Pendahuluan: Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Prevalensi dislipidemia di Indonesia masih tinggi dan meningkat seiring tingginya kasus obesitas, terutama akibat akumulasi lemak tubuh dan lemak visceral yang berhubungan dengan resistensi insulin serta gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komposisi tubuh dengan profil lipid dan kesadaran gizi seimbang pada masyarakat. Metode: Kegiatan penelitian dilaksanakan pada acara Dies Natalis Universitas Malikussaleh dengan melibatkan 279 peserta. Proses penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran kadar kolesterol dan komposisi tubuh dengan Body Composition Analyzer, pemberian edukasi gizi seimbang, serta evaluasi hasil pemeriksaan. Data dianalisis untuk menilai keterkaitan komposisi tubuh dengan profil lipid. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan variasi usia responden 20–70 tahun dengan kadar lemak tubuh 11–45%, otot rangka 49–82%, serta indeks lemak visceral 1–14. Kadar kolesterol berkisar antara 141–183 mg/dL, dengan kecenderungan lebih tinggi pada responden berusia lanjut, memiliki lemak tubuh dan lemak visceral tinggi, serta massa otot rendah. Temuan ini memperkuat bahwa akumulasi lemak visceral dan rendahnya massa otot meningkatkan risiko dislipidemia, sementara massa otot yang lebih tinggi berperan protektif. Edukasi gizi seimbang turut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara komposisi tubuh dengan kadar kolesterol, di mana lemak tubuh dan visceral tinggi serta massa otot rendah meningkatkan risiko dislipidemia. Intervensi berupa pengendalian obesitas, peningkatan aktivitas fisik, dan edukasi gizi seimbang sangat penting untuk pencegahan penyakit metabolik dan kardiovaskular di masyarakat. Kata kunci: dislipidemia, komposisi tubuh, lemak viseral, otot rangka, kolesterol, gizi seimbang