Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI EKSTRAKURIKULER DI MTs AZZAINABIYAH SRESEH SAMPANG Syarifah yasum; Linda Ramadhanty Januar; Sahrul Muzekki
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v2i2.45

Abstract

The crisis of character and morality among students has become a crucial issue in modern education. This phenomenon has sparked controversy because character development in schools is often not managed systematically in terms of planning and implementation. The paradigm shift in education requires new strategies that place extracurricular activities as an effective medium for shaping students' character values. This study aims to analyze: (1) teachers' strategies in developing student character through extracurricular activities at MTs Azzainabiyah Sreseh Sampang, and (2) the supporting and inhibiting factors in the development process. The study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that character development strategies are carried out through three main approaches: understanding and practicing value concepts, providing role models by teachers, and creating a character-building atmosphere in every extracurricular activity. The dominant character values that develop include nationalism, cooperation, independence, discipline, and creativity. Supporting factors include collaboration between the principal, guidance counselors, student enthusiasm, and parental support, while the main obstacles lie in time constraints, lack of student motivation, and environmental influences. These findings confirm that extracurricular activities can be a strategic solution in building students' character holistically.
Analisis Dominasi Bahasa Formal dan Gaul Dalam Komunikasi Masyarakat Jakarta Studi Kasus Stasiun Pasar Senen Jakarta Hasanul Hafli; Sugeng Sugeng; Sahrul Muzekki
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v3i1.59

Abstract

Jakarta, as a multicultural city, presents a complex linguistic dynamic, particularly between formal and colloquial (slang) language. This study aims to analyze the dominance of these two language varieties at Pasar Senen Station and identify the factors influencing their use. This research employs a qualitative approach with a case study design, involving observation, semi-structured interviews, visual and audio documentation, and social media analysis. The findings indicate that formal language dominates official domains such as announcements and ticket transactions, while slang is more frequently used in casual interactions among young passengers and between vendors and customers. Code-switching and code-mixing are common communication strategies, while social media plays a significant role in accelerating the spread of slang vocabulary in public spaces. In conclusion, language choice at Pasar Senen Station is influenced by interaction context, age, social status, communication purposes, and digital culture. Language functions not only as a communication tool but also as a marker of identity and solidarity in urban society.
ANALISIS PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL dALAM MENGATASI TANTANGAN RENDAHNYA KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI TREN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII Muzekki, Sahrul; Januar, Linda Ramadhanty
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8894

Abstract

The use of audiovisual media plays a crucial role in enhancing students' listening skills in Indonesian language learning. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, was the location of this quasi-experimental research, focusing on improving the listening skills of 8th-grade students in understanding story content presented through audiovisual media. This study aims to describe the effect of using audiovisual media on listening skills and compare the learning outcomes of students taught using audiovisual media with those taught without it. The research employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The subjects were 30 8th-grade students of SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, consisting of 15 students in the experimental class and 15 students in the control class. Data collection techniques used objective multiple-choice tests and documentation. Data analysis was performed statistically using validity, reliability, normality, homogeneity tests, and Paired-Samples T Test with SPSS 26. The results showed that the use of audiovisual media had a significant impact on students' listening skills. The average score of the experimental class increased from 59.5 in the pretest to 75.2 in the posttest, while the control class only increased from 48 to 53.8. This proves that audiovisual media can attract students' attention, create a more interactive learning atmosphere, and make it easier for students to understand story content compared to lecture methods or audio media alone. Therefore, audiovisual media is proven effective in improving students' listening skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Penggunaan media audio visual memegang peran penting dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, menjadi lokasi penelitian kuasi eksperimen ini dengan fokus pada peningkatan kemampuan siswa kelas VIII dalam memahami isi cerita yang disajikan melalui audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media audio visual terhadap keterampilan menyimak serta membandingkan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audio visual dengan yang diajar tanpa media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, terdiri dari 15 siswa kelas eksperimen dan 15 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif pilihan ganda dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, serta uji Paired-Samples T Test dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menyimak siswa. Rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 59,5 pada pretest menjadi 75,2 pada posttest, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 48 menjadi 53,8. Hal ini membuktikan bahwa media audio visual mampu menarik perhatian siswa, menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, serta memudahkan siswa memahami isi cerita dibandingkan metode ceramah atau media audio saja. Dengan demikian, media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.  
Pengembangan Wisata Religi Pasarenan Raden Abdul Jabbar di Desa Napo Laok Sampang Linda Ramadhanty Januar; Sahrul Muzekki; Mubarokatul Islamiyah; Sultoni Sultoni; Melinda Ayu Lucianing
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPMI - February 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3321

