Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN Kharis Meiwan K. Telaumbanua; Halimatussakdiyah Lubis
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): Mei : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.350

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Medan. Wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan merupakan salah satu daerah dengan kerentanan gizi balita yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, pola konsumsi keluarga, serta keterbatasan pengetahuan gizi ibu. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi intervensi gizi yang dinilai efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan budaya makan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 30 balita usia 12–59 bulan dengan status gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Intervensi berupa pemberian PMT berbasis pangan lokal dilakukan selama 60 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata berat badan dan skor Z BB/U balita setelah intervensi PMT (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan direkomendasikan sebagai intervensi gizi berbasis masyarakat di wilayah perkotaan.
Penyuluhan Tentang Pencegahan Preeklampsia Melalui Kontrol Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Risiko Tinggi Cici Pratiwi; Habil Harum; Halimatussakdiyah Lubis
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1012

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy complication that can cause morbidity and mortality in both mothers and fetuses. This condition is characterized by increased blood pressure accompanied by proteinuria that appears after 20 weeks of pregnancy. One important step in preventing preeclampsia is to monitor blood pressure regularly, especially in pregnant women with high risk factors. This community service activity aims to increase pregnant women's knowledge about preventing preeclampsia through blood pressure control and a healthy lifestyle. The activity was carried out in the working area of Puskesmas X with 30 high-risk pregnant women participating. The methods used included lectures, interactive discussions, demonstrations of blood pressure measurement, and the distribution of educational leaflets. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from an average of 58% before the counseling to 90% after the counseling. Participants also showed an increase in motivation to monitor their blood pressure regularly and maintain a healthy diet. This activity is expected to support efforts to prevent pregnancy complications by increasing awareness and healthy behavior among pregnant women.
Pengaruh Edukasi Qr Code Terhadap Literasi Anemia Remaja Putri Di Mas Aisyiyah Medan Nelly Rustianti; Ni Ketut Sujati; Halimatussakdiyah Lubis
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1429

Abstract

Anemia among adolescent girls remains an unresolved public health and nutrition problem in Indonesia, contributing to morbidity risk during the productive years and to the intergenerational cycle of stunting. Low anemia literacy is suspected to be one of the determinant factors influencing the high prevalence of anemia among adolescent girls. This study aimed to analyze the effect of QR Code-based education on the level of anemia literacy among adolescent girls at MAS Aisyiyah Medan. This quantitative study used a quasi-experimental one group pretest-posttest design, conducted from March to May 2026 with 50 respondents selected through total sampling. Data were analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant increase in anemia literacy scores after the QR Code education intervention (p = 0.000; p<0.05). It is concluded that QR Code-based education effectively improves anemia literacy among adolescent girls and can be recommended as an interactive, low-cost health promotion medium integrated into school health programs (UKS/M).
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Media Sosial Terhadap Perubahan Pola Konsumsi Remaja Di Sma Muhammadiyah 1 Medan Eva Silviana Rahmawati; Silvia Anita Yuningsih; Halimatussakdiyah Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1381

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan pola konsumsi akibat pengaruh lingkungan, perkembangan teknologi informasi, serta tingginya penggunaan media sosial. Saat ini media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi sumber informasi kesehatan yang berpotensi memengaruhi perilaku konsumsi remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi melalui media sosial terhadap perubahan pola konsumsi remaja di SMA Muhammadiyah 1 Medan. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui media sosial Instagram dan WhatsApp selama empat minggu dalam bentuk poster edukasi, video pendek, infografis, dan diskusi interaktif. Data pola konsumsi diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pola konsumsi sehat setelah pemberian edukasi gizi melalui media sosial. Rata-rata skor pola konsumsi meningkat dari 62,45 ± 8,12 menjadi 78,21 ± 7,34 dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Selain itu terjadi peningkatan frekuensi konsumsi buah dan sayur serta penurunan konsumsi makanan cepat saji dan minuman berpemanis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi melalui media sosial berpengaruh signifikan terhadap perubahan pola konsumsi remaja. Pemanfaatan media sosial sebagai media promosi kesehatan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan perilaku konsumsi sehat pada remaja sekolah.
Hubungan Fear Of Missing Out (FOMO) Dengan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Universitas Deztron Indonesia Tahun 2026 Tri Riwayati Ningsih; Halimatussakdiyah Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1478

