Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DAU N TE NDA NI ( Gon i oth al a mu s ma cr o p h yllu s Hook . f . &T h o mson . ), S UATU OBAT T RA DIS ION AL A NTIBA KTER I S U KU D AY A K PUN AN DI KALI M ANTA N TI MU R Wijaya, Viriyanata; Supriyatna, Supriyatna; Milanda, Tiana
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.792 KB)

Abstract

Penelitian Daun Tendani (Goniothalamus macrophyllus) suatu obat tradisionalantibakteri suku Dayak Punan di Kalimantan Timur telah dilakukan. Penelitiandidasarkan pada penggunaan empirik daun tersebut di komunitas Dayak Punansebagai obat luar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak antibakteridan fraksi daun tendani terhadap Staphylococcus aureusATCC 25923. Prosesekstraksi dan fraksinasi menggunakan berbagai pelarutetanol 70%, n-heksan dan etilasetat. Aktivitas antibakteri diukur dengan metode difusi agar. Penelitianmenunjukkan bahwa ekstrak daun tendani memiliki aktivitas antibakteri padakonsentrasi 20 % (b/v) dengan diameter hambat 22,02 mm. Fraksi etil asetat sebagaifraksi teraktif, memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 20% (b/v) sebesar 19,50mm dan pada konsentrasi 30% sebesar 22,30 mm.
Isolasi Senyawa Aktif Dari Fraksi Etil Asetat Daun Goniothalamus Macrophyllus Viriyanata Wijaya; Supriyatna Supriyatna; Tiana Milanda
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.522 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.49

Abstract

Infeksi kulit pada suku dayak Punan diakibatkan kontak langsung dengan alam. Satu bakteri yang paling sering menjadi penyebab infeksi kulit di komunitas yang kurang higienis tersebut yaitu Staphylococcus aureus. Tumbuhan tendani (Goniothalamus macrophyllus) secara empiris digunakan sebagai obat luar untuk infeksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif antibakteri yang terkandung dalam isolat dari fraksi etil asetat Daun G. macrophyllus. Ekstrak etanol Daun G. macrophyllus difraksinasi dengan n-heksan dan etil asetat. Fraksi etil asetat adalah fraksi teraktif yang menunjukkan diameter hambat sebesar 19,50 mm dan 22,30 mm untuk masing-masing konsentrasi 20% dan 30%. Proses pemisahan dan pemurnian menggunakan kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis preparatif. Isolat diidentifikasi dengan spektoskopi, dilakukan dengan UV-vis, IR, dan MS memberikan ?maks 202,9 nm, gugus fungsi O-H, C-H alifatis, C=C aromatis, C=O dan C-H aromatis, dan m/z 352,9806. Maka, senyawa aktif disimpulkan sebagai dimetoksi glabranin (C22H24O4).
Sintesis Senyawa Turunan Flavanon dan Uji Bioaktivitas Senyawa Kalkon sebagai Senyawa Antara dalam Sintesis Flavanon Nur Shidiq; Agung Rahmadani; Viriyanata Wijaya; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.743 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.305

Abstract

Golongan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologi sepeti antikanker, antitumor, antiproliferatif, dan antimikroba adalah golongan flavonoid dimana flavanon merupakan salah satu senyawanya. Dalam penelitian ini senyawa 2-hidroksi-5-kloro asetofenon dan 4-hidroksi benzaldehida direaksikan melalui reaksi Kondensasi Claisen-Schmidt menghasilkan senyawa turunan kalkon yaitu 2’-hidroksi-5’-kloro-4-hidroksikalkon. Kemudian senyawa 6-kloro-4’-hidroksi flavanon disintesis melalui reaksi siklisasi turunan kalkon dengan metode refluks menggunakan asam sulfat di dalam etanol sebagai katalis. Senyawa hasil sintesis dikarakterisasi dengan teknik elusidasi struktur menggunakan 1H-NMR, 13C-NMR dan MS (Mass Spectroscopy). Dilakukan uji aktivitas antioksidan dan uji toksisitas dari senyawa 2’-hidroksi-5’-kloro-4-hidroksi kalkon hasil sintesis dengan menggunakan metode DPPH dan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan dihitung nilai IC50 dan LC50 dengan menggunakan analisis Reed and Muench. Nilai IC50 dan LC50 senyawa 2’-hidroksi-5’-kloro-4-hidroksi kalkon diperoleh 131,19 ppm dan 46,465 ppm
Pengaruh Jenis Gelling Agent terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata, Blume) Novika Anggraini Putri Heryan; Viriyanata Wijaya; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.982 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.319

