Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGASUHAN BERBASIS KEKUATAN KARAKTER DAN KETERLIBATAN DIRI PADA MAHASISWA Marissa Chitra Sulastra; Vida Handayani
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v4i2.2188

Abstract

The purpose of this research is to get a correlation between strength-based parenting (SBP) and engagement among college students. The background of this research is the importance of engagement in college. Engagement is known as human adaptive functioning in their life. Engagement is important because it can help college students to direct their efforts and complete assignments seriously. It is necessary to have proper parenting practiced by parents through the application of positive psychology parenting, based on the strengths of college students (SBP) so that students accustomed to using their strengths and they can do their duties in daily life optimally. Hopefully, they ll become more engaged in carrying out their duties as a college student. The benefits of this research can help college students, parents and educators work together in helping college students get engaged with their studies. This research was conducted on 158 students of the Faculty of Psychology University X. The method used in this research is the correlation method. The survey technique was carried out to collect data. Based on this research, the correlation test s result is r = 0.402, p = 0,000 = < 0.001 which means there is a significant positive correlation between SBP and engagement.Key Words: Strength-based Parenting (SBP), Engagement, Correlation
Pelatihan Konselor “Ayo, Cegah Stunting!” di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara Marissa Chitra Sulastra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4790

Abstract

ABSTRAK Terdapat periode emas pertumbuhan dan perkembangan manusia yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Periode ini terjadi sejak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun setelah dilahirkan. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan 1000 HPK, diperlukan pemberian nutrisi dan stimulasi intensif kepada janin dan bayi. Saat terjadi kekurangan nutrisi dan stimulasi yang parah, maka akan terjadi stunting atau kondisi gagal tumbuh kembang. Masih banyak masyarakat Sulawesi Utara yang belum memahami stunting dan cara pencegahannya. Terlihat dari jumlah kasus stunting sebanyak 21,2% menurut Pemantauan Status Gizi (PSG) (Kemenkes, 2018). Perlu ada pendekatan khusus untuk membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya. Pendekatan ini dilakukan melalui kerjasama lintas ilmu, yaitu kedokteran dan psikologi. Dari sudut pandang psikologi, terdapat pendekatan konseling yang bisa membantu terjadinya komunikasi efektif antara pemberi pesan (konselor) dan penerima pesan (masyarakat) melalui proses menyimak (Corey, 2018). Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat Desa Radey dan sekitarnya yang rentan terhadap stunting. Berdasarkan hal tersebut, pengabdi bekerja sama dengan Yayasan Cakrawala Kesehatan (Frontiers for Health), Rotary Club Indonesia dan PT SASA Inti melakukan pengabdian masyarakat untuk pelatihan konseling “Ayo, Cegah Stunting!” kepada konselor di Desa Radey, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai stunting, cara konseling, gizi, dan perkembangan 1000 HPK.  Hasil uji t-test menunjukkan bahwa terjadi perubahan pemahaman yang signifikan antara pre-test dan post-test (t = 2,03; p = 0,02 < 0,05). Artinya, pelatihan yang dilakukan secara aefektif mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai materi yang diberikan. Kata kunci: Stunting, Konseling, 1000 Hari Pertama Kehidupan, Pengasuhan  ABSTRACT There is a golden period of human growth and development known as the First 1000 Days of Life (1000 HPK). This period occurs from the womb until the age of 2 years after birth. To support the growth and development of 1000 HPK, it is necessary to provide nutrition and intensive stimulation to the fetus and baby. When there is a lack of nutrition and severe stimulation, stunting or a condition of failure to thrive will occur. There are still many North Sulawesi people who do not understand stunting and how to prevent it. It can be seen from the number of stunting cases as much as 21.2% according to the Nutrition Status Monitoring (PSG) (Kemenkes, 2018). There needs to be a special approach to increase public understanding of stunting and its prevention. This approach is carried out through interdisciplinary collaboration: medicine and psychology. From a psychological point of view, there is counselling approach that can help to create effective communication between sender (counsellor) and receiver (people) by listening process (Corey, 2018). People in this context are the people of Radey Village and its surroundings who are vulnerable to stunting. Based on this, the service team collaborated with Yayasan Cakrawala Kesahatan (Frontiers for Health), Rotary Club Indonesia and PT SASA Inti to carry out community service for counseling training "Ayo, Cegah Stunting!" to a counselor in Radey Village, South Minahasa, North Sulawesi, Indonesia. The purpose of this activity is to increase participants' understanding of stunting, counselling methods, nutrition, and the development of 1000 HPK. The results of the t-test showed that there was a significant change in understanding between the pre-test and post-test (t = 2.03; p = 0.02 < 0.05). That is, the training that is carried out effectively can increase the participants' understanding of the material provided. Keywords: Stunting, Counselling, First 1000 Days of Life, Parenting
Pelatihan Program Guru Penggerak Pendidikan Keluarga Marissa Chitra Sulastra
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.649 KB) | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v5i2.1899