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) merupakan kecemasan tertinggal dari pengalaman atau informasi yang dialami orang lain, terutama dipicu oleh penggunaan media sosial yang intensif pada mahasiswa. Kondisi ini diduga berkontribusi terhadap menurunnya kesehatan mental mahasiswa dalam bentuk kecemasan, stres, dan gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara FOMO dengan kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Deztron Indonesia tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Deztron Indonesia, dengan sampel sebanyak 35 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Fear of Missing Out Scale (FoMOs) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara FOMO dengan kesehatan mental pada mahasiswa (p<0,05), yang berarti semakin tinggi tingkat FOMO maka semakin besar risiko gangguan kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental pada mahasiswa sehingga diperlukan edukasi literasi digital dan layanan konseling sebagai upaya promotif dan preventif.
Hubungan Beban Kerja Tenaga Kesehatan Dengan Kualitas Pelayanan Pasien Rawat Jalan Di Upt Puskesmas Sentosa Baru Tahun 2026 Fitriny Suangga; Halimatussakdiyah Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja tenaga kesehatan dengan kualitas pelayanan pasien rawat jalan di UPT Puskesmas Sentosa Baru Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan rawat jalan, dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner beban kerja dan kualitas pelayanan. Hasil penelitian dummy menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi dan kualitas pelayanan berada pada kategori cukup. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara beban kerja dan kualitas pelayanan pasien rawat jalan. Semakin tinggi beban kerja, semakin rendah kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja secara proporsional untuk menjaga mutu pelayanan rawat jalan.
Hubungan Kebiasaan Emotional Eating Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Di Era Digital Tahun 2026 Hendri Devita; Christin D. Nabuasa; Halimatussakdiyah Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1616

Abstract

Emotional eating merupakan kebiasaan makan yang dipicu oleh emosi negatif, bukan oleh rasa lapar fisiologis, dan diduga berkontribusi terhadap perubahan status gizi, terutama pada kelompok usia dewasa muda yang terpapar arus digitalisasi secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan emotional eating dengan status gizi pada mahasiswa di era digital tahun 2026. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Universitas Deztron Indonesia, Kota Medan, pada bulan Maret–Mei 2026, dengan sampel sebanyak 35 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data emotional eating dikumpulkan menggunakan kuesioner Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ) subskala emotional eating, sedangkan status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan yang dikonversi menjadi Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square/Rank Spearman, serta analisis lanjutan (regresi logistik sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki kebiasaan emotional eating kategori tinggi dan mengalami status gizi lebih (overweight/obesitas). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan emotional eating dengan status gizi mahasiswa (p<0,05). Kesimpulannya, semakin tinggi kecenderungan emotional eating, semakin besar risiko status gizi lebih pada mahasiswa. Diperlukan program edukasi gizi dan manajemen stres berbasis digital untuk mencegah perilaku makan maladaptif pada mahasiswa.
Hubungan Literasi Kesehatan Reproduksi Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi: The Relationship Between Reproductive Health Literacy and the Choice of Contraceptive Method Halimatussakdiyah Lubis; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1600

Abstract

Latar Belakang: Literasi kesehatan reproduksi berperan penting dalam membantu individu memahami informasi mengenai kesehatan reproduksi dan mengambil keputusan yang tepat terkait metode kontrasepsi. Literasi yang baik dapat mendukung pemilihan kontrasepsi secara sadar dan berdasarkan informasi yang memadai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan literasi kesehatan reproduksi dengan pemilihan metode kontrasepsi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 82 perempuan usia reproduktif yang menggunakan atau berencana menggunakan kontrasepsi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur literasi kesehatan reproduksi dan pemilihan metode kontrasepsi. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan reproduksi yang baik, yaitu 53 responden (64,6%). Pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai ditemukan pada 58 responden (70,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan reproduksi dengan pemilihan metode kontrasepsi (p<0,001). Kesimpulan: Literasi kesehatan reproduksi berhubungan secara signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Peningkatan literasi kesehatan reproduksi dapat mendukung perempuan dalam menentukan metode kontrasepsi secara tepat dan berdasarkan informasi yang memadai.