Abstract

Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. . Desa wisata dilihat sebagai bentuk industri pariwisata yang berupa kegiatan mengaktualisasikan perjalanan wisata. Komponen produk pariwisata itu sendiri terdiri atas angkutan wisata, atraksi wisata, dan akomodasi wisata. Pengembangan wisata religi memiliki tujuan strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, memajukan ekonomi lokal,serta melestarikan budaya dan nilai-nilai spriritual. Dalam hal ini terdapat beberapa target dalam pengembangan wisata religi yaitu peningkatan jumlah wisatawan yang fokus pada peningkatan wisatawan domestik dan internasional dengan target husus seperti pelajar, komunitas sepiritual dan penggemar sejarah budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di tempat yang dituju yaitu pasarenan Raden Abdul Jabbar Desa Napo Laok Kecamatan Ombem. Pada saat melakukan survei lokasi wisata sudah dapat dirasakan bahwa lokasi wisata religi tersebut masih terlihat sepi. Hal ini disebabkan karena masih jarang atau sedikit wisatwan yang datang untuk berkunjung. Kebanyakan yang datang untuk mengunjungi wisata religi bhujuk Raden Abdul Jabbar adalah masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata religi Pasarenan Raden Abdul Jabbar di Desa Napo Laok, Sampang. Metode yang digunakan meliputi pembuatan konten video promosi dan validasi sejarah. Hasil menunjukkan peningkatan antusiasme masyarakat serta potensi kunjungan wisatawan melalui promosi digital. Program ini berdampak pada pelestarian budaya lokal dan peningkatan pendapatan wisata religi di desa.
Darurat Literasi di Era Kurikulum Merdeka melalui Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa SMP Akmalia Putri; Sahrul Muzekki; Tatik Maryana
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v3i2.71

Abstract

This study aims to describe the implementation of the *Merdeka Belajar* (Freedom to Learn) Curriculum in Indonesian language classes, analyze student learning effectiveness following its implementation, and identify the factors supporting and hindering its execution in class VIII-F at SMP Negeri 3 Sampang. The study employs a descriptive qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana (2019) model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the *Merdeka* Curriculum at the school has been quite effective. The Indonesian language teacher employs differentiated and project-based learning, supported by the principal through policies regarding teacher training and the development of teaching modules. Student learning effectiveness improved in terms of engagement, motivation, and comprehension of the material, although participation was not yet uniform. Supporting factors for implementation include school policy support, teacher collaboration, and student enthusiasm, whereas inhibiting factors include limited facilities, disparities in student abilities, and the administrative workload placed on teachers.
Darurat Literasi di Era Kurikulum Merdeka melalui Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa SMP Akmalia Putri; Sahrul Muzekki; Tatik Maryana
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v3i2.71

Abstract

This study aims to describe the implementation of the *Merdeka Belajar* (Freedom to Learn) Curriculum in Indonesian language classes, analyze student learning effectiveness following its implementation, and identify the factors supporting and hindering its execution in class VIII-F at SMP Negeri 3 Sampang. The study employs a descriptive qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana (2019) model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the *Merdeka* Curriculum at the school has been quite effective. The Indonesian language teacher employs differentiated and project-based learning, supported by the principal through policies regarding teacher training and the development of teaching modules. Student learning effectiveness improved in terms of engagement, motivation, and comprehension of the material, although participation was not yet uniform. Supporting factors for implementation include school policy support, teacher collaboration, and student enthusiasm, whereas inhibiting factors include limited facilities, disparities in student abilities, and the administrative workload placed on teachers.
ANALISIS PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL dALAM MENGATASI TANTANGAN RENDAHNYA KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI TREN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII Sahrul Muzekki; Linda Ramadhanty Januar
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8894

