Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Inhibitory Potential of Strawberry (Fragaria x ananassa) Extract Against Staphylococcus aureus: Implications for Dental Caries Prevention Haria Fitri; Reno Wiska Wulandari; Nabila Jihan Yandika
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 9 No. 2 (2025): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v9i2.1184

Abstract

Background: Dental caries is a prevalent oral health issue globally, and Staphylococcus aureus is a key pathogen involved in its development. Strawberry fruits, known for their medicinal properties, contain bioactive compounds with potential antibacterial effects. This study aimed to investigate the inhibitory potential of strawberry extract against S. aureus. Methods: A laboratory experimental study was conducted using a post-test-only control group design. Varying concentrations (10%, 15%, 20%, 25%) of strawberry fruit extract were prepared. The antibacterial activity was assessed using the disc diffusion method against S. aureus. Distilled water served as a negative control. The diameter of inhibition zones was measured after 24 hours of incubation at 37°C. Results: Strawberry fruit extract demonstrated inhibitory effects on the growth of S. aureus at concentrations of 15%, 20%, and 25%. The average inhibition zone diameters were 0.54 mm, 2.30 mm, and 3.00 mm, respectively. No inhibition was observed at 10% concentration or with the distilled water control. Conclusion: Strawberry fruit extract exhibits potential as an antibacterial agent against S. aureus, suggesting its possible application in dental caries prevention. Further research is needed to explore its clinical efficacy and identify the specific bioactive compounds responsible for the observed antibacterial activity.
Association of Palatal Rugae Patterns In The Maternal Lineage Between Biological Mothers And Daughters of The Minangkabau Ethnic Group In Padang City Andi Aisyah Farra Arman; Nila Kasuma; Reno Wiska Wulandari; Dewa Made Wedagama
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 21 No. 3 (2025): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v21i3.11804

Abstract

Introduction: Palatal rugae are unique, anatomically stable ridges in the oral cavity that serve as reliable markers for forensic identification and genetic research. The Minangkabau ethnic group, known for its matrilineal kinship system, to provides a unique context to for exploring the hereditary transmission of such traits. This study aimed to examine the morphological similarities and differences in palatal rugae patterns between biological mothers and their daughters within the Minangkabau ethnic group in Padang City, Indonesia. Material and Methods: An analytical cross-sectional design was employed involving 53 mother-daughter pairs of confirmed Minangkabau descent. Intraoral digital scans were used to record rugae patterns which were categorized by shape and size based on established classifications. Statistical analysis was conducted using the Mann-Whitney U test to assess intergenerational associations. Results and Discussion: Primary and secondary rugae patterns showed strong morphological similarities between mothers and daughters, indicating heritability. Notably, the wave-shaped rugae pattern was significantly more prevalent in daughters (p < 0.05). Conclusion: Palatal rugae patterns, particularly primary and secondary types, demonstrate maternal inheritance and have potential forensic relevance. The presence of unique ethnic-specific traits underscores the need for broader population-based classifications in forensic odontology and antropology
Peningkatan Pengetahuan Guru Dalam Pencegahan Early Childhood Caries (ECC) Melalui Edukasi Perawatan Gigi Anak Usia Dini di Al-Biruni Padang Rahmi Khairani Aulia; Mustika Arini; Haria Fitri; Reno Wiska Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.239

Abstract

Early Childhood Caries (ECC) merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada anak usia dini dan dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak. Tingginya prevalensi ECC di Indonesia tidak terlepas dari rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan gigi anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Guru taman kanak-kanak (TK) dan preschool memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat anak sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru TK dan Preschool Al-Biruni Kota Padang dalam pencegahan ECC melalui edukasi perawatan gigi anak usia dini. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif, pelatihan praktik menyikat gigi anak, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru secara signifikan, ditandai dengan hasil post-test yang mencapai 100% jawaban benar pada seluruh indikator penilaian. Evaluasi lanjutan enam bulan setelah kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku di lingkungan sekolah berupa penerapan kebiasaan menyikat gigi bersama setelah sarapan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur kepada guru efektif sebagai upaya pencegahan ECC yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan anak usia dini.
The Relationship Between Alkaline Phosphatase Enzyme Levels and the Incidence of Enamel Defects in Permanent Teeth in Children Reno Wiska Wulandari; Nila Kasuma; Hardisman Dasman; Hirowati Ali
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1304

Abstract

Enamel gigi merupakan jaringan yang paling keras yang ada di dalam tubuh manusia yang dibentuk oleh interaksi antara protein matriks dan enzim, terkhusus kadar enzim alkaline phosphatase (ALP). Gangguan dalam regulasi atau aktivitas ALP dapat menyebabkan mineralisasi enamel yang tidak tepat dan meningkatkan risiko terjadinya Developmental Defects of Enamel (DDE) pada gigi permanen. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan kadar enzim ALP dengan kejadian DDE pada anak. A comparative cross-sectional study was conducted on 60 children divided into two groups: normal enamel and DDE. Pemeriksaan enamel gigi menggunakan modified DDE index. Saliva dianalsis dengan metode Kolorimetrik secara duplo. Analisa statistic menggunakan Mann-Whitney test dengan hasil signifikan ketika p < 0,05. Hasil penelitian menunjukan kadar ALP rata-rata pada kelompok enamel normal  lebih rendah [5,90 (1,38 – 27,82) mg/mL] dibandingkan dengan kelompok DDE [7,76 (0,13-11,89) mg/mL] dengan perbedaan yang tidak signifikan (p > 0,05).  Berdasarkan temuan ini, kadar ALP dalam saliva tidak memiliki hubungan langsung yang kuat dengan DDE, sehingga potensinya sebagai biomarker tunggal untuk deteksi dini DDE terbatas.