Abstract

Libo (Ficus variegata, Blume) merupakan salah satu tanaman yang telah diketahui memiliki metabolit sekunder berupa saponin dan alkaloid yang cukup dominan, dimana kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis gelling agent pada formulasi gel dalam mempengaruhi aktivitas ekstrak buah Libo (Ficus variegata, Blume) pada bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Formula gel dibuat dengan memvariasikan jenis gelling agent yang akan digunakan yaitu HPMC dan Carbopol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran, selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap diameter zona bunuh dengan melihat adanya zona bening yang terbentuk disekitar area sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penggunaan jenis gelling agent HPMC tidak mempengaruhi aktivitas antibakteri dan Carbopol dapat mempengaruhi aktivitas antibakteri ekstrak buah libo.
Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Nanas Sebagai Alternatif Pembuatan Sabun Cuci Piring Di Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur Muhammad Nuzul Azhim Ash Siddiq; Baso Didik Hikmawan; Hajrah; Noviyanty Indjar Gama; Nur Masyitah Zamruddin; Akhmad Jaizzur Rijai; Viriyanata Wijaya
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 9 : Oktober (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Domestic waste is a global problem that is growing along with population growth and changes in consumption patterns. Domestic waste, if not handled properly, can cause environmental and health problems. Pineapple peel as a type of domestic waste has the potential to be used as an alternative pharmaceutical product because it still contains compounds in it, such as enzymes and bioactive compounds. Utilizing this waste not only reduces negative impacts on the environment, but also creates high-value products that are beneficial to society. Utilizing pineapple peel waste as a dishwashing soap product is the focus of our community service. The use of fruit peel waste represents a progressive step towards sustainability, small-scale home industry innovation and waste reduction which are increasingly important in efforts to preserve the environment and create products that are more beneficial to humans.
Uji Aktivitas Antibakteri dari Isolat Daun Tendani (Goniothalamus Macrophyllus Hook. f. & Thomson.) Viriyanata Wijaya; Supriyatna Supriyatna; Tiana Milanda
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.121

Abstract

Tumbuhan tendani (Goniothalamus macrophyllus) secara empiris digunakan sebagai obat luar untuk infeksi kulit pada suku Dayak Punan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa aktif antibakteri yang terkandung dalam isolat dari fraksi etil asetat Daun G. macrophyllus. Fraksi etil asetat adalah fraksi teraktif yang diperoleh dari hasil pengujian aktivitas antibakteri. Isolat diperoleh dari proses pemisahan dan pemurnian menggunakan kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis preparatif. Isolat diuji dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil uji aktivitas antibakteri isolat dengan konsentrasi 1,2 mg/50 μL (2,4 %) terhadap S. aureus ATCC 25923 menghasilkan diameter zona hambat sebesar 7,85 mm. Kata kunci : Goniothalamus macrophyllus, aktivitas antibakteri, Staphylococcus aureus, isolat, senyawa aktif
Edukasi Makanan Sehat Balita Sebagai Pencegahan Stunting di Desa Wonosari, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Siddiq, Muhammad Nuzul Azhim Ash; Hajrah, Hajrah; Gama, Noviyanty Indjar; Hikmawan, Baso Didik; Wijaya, Viriyanata; Zamruddin, Nur Masyithah; Hamdani, Hamdani; Pangesti, Rizka Dhilla Dwi; Irawan, Adithya Rizky
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2023.4.2.239-245

Abstract

Providing healthy food education for toddlers is one of the efforts in overcoming the problem of stunting. Providing education, counseling, and behavior change is included in the form of sensitive nutrition interventions, namely increasing awareness of parenting and nutrition for toddlers. The community service activity aims to increase the nutritional knowledge of mothers of toddlers on healthy and nutritious foods for toddlers and determine the relationship with the incidence of stunting. The methods used in this activity are lecturers delivering educational content directly to mothers of toddlers with the aid of visual media in the form of PowerPoint presentations. Pre and post-test questionnaires were given before and after education to measure the nutritional knowledge of mothers of toddlers. The nutritional knowledge scores obtained were statistically analyzed using Paired T-Test. The results of statistical analysis showed that there was a significant increase (p<0.05) in the mothers' knowledge scores before and after education. The service team also provided several examples of healthy foods for toddlers, especially complementary foods that are easy to make as an alternative to feeding children under five.