Abstract

The use of audiovisual media plays a crucial role in enhancing students' listening skills in Indonesian language learning. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, was the location of this quasi-experimental research, focusing on improving the listening skills of 8th-grade students in understanding story content presented through audiovisual media. This study aims to describe the effect of using audiovisual media on listening skills and compare the learning outcomes of students taught using audiovisual media with those taught without it. The research employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The subjects were 30 8th-grade students of SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, consisting of 15 students in the experimental class and 15 students in the control class. Data collection techniques used objective multiple-choice tests and documentation. Data analysis was performed statistically using validity, reliability, normality, homogeneity tests, and Paired-Samples T Test with SPSS 26. The results showed that the use of audiovisual media had a significant impact on students' listening skills. The average score of the experimental class increased from 59.5 in the pretest to 75.2 in the posttest, while the control class only increased from 48 to 53.8. This proves that audiovisual media can attract students' attention, create a more interactive learning atmosphere, and make it easier for students to understand story content compared to lecture methods or audio media alone. Therefore, audiovisual media is proven effective in improving students' listening skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Penggunaan media audio visual memegang peran penting dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, menjadi lokasi penelitian kuasi eksperimen ini dengan fokus pada peningkatan kemampuan siswa kelas VIII dalam memahami isi cerita yang disajikan melalui audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media audio visual terhadap keterampilan menyimak serta membandingkan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audio visual dengan yang diajar tanpa media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, terdiri dari 15 siswa kelas eksperimen dan 15 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif pilihan ganda dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, serta uji Paired-Samples T Test dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menyimak siswa. Rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 59,5 pada pretest menjadi 75,2 pada posttest, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 48 menjadi 53,8. Hal ini membuktikan bahwa media audio visual mampu menarik perhatian siswa, menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, serta memudahkan siswa memahami isi cerita dibandingkan metode ceramah atau media audio saja. Dengan demikian, media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.  
The Role of Pancasila Education in Shaping Democratic Awareness of Class X Students of SMKN 1 Sampang Fendi Pradana; Sahrul Muzekki; Linda Ramadhanty Januar
Edukasi Vol. 20 No. 1 (2026): Educational Technology & Educational Psychology
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v20i1.45743

Abstract

Pancasila Education plays a strategic role in fostering democratic awareness among students, particularly at the vocational high school level. This study aims to empirically analyze the role of Pancasila Education learning in shaping the democratic awareness of tenth-grade students at SMKN 1 Sampang. The research employed a descriptive quantitative approach using a survey method involving 68 respondents, consisting of 36 students from the Fabrication Engineering Department (TF 2) and 32 students from the Electronics Engineering Department (TE). The findings indicate that the majority of students demonstrate a good understanding of democratic principles, citizens’ rights and obligations, as well as the importance of deliberation in decision-making processes. However, students’ participation in democratic activities outside the school environment remains relatively low, indicating a gap between theoretical understanding and practical implementation. Discussion-based learning, simulations, and case studies were found to be more effective in enhancing students’ democratic awareness compared to conventional lecture methods. On the other hand, the study also identified several challenges, including limited instructional time, inconsistent implementation of interactive learning methods, and the influence of social media that is not yet adequately balanced with sufficient digital literacy skills. Therefore, strengthening participatory learning strategies and systematically integrating digital media literacy into the learning process are necessary to optimize the development of students’ democratic awareness
INOVASI PEMBUATAN UBI CARANG MAS SEBAGAI AKTIVITAS KETERAMPILAN DI KEBUN SAREH DAN PENGAKUAN SERTIFIKAT HALAL OLEH BPJPH Sahrul Muzekki; Linda Ramadhanty Januar; Amirul Mukminin; Lely Sisyanti; Fauziah Nur M.
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v3i1.1292

Abstract

Desa kebun Sareh merupakan desa yang tepat untuk mengeksplorasi inovasi dalam proses pembuatan Ubi Carang Mas, sebagai bentuk keterampilan yang dapat memberdayakan masyarakat di Desa Kebun Sareh. Sebagai produk pangan tradisional yang memiliki potensi ekonomi tinggi, inovasi dalam teknik produksi diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi. Selain itu, penelitian ini juga mendalami proses pengakuan sertifikat halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang menjadi aspek penting dalam pemasaran produk tersebut. Metode penelitian melibatkan pengamatan langsung, wawancara dengan pelaku usaha lokal, dan analisis dokumen sertifikasi halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan inovasi dalam proses pengolahan, Ubi Carang Mas mampu mencapai standar kualitas yang lebih tinggi. Sertifikasi halal yang diperoleh juga memberikan jaminan kehalalan produk, meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa inovasi teknologi dan pengakuan sertifikat halal tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi.
Keterampilan Melukis Menggunakan Media Henna Craft (Painting Skill) di MTs Pondok Pesantren Al-Ihsan Putri Sahrul Muzekki; Linda Ramadhanty Januar; Tammamatun Tammamatun
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v3i1.1293

Abstract

Penelitian ini membahas tentang minimnya pembelajaran diluar pondok sehingga team KKN memberi pembelajaran baru tentang keterampilan melukis menggunakan media henna. Tujuan team KKN adalah untuk mengasah kemampuan para santriwati yang mempunyai basic skill lebih memperluas pembelajaran tentang seni melukis. Metode yang di lakukan oleh team KKN meliputi beberapa pertemuan: analisis situasi, 1) Pembelajaran, 2) praktek, 3) dan hasil dari kegiatan painting skill ini antusias di terima oleh santriwati dikarenakan pembelajaran baru yang mereka dapat bermanfaat untuk dijadikan jasa usaha. Kesimpulan dari kegiatan painting skill ini antusias para santriwati mengikuti kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan komponen yang dilaksanakannya dengan baik.