Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Urgensi Reformasi Hukum Kepailitan dalam Memitigasi Risiko Sistemik terhadap Stabilitas Makroekonomi Sudhana, Harry; Muhammad Ruhunussa; Raden Giri; Raineldis Bero; Yusfika Ely Nur Afifah; Edi Mulyadi
IJESM Indonesian Journal of Economics and Strategic Management Vol. 3 No. 4 (2025): December
Publisher : Draf Solusi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69718/ijesm.v3i4.521

Abstract

This study examines the urgency of bankruptcy law reform within the framework of mitigating systemic risks that threaten macroeconomic stability. As theoretical research, this article analyzes the correlation between the efficiency of insolvency regimes and macroeconomic variables such as investment, banking sector health, and resource allocation. The findings indicate that a rigid bankruptcy law, which is merely oriented toward formal-legalistic aspects, can trigger the "zombie firms" phenomenon, which hinders national productivity and exacerbates financial contagion during crises. Legal reform is necessary to shift the paradigm from a private debt-settlement mechanism to an economic policy instrument capable of distinguishing between temporary liquidity shocks and fundamental insolvency. In conclusion, strengthening debt restructuring mechanisms and synchronizing judicial authorities with macroprudential policies are crucial for building economic resilience. Legal uncertainty in bankruptcy proceedings not only harms the parties involved but also escalates systemic risks that can destabilize overall national economic growth.
Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat dalam Pengembangan Pariwisata Alam Berbasis Komunitas (Community Based Tourism) Untari, Dhian Tyas; Humulhaer, Siti; Syarif, Ahmad; Maulana, Firman; Ardini, Nyayu Maya; Sudhana, Harry
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6784

Abstract

Pengembangan pariwisata alam di Indonesia sering kali memicu ketegangan antara ambisi pertumbuhan ekonomi nasional dan perlindungan hak-hak tradisional masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak masyarakat adat dalam kerangka pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism/CBT) serta mengidentifikasi hambatan yuridis yang menghalangi implementasinya secara efektif. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kajian literatur, studi ini menelaah berbagai regulasi, jurnal ilmiah, dan dokumen hukum dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir untuk memetakan dinamika hukum yang terjadi. Hasil kajian menunjukkan adanya diskoneksi regulasi yang signifikan antara pengakuan konstitusional terhadap masyarakat adat dengan aturan teknis dalam undang-undang sektoral, khususnya di bidang pariwisata dan kehutanan. Marginalisasi hak ulayat terus terjadi akibat dominasi sistem perizinan yang bersifat top-down serta mekanisme pengakuan subjek hukum adat yang bersifat administratif-bersyarat. Kondisi ini menciptakan kerentanan bagi masyarakat lokal untuk tereksklusi dari pengelolaan sumber daya mereka sendiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep CBT tidak akan mencapai efektivitasnya tanpa adanya instrumen hukum yang mewajibkan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) dalam setiap proses perizinan wisata alam. Formulasi perlindungan hukum yang ideal memerlukan sinkronisasi kebijakan melalui Peraturan Daerah yang secara tegas mengakui kedaulatan masyarakat adat atas ruang kelolanya. Penguatan kedudukan hukum masyarakat adat bukan sekadar upaya memenuhi keadilan distributif, melainkan merupakan kunci krusial bagi keberlanjutan ekosistem pariwisata alam di Indonesia di masa depan.
Criminal Liability of Corporations for Worker Supervision Practices Outside Working Hours from the Perspective of Labor Law, Ite Law, and Personal Data Protection Handono, Totok; Humulhaer, Siti; Azhari, Muhammad Rizki; Sudhana, Harry; Rahayu, Dewi
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 8, No 1 (2026): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v8i1.10402

Abstract

The expansion of digital technology has enabled corporations to conduct employee surveillance beyond working hours through electronic systems and personal data monitoring. Such practices raise legal concerns as they may exceed employer authority under labor law and violate personal data protection principles. This study analyzes the legal limits of off-duty employee surveillance based on Indonesian labor law, electronic information law, and personal data protection law, and formulates corporate criminal liability for such practices. Using normative juridical methods and statutory analysis, the study finds that off-duty surveillance lacks legal basis in labor law, may constitute unlawful electronic access under electronic information law, and represents unlawful personal data processing under data protection law. When implemented as corporate policy, such surveillance fulfills elements of corporate criminal liability. Off-duty employee surveillance constitutes a deviation from statutory limits of corporate authority and infringes workers’ privacy rights.