and teacher training.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP DISIPLIN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Endriyan Riskiya; Nur Asiah; Yudesta Erfayliana
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v6i1.9836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan reward and punishment terhadap disiplin belajar siswa sekolah dasar melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar dan Crossref dalam rentang tahun 2021–2025. Proses seleksi artikel dilakukan menggunakan pedoman PRISMA sehingga diperoleh 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan reward and punishment efektif dalam meningkatkan disiplin belajar siswa sekolah dasar. Reward mampu meningkatkan motivasi, tanggung jawab, dan kepatuhan siswa terhadap aturan belajar, sedangkan punishment yang bersifat edukatif dapat mengurangi perilaku tidak disiplin serta menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menaati aturan. Selain itu, motivasi belajar dan pembentukan karakter turut mendukung keberhasilan penerapan reward and punishment dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penerapan reward and punishment yang dilakukan secara tepat, seimbang, dan konsisten dapat menjadi strategi yang efektif dalam membentuk disiplin belajar siswa sekolah dasar.