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir hingga usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan Pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki Pendidikan lebih lanjut. Diperlukan adanya pelatihan untuk kepala sekolah dan guru PAUD agar dapat menjalin interaksi yang baik dengan murid PAUD, sehingga murid PAUD dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal. Pelatihan ini dilakukan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur secara hybrid. Terdapat 146 peserta yang mengikuti pelatihan dari tanggal 11, 16, 18, 20, dan 30 November 2021. Pelatihan ini secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai perkembangan anak usia PAUD, cara berinteraksi dengan anak usia PAUD, masalah perilaku anak usia PAUD, perlindungan anak usia PAUD, dan disiplin positif pada anak usia PAUD. Hal ini diperoleh dari hasil uji beda pre-test dan post-test yang menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan sebanyak 4,1 poin (p = 0.00 0,01). Salah satu saran perbaikan untuk kegiatan pelatihan adalah menyelenggarakan pelatihan dalam waktu yang lebih Panjang agar proses pelatihan dapat dilakukan lebih optimal.
Studi Komparasi Dimensi Parenting Style terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA "X" Singlaire Theola Adhatia Hendrawan; Marissa Chitra Sulastra
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 5 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v5i2.1478

Abstract

This study aims to determine the contribution of the parenting style dimension to the academic procrastination of 'X' high school students. Respondents in this study were 224 people. This research is a correlation study that uses a linear regression analysis method. The parenting style dimension questionnaire used is a scale of parenting style (Gafoor, 2014) which has been translated by researchers and carried out readability tests by experts. The questionnaire contains 38 items of statements with a validity coefficient of 0.38 - 0.89. Reliability test results are 0.94 for the responsiveness dimension and 0.95 for the demandingness dimension. The academic procrastination questionnaire used was a questionnaire compiled by Mercy (2019) and had a total of 24 statements. The validity of this measuring instrument ranges from 0.01 - 0.72 and reliability is 0.84. The result of this study is that there is no significant contribution from the parenting style dimension to the academic procrastination of 'X' high school students. The researcher's suggestion is, further research can be carried out by measuring the contribution of other factors that can affect academic procrastination in high school students. Keywords: Parenting Style Dimension; Academic Procrastintio; High School Student    
Efforts to Facilitate the Development of Adolescent Sexuality through Training for Counseling Teachers Jane Savitri; Marissa Chitra Sulastra; Sharon Charish Abigail Wigoeno; Christine Widiapradja
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ice.v4i1.5821

Abstract

Today, sex education for teenagers has become increasingly important. Adolescents experience a sexual crisis with various sexual problems they experience, such as pornography, pornoaction, masturbation, confusion of sexual orientation, free sex behavior, sexual violence, and sexual harassment. This phenomenon has attracted the attention of teachers, especially counseling teachers at SMP BPK Penabur Jakarta to assist students in developing healthy sexual development. When teachers can understand adolescent sexuality and have the skills to provide appropriate psychoeducation about sex education to students, they will be more competent to apply it to prevent and intervene in student problems, especially in sexual matters. By using the survey method and descriptive analysis, the evaluation results showed a positive response from the counseling guidance teachers to be able to carry out the training. In addition, the evaluation results show that teachers acquire knowledge and skills about psychoeducation to facilitate healthy sexual development among students. This psychoeducation can be developed for a wider context.
EDUKASI SEKS BAGI SISWA SISWI SMA PELITA FAJAR BANDUNG Heliany Kiswantomo; Indah Puspitasari; Marissa Chitra Sulastra; Meilani Rohinsa
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.555

Abstract

Generasi muda memiliki peran yang penting dalam pembangunan bangsa. Salah satu permasalahan yang banyak terjadi dikalangan remaja adalah berkaitan pergaulan bebas. Kegiatan psikoedukasi “Edukasi Seks Bagi Siswa Siswi SMA Pelita Fajar Bandung” ini dilaksanakan dengan tujuan untuk dapat membekali siswa siswi SMA dengan pendidikan seks yang tepat dengan pendekatan secara psikologis. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2023, dengan dihadiri oleh 32 remaja, seluruh peserta berasal dari kelompok usia remaja pertengahan, dan sebanyak 19 orang mengisi kuesioner evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta memahami  keseluruhan materi yang disampaikan dan berniat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah perilaku seksual yang tidak sehat.
Peran Strength-Based Parenting terhadap Subjective Well-Being pada Mahasiswa Indonesia Marissa Chitra Sulastra; Vida Handayani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 2 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i2.2847

