Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DARI FERMENTASI STATER (Lactobacillus casei) PADA CUKA MANDAI CEMPEDEK (Artocarpus champeden) Rezia Elok Canrika; Utami, Indah Woro; Retno, Eka Kumala
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mandai merupakan salah satu olahan makanan fermentasi dari kulit cempedak (Artocarpus champeden). Namun bagian dari mandai yang belum dimanfaatkan yakni cuka mandai yang dapat dibuat menjadi bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan isolat dan mengetahui karakteristik dari bakteri asam laktat dari hasil fermentasi stater (Lactobacillus casei) pada cuka mandai cempedak. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan analisis data berupa analisis data dekskriptif. Fermentasi mandai ditambahkan stater 4% kemudian diambil sampel cuka pada hari ke-14 untuk di isolasi dengan Media MRS Agar dan dikarakterisasi. Dari hasil isolasi diperoleh empat koloni yang dapat dikatakan sebagai isolat dari bakteri asam laktat cuka mandai cempedak atau BAL CM dengan kode BAL CM1, BAL CM2, BAL CM3 dan BAL CM4. Keempat isolat tersebut memiliki karakteristik morfologi yang sama yakni berwarna putih dan tepi utuh dengan bentuk isolat yakni dua isolat bulat dan dua isolat tidak beraturan. Pada empat isolat tersebut menunjukan hasil berupa gram positif, berbetuk batang, uji katalase negatif tidak terbentuknya gelembung atau gas dan uji indol negatif tidak terbentuknya warna merah atau cincin merah. Keempat isolat tersebut diduga sebagai bakteri asam laktat genus Lactobacillus.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS, FORMALIN DAN CEMARAN MIKROBA PADA MIE BASAH DI KOTA BALIKPAPAN Utami, Indah Woro; Retno, Eka Kumala; Meray, Nishia Waya; Sapri, Sapri
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7214

Abstract

Mie basah merupakan bahan pangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Mie basah banyak diproduksi oleh industri rumah tangga dengan skala kecil. Mie basah dijual bebas di pasar tradisional dalam bentuk kemasan sederhana, basah dan dijual terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin, boraks dan cemaran mikroba pada mie basah yang beredar di pasar tradisional di Kota Balikpapan. Metode pengujian formalin menggunakan pereaksi KMnO4 dan spektrofotometer UV-VIS, pengujian boraks menggunakan kertas turmeric dan uji cemaran mikroba menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Total sampel mie basah yang didapatkan adalah 6 sampel dari 7 pasar tradisional di Kota Balikpapan. Hasil uji formalin dan boraks dianalisis secara kualitatif sedangkan data cemaran mikroba dianalisis secara kuantitatif dan membandingkan hasilnya dengan SNI. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh sampel mie basah tidak terdapat campuran boraks namun terdapat satu yang terindikasi mengandung formalin. Hasil identifikasi cemaran mikroba menunjukkan mie basah mengandung mikroba dibawah ambang batas maksimal 1 x 106 koloni/gram dan dinyatakan memenuhi syarat mutu mie basah SNI 2987:2015. 
Evaluation of Antimicrobial Properties of Passiflora foetida Root Extract Sourced from Rehabilitated Coal Mining Sites in East Kalimantan Utami, Indah Woro; Sapri, Sapri; Meray, Nishia Waya; As'ari, As'ari
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 4
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0404434

Abstract

Utilizing cover crops like Passiflora foetida L. (rambusa) can mitigate significant environmental issues in post-coal mining terrain rehabilitation. Plants thriving in extreme environments are known for producing high levels of secondary metabolites with significant biochemical activity. This study sought to assess the antifungal and antibacterial effects of P. foetida root extracts derived from rehabilitated coal mine soil in East Kalimantan. The roots were macerated with solvents of differing polarity (ethanol, ethyl acetate, and n-hexane) for extracting specific fractions. Utilizing the Kirby-Bauer disc diffusion method, the antifungal efficacy was assessed against Candida albicans, Candida tropicalis, and Candida lipolytica at a 60% concentration. Conversely, the antibacterial efficacy was assessed against Shigella dysenteriae, Streptococcus mutans, and Cutibacterium acnes at a 10% concentration. The findings revealed that the fraction consisting of ethyl acetate demonstrated the most potent and extensive antibacterial efficacy. The ethanol extract and ethyl acetate fraction exhibited significant antifungal activity, particularly against C. tropicalis, with inhibitory zones that were similar to those of the positive control, fluconazole. The treatments exhibited significant differences, as confirmed by statistical analysis (ANOVA and Tukey's HSD test). Studies indicate that that P. foetida roots, particularly those from harsh settings, are a significant source of antimicrobial chemicals, with the semi-polar ethyl acetate fraction being the most promising for further development as a natural antibacterial and antifungal agent.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etil Asetat Akar Tanaman Rambusa (Passiflora foetida L.) terhadap Mikrobioma Mulut: Antimicrobial Activity Test of Ethyl Acetate Extract of Rambusa Roots (Passiflora Foetida L.) on the Oral Microbiome Arif, Ratna; Utami, Indah Woro; Meray, Nishia Waya
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v8i1.2567

Abstract

This study aimed to know the antimicrobial activity of ethyl acetate extract of Passiflora foetida L. roots against Streptococcus mutans and Candida albicans, two dominant microorganisms in the oral microbiota. Extraction was performed via maceration, followed by phytochemical screening and disc diffusion assay. Phytochemical tests confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, and terpenoids. The antibacterial test showed inhibition zones ranging from 11.18 mm (1.5%) to 19.92 mm (3%), with the 3% concentration showing no significant difference compared to amoxicillin (p = 0.872). Antifungal activity was observed starting at 60% concentration, with the highest inhibition zone at 12.47 mm (70%), not significantly different from nystatin (p = 0.067). Statistical analysis using ANOVA and Games-Howell indicated significant differences among several treatment groups. These findings suggest that the ethyl acetate extract of Passiflora foetida L. roots has promising potential as a natural antimicrobial agent with dose-dependent activity against oral pathogenic bacteria and fungi. Keywords:          C. albicans, ethyl acetate extract P. foetida L., S. mutans   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etil asetat akar Passiflora foetida L. terhadap Streptococcus mutans dan Candida albicans, dua mikroorganisme utama dalam mikrobiota rongga mulut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji difusi cakram. Hasil skrining menunjukkan keberadaan flavonoid, alkaloid, dan terpenoid dalam ekstrak. Uji antibakteri menunjukkan zona hambat meningkat dari 11,18 mm (1,5%) hingga 19,92 mm (3%), dan pada konsentrasi 3% tidak berbeda signifikan dengan amoxicillin (p = 0,872). Uji antijamur menunjukkan aktivitas mulai muncul pada konsentrasi 60%, dengan zona hambat tertinggi 12,47 mm pada konsentrasi 70% yang tidak berbeda signifikan dengan nystatin (p = 0,067). Uji statistik menggunakan ANOVA dan Games-Howell menunjukkan perbedaan signifikan antar beberapa kelompok perlakuan. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak etil asetat akar rambusa memiliki potensi sebagai agen antimikroba alami yang efektif, dengan aktivitas yang bersifat dosis-responsif terhadap bakteri dan jamur patogen rongga mulut. Kata Kunci:        C. albicans, ekstrak etil asetat, P. foetida L., S. mutans