Abstract

Subjective well-being adalah refleksi kognitif individu terhadap kehidupannya sekaligus respons emosi individu yang bersifat positif (Diener, 1984). Mahasiswa di Indonesia masih menjadi tanggung jawab dari orangtuanya. Perlu ada pengasuhan yang tepat untuk membantu peningkatan subjective well-being mahasiswa melalui strength-based parenting. Strength-based parenting adalah gaya pengasuhan yang memiliki karakteristik berupa pengetahuan mengenai dan dorongan untuk mengembangkan strengths (Waters, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran strength-based parenting terhadap subjective well-being yang dimiliki mahasiswa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan uji regresi linier. Terdapat 326 responden dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner strength-based parenting dari Waters (2015), Satisfaction with Life Scale dari Diener, E., Emmons, R. A., Larsen, R. J., Griffin, S. (1985) dan Scale of Positive and Negative Affect (SPANE) dari Diener Diener (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strength-based parenting dapat berkontribusi secara signifikan terhadap life satisfaction (R2 = 0.315, p 0.001) dan affect balance (frekuensi emosi positif yang lebih tinggi daripada emosi negatif) (R2 = 0.190, p 0.001) pada mahasiswa. 
Kontribusi Bentuk Perceived Social Support terhadap Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Batita di Kota Bandung Hannah Win Hutabarat; Marissa Chitra Sulastra
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/humanitas.v7i3.7575

Abstract

This study was aims to identify the contribution of the type of perceived social support to parenting stress in mother with a child under three-year-old in Bandung. Total participants are 145 persons. This research uses accidental type of sampling. Perceived social support instrument is the adapted from Brigitta Louise (2017), consist of 26 items, validity ranging from 0.330–0.799 and reliability of 0.903. Parenting stress instrument is the adaptation from PSI-SF from Abidin (1995), consist of 34 items, validity ranging from 0.370–0733 and reliability of 0.928. This study was tested using simple regression analysis. Based on the result, all types of perceived social support contribute to parenting stress. Perceived emotional support (R2= 0,203; p= 0,000), perceived instrumental support (R2= 0,041; p= 0,014), perceived informational support (R2= 0,040; p= 0,016), and perceived companionship support (R2= 0,164; p= 0,000). From this study, mothers with a child under three-year-old are advised to be active in seeking the type of social support.
Pelatihan Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dan Penanganan Kasus Common Problem Pada Guru Playgroup, TK & Daycare Damian School Heliany Kiswantomo; Evi Ema Victoria Polii; Vida Handayani; Marissa Chitra Sulastra
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202303711000

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang anak diperlukan agar guru dapat membantu anak didik di usia PAUD untuk berkembang dengan lebih optimal. Masalah yang paling signifikan muncul di TK dan Daycare Damian School adalah tantrum dan juga permasalahan bahasa pada peserta didik. Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah membekali Guru PAUD dan TK di Damian School khususnya dalam melakukan Deteksi Dini dalam Tumbuh Kembang serta mengatasi permasalahan umum seperti tantrum serta keterlambatan bicara pada peserta didik. Metode yang dipergunakan adalah psikoedukasi melalui pelatihan. Total peserta yang menghadiri kegiatan ini adalah 7 orang guru. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pemahaman peserta akan materi yang telah disampaikan, dengan hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pemahaman sebelum dan setelah mengikuti pelatihan, dengan selisih rank bertanda positif (T hitung < T tabel = tolak H0). Artinya pemahaman guru-guru meningkat setelah mengikuti pelatihan ini. Dari hasil evaluasi juga diperoleh gambaran bahwa mayoritas peserta bertekad akan menerapkan materi tersebut dalam kegiatan mereka sehari-hari di lapangan sebagai guru. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini memberikan manfaat bagi guru-guru di TK dan Daycare Damian School.
PSIKOEDUKASI “STOP BULLYING! SAYANG DIRI, SAYANG TEMAN” Meilani Rohinsa; Jane Savitri; Marissa Chitra Sulastra; Elvin Freddrick Ciang; Gledy Ulina Sembiring
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2025
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v3i1.156

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan sosial siswa. Berbagai data nasional menunjukkan tingginya angka kasus bullying, baik secara langsung maupun melalui media digital, yang menunjukkan pentingnya diadakan intervensi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bullying melalui pendekatan psikoedukasi berbasis service learning. Kegiatan dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha yang bekerja sama dengan SDK Gamaliel di Kabupaten Bandung pada tanggal 25 Februari 2025, dengan tema "Stop Bullying! Sayangi Diri, Sayangi Teman." Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI dengan total partisipasi sebanyak 144 siswa. Metode yang digunakan meliputi pemaparan secara langsung, media visual, sesi mencairkan suasana, serta pre-post test untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa mengenai jenis-jenis, dampak, serta strategi pencegahan bullying. Program ini membuktikan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan edukatif dapat membentuk lingkungan belajar yang lebih aman serta mendorong dukungan dan kepedulian terhadap sesama